"Rumah Kami di Bakar, yang Selamat Hanya Baju di Badan, suaratifapapua.com

Ismawati Bersama Anaknya di Posko Pengungsian Tongkonan Kotaraja, Papua


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Kisah menyedihkan dari Wamena, pasca tragedi 23/9 lalu itu, menyisahkan trauma yang sangat dalam, seperti yang di alami oleh Ismawati, salah satu korban yang mengalami secara langsung dan melihat situasi yang terjadi, bahkan rumah dan harta benda serta surat-surat penting habis terbakar.

Dan berikut kisah piluh yang diceritakan oleh Ismawati, namun tetap ada harapan-harapan baik serta mencoba untuk tetap tenang dalam situasi yang begitu menyedihkan.

" Saya dipengungsian sudah empat hari, kami tidak lagi bisa bertahan di Wamena, karena sudah sangat tidak aman, rumah kami di bakar dan habis, yang selamat hanya baju di badan.

Semuanya tiba-tiba, saat itu saya lagi kasih makan anak, tiba-tiba dilempar batu. kami tidak bisa kemana-mana, karena langsung di lempari dengan api dan bensin, kami berusaha bertahan dalam rumah, mau keluar juga takut, di depan api, kami takut keluar lewat belakang karena takut kalau mereka ada di balakang kepung kami, namun karena asap semakin banyak, suami saya terpaksa lewat atap dan buka atap, kemudian kami lompat pagar ke belakang dengan tetangga sebelah, bersyukur, kami sembunyi di rumah masyarakat Papua yang mau membantu kasih tumpangan.

Masa mencari kami untuk di bunuh, jadi yang menampung kami suruh kami diam, bahkan ketika masa datang mereka bilang tidak ada, tetapi karena takut jika mereka kembali dan geledah di dalam, jadi akhirnya yang punya rumah suruh kami pergi cepat, dan langsung kami lari untuk amankan diri, sampe kami berangkat kesini.

Ketakutan kami besar sekali, sedih sekali melihat Kota yang damai, sekejab berubah, bahkan manusia seolah binatang yang di bunuh dan di bakar begitu sadis.

Saat ini anak saya tidak enak badan, kami menderita sekali, bahkan surat-surat semuanya terbakar. Tapi bersyukur meski kehilangan harta benda namun kami sekeluarga tetap aman dan berkumpul bersama suami dan anak".

Kami berharap, ini semua hanya sesaat, dan Papua kembali aman dan damai, Wamena Kota yang sangat Indah, dan menjadi Kota yang kami rindukan, kami harap semua kembali seperti sediakala, dimana semua hidup berdamai tanpa kekerasan dan perbedaanya.



Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to ""Rumah Kami di Bakar, yang Selamat Hanya Baju di Badan, suaratifapapua.com"

Post a Comment