48 Pelajar Kota Jayapura Ikuti Latihan Dasar Perkemahan, suaratifapapua.com


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Perkemahan Pra Latsar (Latihan dasar) XII di Lantamal X Angkatan Laut Hamadi yang diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari beberapa sekolah yang ada di kota Jayapura. Perkemahan ini dilaksanakan pada sabtu, 15 Februari 2020 sampai dengan minggu, 16 Februari 2020 lalu.



Perkemahan Pra Latsar merupakan perkemahan untuk merekrut anggota Pramuka saka bahari Lantamal X. Dalam kegiatan Pra Latsar tersebut peserta diberikan tentang ilmu kelautan terutama pendidikan Angkatan Laut yaitu peluit AL, tali temali, menjanga kebersihan lingkungan, Olahraga perairan seperti perahu karet, perahu kano, diving dan snorkeling.



"Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para peserta dan dapat menjadikan motivasi agar kedepannya peserta Pralatsar 12 dapat mengenal lebih mendalam tentang Saka Bahari sesingga akan menjadi anggota Saka Bahari yg berdedikasi loyal dan berkarakter kebaharian." Kata Bapak Suprapto mayor marinir.


Penulis : Ariqah - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Festival Film Papua IV “Merajut Kembali Budaya Papua untuk Keadilan dan Perdamaian”, suaratifapapua.com




Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Budaya Papua sangatlah kaya. Ada 312 suku yang mendiami Papua dengan berbagai budaya. Akan tetapi budaya Papua seringkali dipandang terbelakang di hadapan modernisasi yang semakin gencar oleh hadirnya teknologi dan informasi. Akibatnya, budaya Papua semakin ditinggalkan bahkan oleh orang Papua itu sendiri.

Meninggalkan budaya berarti meninggalkan akar kehidupan masyarakat itu sendiri. Berbagai kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup bangsa Papua selama bertahun-tahun pun ditinggalkan. Dampaknya menjalari kehidupan masyarakat Papua itu sendiri dan hubungannya dengan orang-orang lain yang datang ke Papua.

Tanpa akar budaya yang kuat, kehadiran manusia lain dengan berbagai budaya yang ikut bersamanya akan dipandang sebagai ancaman bagi masyarakat Papua itu sendiri. Budaya baru dengan berbagai keunggulan cara penyebarannya itu bersifat ekspansif sehingga semakin menakutkan bagi masyarakat Papua yang sedang berada dalam transisi dari budayanya sendiri menuju budaya baru itu. Sifat ekspansif itu melahirkan perasaan terancam bagi masyarakat Papua sehingga berakibat dalam banyak aspek kehidupan bersama.

Kondisi seperti ini melahirkan dilemma bagi masyarakat Papua itu sendiri maupun pihak-pihak berwewenang seperti pemerintah maupun lembaga agama. Berbagai kebijakan yang dipandang dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat Papua seringkali tidak tepat sasaran karena tidak sesuai dengan budaya masyarakat setempat. Akibatnya program-program itu bukannya membawa dampak yang baik bagi masyarakat malah menjadi persoalan baru bagi masyarakat itu sendiri maupun bagi pemerintah.

Karena itu, mengenal dan memahami budaya Papua sangatlah penting. Keadilan dan Perdamaian yang selalu menjadi persoalan di Papua tidak akan pernah tercapai jika kebijakan yang ada mengabaikan budaya setempat atau malah membuat budaya tersebut disingkirkan. Atas dasar itu, Perkumpulan Papuan Voices sebagai sebuah lembaga yang bergerak di media audio visual, khususnya k Film Dokumenter di Tanah Papua merasa perlu untuk mendorong semua pihak, kaum muda-mudi Papua agar kembali merajut budaya Papua yang ada dan mulai tersingkirkan itu. Tentunya melalui media film documenter. Hal ini agar menjadi dasar pijakan bersama dalam upaya membangun Papua yang adil dan damai.

Berkaitan dengan itu, Perkumpulan Papuan Voices menyelenggarakan Festival Film Papua IV. Bersama dengan panitia FFP IV, Perkumpulan Papuan Voices mengangkat Tema FFP IV “Merajut Kembali Budaya Papua untuk Keadilan dan Perdamaian”. Papuan Voices mengharapkan partisipasi masyarakat Papua dan siapa pun yang peduli terhadap budaya Papua dan Perdamaian serta keadilan di tanah Papua untuk berpartisipasi menggali, mendokumentasi, berkreasi melalui film documenter serta berdiskusi tentang budaya Papua dalam Festival Film Papua IV yang akan diadakan pada 6-9 Agustus di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Ada pun tujuan Festival Film IV adalah:
  1. Memperkenalkan situasi masyarakat adat Papua dan berbagai permasalahannya lewat film dokumenter
  2. Membangun Kesadaran Publik akan isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua
  3. Mendorong dan memperkenalkan filmmaker muda Papua yang terampil dalam produksi dan distribusi film dokumenter
  4. Sebagai wadah untuk memperkuat jaringan filmmaker di tanah Papua.

Festival Film Papua IV ini akan diisi dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan di berbagai wilayah Papuan Voices hingga puncak acara pada tanggal 6-9 Agustus 2019. Rangkaian kegiatan dalam rangka Festival Film Papua itu adalah workshop Film Dokumenter, Produksi Film, Kompetisi Film, Pemutaran Film dan diskusi.

Terkait dengan itu, Panitia Festival Film Papua mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Festival Film Papua IV yang akan diadakan pada 6-9 Agustus 2020 di Wamena.


Penulis : Redaksi

Related Posts: