SUKA DUKA YAYASAN CINTA BELA



Bantuan dari Komunitas

Kabupaten Mimika, (28/01) suaratifapapua.com,- Yayasan Cinta Bela adalah salah satu Yayasan Sosial yang mendampingi anak-anak yang mengalami gangguan otak, dan pada kesempatan ini anggota JW berhasil mewawancarai pendiri Yayasan, yaitu Ibu Elisabeth Caroline via WA. 

Elisabeth Carolina Samori, pendiri Yayasan Ibu dan Anak Cinta Bela Kabupaten Mimika, berdiri pada tanggal 3 maret 2013 memiliki akte notaris, berjalan sejak 7 tahun yang lalu, memiliki visi dan misi yaitu mempunyai rumah visioterapi agar anak-anak dapat di terapi sesuai kondisi dan kebutuhan anak-anak agar mereka mampu berdiri dan mandiri, baik memegang sendok dan memakai pakaian sendiri, menjadi Yayasan Mandiri cerebral palsy anak berkebutuhan khusus, menyuarakan hak hidup anak-anak lumpuh otak dan orang tua menerima kondisi mereka, memberikan terapi yang layak.

Yayasan Cinta Bela juga menjadi rumah singga di kabupaten Mimika, selama ini kami mendapatkan bantuan dari donatur atau orang-orang yang peduli, baik Bank, TNI Polri, Gereja, Komunitas, Karyawan PT Freeport dengan event-event setap bulan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan dari istri-istri karyawan PT Freeport, dari donatur-donatur yang tidka dapat kami sebutkan satu persatu, dan ada juga satu bangunan dari pemerintah.


Bantuan Kursi Roda

Tantangan yang kami hadapi adalah anak-anak belum mendapatkan visioterapi, dan banyak orang tua memilih menyembunyikan anak dalam rumah tidak berbaur dan bersosialsiasi, bahkan tidak memberikan gizi yang sesuai karena malu, masihnada stigma diskriminasi dari orang tua terhadap anak. sehingga Yayasan memberikan pemahaman agar ada penerimaan terhadap anak-anak.

Pentingnya peran orang tua agar anak-anak menapatkan cinta yang seharusnya, dan kami tahun ini akan terus mengkampanyekan tentang anak-anak yang lumpuh otak atau cerebral palsy, agar , masyarakat dan orang tua tidak memberi stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak.

Bantuan dari pemerintah adalah gedung yang di bangun, berharap ada lagi bantuan yang di berikan dari pemerintah kabupaten Mimika, namun masih membutuhkan bantuan lainnya,  jadi kami berdiri hingga saat ini adalah dari bantuan donatur-donatur yang tergerak hatinya untuk datang membantu, data yang kami miliki sejak 2013 yaitu 102 orang anak, namun setiap tahun ada anak-anak yang meninggal, dan saat ini ada 86 orang meski yang terjangkau hanya 36 orang anak yang di bawah Yayasan Cinta Bela. 

Masih banyak yang belum terdata, disembunyikan oleh orang tua, sedih melihat situasi yang ada, belum ada cinta untuk anak-anak lumpuh otak, bahkan belum ada penghargaan, bahwa mereka memiliki hak hidup yang sama dengan anak-anak yang lain.

Berharap kedepan akan lebih banyak bantuan tidka hanya nutrisi atau sembako tetapi juga ada kebutuhan prioritas seperti dokter dan untuk terapi. agar anak-anak mendapatkan pemeriksaan rutin dan juga bisa di terapi kedepan agar mereka dapat belajar bergerak dan belajar beraktifitas meski terbatas.



Penulis : Redaksi

Related Posts:

Komitment JW Tifa Dalam Program P2HA

Presentasi Hasil Diskusi Oleh Michael (JW)
Kota Jayapura , suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga Kota Jayapura hingga saat ini menjadi salah satu media online yang berkomitmen untuk tetap konsisten terlibat dalam kegiatan program P2HA. 

Baru-baru ini sebanyak 4 orang anggota JW mengikuti pelatihan yang di lakukan oleh Jaringan Indonesia Positif (JIP) yang berlangsung selama tiga hari 21-23, di Hotel Mercure Jayapura, terbagi dalm 3 kelas.

melalui kegiatan ini di harapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis bagi JW dan mengenal lebih jauh tentang komunitas serta program-program yang P2HA, sehingga dapat memberikan pengaruh psoitif dalam berita yang di sajikan kepada masayarkat sebagai pembaca, juga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang ada dan mendorong perubahan positif.

Seperti yang di sampaikan oleh Gerrard selaku koordinator JW bahwa, "sejak awal kami memang sudah berkomitmen bahwa kami akan menjadi bagian dari komunitas dalam sisi emdia, dimana membantu menyajikan berita yang sensitif komunitas, sehingga mampu memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat dan meminimalisir stigma dan diskriminasi yang cukup tinggi di kalangan masyarakat apalagi untuk isu HIV."

cerita Sepak Terjang JW

Disadari betul bahwa media memiliki power yang mampu mempengaruhi masyarakat, sehingga menjadi penting untuk terus memberitakan hal-hal yang positif, apalagi di era saat ini, hampir sebagian orang di kontrol oleh sosial media.

Memanfaatkan media online untuk kemudian memberi perubahan menjadi salah satu tujuan dari JW Tifa, dan berharap ke depan akan terus berkomitmen.




Penulis : Michael Eduwai - Jurnalis Warga Kota Jayapura



Related Posts:

Jaringan Indonesia Positif Gelar Training Leadership, PMER dan Keuangan

Irwandy Widjaja Salah satu Fasilitator dari Indonesian AIDS Coalition (IAC)
Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Berlangsung di Hotel Mercure Jayapura, selama tiga hari yaitu 21-23, Jaringan Indonesia Positif (JIP) melakukan pelatihan Kepemimpinan, PMER dan Keuangan di bagi dalam tiga kelas, di hadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang organisasi baik LSM, Komunitas dan salah satu Jurnalias Warga

Latar belakang dilakukannya pelatihan yaitu melihat Organisasi yang bergerak pada isu penanggulangan HIV-AIDS sudah ada dan bertumbuh sejak awal tahun 2000-an, fenomena yang ada pada saat itu, ledakan kasus HIV begitu tinggi khususnya dikalangan pengguna jarum suntik. Para penggiat HIV bergotong royong untuk memperjuangkan dan mengadvokasi pihak Pemerintah agar memiliki kepedulian terhadap isu ini, dorongan kepada pihak Pemerintah, agar Pemerintah memiliki perhatian kepada angka penyebaran kasus HIV untuk ditekan seminimal mungkin. Dalam situasi tersebut, pihak donor asing berlomba-lomba untuk memberikan dukungan kepada Indonesia melalui organisasi- organisasi masyarakat sipil dan Pemerintah, agar mempercepat kerja-kerja pencegahan untuk penyebaran HIV serta akses perawatan untuk odha.

Memasuki era tahun 2015 hingga saat ini, donor asing yang memberikan dukungan kepada
organisasi masyarakat sipil semakin sedikit, sedangkan organisasi masyarakat sipil yang ada
jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan pada era tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya
dukungan yang semakin mengecil, akan tetapi persyaratan dan tuntutan administratif demi
tercapainya akuntabilitas lembaga menjadi prioritas donor saat ini. Menjadi tantangan
tersendiri bagi organisasi masyarakat sipil yang berbasiskan komunitas dalam merespon tuntutan-
tuntutan yang diberikan oleh pihak donor, tidak berhenti sampai disitu, organisasi masyarakat
sipil saat ini juga dituntut untuk lebih berinovasi agar tetap bertahan ditengah kuatnya arus
persaingan yang terjadi.

Indonesia AIDS Coalition (IAC) merupakan sub recipient (SR) dari Kementerian Kesehatan RI untuk
program community system strengthening (CSS) dan enabling environment for access (EEA)
dengan dukungan Global Fund telah melaksanakan focus group discussion (FGD) di 23 kota,
yang dihadiri dari perwakilan-perwakilan organisasi masyarakat sipil dan komunitas, sepanjang
kurun waktu bulan oktober hingga november 2018. Hasil rumusan yang didapat dari FGD
tersebut, dibutuhkannya penguatan bagi organisasi yang bergerak dalam penanggulangan.

