"Stigma dan Diskriminasi Dapat dicegah Dengan Informasi yang Benar", suaratifapapua.com


Yusnita Pabeno - Sekertaris KPA Kabupaten Keerom

Keerom,  suaratifapapua.com, Rabu (27/11), Hari AIDS Sedunia yang jatuhnya pada tanggal 1 Desember, adalah moment dimana tidak hanya sekedar peringatan atau perayaan dengan berbagai kegiatan, namun sebagai bagian penting untuk merefleksi kerja-kerja program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, yang selama ini dilakukan, serta memikirkan program-progam dan strategi ke depan agar program P2HA dapat berjalan dengan baik, mendukung program fast track.

Peringatan HAS Kabupaten Keerom akan dilaksanakan pada tanggal 30 November bertempat di Pasar Arso 2, dengan melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten keerom, juga semua sekolah baik Paud, TK, SD, SMA dan SMA, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang HIV serta menjadi bagian untuk penurunan stigma dan diskriminasi di kalangan ODHA.

Tanggung jawab dan kerjasama merupakan hal penting, karena disadari bahwa KPA Kabupaten Keerom tidak dapat bekerja sendiri, membutuhkan bantuan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada.

Stigma dan diskriminasi merupakan satu permasalahan yang di hadapi oleh semua 

Menurut Yusnita Pabeno selaku sekertaris KPA Kabupaten Keerom bahwa, "Stigma dan Diskriminasi terhadap permasalahan HIV bisa di cegah dari awal dengan memberikan paparan informasi kepada semua orang sedini mungkin dan terus menerus".



Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Menyongsong Peringatan Hari AIDS Sedunia Kota Jayapura, KPA Kota Jayapura Ajak Masyarakat Untuk Terlibat Langsung, Suaratifapapua.com

Rapat Panitia Hari AIDS Sedunia Kota Jayapura



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Panitia Hari AIDS Sedunia (HAS) 2019 dengan Wakil Walikota, yang dalam hal ini berperan sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jayapura, sekaligus untuk melaporkan secara langsung, persiapan yang sudah di lakukan dan kegiatan HAS yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 6 Desember nanti.

Hari AIDS Sedunia (HAS) 2019, yang jatuh pada tanggal 1 Desember, dilakukan sebagai bagiaj dari sosialisasi dan refleksi, atas kerja-kerja program penanggulangan HIV dan AIDS (P2HA), serta menjadi ajang untuk melibatkan seluruh aktifis dan komunitas, untuk terlibat dalam kegiatan yang akan di laksanakan.

Pertemuan ini di hadiri oleh Ketua Panitia HAS dan semua kordinator serta anggota, bertempat di ruang Rapat Wakil Walikota Jayapura.

Tahun ini, masih menggunakan tema yang sama yaitu "Saya Berani, Saya Sehat", dengan melibatkan siswa-siswi SMA atau khususnya generasi milenial untuk menjadi bagian sari kampanye HIV, yaitu salah satu kegiatan menuju HAS, dilakukab lomba konten video singkat, berisi informasi HIV-AIDS, dan video dengan share terbanyak akan menjadi pemenangnya.

Tidak hanya itu, ada juga kegiatan mobile VCT di beberapa gereja yang sudah di lakukan, dan akan terus di lakukan, bersama petugas kesehatan yang terlibat sebagai panitia.

Wakil Walikota sangat mendukung, dan bahkan berharap dapat melibatkan banyak pihak, karena ini merupakan bagian dari sosialisasi, dan penurunan stigma diskriminasi terhadap ODHIV, serta  menumbuhkan  kesadaran masyarakat agar berani untuk memeriksakan diri atau test VCT.

Melalui kegiatan ini di harapkan, dapat memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat, serta anak muda tentang HIV, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi, dan ODHIV yang belum minum obat bisa mengakses pengobatan.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pentingnya Sebuah Data Dalam Perencanaan Program P2HA

 
 
Piter Gusbager - Wakil Bupati Kabupaten Keerom
Keerom, suaratifapapua.com , Rabu (27/11), Program Pencegahan dan Penanggulan HIV dan AIDS (P2HA) hingga saat ini terus berjalan, baik sosialisasi, pendampingan dan pemberdayaan ODHA serta pengobatan. 

