PEMILIK KOS INI TIDAK TUNTUT PEMBAYARAN - MALAH BERBAGI MAKANAN DENGAN PENYEWA YANG KESUSAHAN

Bapak Daud Balli - Pemilik Kost
Jayapura, suaratifapapua.com , jumat (3/4) Bapak Daud Balli tidak hanya sebagai pemilik kos namun juga sebagai ketua RW 11 kelurahan Yabansai, dengan adanya pandemi covid-19 disadari bahwa berdampak pada penyewa yang sebagian besar tidak memiliki pengahasilan bulanan. Sehingga sejak adanya social distancing da pembatasan aktifitas, penghasilan dari penyewa sangat menurun bahkan ada yang tidak memiliki penghasilan sama sekali, dan tentu saja kesulitan membayar uang sewa. 

Sebagai pemilik kos Bapak daud tidak menuntut pembayaran karena memahmi situasi yang di alami saat ini, bahkan memberikan kelonggaran dan keringanan kepada penyewa, agar nanti melakukan pembayaran sampai sudah bekerja seperti semula dan ketika situasi sudah membaik dengan pendapatan normal.

Disisi lain sebagai RW harus juga mengikuti aturan pemerintah, sehingga menganjurkan penyewa untuk tetap berada di rumah jika tidak ada urusan yang terlalu mendesak, menjaga kebersihan dan kesehatan diri menjadi utama.

Berbagi makanan dengan penyewa yang kesusahan, saling membantu di situasi yang sulit, meski terkadang terbatas namun setidaknya dapat berbagi makanan yang ada, menjadi situasi yang di hadapi hampir setiap hari sebagai pemilik kos dan tentu saja situasi ini jarang di jumpai. 

Seperti yang disampaikan pada saat wawancara bahwa, "ini sangat menyedihkan, dan di rumah kontrakan atau rumah sewa ini saya anggap mereka keluarga, yang penting menjaga keamanan, jadi apa yang kami makan mereka juga kami bagi, itu yang saya alami, kita tidak bisa paksa mereka bayar, karena kasian mereka juga kesusahan, semoga kita di selamatkan dari virus corona dan situasi kembali baik, supaya dorang bsia kembali kerja, begitu juga dengan tenaga medis supaya tetap bekerja dengan baik, dan Tuhan mendengar doa kita dan campur tangan".
Bapak Daud Bersama sang Istri Ibu Maria
Pada kesempatan yang sama juga di sampaikan oleh sang istri ibu Maria Wiay , " iya jadi memang kami juga mengerti, kasihan juga kami mau tuntut mereka mau ambil uang dimana, makan saja mereka susah, dan sebagai ibu saya yakin mereka juga sedih dengan situasi ini, yang sudah berkeluarga dan punya anak, ini tidak mudah, PNS saja belum tentu rasa baik-baik saja, apalagi yang bukan PNS, jadi kami menganggap mereka keluarga, kalau kami makan, dan cukup untuk berbagi kami bagikan, karena masa kami makan baru mereka yang sewa tidak makan, meski seadanya, semoga tidak ada anak-anak yang menangis kelaparan dan perdebatand alam rumah tangga karena tekanan ekonomi saat ini".

Dengan adanya pandemi ini, sudah seharusnya pemilik kos memberikan keringanan kepada penyewa, khusunya yang tidak punya penghasilan bulanan, karena tentu saja akan menambah beban dan tekanan yang luar biasa, disisi lain mereka butuh makanan namun juga butuh tempat tinggal, berharap pemerintah dapat menyikapi situasi yang terjadi saat ini, dampak-dampak dari local lockdown yang terjadi di kalangan masyarakat. Memberikan himbauan kepada pemilik kos untuk memberikan kelonggaran kepada penyewa, dan jangan sampai ada yang di usir atau di keluarkan hanya karena tidak membayar kos. 


Oleh : Hiswita Pangau

Related Posts:

FRAKSI BINEKA TUNGGAL IKA MELAKUKAN PEMBAGIAN SEMBAKO - INISIATIF DAN PATUNGAN

Bapak Mataeis Lewerisa - Anggota Fraksi Bhineka Tunggal Ika
Kabupaten Jayapura, suaratifapapua.com , Kamis (2/4) Respon untuk menyikapi situasi yang saat ini, yakni dengan adanya pembatasan aktifitas menyebabkan banyak pedagang pasar yang mengeluh kesusahan karena kurangnya pendapatan sehari-hari, sehingga Fraksi Bhineka Tunggal Ika melakukan aksi pembagian sembako di Pasar lama sentani kepada seluruh pedagang, dimana setiap pedagang mendapatkan satu paket sembako berisi bahan makanan.
Pembagian Sembako

Pembatasan aktifitas yang terjadi, memang sangat berdampak bagi masyarakat kecil khusunya mama-mama pedagang yang saat ini merasakan kesulitan, mereka yang setiap hari berjualan dari pagi sampai larut malam di pinggir jalan pasar lama Sentani mengeluh karena tidak hanya secara pemasukan namun juga kerugian jika jualan tidak laku maka harus di bawa pulang atau bahkan busuk dan layu. Disisi lain meskipun mereka berjualan, namun banyak masyarakat yang memilih di rumah, sehingga pengunjung pasar atau pembeli sangat sedikit. 

Pasar Lama Sentani
Seperti yang di sampaikan oleh Mama Marta selaku pedagang sayur,"iya kitong datang jualan dari pagi sampe malam saja belum tentu laku, sekarang kitong hanya bisa jualan dari pagi sampe siang, baru banyak orang tidak bisa keluar rumah, jadi sekarang kita tidak dapat uang jualan, malah kita bawa pulang lagi, bisa busuk juga layu kalu sayur, jadi rugi, kalu tidak jualan juga kami mau makan apa, barang-barang juga mulai mahal, jadi kita harap ada bantuan lagi ka sama seperti ini, terima kasih, dan virus ini cepat hilang supaya kita bebas mo jualan".

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Mama Yuli, " adoh saya senang sekali dengan bantuan ini, padahal tadi saya sudah malas ke pasar jualan, tetapi saya mau beli beras lagi jadi, saya jualan saja panen pisang, puji Tuhan ada dapat kasih beras begini, bisa masak buat anak di rumah, berapa hari ini kita tinggal makan pisang rebus tidak ada lauk, sebentar pulang sudah bisa makan nasi, biar sedikit tetapi kami senang, semoga ada lagi begini, itu saja".

Tidak di pungkiri dampak dari pandemi covid-19 sangat di rasakan dan tidak sedikit masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan secara ekonomi, apalagi ini menyerang semua kalangan, melihat situasi ini, maka itulah yang menjadi alasan Fraksi Bhineka Tunggal Ika menyalurkan bantuan, seperti yang di sampaikan oleh salah satu anggota Fraksi tertua, yang sudah menjabat selama dua periode, yaitu Bapak Mataeis Lewerisa, " inilah yang bisa kami buat dan berikan, ini inisiatif kami, bersumber dari patungan bersama kawan-kawan fraksi, untuk hari ini kami melakukan pembagian masker di lampu merah dan sabun, kemudian pembagian sembako di Pasar Lama, dan untuk pasar lama sekitar 100 paket, dan kemudian akan di koordinasikan lagi dengan fraksi untuk bantuan selanjutnya, semoga bermanfaat meski seadanya".

Berharap situasi ini segera membaik dan aktifitas kembali normal, agar tidak menambah kesulitan dan kesusahan bagi masyarakat yang saat ini benar-benar merasakan dampak dari situasi ini, dan di harapkan juga bantuan pemerintah segera terealisasi dan di kawal agar tepat sasaran.


Oleh : Jilhan Kantoli

Related Posts:

120 ODP Melakukan Test Swab Hasilnya Negatif Covid-19 - #melawancovid19

Proses Pemeriksaan Covid-19
Jayapura, suaratifapapua.com ,Kamis (2/4), Setelah sempat viral melalui media sosial Facebook, seluruh peserta pertemuan Komunitas Masyarakat Tanpa Riba(MTR) Kota Jayapura di Hotel Sahid 9 maret 2020 lalu akhirnya melakukan test swab, sekitar 120 orang di nyatakan negativ covid-19.

Pentingnya keterlibatan dan kesadaran diri setiap masyarakat untuk melakukan pemeriksaan jika merasa beresiko, adalah untuk saling menjaga, dan ini sudah dilakukan oleh 120 peserta MTR, di hari ke 24 sejak pertemuan berlangsung saat itu di hotel Sahid Entrop, dan dengan dilakukannya pemeriksaan ini dapat menjawab kekawatiran masyarakat, yang sempat ikut memviralkan postingan video saat ini sebagai himbauan kepada seluruh peserta.

Seperti di ketahui bahwa postingan terkait peserta MTR sempat viral di sosial media FB, sebenarnya tujuannya adalah memberi himbauan agar peserta dapat melakukan pemeriksaan. Dan menanggapi postingan tersebut maka Panitia pelaksana MTR bekerjasama dengan satgas penanganan covid-19 Provinsi Papua menggelar pemeriksaan bagi seluruh peserta MTR.

Seperti yang di sampaikan oleh dr. Aron Rumainum bahwa telah di lakukan dua tahap pemeriksaan dan semuanya negatif. Jadi

Begitu juga yang di sampaikan oleh Vina Cole selaku tim penanganan covid-19 yang juga sempat memviralkan video kegiatan MTR tersebut, bahwa tujuannya adalah agar semua mengetahui status kesehatan, mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan jika merasa beresiko,  dan agar masyarakat juga tidak lagi salah paham kemudian memberikan stigma negatif. dengan adanya pemeriksaan seperti ini sangat bermanfaat, sehingga kita tau status kesehatan kita sendiri.

"Dan bukan berarti peserta MTR itu adalah penyebar virus, tidak sama sekali, mereka hanyalah ODP dan itulah tujuannya mengapa dilakukan pemeriksaan, agar mengetahui status kesehatan semuanya, dan meskipun hasilnya negatif, tetapi menjaga kebersihan dan pola hidup sehat tetap harus menjadi tanggung jawab kita semua". 

Pentingnya sosialisasi di masyarakat agar tidak mudah memberikan stigma atau bahkan diskriminasi baik kepada ODP, PDP maupun yang positif covid-19.agar jika ada yang merasa beresiko tidak malu untuk bertanya dan datang ke layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

meskipun saat ini banyak pihak yang terlibat untuk penanganan covid-19 namun ini belum selesai, masyarakat di himbau untuk tetap mengikuti aturan pemerintah untuk menjaga kebersihan, beraktifitas di dalam rumah, jika memang harus keluar rumah, harus tetap memahami tata cara atau aturan selama ada di luar rumah dan ketika pulang ke rumah.

"semoga masyarakat dapat bekerjasama dengan pemerintah dan petugas kesehatan untuk mendukung progra penanggulangan covid-19" .


Oleh : Hiswita Pangau





Related Posts:

48 Pelajar Kota Jayapura Ikuti Latihan Dasar Perkemahan, suaratifapapua.com


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Perkemahan Pra Latsar (Latihan dasar) XII di Lantamal X Angkatan Laut Hamadi yang diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari beberapa sekolah yang ada di kota Jayapura. Perkemahan ini dilaksanakan pada sabtu, 15 Februari 2020 sampai dengan minggu, 16 Februari 2020 lalu.



Perkemahan Pra Latsar merupakan perkemahan untuk merekrut anggota Pramuka saka bahari Lantamal X. Dalam kegiatan Pra Latsar tersebut peserta diberikan tentang ilmu kelautan terutama pendidikan Angkatan Laut yaitu peluit AL, tali temali, menjanga kebersihan lingkungan, Olahraga perairan seperti perahu karet, perahu kano, diving dan snorkeling.



"Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para peserta dan dapat menjadikan motivasi agar kedepannya peserta Pralatsar 12 dapat mengenal lebih mendalam tentang Saka Bahari sesingga akan menjadi anggota Saka Bahari yg berdedikasi loyal dan berkarakter kebaharian." Kata Bapak Suprapto mayor marinir.


Penulis : Ariqah - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Festival Film Papua IV “Merajut Kembali Budaya Papua untuk Keadilan dan Perdamaian”, suaratifapapua.com




Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Budaya Papua sangatlah kaya. Ada 312 suku yang mendiami Papua dengan berbagai budaya. Akan tetapi budaya Papua seringkali dipandang terbelakang di hadapan modernisasi yang semakin gencar oleh hadirnya teknologi dan informasi. Akibatnya, budaya Papua semakin ditinggalkan bahkan oleh orang Papua itu sendiri.

Meninggalkan budaya berarti meninggalkan akar kehidupan masyarakat itu sendiri. Berbagai kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup bangsa Papua selama bertahun-tahun pun ditinggalkan. Dampaknya menjalari kehidupan masyarakat Papua itu sendiri dan hubungannya dengan orang-orang lain yang datang ke Papua.

Tanpa akar budaya yang kuat, kehadiran manusia lain dengan berbagai budaya yang ikut bersamanya akan dipandang sebagai ancaman bagi masyarakat Papua itu sendiri. Budaya baru dengan berbagai keunggulan cara penyebarannya itu bersifat ekspansif sehingga semakin menakutkan bagi masyarakat Papua yang sedang berada dalam transisi dari budayanya sendiri menuju budaya baru itu. Sifat ekspansif itu melahirkan perasaan terancam bagi masyarakat Papua sehingga berakibat dalam banyak aspek kehidupan bersama.

Kondisi seperti ini melahirkan dilemma bagi masyarakat Papua itu sendiri maupun pihak-pihak berwewenang seperti pemerintah maupun lembaga agama. Berbagai kebijakan yang dipandang dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat Papua seringkali tidak tepat sasaran karena tidak sesuai dengan budaya masyarakat setempat. Akibatnya program-program itu bukannya membawa dampak yang baik bagi masyarakat malah menjadi persoalan baru bagi masyarakat itu sendiri maupun bagi pemerintah.

Karena itu, mengenal dan memahami budaya Papua sangatlah penting. Keadilan dan Perdamaian yang selalu menjadi persoalan di Papua tidak akan pernah tercapai jika kebijakan yang ada mengabaikan budaya setempat atau malah membuat budaya tersebut disingkirkan. Atas dasar itu, Perkumpulan Papuan Voices sebagai sebuah lembaga yang bergerak di media audio visual, khususnya k Film Dokumenter di Tanah Papua merasa perlu untuk mendorong semua pihak, kaum muda-mudi Papua agar kembali merajut budaya Papua yang ada dan mulai tersingkirkan itu. Tentunya melalui media film documenter. Hal ini agar menjadi dasar pijakan bersama dalam upaya membangun Papua yang adil dan damai.

Berkaitan dengan itu, Perkumpulan Papuan Voices menyelenggarakan Festival Film Papua IV. Bersama dengan panitia FFP IV, Perkumpulan Papuan Voices mengangkat Tema FFP IV “Merajut Kembali Budaya Papua untuk Keadilan dan Perdamaian”. Papuan Voices mengharapkan partisipasi masyarakat Papua dan siapa pun yang peduli terhadap budaya Papua dan Perdamaian serta keadilan di tanah Papua untuk berpartisipasi menggali, mendokumentasi, berkreasi melalui film documenter serta berdiskusi tentang budaya Papua dalam Festival Film Papua IV yang akan diadakan pada 6-9 Agustus di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Ada pun tujuan Festival Film IV adalah:
  1. Memperkenalkan situasi masyarakat adat Papua dan berbagai permasalahannya lewat film dokumenter
  2. Membangun Kesadaran Publik akan isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua
  3. Mendorong dan memperkenalkan filmmaker muda Papua yang terampil dalam produksi dan distribusi film dokumenter
  4. Sebagai wadah untuk memperkuat jaringan filmmaker di tanah Papua.