HIV-AIDS, diantaranya kebutuhan akan sikap kepemimpinan yang kuat, kebutuhan akan
menyusun perencanaan, memonitoring, mengevaluasi kegiatan yang berjalan, hingga sampai
pada tahapan penyusunan pelaporan kegiatan, selain itu adanya kebutuhan untuk pemahaman
akan mengelola keuangan, demi tercapainya akuntabilitas lembaga.

Saat ini Jaringan Indonesia Positif (JIP), merupakan jaringan orang dengan HIV-AIDS (odha) yang
tersebar di 26 Provinsi dan dipercaya sebagai sub sub recipient (SSR) dari IAC, akan mengelola
pelatihan kepemimpinan, perencanaan monitoring evaluasi dan pelaporan (PMER), serta
pelatihan keuangan bagi organisasi masyarakat sipil dan komunitas di 23 kabupaten/kota.

Seperti yang disampaikan oleh Timotius Hadi selaku koordinator pelaksana kegiatan bahwa, "kegiatan ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi semua peserta, dimana setiap metode di kemas dengan menarik agar tidak membosankan, dan setiap peserta juga dapat merefleksikan ke dalam diri masing-masing akan setiap materi yang di berikan, baik keuangan, kepemimpinan dan Monev, itu saja dan berharap ke depana da lagi pelatihan yang akan di berikan."

Berbagi Pengalaman tentang Pemimpin Ideal

Tujuan dari ketiga pelatihan tersebut, agar terciptanya organisasi-organisasi berbasiskan komunitas  yang  kuat  dan  akuntabel,  adapun  hasil  yang  diharapkan  dari  ketiga  pelatihan tersebut yaitu Kelas Kepemimpinan yang diperuntukkan bagi pimpinan organisasi;

1) membentuk  individu-individu  yang  terlibat  dalam  isu  HIV-AIDS  yang  memiliki  jiwa kepemimpinan dalam mengelola organisasi
2) membekali peserta teknik dan gaya kepemimpinan

3) membekali peserta agar mampu mendelegasikan tugas-tugas

4) membekali peserta agar mampu memotivasi staf organisasi yang dipimpinnya

Kelas PMER yang diperuntukkan bagi staf monev/staf pengembangan organisasi

  1. membekali peserta tentang bagaimana menyusun logical framework yang baik
  2. pemanfaatan logical framework sebagai sarana dalam mendesign program, memantau dan mengevaluasi program
  3. meningkatkan kemampuan dalam menyusun laporan dengan ukuran yang logis

Kelas keuangan yang diperuntukkan bagi staf keuangan organisasi

  1. meningkatkan kemampuan peserta dalam menterjemahkan program ke dalam anggaran
  2. meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis keuangan
  3. meningkatkan kemampuan peserta dalam melaporkan neraca keuangan organisasi.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Desiminasi Hasil Pengembangan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), Sekolah Rujukan & Sekolah Model Kabupaten Sarmi, suaratifapapua.com



Kabupaten Sarmi, suaratifapapua.com,- Kegiatan desiminasi atau pemeran sekolah rujukan dan sekolah model Kabupaten Sarmi pada Rabu (22/1) yang bertempat di SMP Negeri 1 Sarmi. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan tahap akhir dari serangkaian kegiatan atau tahapan yang di laksanakan oleh sekolah rujukan atau sekolah model dalam penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan.

sambutan ketua panitia DESIMINASI HASIL PENGEMBANGAN SPMI BAPAK D. RUMBEKWAN, mengatakan, tujuan dari kegiatan dilaksanakan kegiatan ini adalah " agar semua pihak dpat mengetahui sejauh mana pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan di kabupaten sarmi dan sekolah mampu menunjukan keungulan - keungulan yang dimiliki baik secara akademis maupun  non akademis.


melalui kegiatan ini juga di harapakan sekolah rujukan dan sekolah model dapat menunjukkan praktik-praktik baik penerapan penjaminan mutu kepada sekolah lain yang ad di sekitarnya
dalam kegiatan ini di hadiri juga sekertaris daerah kabupaten sarmi. Drs. Flavius Yaas.S.IP sekaligus membuka dengan resmi kegiatan DESIMINASI SPMI TINGKAT KABUPATEN SARMI...BELIAU JUGA MENYAMPAIKAN, PEMERINTAH AKAN BERUPAYA KERAS UNTUK MEMBUAT SALAH SATU SEKOLAH UNGGULAN DI KABUPATEN SARMI, DAN AKAN MENURUNKAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA UNTUK PENGAMANAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SETIAP SEKOLAH YANG BERADA DI KABUPATEN SARMI.....



