"Saya Ingin Pulang Kampung Karena Saya Takut Sekali", suaratifapapua.com

Murni Salah Satu Pengungsi diTongkonan Kotaraja - Papua


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Tragedi yang terjadi di Wamena pada (23/9) menyisahkan trauma dan duka bagi para pengungsi yang berasal dari Wamena, seperti yang di ceritakan oleh salah satu pengungsi di Tongkonan Kotaraja.

Saat kejadian Murni sedang berada di tempat kerja, dan pada saat tiba di tempat kerja, kaget melihat anak sekolah banyak sekali, yang melempar batu, hingga di depan tempat kerja, polisi datang dan menembakkan gas air mata, dan  kami tetap bersembunyi dalam hotel.

Selang beberapa waktu, saya menghubungi Keluarga untuk jemput dengan mobil agar bisa mengamankan diri.

Kami menuju ke tempat pengungsian, dimana ada beberapa keluarga yang sudah bersembunyi, karena rumah mereka juga di bakar.

Saya dari Wamena, sekarang sudah 4 malam, antri dan kami daftar dulu, satu kali terbang lebih 100 orang yang di pesawat, karena banyak sekali, kami antri dari hari pertama kerusuhan, nanti tanggal 3 baru bisa datang.

Disana kami mengungsi di gedung sekolah minggu. Kita yang masak sendiri, jadi kami ambil bahan makanan dari rumah terus kami masak sama-sama, di gedung sekolah minggu.

Untuk saat ini saya ingin pulang kampung, karena trauma, saya takut sekali, sampe sekarang saja, bunyi sedikit kaget, nanti kami naik kapal pulang kampung, dan di bantu pemerintah. Semuanya Pemerintah akan tanggung.

Kami berharap, tidak terjadi lagi tragedi ini, karena sangat menakutkan dan tidak ada rasa kemanusiaan.


Penulis : Aisyah - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to ""Saya Ingin Pulang Kampung Karena Saya Takut Sekali", suaratifapapua.com"

Post a Comment