Festival Film Papua IV ini akan diisi dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan di berbagai wilayah Papuan Voices hingga puncak acara pada tanggal 6-9 Agustus 2019. Rangkaian kegiatan dalam rangka Festival Film Papua itu adalah workshop Film Dokumenter, Produksi Film, Kompetisi Film, Pemutaran Film dan diskusi.

Terkait dengan itu, Panitia Festival Film Papua mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Festival Film Papua IV yang akan diadakan pada 6-9 Agustus 2020 di Wamena.


Penulis : Redaksi

Related Posts:

SUKA DUKA YAYASAN CINTA BELA



Bantuan dari Komunitas

Kabupaten Mimika, (28/01) suaratifapapua.com,- Yayasan Cinta Bela adalah salah satu Yayasan Sosial yang mendampingi anak-anak yang mengalami gangguan otak, dan pada kesempatan ini anggota JW berhasil mewawancarai pendiri Yayasan, yaitu Ibu Elisabeth Caroline via WA. 

Elisabeth Carolina Samori, pendiri Yayasan Ibu dan Anak Cinta Bela Kabupaten Mimika, berdiri pada tanggal 3 maret 2013 memiliki akte notaris, berjalan sejak 7 tahun yang lalu, memiliki visi dan misi yaitu mempunyai rumah visioterapi agar anak-anak dapat di terapi sesuai kondisi dan kebutuhan anak-anak agar mereka mampu berdiri dan mandiri, baik memegang sendok dan memakai pakaian sendiri, menjadi Yayasan Mandiri cerebral palsy anak berkebutuhan khusus, menyuarakan hak hidup anak-anak lumpuh otak dan orang tua menerima kondisi mereka, memberikan terapi yang layak.

Yayasan Cinta Bela juga menjadi rumah singga di kabupaten Mimika, selama ini kami mendapatkan bantuan dari donatur atau orang-orang yang peduli, baik Bank, TNI Polri, Gereja, Komunitas, Karyawan PT Freeport dengan event-event setap bulan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan dari istri-istri karyawan PT Freeport, dari donatur-donatur yang tidka dapat kami sebutkan satu persatu, dan ada juga satu bangunan dari pemerintah.


Bantuan Kursi Roda

Tantangan yang kami hadapi adalah anak-anak belum mendapatkan visioterapi, dan banyak orang tua memilih menyembunyikan anak dalam rumah tidak berbaur dan bersosialsiasi, bahkan tidak memberikan gizi yang sesuai karena malu, masihnada stigma diskriminasi dari orang tua terhadap anak. sehingga Yayasan memberikan pemahaman agar ada penerimaan terhadap anak-anak.

Pentingnya peran orang tua agar anak-anak menapatkan cinta yang seharusnya, dan kami tahun ini akan terus mengkampanyekan tentang anak-anak yang lumpuh otak atau cerebral palsy, agar , masyarakat dan orang tua tidak memberi stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak.

Bantuan dari pemerintah adalah gedung yang di bangun, berharap ada lagi bantuan yang di berikan dari pemerintah kabupaten Mimika, namun masih membutuhkan bantuan lainnya,  jadi kami berdiri hingga saat ini adalah dari bantuan donatur-donatur yang tergerak hatinya untuk datang membantu, data yang kami miliki sejak 2013 yaitu 102 orang anak, namun setiap tahun ada anak-anak yang meninggal, dan saat ini ada 86 orang meski yang terjangkau hanya 36 orang anak yang di bawah Yayasan Cinta Bela. 

Masih banyak yang belum terdata, disembunyikan oleh orang tua, sedih melihat situasi yang ada, belum ada cinta untuk anak-anak lumpuh otak, bahkan belum ada penghargaan, bahwa mereka memiliki hak hidup yang sama dengan anak-anak yang lain.

Berharap kedepan akan lebih banyak bantuan tidka hanya nutrisi atau sembako tetapi juga ada kebutuhan prioritas seperti dokter dan untuk terapi. agar anak-anak mendapatkan pemeriksaan rutin dan juga bisa di terapi kedepan agar mereka dapat belajar bergerak dan belajar beraktifitas meski terbatas.



Penulis : Redaksi

Related Posts:

Komitment JW Tifa Dalam Program P2HA

Presentasi Hasil Diskusi Oleh Michael (JW)
Kota Jayapura , suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga Kota Jayapura hingga saat ini menjadi salah satu media online yang berkomitmen untuk tetap konsisten terlibat dalam kegiatan program P2HA. 

Baru-baru ini sebanyak 4 orang anggota JW mengikuti pelatihan yang di lakukan oleh Jaringan Indonesia Positif (JIP) yang berlangsung selama tiga hari 21-23, di Hotel Mercure Jayapura, terbagi dalm 3 kelas.

melalui kegiatan ini di harapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis bagi JW dan mengenal lebih jauh tentang komunitas serta program-program yang P2HA, sehingga dapat memberikan pengaruh psoitif dalam berita yang di sajikan kepada masayarkat sebagai pembaca, juga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang ada dan mendorong perubahan positif.

Seperti yang di sampaikan oleh Gerrard selaku koordinator JW bahwa, "sejak awal kami memang sudah berkomitmen bahwa kami akan menjadi bagian dari komunitas dalam sisi emdia, dimana membantu menyajikan berita yang sensitif komunitas, sehingga mampu memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat dan meminimalisir stigma dan diskriminasi yang cukup tinggi di kalangan masyarakat apalagi untuk isu HIV."

cerita Sepak Terjang JW

Disadari betul bahwa media memiliki power yang mampu mempengaruhi masyarakat, sehingga menjadi penting untuk terus memberitakan hal-hal yang positif, apalagi di era saat ini, hampir sebagian orang di kontrol oleh sosial media.

Memanfaatkan media online untuk kemudian memberi perubahan menjadi salah satu tujuan dari JW Tifa, dan berharap ke depan akan terus berkomitmen.




Penulis : Michael Eduwai - Jurnalis Warga Kota Jayapura



Related Posts:

Jaringan Indonesia Positif Gelar Training Leadership, PMER dan Keuangan

Irwandy Widjaja Salah satu Fasilitator dari Indonesian AIDS Coalition (IAC)
Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Berlangsung di Hotel Mercure Jayapura, selama tiga hari yaitu 21-23, Jaringan Indonesia Positif (JIP) melakukan pelatihan Kepemimpinan, PMER dan Keuangan di bagi dalam tiga kelas, di hadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang organisasi baik LSM, Komunitas dan salah satu Jurnalias Warga

Latar belakang dilakukannya pelatihan yaitu melihat Organisasi yang bergerak pada isu penanggulangan HIV-AIDS sudah ada dan bertumbuh sejak awal tahun 2000-an, fenomena yang ada pada saat itu, ledakan kasus HIV begitu tinggi khususnya dikalangan pengguna jarum suntik. Para penggiat HIV bergotong royong untuk memperjuangkan dan mengadvokasi pihak Pemerintah agar memiliki kepedulian terhadap isu ini, dorongan kepada pihak Pemerintah, agar Pemerintah memiliki perhatian kepada angka penyebaran kasus HIV untuk ditekan seminimal mungkin. Dalam situasi tersebut, pihak donor asing berlomba-lomba untuk memberikan dukungan kepada Indonesia melalui organisasi- organisasi masyarakat sipil dan Pemerintah, agar mempercepat kerja-kerja pencegahan untuk penyebaran HIV serta akses perawatan untuk odha.

Memasuki era tahun 2015 hingga saat ini, donor asing yang memberikan dukungan kepada
organisasi masyarakat sipil semakin sedikit, sedangkan organisasi masyarakat sipil yang ada
jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan pada era tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya
dukungan yang semakin mengecil, akan tetapi persyaratan dan tuntutan administratif demi
tercapainya akuntabilitas lembaga menjadi prioritas donor saat ini. Menjadi tantangan
tersendiri bagi organisasi masyarakat sipil yang berbasiskan komunitas dalam merespon tuntutan-
tuntutan yang diberikan oleh pihak donor, tidak berhenti sampai disitu, organisasi masyarakat
sipil saat ini juga dituntut untuk lebih berinovasi agar tetap bertahan ditengah kuatnya arus
persaingan yang terjadi.

Indonesia AIDS Coalition (IAC) merupakan sub recipient (SR) dari Kementerian Kesehatan RI untuk
program community system strengthening (CSS) dan enabling environment for access (EEA)
dengan dukungan Global Fund telah melaksanakan focus group discussion (FGD) di 23 kota,
yang dihadiri dari perwakilan-perwakilan organisasi masyarakat sipil dan komunitas, sepanjang
kurun waktu bulan oktober hingga november 2018. Hasil rumusan yang didapat dari FGD
tersebut, dibutuhkannya penguatan bagi organisasi yang bergerak dalam penanggulangan.

HIV-AIDS, diantaranya kebutuhan akan sikap kepemimpinan yang kuat, kebutuhan akan
menyusun perencanaan, memonitoring, mengevaluasi kegiatan yang berjalan, hingga sampai
pada tahapan penyusunan pelaporan kegiatan, selain itu adanya kebutuhan untuk pemahaman
akan mengelola keuangan, demi tercapainya akuntabilitas lembaga.

Saat ini Jaringan Indonesia Positif (JIP), merupakan jaringan orang dengan HIV-AIDS (odha) yang
tersebar di 26 Provinsi dan dipercaya sebagai sub sub recipient (SSR) dari IAC, akan mengelola
pelatihan kepemimpinan, perencanaan monitoring evaluasi dan pelaporan (PMER), serta
pelatihan keuangan bagi organisasi masyarakat sipil dan komunitas di 23 kabupaten/kota.

Seperti yang disampaikan oleh Timotius Hadi selaku koordinator pelaksana kegiatan bahwa, "kegiatan ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi semua peserta, dimana setiap metode di kemas dengan menarik agar tidak membosankan, dan setiap peserta juga dapat merefleksikan ke dalam diri masing-masing akan setiap materi yang di berikan, baik keuangan, kepemimpinan dan Monev, itu saja dan berharap ke depana da lagi pelatihan yang akan di berikan."

Berbagi Pengalaman tentang Pemimpin Ideal

Tujuan dari ketiga pelatihan tersebut, agar terciptanya organisasi-organisasi berbasiskan komunitas  yang  kuat  dan  akuntabel,  adapun  hasil  yang  diharapkan  dari  ketiga  pelatihan tersebut yaitu Kelas Kepemimpinan yang diperuntukkan bagi pimpinan organisasi;

1) membentuk  individu-individu  yang  terlibat  dalam  isu  HIV-AIDS  yang  memiliki  jiwa kepemimpinan dalam mengelola organisasi
2) membekali peserta teknik dan gaya kepemimpinan

3) membekali peserta agar mampu mendelegasikan tugas-tugas

4) membekali peserta agar mampu memotivasi staf organisasi yang dipimpinnya

Kelas PMER yang diperuntukkan bagi staf monev/staf pengembangan organisasi

  1. membekali peserta tentang bagaimana menyusun logical framework yang baik
  2. pemanfaatan logical framework sebagai sarana dalam mendesign program, memantau dan mengevaluasi program
  3. meningkatkan kemampuan dalam menyusun laporan dengan ukuran yang logis

Kelas keuangan yang diperuntukkan bagi staf keuangan organisasi

  1. meningkatkan kemampuan peserta dalam menterjemahkan program ke dalam anggaran
  2. meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis keuangan
  3. meningkatkan kemampuan peserta dalam melaporkan neraca keuangan organisasi.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Desiminasi Hasil Pengembangan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), Sekolah Rujukan & Sekolah Model Kabupaten Sarmi, suaratifapapua.com



Kabupaten Sarmi, suaratifapapua.com,- Kegiatan desiminasi atau pemeran sekolah rujukan dan sekolah model Kabupaten Sarmi pada Rabu (22/1) yang bertempat di SMP Negeri 1 Sarmi. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan tahap akhir dari serangkaian kegiatan atau tahapan yang di laksanakan oleh sekolah rujukan atau sekolah model dalam penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan.

sambutan ketua panitia DESIMINASI HASIL PENGEMBANGAN SPMI BAPAK D. RUMBEKWAN, mengatakan, tujuan dari kegiatan dilaksanakan kegiatan ini adalah " agar semua pihak dpat mengetahui sejauh mana pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan di kabupaten sarmi dan sekolah mampu menunjukan keungulan - keungulan yang dimiliki baik secara akademis maupun  non akademis.


melalui kegiatan ini juga di harapakan sekolah rujukan dan sekolah model dapat menunjukkan praktik-praktik baik penerapan penjaminan mutu kepada sekolah lain yang ad di sekitarnya
dalam kegiatan ini di hadiri juga sekertaris daerah kabupaten sarmi. Drs. Flavius Yaas.S.IP sekaligus membuka dengan resmi kegiatan DESIMINASI SPMI TINGKAT KABUPATEN SARMI...BELIAU JUGA MENYAMPAIKAN, PEMERINTAH AKAN BERUPAYA KERAS UNTUK MEMBUAT SALAH SATU SEKOLAH UNGGULAN DI KABUPATEN SARMI, DAN AKAN MENURUNKAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA UNTUK PENGAMANAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SETIAP SEKOLAH YANG BERADA DI KABUPATEN SARMI.....



Sekolah yang menjadi peserta dalam kegiatan ini  ialah 11 dari 83 sekolah yang berada di Kabupaten Sarmi. 11 Sekolah ini terdiri dari 3 sekolah rujukan dan 8 sekolah model. 3 sekolah rujukan ialah :
  1. SD INPRES MARENA SARMI
  2. SMP NEGERI 1 SARMI
  3. SMA N 1 SARMI
8 sekolah model ialah :
  1. SD YAPIS SARMI
  2. SD KATOLIK SARMI
  3. SD YPK KEDER
  4. SD INPRES ARMOPA III BONGGO
  5. SD INPRES ARMOPA IV BONGGO
  6. SMP YPK EBENHAISER SARMI
  7. SMP N 1 BONGGO
  8. SMA YPK EBENHAIZER SARMI

Delapan sekolah model ini dibina langsung oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Papua melalui kegiatan pelatihan, bimbingan teknis dan juga pendanaan agar sekolah ini mampu dalam melaksanakan siklus pemenuhan mutu pendidikan internal.


Adapun materi yang di tampilkan dalam kegiatan hari ini adalah profil sekolah model, dokumen - dokumen standar nasional pendidikan, dokumentasi kegiatan SPMI, hasil karya siswa, prestasi sekolah dan atraksi siswa. Selain itu ada penilaian oleh bapak/ibu pengawas dan tim penjamin mutu pendidikan daerah dan di harapkan dari kegiatan ini ada perwakilan sekolah model yg akan mewakili kabupaten Sarmi untuk mengikuti DESIMINASI SEKOLAH MODEL DI TINGKAT PROPINSI DALAM WAKTU DEKAT


PENULIS : PATRIKS G.MAURI - JW Kabupaten Sarmi

Related Posts: