Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak datangi Komisi V DPR Papua, suaratifapapua.com

Anggota Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) saat berdiskusi dengan Komisi V DPR Papua (25/10)


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak perlu digabung dengan Dinas Sosial. Inilah alasan bagi Koalisi Perempuan Papua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA), mendatangi Komisi V DPR Papua pada Jumat (25/10) lalu. Aspirasi mereka disampaikan kepada Ketua Komisi V, Jack Kamasan Komboy. 

Mewakili KPP Fien Yarangga mengatakan, "Kalau digabung kami yang sudah bekerja lama tidak punya cantolan". Ia menambahkan, jika digabung, porsi pelayanan akan terkendala, Hal ini dibenarkan juga oleh dua akademisi, DR. Dra. F. Yvonne De Quelyoe, M. Sc dan Christine M. Wakarmamu. Pihak PUSPA sudah berupaya memberikan gambaran kepada MRP, namun mereka diarahkan untuk kembali ke DPR. Yvonne menambahkan, Secara empiris ketertinggalan perempuan Papua sangat memprihatinkan. 



Sesuai dengan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pemberdayaan Perempuan, Papua paling rendah di seluruh Indonesia. Bahkan dari saudaranya, Papua Barat, baik sisi pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. KPP berharap, DPR dalam hal ini komisi V dapat memperjuangkan Dinas PPPA agar berdiri sendiri. Jika kinerjanya rendah, rekomendasi untuk tetap bertahan. Tingkatkan kinerja dengan menggunakan indikatornya. 

Eirene Waromi selaku Ketua PUSPA menambahkan, "Seharusnya pemerintah minta pertimbangan dari Lembaga/Organisasi yang bergerak di isu perempuan dan anak, sebelum mengambil keputusan. Kami memang tidak dihitung oleh pemerintah, bahkan tidak kelihatan. Tapi sesungguhnya kami bekerja".


Penulis : Dorthea Rumere - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak datangi Komisi V DPR Papua, suaratifapapua.com"

Post a Comment