Kabupaten keerom merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Papua dengan  situasi HIV yang memprihatinkan maka menurut Piter Gusbager, selaku Wakil Bupati Kabupaten Keerom menyampaikan bahwa, ke depan sudah ada program-program khusus yang di rencanakan untuk P2HA. 

"Program khusus di tahun depan,yang ke akan kita lakukan, kita akan berkolaborasi dengan aparat terendah di kampung dan layanan kesehatan, kami mau ada perhatian untuk pendataan, karena data sangat penting, sebagai acuan kita dalam perencanaan program-program, sehingga harus ada yang benar-benar fokus pada pendataan, agar kita bisa menemukan dan mengobati secara menyeluruh. untuk HIV dan AIDS. Khususnya masyarakat kampung, dan jadi perhatian pada level bawah, jadi betul-betul ODHA terpantau, dan dapat di bantu dalam pengobatan. Jadi renstra ke depan pantauan terhadap ODHA berbasis kampung sehingga harus ada penanganan. Kami KPAD harus membangun basis pada level kampung. sehingga kita membangun sosialisasi terus menerus mulai di sekolah dan harus membuat gerakan relawan mengkampanyekan HIV dan AIDS dan tentang stigma dan diskriminasi, kita harus peduli kepada ODHA, memberikan peran di masyarakat, jadi sosialsiasi penting agar orang tidak takut pada ODHA, jadi kita perlu baliho, kampanye, brosur, relawan, dan kampanye secara terus menerus tidak putus kepada masyarakat, secara masif dan berkelanjutan. Melatih masyarakat dan relawan, agar dapat membantu pemerintah untuk memberikan informasi HIV, dan dari berbagai kategori, baik bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda, remaja.Informasi HIV dan AIDS ini harus terus menerus di sampaikan, agar masyarakat paham, dan tidak ada ketakutan, stigma dan diskriminasi, dan akan lebih baik jika lebih banyak yang melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan".

Diharapkan ke depan, memiliki data yang akurat, sebagai bagian yang akan mendukung perencanaan dan program kerja P2HA ke depan, karena data merupakan sesuatu yang sangat penting. Program ini dapat bermanfaat, dan mampu menekan penularan serta membangun kesadaran ODHA untuk mengakses pengobatan, dan tidak ada lagi ODHA yang meninggal karena HIV dan AIDS serta Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA




Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Harapan dan Dukungan Pemerintah Kab.Keerom Pada Peringatan HAS 2019


Foto Bersama Wakil Bupati Kabupaten Keerom
Keerom, suaratifapapua.com ,Rabu (27/11), Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran kritis kepada seluruh masyarakat dunia tentang HIV dan AIDS, dan sebagai moment untuk merefleksi kerja-kerja Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS. 

Pemerintah Kabupaten Keerom, akan melaksanakan HAS pada tanggal 30 November, dengan melibatkan seluruh masyarakat, dengan berbagai kegiatan, yaitu mewarnai tingkat Paud, SD dan TK dengan tema perdamaian dan persahabatan dalam perbedaan, kemudian tarian Aster, menggambar poster tingkat SMP dan SMA serta jalan santai dan berbagai kegiatan lainnya.

Bertempat di ruang rapat Wakil Bupati, Piter Gusbager selaku Wakil Bupati Kabupaten Keerom, mengatakan bahwa "Ini membutuhkan keterlibatan semua komponen,tidak hanya di keerom, tetapi di seluruh dunia. AIDS adalah persoalan penting, khususnya bagi kesehatan, dimana virus ini belum di temukan obat untuk menyembuhkan pasien, sehingga HIV dan AIDS sangat penting dan urgent bagi semua pihak. Dan kami Pemerintah kabupaten Keerom, sesuai tugas pokok dan fungsi, baik Bupati dan dan wakil bupati, bahwa sesuai petunjuk, bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab untuk penganggaran, dan momentum ini yang akan di laksanakan 30 november, adalah salah satu rangkaian penting melibatkan masyarakat sehingga HIV menjadi sesuatu yang di perbincangkan setiap hari. Jangan di takuti, tetapi harus di bicarakan, sehingga kita bisa paham. HIV tidak memandang jabatan, suku, golongan dan apapun, bisa menyerang siapa saja, jadi kami berharap ini bermanfaat dan memnjadi bagian penting dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS".
Pemerintah kabupaten Keerom sangat mendukung akan peringatan Hari AIDS Sedunia, yang akan dilakukan di Pasar Arso 2. 