Sekolah yang menjadi peserta dalam kegiatan ini  ialah 11 dari 83 sekolah yang berada di Kabupaten Sarmi. 11 Sekolah ini terdiri dari 3 sekolah rujukan dan 8 sekolah model. 3 sekolah rujukan ialah :
  1. SD INPRES MARENA SARMI
  2. SMP NEGERI 1 SARMI
  3. SMA N 1 SARMI
8 sekolah model ialah :
  1. SD YAPIS SARMI
  2. SD KATOLIK SARMI
  3. SD YPK KEDER
  4. SD INPRES ARMOPA III BONGGO
  5. SD INPRES ARMOPA IV BONGGO
  6. SMP YPK EBENHAISER SARMI
  7. SMP N 1 BONGGO
  8. SMA YPK EBENHAIZER SARMI

Delapan sekolah model ini dibina langsung oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Papua melalui kegiatan pelatihan, bimbingan teknis dan juga pendanaan agar sekolah ini mampu dalam melaksanakan siklus pemenuhan mutu pendidikan internal.


Adapun materi yang di tampilkan dalam kegiatan hari ini adalah profil sekolah model, dokumen - dokumen standar nasional pendidikan, dokumentasi kegiatan SPMI, hasil karya siswa, prestasi sekolah dan atraksi siswa. Selain itu ada penilaian oleh bapak/ibu pengawas dan tim penjamin mutu pendidikan daerah dan di harapkan dari kegiatan ini ada perwakilan sekolah model yg akan mewakili kabupaten Sarmi untuk mengikuti DESIMINASI SEKOLAH MODEL DI TINGKAT PROPINSI DALAM WAKTU DEKAT


PENULIS : PATRIKS G.MAURI - JW Kabupaten Sarmi

Related Posts:

"Melalui Perayaan Kelahiran Yesus, GKII Terpanggil Melayani Generasi Milenial",Perayaan Natal GKII Anugerah Yoka, suaratifapapua.com


Ketua Klasis Daonsoro Bersama Gembala dan Hamba Tuhan Saat Pemotongan Kue Ulang Tahun GKII Anugerah ke-10



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Bulan Desember adalah moment dimana umat kristiani merayakan atau memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, demikian halnya, Sabtu (14/12) Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Anugerah Yoka melaksanakan ibadah perayaan Natal Jemaat, dengan tema :Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, sedangkan sub tema : "Melalui Perayaan Kelahiran Yesus, GKII Terpanggil Melayani Generasi Milenial".

Ibadah perayaan Natal Jemaat Anugerah berlangsung secara hikmat dengan menampilkan drama musical tentang kelahiran Tuhan Yesus kristus yang dibawakan oleh pemuda dan sekolah minggu yang ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut.

Ibadah perayaan ini dihadiri juga oleh ketua klasis Dafonsoro dan sejumlah hamba Tuhan baik dan juga beberapa jemaat dari wilayah Dafonsoro maupun wilayah Kota Jayapura.

Pdt.H.Jacob melalui kotbahnya kembali mengingatkan bahwa Tuhan Yesus datang supaya umatnya hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan, dikutip dari pembacaan Alkitab dalam Injil Yohanes 10:10, selain itu dalam kotbahnya kalau Tuhan Datang untuk melayanani maka kitapun harus demikian untuk membawa generasi milenial kedalam hadirat Tuhan.


Selain melakukan ibadah, diakhir ibadah perayaan Gembala dan para hamba Tuhan juga membagikan sejumlah bingkisan kepada semua yang sudah melayani dan tentunya juga kepada orang yang sudah lanjut usia dan juga yang membutuhkan pertolongan didalam jemaat Anugerah Yoka.

Pdt.Ni Made Christine selaku gembala jemaat dalam sambutannya menuturkan bahwa melalui moment natal ini kiranya kasih Kristus menyertai dan melingkupi kita semua, dan yang menjadi penting ialah mari kita melayani sesama, seperti yang diajarkan Tuhan secara langsung dengan datang melayani dan menyelamatkan kita.




Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: