Dampak Kerusuhan Wamena Terhadap Nasib Pasien HIV dan AIDS, suaratifapapua.com


Direktur YPKM Papua Bersama Aktifis Kesehatan Lainnya


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Direktur Yayasan Pengembangan Kesahatan Masyarakat (YPKM) Papua angkat bicara terkait Dampak Kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua terhadap Nasib Pasien HIV dan AIDS

Hal ini ditegaskan T.G Butar-Butar melalui tulisan yang diterima media ini Kamis, (03/10), Kota Jayapura, Papua

Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa hari lalu telah menyusahkan kehidupan pasien HIV dan AIDS dan petugas medis. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan per 30 Juni 2019 bahwa kasus HIV DAN AIDS di kabupaten Jayawijaya sebanyak 8.242 terdiri dari; HIV 3.784 orang dan AIDS 4.458 orang. 

Dari jumlah pasien ini selain di Wamena sebagian besar adalah penduduk lokal (asli papua) dan mereka tinggal dikampung-kampung di hampir sebagai besar Distrik di wilayah Kabupaten Jayawijaya. Seperti biasanya mereka di rawat dan dikunjungi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat dan tenaga pendamping dari sejumlah LSM termasuk pendamping dari Pondok Christami Yayasan Pengembangan Kesahatan Masyarakat (YPKM) Papua, Yukemdi dan Tangan Peduli dan lembaga sosial lainnya yang ada di Wamena. 

"Biasanya mereka dirawat, didampingi, dibimbing dan dimotivasi supaya minum obat Antriretroviral (ARV) secara teratur dan dikontrol kesehatan secara rutin dan diadvokasi untuk makan makanan bergizi dan pola hidup dan perilaku sehat".
Dengan adanya kerusuhan yang terjadi di Wamena tentulah sangat menyusahkan bagi pasien mengingat sebagian besar petugas medis pemeritah dan pendamping komunitas HIV tidak berada ditempat karena mengungsi keluar dari Wamena dan atau meninggalkan tempat tugas selamanya. 

Berita Cepos Hari ini 2 Oktober 2019 hal 12 (DINKES PASTIKAN 27 PUSKESMAS BELUM BUKA PELAYANAN) di mana kepala dinas kesehatan Jayawijaya Dr. Welly Mambeauw SpB mengungkapkan bahwa pelayanan 27 puskesmas di luar kota Wamena belum bisa berjalan karena tidak ada petugas kesehatan. Sungguh memprihatinkan bagi nasib pasien yang tinggal dikampung-kampung. 

"Siapa lagi yang menolong mereka? Pelayanan kepada pasien HIV dan AIDS pun menjadi terbengkalai dan terlantar sehingga dapat mengancam jiwa yang berujung pada kematian dini karena tidak ada tenaga yang menolongnya. Keadaan ini juga bisa terjadi dikabupaten lainnya di wilayah pegunungan terkait dengan banyaknya tenaga medis yang mengungsi keluar dari Wamena, Tolikara, Lani Jayaya, Yahukimo, Oksibil dan lain sebagainya". 

"Mungkin pasien yang tinggal di Wamena bernasib baik sehingga mendapatkan obat ARV dan dukungan makanan tambahan dari pihak Rumah Sakit Daerah Wamena dan Puskesmas Wamena Kota".

"Syukurlah Pondok Christami YPKM tidak dibakar massa pada saat kerusuhan terjadi, namun petugas kami terpaksa secara bertahap harus diungsikan sementara kecuali petugas pendamping lokal asli Wamena masih bertugas".
"Semoga keadaan Wamena dan daerah lain di wilayah pegunungan tengah cepat pulih kembali dalam keadaan aman dan damai sehingga petugas kesehatan dapat kembali ke daerah ini untuk menjalankan tugas kemanusiaan ini".

"harapan saya, semoga melalui peristiwa kerusuhan yang menyedihkan dan memilukan hati ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak terjebak dgn kepentingan sesaat tetapi memiliki hati nurani untuk mengutamakan nyawa sebagai ciptaan Allah".





Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Dampak Kerusuhan Wamena Terhadap Nasib Pasien HIV dan AIDS, suaratifapapua.com"

Post a Comment