Melalui peringatan HAS ini, memberikan pengetahuan serta membangun kesadaran kritis masyarakat tentang HIV serta mampu menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap komunitas ODHIV. Sehingga keterlibatan semua elemen masyarakat sangat di butuhkan.

Dan berikut adalah pernyataan penutup, dari Bapak Wakil Bupati Kabupaten Keerom, " Pertama dengan tema besar hari AIDS, bersama masyarakat meraih sukses, maksudnya, bahwa ini adalah peran kita semua, agar sukses, masyarakat harus terlibat, sosialisasi penanganan pencegahan dan diskusi publik. Orang muda harua bicara HIV. kaum milenial harus menjadi bagian penting yang mendapat informais HIV.
peran dewan adat, rokoh pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan, dan semua unsur yang berperan penting".




Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"12 Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi", suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Pada Jumat (1/11) lalu tim JW-Tifa berkesempatan mengikuti sosialisasi mengenai 12 hak kesehatan seksual dan reproduksi yang diselenggarakan diruang sidang SMK Negeri 2 jurusan Bisnis Manajemen Jayapura. 

Sosialisasi ini melibatkan Independent Youth Forum Papua sebagai pemateri. Seperti yang disampaikan dodi Dalam kesehatan seksual dan reproduksi terdapat hak-hak sebagai berikut :

1. Hak untuk hidup
2. Hak atas kebebasan dan keamanan
3. Hak atas kesetaraan dan bebas dari segala diskriminasi
4. Hak atas kerahasiaan pribadi
5. Hak untuk kebebasan berpikir
6. Hak untuk mendapatkan informasi dan pendidikan
7. Hak memilih bentuk keluarga
8. Hak untuk memutuskan kapankah dan akankah punya anak
9. Hak mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan
10. Hak mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi
11. Hak kebebasan berpartisipasi dalam politik
12. Hak bebas dari penganiayaan dan pelakuan buruk.

Dodi juga menegaskan bahwa remaja sekarang harus tau apa saja yang menjadi haknya apalagi berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksinya, dulunya kalau berbicara soal seks adalah sesuatu yang tabu, sehingga sedikit bahkan sangat sedikit orang tua yang berbicara soal seksual kepada anak-anak.

 
Penulis : Vinica - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Penguatan Karakter dan penyusunan program kerja PIK-R dan OSIS SMK N.2, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jumat (1/11) lalu SMK N 2 jurusan Bisnis Manajemen Jayapura melaksanakan kegiatan penguatan karakter dan penyusunan program kerja PIK-R dan OSIS,yang diselenggarakan diruang sidang SMK N 2 Jayapura. 

Dalam kegiatan ini pihak sekolah mengharapkan agar para siswa-siswi yang tergabung dalam 2 organisasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap teman-temannya.

Seperti yang di sampaikan Elia Waromi, S.Pd,M.Pd selaku kepala sekolah, "Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini dengan upaya membina,membimbing dan mengembangkan karakter siswa-siswi, sehingga mereka dapat mempengaruhi teman-temannya untuk bisa mendorong bagaimana berperilaku yang baik, bagaimna hidup sehat, dan menjadi pemimpin suatu hari nanti dengan melatih diri pada kegiatan-kegiatan diantaranya seperti OSIS dan PIK-R."


Penulis : Vinica - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Pelantikan PIK-R BISMANTHATEH SMK N 2 Bisnis Manajemen Jayapura",suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- PIK-R merupakan Pusat Informasi Konseling-Remaja, yang dibentuk agar menjadi wadah bagi para remaja untuk saling berbagi informasi mengenai permasalahan remaja. PIK-R telah di sosialisasikan dan di bentuk disetiap sekolah,salah satunya SMK N 2 Bisnis Manajemen Jayapura. 

Pada  Jumat (1/11) lalu telah dilantik Kepengurusan PIK-R masa bakti 2019/2020 di ruang sidang SMEA. Pada pelantikan ini dibuat suatu legiatan yang melibatkan beberapa pihak untuk menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba serta HIV/AIDS, diantaranya guru BK dan Independent Youth Forum Papua.

Kegiatan ini diapresiasi oleh pihak Independent Youth Forum Papua,seperti yang disampaikan oleh dodi, "Kegiatan ini sangat bagus karena dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain,karena LDK yang menggabungkan 2 organisasi yang berbeda untuk mendapatkan informasi yang sama. Harapan saya kedepannya dapat membagikan informasi ini kepada teman-teman yang lainnya agar tidak hanya 2 organisasi ini saja yang mendapatkan informasi tersebut."


Penulis : Vinica - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Asisten Satu Setda Kota Jayapura Membuka Kegiatan Numbay Creative Festival Tahun 2019, suaratifapapua.com


Asisten Satu Setda Kota Jayapura membuka Kegiatan Numbay Creative Festival (NCF ) Tahun 2019


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- kamis (14/11), Pagelaran Numbay Creative Festival (NCF) Tahun 2019 yang di adakan di Taman Imbi, dihadiri oleh Asisten Satu Setda Kota Jayapura, yang sekaligus membuka kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Kehadiran  Nelson Meraudje selaku asisten satu, yang mewakili Walikota Jayapura. 

Melalui sambutannya, memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang di lakukan, dimana juga mendapat sambutan dari masyarakat terlebih khusus generasi muda yang hadir pada pembukaan NCF. 

Kegiatan ini sangat positif, bertujuan untuk mempromosilan ekonomi kreatif dari 16 sub sektor, maka dengan demikian kehadiran NCf merupakan representasi dan perlu di dodorong dengan strategi pemasaran baik langsung dan tidak langsung untuk meningkatkan level promosi dan marketing. 

Penyediaan ruang kreatif serta memberikan perlindungan terhadap hak cipta dan dukungan dari empat tokoh, baik pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha atau bisnis, harus berintegrasi dan bersingeri, agar dapat terus bekerjasama tidak berjalan sendiri. 

Walikota melalui sambutan yang dibacakan, Sangat mengapresiasi dan menyambut baik, meskipun ini adalah untuk pertama kali dilakukan, sangat bermanfaat, sebagai upaya mendorong dan mendukung ekonomi kreatif serta meningkatalma kesejatraan masyarkaat serta kreatifitas, serta diharapkan ke depan mampu bersaing baik nasional dan internasional.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Numbay Creative Festival ( NCF) Adalah Kegiatan Yang Sangat Positif Bagi Anak Muda Papua, suaratifapapua.com

Sanggar Tari Sekar Tanjung, Arso V Kabupaten Keerom

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,-sanggar tari Sekar Tanjung Arso V adalah salah satu peserta yang ikut tampail dalam kegiatan Numbay Creative Festival (NCF) yang digelar pada kamis hingga sabtu, 14 hingga 16 november tahun 2019 ini.

Sutari selaku pendiri sanggar tari menuturkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus, Sangat positif bagi anak-anak muda kita saat ini, " ia kegiatan ini sangat bagus, sangat positif bagi anak muda, sehingga dengan pembinaan yang baik mereka tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang negatif dan akhirnya salah pergaulan".

"Anggota sanggar tari kami sendiri sudah mencapai 50 orang, walaupun sanggar kami lebih ke budaya tradisional Jawa namun ada anak-anak asli Papua juga yang ikut bergabung bersama kami, dan mereka juga pada kegiatan Numbay Creative Festival ini kami tampilkan".

"Kami juga sangat senang walaupun sanggar kami berada di Kabupaten Keerom dapat diundang dan dilibatkan dalam kegiatan Numbay Creative Festival ini".

"Harapan kami kepada pemerintah atau pihak yang terkait kegiatan seperti ini kedepannya lebih sering diadakan, atau diberikan ruang untuk anak-anak muda berkreasi, sehingga kita tidak dianggap tidak ada perkembangan, dan seperti temanya, mari kita berkolaborasi jangan sendiri-sendiri".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Sambutan dan Ucapan Terima Kasih Kepala Dispar Kota Jayapura pada Pegelaran NCF



Sambutan Kepala Dinas Pariwisata pada pegelaran NCF
Kota Jayapura suaratifapapua.com, kamis (14/11), Pada pembukaan Numbay Creative Festival (NCF), Kepala Dinas Pariwisata melalui sambutannya memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih bagi semua yang terlibat dan mendukung hingga terlaksananya NCF 2019.

Dengan Tema, TRAUSAH SENDIRI MARI KITONG KOLABORASI, bertujuan untuk untuk memfasilitasi kreatifitas dan inovasi serta mempromosikan potensi dan prodak ekonomi kreatif, yang terbagi dalam tiga area, yaitu area kampung kreatif, kampung edukatif, dan area kampung kuliner.
 
Dengan berbagai konten acara yang di tampilkan melalui pameran, kreatif pop, fashion, lomba kuliner, mewarnai, dance, senam, dan pesta kopi, kings of the year, film dokumentar, penganugrahan, tarian dan pertunjukan musik dll. 

Empat unsur yang kemudian menjadi penting yaitu Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Pelaku usaha atau bisnis diharapkan mampu berintegrasi dan bersinergi. 

Melalui kegiatan ini di harapkan dapat menjadi ajang promosi dan meningkatkan ekonomi kreatif serta menampilkan berbagai seni dari komunitas. 

Ucapan terima kasih juga, diberikan kepada Bapak Walikota Jayapura yang telah mendukung kegiatan-kegiatan Dinas Pariwisata serta semua sponsor yang telah berpartisipasi hingga terlaksananya pegelaran NCF yang akan di lakukan selama tiga hari. 

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

IAM MURDA, Aktor di balik Numbay Creative Festival (NCF)

Iam Murda saat memberikan Sambutan pada malam pembukaan NCF

Kota Jayapura, suaratifapapua.com, kamis (14/11), Numbay Creative Festival (NCF), pertama kali di lakukan di Kota Jayapura, perpaduan karya seni budaya serta kuliner sebagai bagian dari promosi kekayaan yang dimiliki, meskipun dengan waktu persiapan begitu singkat, kurang lebih satu bulan hingga terlaksananya pembukaan pada malam ini. (14/11).
Menyusun tema, "Trausah sendiri, mari kitong kolaborasi" bertempat di taman Imbi Jayapura, bertujuan untuk memfasilitasi kreatifitas dan inovasi, mmpromosikan potensi dan prodak ekonomi kreatif yang di miliki, serta mengajak semua elemen untuk bekerjasama, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
 
Dan dengan adanya dukungan dan Keterlibatan semua pihak, baik dari Pemerintah, serta semua yang membantu, membuktikan satu keberhasilan, yang juga di dukung oleh antusias masyarakat yang menyaksikan. 

Mendapat apresiasi dan dukungan dari Walikota Jayapura melalui sambutannya yang dalam hal ini disampaikan oleh asisten satu Sekda Kota Jayapura, serta dari Dinas Pariwisata Kota Jayapura, yang juga sejak awal memberikan tantangan hingga terlaksananya NCF.

Dan di balik cerita sukses serta apresiasi yang di dapatkan, ada satu sosok hebat yang berperan pada proses awal hingga terlaksannya NCF, yaitu Iam Murda yang adalah Ketua JEKON terpilih periode 2019-2021. 

Iam Murda adalah pria kelahiran Makasar, namun begitu mencintai budaya dan seni Papua, bahkan telah membawa nama Papua melalui seni tari hingga internasional.

Melalui sambutannya, Iam berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat, meski dengan persiapan yang singkat, waktu hanya satu bulan, dan di tantang oleh Dinas Pariwisata, namun akhirnya di luar dari apa yang di bayangkan, lewat keberanian dan dukungan serta bantuan dari berbagai pihak, mampu membuktikan terlaksananya NCF 2019, dan berharap ini menjadi awal bukan hanya pertama namun akan terus di lakukan.

Iam juga menyampaikan bahwa, penting sekali ruang berkreasi untuk anak muda dan ingin kota jayapura punya nyawa dalam bidang seni dan kreatif. 

Selama ini seni budaya mati karena tidak punya ruang kreatifitas, dan berharap taman imbi menjadi tempat berekspresi dan berkarya, berangkulan, dan menjadikan kota jayapura sebagai kota kreatif di 2022.

Ini merupakan satu pembuktian, bahwa ini adalah bagian dari kolaborasi dan kerjasama dengan pemerintah dan komunitas. 

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

BERBADAN HUKUM, JW TIFA PAPUA LEBIH SIAP MENYAJIKAN BERITA

 
 
Foto Bersama Ketua JW, Pendiri dan Notaris, setelah penandatanganan Akte Notaris
 
Kota Jayapura, suaratifapapua.com, kamis (14/11), JW Tifa Papua akhirnya berbadan hukum, di dampingi oleh Dorthea Rumere selaku pendiri, Gerrard Raja yang adalah Ketua, mendatangi kantor Notaris Ratna Nelly Riyanti , SH untuk menandatangi akte notaris.

Perjalanan panjang, berangkat dari Jurnalis Warga, dengan latar belakang anggota bukan dari jurnalis profesional, namun akhirnya JW Tifa membuktikan bahwa saat ini, lebih siap untuk mencari dan membuat berita, serta terlibat dalam meliput kegiatan-kegiatan Pemerintah. 
 
Dorthea Rumere selaku Pendiri JW Tifa Papua

Gerrard Raja selakun KetuanJW Tifa Papua
Meskipun memang sejak awal JW Tifa sudah menyajikan berita-berita, namun terkadang dalam meliput berita masih kesulitan karena di anggap tidak berbadan hukum, sehingga sulit untuk mengakses berita apalagi di kalangan pemerintah, dengan situasi saat ini, dimana begitu banyak kedia online dan maraknya berita hoax. Namun atas bantuan dari Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), akhirnya menyelesaikan pengurusan akte notaris, dan artinya JW Tifa merupakan median online yangb telah berbadan hukum.

Menurut Gerrard, "ini adalah salah satu pencapaian 2019, dan berharap dengan adanya legalitas hukum ini, JW Tifa dapat berkomitmen dalam memberikan berita, meskipun tanpa bayaran, namun ini adalah bagian dari memberikan informasi kepada masyarakat, agar isu atau persoalan yang tidak terekspos media lain, dapat di muat oleh JW Tifa, dan setelah ini juga, JW Tifa menyambut kesempatan dari kominfo untuk rekomendasi peliputan di lingkungan pemeritnah Kota Jayapura dan smart city".
 
Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Pemuda, Inti Muda Papua Gelar Papuan Yout Festival, suaratifapapua.com

Pembukaan Kegiatan Papuan Yout Festival 2019
Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Kamis, (7/11) lalu acara Papuan Youth Festival yang pertama kali diadakan di Papua, tepatnya di Hotel Horizon Kotaraja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) orang muda. hak kesehatan seksual merupakan informasi penting yang harus diketahui oleh semua anak muda, mengingat tantangan anak muda pada era ini.
Pada kegiatan tersebut mengundang beberapa narasumber salah satunya Baby Rivona Nasution yang terinfeksi virus HIV  selama 17 tahun. kegiatan ini juga dihadiri ratusan peserta dan muda dari beragam latar belakang yang ada di Kota Jayapura.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit, HIV adalah penyakit kronis yang dapat dikelola oleh manusia sehingga tidak lagi menjadi penyakit atau virus yang menakutkan.

Para Narasumber Pada Kegiatan Papuan Yout Festival 2019

Baby adalah orang yang terlambat dalam mendapatkan informasi terkait narkoba dan kesehatan reproduksi sehingga perilaku-perilaku dimasa remajanya menjadi sangat beresiko. Perilaku menyuntik dari menggunakan narkoba menyebabkan Baby terinfeksi virus HIV.

Namun berkat obat ARV (antiretroviral) yang dikonsumsi setiap hari virus yang terdapat didalam tubuh jumlahnya sangat kecil sehingga sulit untuk menular kepada orang lain. Obat tersebut bisa didapatkan secara gratis di layanan kesehatan.

Yang terpenting adalah minum obat ARV secara benar dan teratur maka HIV tidak lagi perlu ditakutkan, dan apabila ada keluarga yang terinfeksi tidak perlu dikucilkan karena pasien HIV apabila berobat dan minum teratur maka akan tanpak baik-baik saja.

Baby Rivona

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya menyesal, itu adalah bagian dari perjalanan, Saya mensyukuri dapat melewati perjalanan itu sehingga bisa berada disini hari ini tanpa melalui perjalanan yang cukup berat. Mungkin saya tidak akan setegar ini untuk berbicara tentang siapa diri saya dan akibat dari informasi yang tidak saya dapat membuat saya terinfeksi virus HIV sejak 17 tahun yang lalu. 

Sejak itu juga saya berusaha untuk hidup berdamai dengan diri saya sendiri tentunya. Karena saya masih ingin terus hidup dengan sehat. Jadi jalan terbaik dengan diri sendiri untuk bisa menerima keadaan." Ujar Baby Rivona Nasution.


Penulis : Ariqah Sana - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: