"Hidup Dengan Positif HIV Bukan AKhir Dari Segalanya", suaratifapapua.com

 

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Melihat angka kasus HIV yang semakin meningkat serta stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV dan ODHA masih dirasakan, tentunya ini berpengaruh juga terhadap angka kepatuhan ODHIV dan ODHA untuk mengakses layanan kesehatan dan pengobatan.

Hal ini ditegaskan salah satu aktifis kesehatan, Toni melalui tulisannya yang diterima oleh media ini, Senin (14/10), Kota Jayapura, Papua.

Berbicara tentang HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Aqcuired Immunedificiency Syndrome) mungkin bagi sebagian besar orang masih menjadi hal yang menakutkan, bahkan dapat berdampak kepada Pemahaman yang salah,   sehingga mengakibatkan Stigma dan Diskriminasi kepada ODHIV maupun ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) terus menerus terjadi ditengah masyarakat. Hal inilah yang menurut pemikiran saya perlu kita pahami dan evaluasi bersama.

Beberapa pertanyaan ataupun pernyataan yang timbul ditengah tengah masyarakat selama lebih dari 5 Tahun saya menjalani aktivitas didalam Program maupun Kegiatan yang berkaitan dengan Issue HIV/AIDS,yang paling umum adalah :

HIV dan AIDS adalah Sama ; HIV/AIDS Tidak Ada Obatnya atau Tidak Bisa Disembuhkan ; Orang yang Terinfeksi HIV Tidak Dapat bekerja/beraktivitas seperti orang sehat lainnya ; Orang HIV Tidak Boleh Menikah ataupun Memiliki Keturunan…dan masih banyak lagi.
Terkait dengan hal ini saya ingin mencoba memberikan penyataan dan penjelasan bahwa Tidak Semuanya Benar.


Nama saya : Toni dan berdomisili di.Kota Sorong Prov.Papua Barat.
Lima tahun lalu,tepatnya pada bulan Mei 2014 berdasarkan kondisi fisik yang semakin menurun karena sakit dan hasil pemeriksaan pihak medis pada salah satu Puskesmas di.Kota Sorong menyatakan bahwa Hasil Test/Pemeriksaan terkait HIV saya dinyatakan : Positif (Reaktif/HIV+),dan ada pada Stadium 3 dengan gejala yang mengarah kepada AIDS.
Dan berdasarkan hasil pemeriksaan ini,kemudian saya dirujuk ke.RSUD Sele Be Solu Kota Sorong guna mendapatkan pengobatan lanjutan. Setelah melewati tahapan pemeriksaan yang dilakukan pihak layanan kesehatan,maka sayapun memulai pengobatan yang dikhususkan bagi orang dengan hiv/aids yaitu mengkonsumsi OBAT ARV (Antiretro Viral).


Berat badan awal 83Kg dan saat saya mengetahui status HIV+ tersisa 69Kg karena Antibodi yang terus menurun terserang Virus sehingga banyak Penyakit lain yang dapat masuk secara bersamaan tanpa Antibodi yang normal akan sangat sulit untuk melawan penyakit lainnya. Kuranglebih 2 sampai 3 bulan setelah mengkonsumsi ARV, mulai saya rasakan dampak dan manfaat dari pengobatan dengan didukung dengan Kepatuhan yang baik. Serta dengan didukung oleh perhatian keluarga, orang terdekat dan komunitas,hal yang paling saya rasakan adalah : Kesehatan semakin membaik, Berat Badan terus Bertambah dan sampai dengan saat ini Berat Badan saya mencapai 90Kg.
Dengan kondisi tubuh yang sehat saya mampu melakukan aktifitas normal layaknya oranglain.


Jadi menurut saya yang telah merasakan langsung perjalanan hidup sebagai Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA),lebih dari 5 Tahun bahwa :

HIV dan AIDS Tidaklah Sama karena HIV adalah Virus yang menyerang Kekebalan Tubuh seseorang dan jika tidak segera diketahui melalui Test HIV maka akan masuk pada Stadium AIDS. Singkat kata : HIV adalah Virusnya dan AIDS adalah Kumpulan Penyakit karena Kekebalan Tubuh semakin menurun.
HIV Sudah Ada Obatnya disebut dengan Antiretro Viral (ARV) yang Sangat Bermanfaat bagi ODHA,ketersediaannya diKota Sorongpun Memadai dan Seluruh Fasyankes(RSUD,Puskesmas) di.Kota Sorong telah Memberikan Pelayanan ARV secara GRATIS karena di.Subsidi oleh Pemerintah.

AIDS Tidak Dapat Disembuhkan adalah SALAH !! Dengan mengkonsumsi ARV secara patuh dan benar,maka ODHA akan kembali sehat mampu beraktivitas setara dengan orang lain.

ARV menekan virus menjadi lemah denganbegitu secara Otomatis kekebalan tubuh akan terus meningkat apalagi didukung dengan Penerimaan Diri ODHA itu sendiri,Perhatian Orang Terdekat,serta Pola Hidup Sehat. Bahkan orang dengan HIV boleh menikah ataupun bagi yang sudah menikah dapat merencanakan memiliki anak tanpa harus takut anaknya Terinfeksi, hal inipun tentu melalui tahapan tertentu, misalnya : Rencanakan, Konsultasikan dengan pihak RS/Puskesmas serta mendapatkan pendampingan yang baik dan benar.
Harapan saya kedepan :

Kepada saudara saudari yang memiliki status HIV sama seperti saya,jangan pernah putus asa dan tetaplah semangat menjalani hidup kedepan dengan secara teratur melakukan Pengobatan,serta terapkankan pola hidup sehat dan perubahan perilaku yang aman serta tidak berisiko menularkan kepada orang lain. Apabila kita patuh dalam pengobatan dan virus HIV dalam tubuh dapat ditekan secara continue maka risiko untuk menularkan kepada oranglain pun sangat kecil sekali. ( Undetectable = Untransmittable ). Jadilah orang dengan HIV yang berdaya,sehat,semangat,setara dan bermartabat.

Kepada masyarakat umum : Tidakperlu lagi menjauhi,memberikan Stigma dan Diskriminasi bagi odha,karena Dukungan dan Perhatian adalah pendorong dan motivasi berharga selain dari dalam diri odha itu sendiri. Kita hidup dalam satu daerah dengan status Epidemi Meluas = Setiap orang berisiko terinfeksi HIV,tanpa memandang usia  status sosial,suku,agama jabatan atau pernik pernik lainnya. Yang perlu dilakukan adalah : Jaga Diri untuk tidak berisiko terinfeksi serta Menjauhi Virusnya tetapi Bukan odhanya,HIV SANGAT TIDAK MUDAH menularkan karena ada  prinsip penularannya yang perlu kita ketahui bersama.
Marilah kita mencoba duduk bersama dan belajar membahas tentang HIV/AIDS dengan lebih baik lagi.

Dan khusus kepada Pemerintah Daerah kedepannya : besar harapan saya terkait Dukungan kepada odha apalagi odha anak (ADHA), sekiranya ada kebutuhan kebutuhan terutama dukungan gizi, pemberdayaan serta dukungan positif lainnya yang dapat dilihat oleh pemerintah sebagai suatu kebutuhan karena komunitas kamipun memiliki banyak keterbatasan dalam pemberian dukungan sosial walaupun sejauh ini kami selalu berusaha memotivasi dan support sesama kami dan juga ada intervensi pihak-pihak yang perduli dengan odha. 

Dengan dukungan dan motivasi terutama dari dalam diri odha sendiri, Pemahaman, Perhatian serta Kepedulian semua pihak maka : Hidup Dengan HIV Bukanlah Akhir Dari Segalanya.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to ""Hidup Dengan Positif HIV Bukan AKhir Dari Segalanya", suaratifapapua.com"

Post a Comment