Jaringan Indonesia Positif Gelar Training Leadership, PMER dan Keuangan

Irwandy Widjaja Salah satu Fasilitator dari Indonesian AIDS Coalition (IAC)
Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Berlangsung di Hotel Mercure Jayapura, selama tiga hari yaitu 21-23, Jaringan Indonesia Positif (JIP) melakukan pelatihan Kepemimpinan, PMER dan Keuangan di bagi dalam tiga kelas, di hadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang organisasi baik LSM, Komunitas dan salah satu Jurnalias Warga

Latar belakang dilakukannya pelatihan yaitu melihat Organisasi yang bergerak pada isu penanggulangan HIV-AIDS sudah ada dan bertumbuh sejak awal tahun 2000-an, fenomena yang ada pada saat itu, ledakan kasus HIV begitu tinggi khususnya dikalangan pengguna jarum suntik. Para penggiat HIV bergotong royong untuk memperjuangkan dan mengadvokasi pihak Pemerintah agar memiliki kepedulian terhadap isu ini, dorongan kepada pihak Pemerintah, agar Pemerintah memiliki perhatian kepada angka penyebaran kasus HIV untuk ditekan seminimal mungkin. Dalam situasi tersebut, pihak donor asing berlomba-lomba untuk memberikan dukungan kepada Indonesia melalui organisasi- organisasi masyarakat sipil dan Pemerintah, agar mempercepat kerja-kerja pencegahan untuk penyebaran HIV serta akses perawatan untuk odha.

Memasuki era tahun 2015 hingga saat ini, donor asing yang memberikan dukungan kepada
organisasi masyarakat sipil semakin sedikit, sedangkan organisasi masyarakat sipil yang ada
jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan pada era tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya
dukungan yang semakin mengecil, akan tetapi persyaratan dan tuntutan administratif demi
tercapainya akuntabilitas lembaga menjadi prioritas donor saat ini. Menjadi tantangan
tersendiri bagi organisasi masyarakat sipil yang berbasiskan komunitas dalam merespon tuntutan-
tuntutan yang diberikan oleh pihak donor, tidak berhenti sampai disitu, organisasi masyarakat
sipil saat ini juga dituntut untuk lebih berinovasi agar tetap bertahan ditengah kuatnya arus
persaingan yang terjadi.

Indonesia AIDS Coalition (IAC) merupakan sub recipient (SR) dari Kementerian Kesehatan RI untuk
program community system strengthening (CSS) dan enabling environment for access (EEA)
dengan dukungan Global Fund telah melaksanakan focus group discussion (FGD) di 23 kota,
yang dihadiri dari perwakilan-perwakilan organisasi masyarakat sipil dan komunitas, sepanjang
kurun waktu bulan oktober hingga november 2018. Hasil rumusan yang didapat dari FGD
tersebut, dibutuhkannya penguatan bagi organisasi yang bergerak dalam penanggulangan.

HIV-AIDS, diantaranya kebutuhan akan sikap kepemimpinan yang kuat, kebutuhan akan
menyusun perencanaan, memonitoring, mengevaluasi kegiatan yang berjalan, hingga sampai
pada tahapan penyusunan pelaporan kegiatan, selain itu adanya kebutuhan untuk pemahaman
akan mengelola keuangan, demi tercapainya akuntabilitas lembaga.

Saat ini Jaringan Indonesia Positif (JIP), merupakan jaringan orang dengan HIV-AIDS (odha) yang
tersebar di 26 Provinsi dan dipercaya sebagai sub sub recipient (SSR) dari IAC, akan mengelola
pelatihan kepemimpinan, perencanaan monitoring evaluasi dan pelaporan (PMER), serta
pelatihan keuangan bagi organisasi masyarakat sipil dan komunitas di 23 kabupaten/kota.

Seperti yang disampaikan oleh Timotius Hadi selaku koordinator pelaksana kegiatan bahwa, "kegiatan ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi semua peserta, dimana setiap metode di kemas dengan menarik agar tidak membosankan, dan setiap peserta juga dapat merefleksikan ke dalam diri masing-masing akan setiap materi yang di berikan, baik keuangan, kepemimpinan dan Monev, itu saja dan berharap ke depana da lagi pelatihan yang akan di berikan."

Berbagi Pengalaman tentang Pemimpin Ideal

Tujuan dari ketiga pelatihan tersebut, agar terciptanya organisasi-organisasi berbasiskan komunitas  yang  kuat  dan  akuntabel,  adapun  hasil  yang  diharapkan  dari  ketiga  pelatihan tersebut yaitu Kelas Kepemimpinan yang diperuntukkan bagi pimpinan organisasi;

1) membentuk  individu-individu  yang  terlibat  dalam  isu  HIV-AIDS  yang  memiliki  jiwa kepemimpinan dalam mengelola organisasi
2) membekali peserta teknik dan gaya kepemimpinan

3) membekali peserta agar mampu mendelegasikan tugas-tugas

4) membekali peserta agar mampu memotivasi staf organisasi yang dipimpinnya

Kelas PMER yang diperuntukkan bagi staf monev/staf pengembangan organisasi

  1. membekali peserta tentang bagaimana menyusun logical framework yang baik
  2. pemanfaatan logical framework sebagai sarana dalam mendesign program, memantau dan mengevaluasi program
  3. meningkatkan kemampuan dalam menyusun laporan dengan ukuran yang logis

Kelas keuangan yang diperuntukkan bagi staf keuangan organisasi

  1. meningkatkan kemampuan peserta dalam menterjemahkan program ke dalam anggaran
  2. meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis keuangan
  3. meningkatkan kemampuan peserta dalam melaporkan neraca keuangan organisasi.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Jaringan Indonesia Positif Gelar Training Leadership, PMER dan Keuangan"

Post a Comment