HUT Ke-21 GKN Nehemia Gelar Seminar HIV & Doa, suaratifapapua.com

Ketua Panitia Bersama Para Narasumber Pada Kegiatan Seminar & Doa (25/10)


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Program pencegahan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura tidaklagi hanya menjadi tanggungjawab Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan saja melainkan butuh keterlibatan semua pihak.

Hal inilah yang dilakukan Gereja Kristen Nazarene Jemaat Nehemia Abepura dalam rangka merayakan HUT yang ke-21 pada Jumat (25/10) menggelar seminar dan doa. Hal ini dilakukan guna menumbuh kembangkan pemahaman jemaat terkait dengan pengetahun tentang virus HIV & AIDS.

Suasana Kegiatan Seminar dan Doa

Olaf Krey selaku ketua panitia menuturkan "tujuan kami dari kegiatan ini adalah mengajak orang lain untuk peduli terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, dan melalui kegiatan ini kami mengundang teman-teman ODHIV, pendamping dan juga aktifis yang bekerja dalam program tersebut".

"Kami bersyukur sekali banyak jemaat yang akhirnya paham setelah mendengar dan melihat langsung ODHIV itu seperti apa, dan memang kegiatan sesuai dengan tema kami yaitu "Mendengar, Melihat dan Melayani dengan Kasih" .

"Hal ini kami lakukan juga agar tidak ada lagi stigma atau cap buruk kepada teman-teman yang ODHIV, dan itu terbukti sekali,setelah mengikuti seminar sebanyak 10 anggota jemaat langsung berani untuk melakukan test darah HIV (VCT), kegiatan pemeriksaan darah HIV kami jemaat bekerjasama dengan Panitia Hari AIDS Sedunia Kota Jayapura yang didalamnya terdapat program berani periksa".

"Selanjutnya kami dari GKN Nehemia juga akan melakukan kunjungan kasih kepada teman-teman ODHIV yang ada disekitar wilayah gereja dan Abepura, sehingga mereka tidak merasa seorang diri, hal inilah yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus yaitu datang untuk melayani,bukan untuk dilayani". Ujar Olaf menambahkan.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pakaian Bekas Jadi TREND Saat Ini, suaratifapapua.com


Salah satu Los Penjualan Pakaian Bekas Pasar Youtefa


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Rabu (30/10), Akhir-akhir ini Pakaian Bekas menjadi trend baru di kalangan masyarakat Kota Jayapura, baik yang di pasarkan secara online maupun yang ada di Pasar Youtefa.

Bukan hanya diminati oleh kalangan bawah karena harganya yang sangat murah namun juga kalangan elit, dimana pakaian bekas tak kalah bersaing dengan pakaian yanga da di mall.

Berbagai jenis barang bekas, dari sepatu, tas, gaun, pakaian dalam, dress, kaos dab celana serta pakaian olahraga dan lain-lain, dapat kita temukan.

Berbeda dengan yang di pasarkan secara online, di Pasar Youtefa, kita bisa langsung melihat ada satu gang yang khusus menjual pakaian bekas.

Dan seperti yang di sampaikan salah satu penjual bahwa, " yang paling lakunadalah dress, dan jika ingin dapat yang terbaru datang di hari jumat aatu sabtu, biasanya buka baru di hari itu jadi tinggal pilih saja, harus datang cepat, karena sekarang banyak yang rebutan apalagi yang sudah langganan".

Pakaian bekas impor memang menarik, apalagi dengan berbagai merek ternama dan pasti dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

RAKERNIS PERTAMA PENINGKATAN KAPASITAS KEHUMASAN BAWASLU PAPUA 2019 RESMI DI TUTUP,suaratifapapua.com

Penutupan RAKERNIS Peninkatan Kapasitas Humas Bawaslu kabupatein/kota se-Papua (selasa, 29/10/2019)

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Peran Humas Penting Bagi Kelangsungan Hidup BawasluRapat Kerja Teknis (RAKERNIS) Peningkatan Kapasitas Kehumasan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) yang baru pertama kali digelar selama dua hari, Selasa (29/10) lalu ditutup secara resmi oleh Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga,Ronald Manoach.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di sahid hotel jayapura berjalan dengan penuh antusias tingggi.

Dalam sambutannya sebelum menutup secara resmi kegiatan tersebut kepada para peserta Ronald menyampaikan kegiatan ini sangat penting dan kita semua harus mengetahui secara baik tugas dan fungsi dari Humas Bawaslu. Karena bagian ini bila dipahami secara baik dan dapat dilaksanakan secara efisien akan tetap menjaga kelangsungan hidup dari Bawaslu. 

"Bapak ibu peserta sekalian perlu saya sampaikan bahwa materi-materi yang telah kalian dapat dalam rakernis ini harus di laksanakan, walaupun saat kita tidak ada tahapan pengawasan", harap Ronald.

Selain itu untuk mendukung kegiatan kehumasan di masing-masing Bawaslu Kabupaten kabupaten/kota perlu menjadi perhatian serius dari Komisioner dan Koorsek untuk menbantu staf pengelola bagian kehumasan dengan melenkapi fasilitas pendukung dan juga perlu untuk bersinergi dengan lembaga/organisasi kemasyarakatan dan media yang ada wilayah masing-masing. 

"Bagian ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua terutama untuk Komisioner dan Korsek harus bisa bentu dan fasilitasi staf pengelola kehumasan dengan peralatan seperti Kamera, gadget, dan peralatan pendukung lainnya", harapnya. 

Pada kesempatan itu juga sebelum menutup seluruh rangkaian kegiatan, panitia juga meberikan hadiah bagi 3 peserta terbaik yang berhasil menulis cepat dan membuat berita tentang kegiatan tersebut,masing-masing dari Bawaslu Merauke (1), Jayawijaya (2) dan Mimika (3) 



Penulis : G.Warsay - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Perkemahan Pelantikan Pengurus PMR SMP/Mts Muhammadiyah, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jumat, 15 Oktober 2019 s/d Sabtu19 Oktober 2019, SMP/MTS Muhammadiyah melaksanakan Perkemahan Pelantikan PMR masa bakti 2019-2020 di SMP/MTS Muhammadiyah Jl. Sarmi No.03 Distrik Abepura-Kota Jayapura.

Palang Merah Remaja yang di singkat dengan PMR merupakan wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana.
PMR SMP/Mts Muhammadiyah mempunyai tujuan yaitu membangun dan mengembangkan karakter kepalang merahan agar setiap relawan PMI dimasa depan.



Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan setelah upacara pembukaan perkemahan yaitu penerimaan materi berupa pengangkatan korban, prinsip dasar kepalangmerahan dan janji PMR, sejarah PMR dan peserta juga melakukan renungan malam.

Irianto selaku pembina PMR SMP/Mts Muhammadiyah berkata "kegiatan ini merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan kualitas dalam membantu teman sebaya dan masyarakat. Peran PMR sangat dibutuhkan di sekolah, mengapa demikian? Hal tersebut sangatlah membantu pada saat pelaksanaan upacara di hari senin, anggota PMR akan memberikan penanganan kepada siswa-siswi yang sakit."


Penulis : Ariqah Sana - Jurnalis Warga Kota Jayaputra

Related Posts:

Dukungan dan Apresiasi Dinas KOMINFO Untuk JW TIFA, suaratifapapua.com

Drs.Binton Nainggolan - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jayapura

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jumat (25/10), Jurnalis Warga Kota Jayapura, menyelenggarakan Workshop bersama Stakeholder, bertempat di Ruang rapat Diskominfo Kota Jayapura. 

Kegiatan workshop tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo, Drs.Binton Nainggolan, Sekertaris AJI Kota Jayapura dan perwakilan dari anggota JW serta iNews tv.

Diawali dengan perkenalan, kemudian presentasi program JW priode 2019, baik yang sudah di lakukan maupun yang akan dan sedang berlangsung.

Pada tahun ini fokus JW adalah untuk memantau serta melihat kemudian memgangkat isu-isu atau hal-hal yang ada, sebagai bagian dari perbaikan pelayanan publik di Kota Jayapura.

Meski disadari masih banyak kekurangan, serta kurangnya konsistensi anggota untuk menulis dan membuat berita, namun JW Suara Tifa Papua mendapat apresiasi yang begitu luar biasa dari Kepala Dinas Kominfo dan Sekertaris AJI.

Dan berharap kedepan JW Tifa tetap eksis menulis berita-berita yang nyata tanpa hoax, dan bahkan mendapat kesempatan untuk berada di bawah Kominfo serta dapat mengangkat berita-berita di Daerah Pemerintahan Kota Jayapura.

Seperti yang di sampaikan Binton Nainggolan bahwa, JW Tifa harus terus berkarya dan menulis, angkat berita yang real tanpa hoax, namun harus paham etika, dan jangan sampai salah memanfaatkan kepercayaan dan kesepatan yang di berikan, apalagi sejauh ini JW Tifa sudah menunjukan kerjanya dan apa yang di tulis banyak yang patut di perhitungkan.

Semoga ke depan lebih baik dan lebih maju lagi, meski dengan segala keterbatasan namun berharap tidak mundur. Apalagi media online saat ini begitu banyak, dan harus bersaing secara sehat. Jangan terpancing untuk membuat berita yang hoax, karena akan di tindak tegas.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Generasi Muda Kota Jayapura Komunitas Papeda Kampanye Bahaya Narkoba dan HIV, suaratifapapua.com

Ikbal salah satu Anggota Komunitas Papeda


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Minggu (20/10), Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komunitas Papeda (Papua Pecandu Damai) melakukan aksi kampanye Narkoba dan HIV dengan membagikan materi KIE di Pantai Hamadi dan sekaligus mengangkat sampah-sampah yang ada di pinggir jalan sepanjang Pantai Hamadi.

Sasaran kegiatan ini ialah anak muda, yang sedang bersantai, berenang, berekreasi dan yang hanya sekedar lewat dengan kendaraan, namun tidak terbatas untuk orang tua juga.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta memberikan pemahaman kepada anak muda tentang virus HIV-AIDS dan Bahaya Narkoba. sehingga kalau mereka paham kaum muda mudi lebih waspada lagi.

Menurut Ikbal salah satu Anggota Komunitas Papeda, "kegiatan ini merupakan kegiatan yang kami sepakati bersama dalam komunitas kami, kemudian kami mendapat dukungan dari banyak pihak, meski kegiatan ini terbatas dan banyak kekurangan namun kami berharap setidaknya bermanfaat, dan dapat memberikan informasi positif bagi anak muda lainnya di Kota Jayapura ini".

harapan kami melalui kegiatan ini, lebih banyak masyarakat serta anak muda yang paham akan HIV, Narkoba serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar, khususnya di Pantai Hamadi yang begitu banyak sampah berserakan.



Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak datangi Komisi V DPR Papua, suaratifapapua.com

Anggota Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) saat berdiskusi dengan Komisi V DPR Papua (25/10)


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak perlu digabung dengan Dinas Sosial. Inilah alasan bagi Koalisi Perempuan Papua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA), mendatangi Komisi V DPR Papua pada Jumat (25/10) lalu. Aspirasi mereka disampaikan kepada Ketua Komisi V, Jack Kamasan Komboy. 

Mewakili KPP Fien Yarangga mengatakan, "Kalau digabung kami yang sudah bekerja lama tidak punya cantolan". Ia menambahkan, jika digabung, porsi pelayanan akan terkendala, Hal ini dibenarkan juga oleh dua akademisi, DR. Dra. F. Yvonne De Quelyoe, M. Sc dan Christine M. Wakarmamu. Pihak PUSPA sudah berupaya memberikan gambaran kepada MRP, namun mereka diarahkan untuk kembali ke DPR. Yvonne menambahkan, Secara empiris ketertinggalan perempuan Papua sangat memprihatinkan. 



Sesuai dengan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pemberdayaan Perempuan, Papua paling rendah di seluruh Indonesia. Bahkan dari saudaranya, Papua Barat, baik sisi pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. KPP berharap, DPR dalam hal ini komisi V dapat memperjuangkan Dinas PPPA agar berdiri sendiri. Jika kinerjanya rendah, rekomendasi untuk tetap bertahan. Tingkatkan kinerja dengan menggunakan indikatornya. 

Eirene Waromi selaku Ketua PUSPA menambahkan, "Seharusnya pemerintah minta pertimbangan dari Lembaga/Organisasi yang bergerak di isu perempuan dan anak, sebelum mengambil keputusan. Kami memang tidak dihitung oleh pemerintah, bahkan tidak kelihatan. Tapi sesungguhnya kami bekerja".


Penulis : Dorthea Rumere - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

AJI Sangat Apresiasi Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura, suaratifapapua.com

Sekretaris AJI Kota Jayapura , Anang Budiono saat Memberikan Keretangan Pers


Kota Jayapura, suaratifapapua.com, - Kegiatan Workshop jurnalis warga Kota Jayapura pada Jumat, (25/10) lalu sangat diapresiasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura.

Anang Budiono selaku sekretaris AJI Kota Jayapura menuturkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan komunitas jurnalis warga Kota Jayapura, " Ia kami dari AJI tentunya sangat-sangat mengapresiasi semua kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh JW TIFA, mulai dari perekrutan yang melibatkan masyarakat, aktifis, mahasiswa dan pelajar kemudian diberi ilmu untuk peningkatan kapasitas sebagai jurnalis itu sangat luar biasa sekali".

"Dari awal memang tujuan AJI juga mendorong gerakan jurnalisme warga, justru jurnalisme warga diwadahi oleh AJI dalam artian diberi pelatihan-pelatihan sehingga dia menjadi kompeten dibidangnya, dari rangkaian kegiatan-kegiatan yang dilakukan JW TIFA ini luarbiasa, sudah sangat mendekati jurnalis profesional, yang menjadi beda ialah jurnalis profesional dibekali juga dengan kode etik dan undang-undang yang menaunginya", dan kalau pertanyaan apakah JW bisa kearah sana ? jawabannya ia,bisa sekali".
 
"AJI mendorong bagaimana warga yang bergerak dibidang laporan jurnalis warga mari kita bergandeng tangan bahkan kalau punya kapasitas, kami akan rekrut jadi anggota".

"Lalu bisakah jurnalis warga meliput seperti jurnalis profesional ? tentu jawabannya bisa, AJI menjawab bisa, apalagi dengan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan seperti JW TIFA ini, yang membedakan ialah wartawan-wartawan yang berada dilapangan itu teruji kompetensinya, dan mereka diuji kemampuannya melalui beberapa tahap".

"Untuk kartu pers atau identitas untuk setiap orang yang meliput berita tidak masalah kalau JW TIFA terbitkan yang penting dilengkapi dokumen-dokumen dan juga pedoman media siber, badan hukum dan perangkat lainnya maka tidak ada masalah, silahkan bekerja".

"Saya sangat apresiasi juga karena ini jurnalisme warga yang diwadahi seperti JW TIFA, sehingga saya sangat yakin anggota JW TIFA tidak membagikan atau membuat berita-berita yang tidak berbobot".



Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

 

Related Posts:

Anggota JW TIFA Berhak Menggunakan ID Card Pers, suaratifapapua.com

Pengalungan ID Card Pers Secara Simbolis dari Kepala Dinas Kominfo Kota Jayapura Kepada Anggota JW TIFA


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura melalui dukungan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang berkantor di Jakarta pada tahun 2019 ini telah melakukan serangkaian kegiatan bersama jurnalis warga di Kota Jayapura.

Kegiatan-kegiatan yang didukung oleh PPMN di Kota Jayapura seperti melakukan pembinaan kepada masyarakat yang tertarik dengan dunia jurnalistik kemudian melalui koordinator jurnalis warga yang bekerjasama juga dengan berbagai pihak untuk guna meningkatkan kapasitas jurnalis warga itu sendiri, sehingga mampu meliput dan mengemasnya menjadi sebuah berita yang baik dan benar adanya.

Selain itu guna meningkatkan kepercayaan diri dan juga untuk menjaga kepercayaan dari masyarakat Kota Jayapura, pada tahun 2019 ini JW TIFA juga sudah mengurus legalitas dinotaris, sehingga melalui ini anggota JW TIFA sudah sah mengenakan kartu ID CARD Pers.

Melalui kegiatan workshop JW dengan stakeholder pada Jumat, (25/10) lalu jurnalis warga secara resmi memperkenalkan diri kepada pemerintah dan juga AJI Kota Jayapura, setelah mempresentasikan dan diakhir sesi dilakukan pengalungan kartu ID Card Pers secara simbolis kepada salah satu anggota JW.

Drs.Binton Naingolan selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jayapura sangat mengapresiasi semua kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh jurnalis warga, " ia kami sangat merespon dan mengapresiasi semua kegiatan yang sudah dilakukan JW TIFA".

"Selanjutnya agenda kota jayapura berkaitan dengan smartcity dan egenda-agenda kerja dari Walikota jayapura silahkan diliput, silahkan JW TIFA ambil bagian didalamnya dan mari kita bersama bangun Kota Jayapura melalui bidang kita masing-masing".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

JW TIFA Memperkenalkan diri Kepada Pemerintah dan AJI Kota Jayapura, suaratifapapua.com

Suasana Wokshop JW dengan AJI dan Diskominfo Kota Jayapura

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jurnalis warga (JW TIFA) Kota Jayapura jumat, (25/10) secara resmi memperkenalkan diri kepada pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jayapura.

Jurnalis warga Kota Jayapura atau JW TIFA sendiri terbentuk sejak 31 Juli 2013 lalu, melalui dukungan Program USAID KINERJA yang bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN). Namun setelah program kerjasama dengan USAID KINERJA usai, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) terus menjalan program jurnalis warga di Papua dan salah satunya ialah di Kota Jayapura. 

Pada Tahun 2019 ini melalui dukungan PPMN beberapa kegiatan sudah dilakukan seperti merekrut anggota masyarakat yang tertarik menjadi jurnalis warga, pelatihan menulis berita, pelatihan membuat vidio berita liputan, JW Go to School guna memberikan pengenalan kepada anak-anak tentang dunia jurnalistik dan diakhir program pada oktober ini JW TIFA melakukan kegiatan workshop dengan stakeholder di Kota Jayapura.

Kegiatan Workshop JW dengan Stakeholder ini melibatkan anggota jurnalis warga dan juga pemerintah Kota Jayapura melalui dinas terkait yaitu Diskominfo, selain itu pada kegiatan workshop ini koordinator jurnalis warga juga mengundang AJI Kota Jayapura.

" Tujuan kegiatan ini adalah kami jurnalis warga Kota Jayapura memperkenalkan diri secara resmi kepada pihak pemerintah dan juga kepada AJI Kota Jayapura, ia memang sebelumnya kami sudah melakukan kegiatan juga dengan mengundng Kominfo namun pada tahun 2019 ini karena JW TIFA sudah memiliki legal hukum, sehingga kami juga ingin memperkenalkan diri secara resmi kepada pemerintah". Ujar Gerrard selaku koordinator JW Kota Jayapura.

"Harapan kami dengan kegiatan ini anggota jurnalis warga semakin mantap dan percaya diri dalam meliput berita guna mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik pada pelayanan publik dan juga pemerintah Kota Jayapura juga terus mendukung jurnalis warga di kota ini".


Penulis : Efendi Minay - Jurnalis Warga Kota Jayapura


 

Related Posts:

Rumah Sakit Abepura Kehabisan Reagen CD4 Sejak Februari 2019, suaratifapapua.com

Petugas VCT Rumah Sakit Umum Daerah Abepura


kota jayapura, suaratifapapua.com,- Rumah Sakit Umum Daerah Abepura sejak februari 2019 hingga kini kehabisan reagen CD4. hal tersebut dikatakan oleh dr.Nuryanti saat memberikan keterangan kepada media ini pada Sabtu (4/10) lalu.

''Kami sudah menyampaikan persoalan ini juga kepada Dinas Kesehatan, namun kami belum mendapatkan jawaban hingga kini, tetapi kami tetap memberikan pelayanan bagi ODHIV dan ODHA yang datang untuk mengakses layanan kesehatan''.ucap dr.Nuryanti.

''hal ini artinya selain kami beberapa puskesmas yang menjadi satelit dari rumah sakit Abepura mengalami hal yang sama, harapan kami kedepannya tidak terjadi seperti ini sehingga semua pelayanan yang diperlukan oleh pasien dapat terpenuhi''.

Tes CD4+ adalah tes darah untuk menentukan seberapa baik sistem kekebalan tubuh bekerja pada orang yang telah didiagnosis dengan human immunodeficiency virus (HIV). CD4+ adalah jenis sel darah putih. Sel darah putih berperan penting dalam memerangi infeksi. Sel-sel CD4+ juga disebut T-limfosit, T-sel, atau sel T-helper.

HIV menginfeksi sel CD4+. Jumlah sel CD4+ membantu menentukan apakah infeksi lain (infeksi oportunistik) dapat terjadi. Pola jumlah CD4+ dari waktu ke waktu lebih penting daripada nilai tunggal CD4+ karena nilai dapat berubah dari hari ke hari. Pola CD4+ dari waktu ke waktu menunjukkan efek dari virus pada sistem kekebalan tubuh. 

Pada orang yang terinfeksi HIV dan tidak mendapatkan pengobatan, jumlah CD4+ umumnya menurun seiring berjalannya HIV. Tingkat CD4+ rendah biasanya menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan berisiko lebih tinggi terkena infeksi oportunistik.

Kapan saya harus menjalani CD4?, Tes ini biasanya dilakukan dengan tes viral load ketika seseorang pertama kali didiagnosis dengan HIV sebagai bagian dari pengukuran dasar. Biasanya diulang sekitar dua sampai delapan minggu setelah pengobatan anti-HIV dimulai atau diubah. Ketika pengobatan rutin dilaksanakan, tes ini harus dilakukan setiap tiga sampai empat bulan setelahnya.


Penulis  : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Tidak Hanya Laki-laki, Demokrat Grasstack Championship 2019 Ada Peserta Wanita, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com Dalam Rangka Memperingati Hari sumpah Pemuda DPC Partai Demokrat Provinsi Papua gelar event  "Demokrat Grasstack Championship 2019" bertempat di Otonom Kotaraja.
“Event ini juga merupakan ajang untuk mempersiapkan anak bangsa yang ada di tanah Papua dalam rangka mempersiapkan PON XX. Hal demikian disampaikan Wakil Ketua Partai Demokrat Papua Ricky Ham Pagawak kepada wartawan di Jayapura, Jumat, (18/10).
Dalam kesempatan itu ketua DPC Partai Demokrat di Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP,.MH tidak hadir dalam ajang tersebut dikarenakan ada tugas lain di luar Papua.
Dalam sambutannya, Pagawak menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam event balapan motor itu, lebih khususnya kepada TNI/POLRI yang telah mengamankan jalannya event tersebut dan juga tim medis dari rumah sakit Bayangkara.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak keamanan, pihak medis dan juga saudara/i yang ambil bagian dalam mengsukseskannya event balapan motor di Jayapura,”ucapnya.

Meirina Naraha salah satu peserta wanita Grasstrack
Luar biasanya, dalam event  Demokrat Grasstrack Championship 2019 ini, pesertanya bukan hanya laki-laki saja yang berlomba, namun ada peserta perempuan juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Dirinya menjelaskan, beberapa kegiatan yang digelar oleh DPC Partai Demokrat itu bertujuan mengembalikan psikologi yang dikacaukan karena melandanya kerusuhan di Jayapura, Wamena, Manokwari dan beberapa kota lain di Papua.
“Melalui kegiatan seperti ini semua kalangan milenial yang ada di Papua bisa termotivasi dan mereka bisa berpikir positif pula melatih diri untuk mengembangkan di bidang pembalap di tanah air,”katanya.
Ajang balapan motor yang digelar DPC Partai Demokrat ini telah di ikuti ratusan  peserta dari berbagai daerah di Papua maupun dari  luar Papua.
“Peserta yang hadir dalam event ini dari berbagai daerah di Indonesia yakni dari DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Ambon, Perwakilan Papua dan Papua Barat juga sebagai persiapan PON XX,”ujar Pagawak.
Sementara menganggapi ivent balapan itu, ketua panitia Eko Sunaryo mengatakan sangat bersyukur karena bisa memberikan kontribusi semangat yang hendaknya bisa dikembangkan oleh anak muda di Papua dan melalui kegiatan ini mereka bisa menyalurkan bakat-bakat muda mereka dengan cara yang positif.
“Siapapun juara satunya, dalam event ini akan mendapatkan hadiah 150.000.000 dan 2 buah motor Beat untuk juara dua pula masing-masing kelas kami menyiapkan trophy kemudian piagam dari partai Demokrat sendiri dan ada uang pembinaan,”jelas Eko Sunaryo menambahkan.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Galang Dana, PAM GKI Efata Kasonaweja Bersihkan Areal Bandara,suaratifapapua.com

PAM GKI Efata Kasonaweja Sedang Membersihkan Area Bandara Kaso
.

Memberamo Raya, suaratifapapua.com,- Sejumlah anggota muda  yang tergabung dalam unsur Persekutuan Anak Muda (PAM) GKI Efata Kasonaweja, Selasa kemarin (15/10) lakukan pembersihan di sekitar areal Bandara Kaso.

Kegiatan yang dikoordinir langsung oleh ketua PAM ini di mulai dari pagi hingga sore.

Kepada wartawan yang menyambangi secara langsung di lokasi, Teo Berotabui selaku koordinator menjelaskan kegiatan ini adalah salah satu upayah mengumpulkan dana untuk pelaksanaan sidang dan Natal pada November dan Dessmber nanti, "Kebetulan kami (PAM) tahun ini di tunjuk sebagai panitia pelaksana sidang dan Natal Jemaat sehingga kami saat ini mulai berusaha mengumpulkan dana".jelas Teo.

Ia juga menambahkan sebelum kegiatan pembersihan ini dilakukan dirinya telah berkoordinasi langsung dengan petugas bandara dan mendapat respon baik dari dinas perhubungan selaku penangung jawab,

"saya secara pribadi dan persekutuan menyampaikan terima kasih pada bapak kadis perhubungan yang sudah menyambut baik dan mendukung kegiatan kami".tambah Teo.

Selain itu kegiatan ini juga mendapat respon yang sangat baik dari warga yang melintas disepanjang bandara dengan memberikan sumbangan suka rela.


Penulis :G. Saiway-Kontributor mamberamo Raya

Related Posts:

Festival Teluk Humbold Masuk Dalam Kalender 100 Event Kementerian Pariwisata, suaratifapapua.com


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Guna memajukan dunia pariwisata diindonesia maka digelarlah kegiatan "100 Calendar of Indonesia" yang adalah program dari Kementerian Pariwisata Rapublik Indonesia, Dr. Arief Yahya ingin mempromosikan pariwisata indonesia ke mancanegara dengan tujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.
Menurut menteri pariwisata,bahwa presiden menekankan pada dua hal penting untuk memajukan pemasaran pariwisata yaitu Produk dan Promosi.
Untuk itu lanjut menteri Pariwisata beliau berharap program 100 Calendar of Event ini tetap dilanjutkan sebagai sarana promosi produk wisata seluruh indonesia tukas beliau dalam acara Lounching Indonesia 100 Calendar of Events (CoE) di balirung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kemenpar RI (Selasa, 15 okt 2019) lalu.

Kabar baiknya bagi warga Kota Jayapura ialah Festival Teluk Humbold lolos dalam seleksi dan masuk didalam 100 event yang dilaunching oleh kementerian pariwisata.

Matias B.Mano selaku kepala dinas pariwisata Kota Jayapura menuturkan bahwa sangat bersyukur karena FTH lolos seleksi dan masuk dalam agenda 100 Event yang pelaksanaan kegiatannya didukung langsung oleh kementerian pariwisata indonesia.

"Ia kami dari Kota Jayapura sangat bersyukur dapat lolos seleksi dan masuk dalam 100 event yangg didukung pelaksanaannya dalam di tahun 2020 nanti,
Setelah 10 tahun pelaksanaan Festival Teluk Humbold (FTH) maka pada FTH ke 12 nanti Tahun 2020 nanti akan didukung oleh Kementrian Pariwisata Indonesia dalam bentuk Promosi event.

"Dengan dukungan tersebut maka mari kita masyarakat Kota Jayapura, kita menjaga semua destinasi wisata kita, agar kedepannya semakin banyak juga wisatawan yang akan berkunjung ke Papua secara kusus Kota Jayapura".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pengungsi Asal NTT Pasca Kerusuhan Wamena Perlu Perhatian Pemerintah, suaratifapapua.com




Sentani, suaratifapapua.com,- Kondisi saat ini di posko lanud Silas Papare Sentani, membingungkan. Hal ini dijumpai jurnalis media ini saat melakukan kunjungan diposko tersebut.

Dari informasi yang diperoleh bahwa warga yang sudah siap sejak pagi untuk diberangkatkan, mendadak dibatalkan. Menurut penanggung jawab posko, Letkol Toriq, warga yang akan kembali ke kampung halaman mereka melalui Surabaya, akan difasilitasi oleh Pemda Jawa Timur. 



Sedangkan warga lainnya asal NTT sebaiknya mencari komunitas asal daerahnya. Menurut informasi yang diterima pihaknya, Pemda hanya akan memfasilitasi mereka yang yang akan kembali ke Wamena. Sedangkan untuk kembali ke daerah asal, Merupakan tanggung Pemerintah Daerah masing masing. Informasi ini meresahkan warga asal NTT. 

Sejak kemarin sore, warga dibagikan kartu pengungsi yang sudah dicap oleh Dinas Sosial Kabupaten Jayapura. Menurut salah satu penyintas asal Nusa Tenggara Timur, kartu ini diberikan untk perjalanan pulang para penyintas. Namun, siang tadi, penanggung jawab Posko mengatakan, warga yang difasilitasi oleh Pemda Jawa Timur akan diberangkatkan pada Jumat, 11 Oktober 2019. Sedangkan, para penyintas asal NTT, dan Makassar perlu menghubungi komunitas dari wilayahnya masing masing terkait biaya transportasi. 

Situasi ini dikeluhkan oleh warga asal NTT. Mereka bingung dengan kartu yang dibagikan tanpa ada penjelasan yang pasti, siapa yang akan membiayai mereka. Warga berharap semua difasilitasi sampai tiba di tempat tujuan. Jika memang ada pengecualian, kartu tidak perlu dibagi.


Penulis : Dorthea Rumere - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

STOP PERNIKAHAN ANAK, suaratifapapua.com

Anak-anak Kampung Yakonde - Kampanye Stop Perkawinan Anak


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Perkawinan anak menjadi salah satu persoalan yang menghambat anak perempuan mencapai
potensi tertingginya. Berdasarkan data tahun 2016, di Indonesia secara umum, tercatat ada 1 dari 9 anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun. Perkawinan anak berdampak pada partisipasi pendidikan yang rendah dimana dengan menikah di bawah 18 tahun berarti mereka tidak menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. 

Selain itu pernikahan usia anak membuat anak perempuan semakin rentan terhadap kekerasan rumah tangga dan mempengaruhi kesehatan mereka selama kehamilan dan proses melahirkan. 

Peringatan ini adalah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena perkawinan anak dan upaya pencegahannya, mendorong anak-anak perempuan untuk berani bermimpi besar meraih cita-cita sebelum memutuskan untuk menikah.
Diharapkan pesan-pesan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender yaitu perkawinan anak dapat dicegah dan meningkatkan kesadaran kritis masyarakat dan terutama anak-anak muda Papua sebagai generasi penerus di masa mendatang. 

"Mari kita menjadi bagian dari Perubahan"
Foto ini adalah salah satu dokumentasi tahun 2018 pada kegiatan USAID BERSAMA, sebagai salah satu kampanye STOP PERKAWINAN ANAK.
 
 
Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Hidup Dengan Positif HIV Bukan AKhir Dari Segalanya", suaratifapapua.com

 

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Melihat angka kasus HIV yang semakin meningkat serta stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV dan ODHA masih dirasakan, tentunya ini berpengaruh juga terhadap angka kepatuhan ODHIV dan ODHA untuk mengakses layanan kesehatan dan pengobatan.

Hal ini ditegaskan salah satu aktifis kesehatan, Toni melalui tulisannya yang diterima oleh media ini, Senin (14/10), Kota Jayapura, Papua.

Berbicara tentang HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Aqcuired Immunedificiency Syndrome) mungkin bagi sebagian besar orang masih menjadi hal yang menakutkan, bahkan dapat berdampak kepada Pemahaman yang salah,   sehingga mengakibatkan Stigma dan Diskriminasi kepada ODHIV maupun ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) terus menerus terjadi ditengah masyarakat. Hal inilah yang menurut pemikiran saya perlu kita pahami dan evaluasi bersama.

Beberapa pertanyaan ataupun pernyataan yang timbul ditengah tengah masyarakat selama lebih dari 5 Tahun saya menjalani aktivitas didalam Program maupun Kegiatan yang berkaitan dengan Issue HIV/AIDS,yang paling umum adalah :

HIV dan AIDS adalah Sama ; HIV/AIDS Tidak Ada Obatnya atau Tidak Bisa Disembuhkan ; Orang yang Terinfeksi HIV Tidak Dapat bekerja/beraktivitas seperti orang sehat lainnya ; Orang HIV Tidak Boleh Menikah ataupun Memiliki Keturunan…dan masih banyak lagi.
Terkait dengan hal ini saya ingin mencoba memberikan penyataan dan penjelasan bahwa Tidak Semuanya Benar.


Nama saya : Toni dan berdomisili di.Kota Sorong Prov.Papua Barat.
Lima tahun lalu,tepatnya pada bulan Mei 2014 berdasarkan kondisi fisik yang semakin menurun karena sakit dan hasil pemeriksaan pihak medis pada salah satu Puskesmas di.Kota Sorong menyatakan bahwa Hasil Test/Pemeriksaan terkait HIV saya dinyatakan : Positif (Reaktif/HIV+),dan ada pada Stadium 3 dengan gejala yang mengarah kepada AIDS.
Dan berdasarkan hasil pemeriksaan ini,kemudian saya dirujuk ke.RSUD Sele Be Solu Kota Sorong guna mendapatkan pengobatan lanjutan. Setelah melewati tahapan pemeriksaan yang dilakukan pihak layanan kesehatan,maka sayapun memulai pengobatan yang dikhususkan bagi orang dengan hiv/aids yaitu mengkonsumsi OBAT ARV (Antiretro Viral).


Berat badan awal 83Kg dan saat saya mengetahui status HIV+ tersisa 69Kg karena Antibodi yang terus menurun terserang Virus sehingga banyak Penyakit lain yang dapat masuk secara bersamaan tanpa Antibodi yang normal akan sangat sulit untuk melawan penyakit lainnya. Kuranglebih 2 sampai 3 bulan setelah mengkonsumsi ARV, mulai saya rasakan dampak dan manfaat dari pengobatan dengan didukung dengan Kepatuhan yang baik. Serta dengan didukung oleh perhatian keluarga, orang terdekat dan komunitas,hal yang paling saya rasakan adalah : Kesehatan semakin membaik, Berat Badan terus Bertambah dan sampai dengan saat ini Berat Badan saya mencapai 90Kg.
Dengan kondisi tubuh yang sehat saya mampu melakukan aktifitas normal layaknya oranglain.


Jadi menurut saya yang telah merasakan langsung perjalanan hidup sebagai Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA),lebih dari 5 Tahun bahwa :

HIV dan AIDS Tidaklah Sama karena HIV adalah Virus yang menyerang Kekebalan Tubuh seseorang dan jika tidak segera diketahui melalui Test HIV maka akan masuk pada Stadium AIDS. Singkat kata : HIV adalah Virusnya dan AIDS adalah Kumpulan Penyakit karena Kekebalan Tubuh semakin menurun.
HIV Sudah Ada Obatnya disebut dengan Antiretro Viral (ARV) yang Sangat Bermanfaat bagi ODHA,ketersediaannya diKota Sorongpun Memadai dan Seluruh Fasyankes(RSUD,Puskesmas) di.Kota Sorong telah Memberikan Pelayanan ARV secara GRATIS karena di.Subsidi oleh Pemerintah.

AIDS Tidak Dapat Disembuhkan adalah SALAH !! Dengan mengkonsumsi ARV secara patuh dan benar,maka ODHA akan kembali sehat mampu beraktivitas setara dengan orang lain.

ARV menekan virus menjadi lemah denganbegitu secara Otomatis kekebalan tubuh akan terus meningkat apalagi didukung dengan Penerimaan Diri ODHA itu sendiri,Perhatian Orang Terdekat,serta Pola Hidup Sehat. Bahkan orang dengan HIV boleh menikah ataupun bagi yang sudah menikah dapat merencanakan memiliki anak tanpa harus takut anaknya Terinfeksi, hal inipun tentu melalui tahapan tertentu, misalnya : Rencanakan, Konsultasikan dengan pihak RS/Puskesmas serta mendapatkan pendampingan yang baik dan benar.
Harapan saya kedepan :

Kepada saudara saudari yang memiliki status HIV sama seperti saya,jangan pernah putus asa dan tetaplah semangat menjalani hidup kedepan dengan secara teratur melakukan Pengobatan,serta terapkankan pola hidup sehat dan perubahan perilaku yang aman serta tidak berisiko menularkan kepada orang lain. Apabila kita patuh dalam pengobatan dan virus HIV dalam tubuh dapat ditekan secara continue maka risiko untuk menularkan kepada oranglain pun sangat kecil sekali. ( Undetectable = Untransmittable ). Jadilah orang dengan HIV yang berdaya,sehat,semangat,setara dan bermartabat.

Kepada masyarakat umum : Tidakperlu lagi menjauhi,memberikan Stigma dan Diskriminasi bagi odha,karena Dukungan dan Perhatian adalah pendorong dan motivasi berharga selain dari dalam diri odha itu sendiri. Kita hidup dalam satu daerah dengan status Epidemi Meluas = Setiap orang berisiko terinfeksi HIV,tanpa memandang usia  status sosial,suku,agama jabatan atau pernik pernik lainnya. Yang perlu dilakukan adalah : Jaga Diri untuk tidak berisiko terinfeksi serta Menjauhi Virusnya tetapi Bukan odhanya,HIV SANGAT TIDAK MUDAH menularkan karena ada  prinsip penularannya yang perlu kita ketahui bersama.
Marilah kita mencoba duduk bersama dan belajar membahas tentang HIV/AIDS dengan lebih baik lagi.

Dan khusus kepada Pemerintah Daerah kedepannya : besar harapan saya terkait Dukungan kepada odha apalagi odha anak (ADHA), sekiranya ada kebutuhan kebutuhan terutama dukungan gizi, pemberdayaan serta dukungan positif lainnya yang dapat dilihat oleh pemerintah sebagai suatu kebutuhan karena komunitas kamipun memiliki banyak keterbatasan dalam pemberian dukungan sosial walaupun sejauh ini kami selalu berusaha memotivasi dan support sesama kami dan juga ada intervensi pihak-pihak yang perduli dengan odha. 

Dengan dukungan dan motivasi terutama dari dalam diri odha sendiri, Pemahaman, Perhatian serta Kepedulian semua pihak maka : Hidup Dengan HIV Bukanlah Akhir Dari Segalanya.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Lingkungan Saka Bahari Kota Jayapura Menanam Pohon Bakau, suaratifapapua.com

Anggota Saka Bahari Kota Jayapura


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Minggu (13/10) lalu, Saka Bahari Kota Jayapura melakukan penanaman pohon bakau di Nafri-Abepura, Kota Jayapura Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 18 orang. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup. Pohon bakau sangat penting mencegah erosi dan abrasi.

Anggota Saka Bahari Saat Menanam Bakau

Kegiatan ini bertujuan mengajarkan kepada anggota Saka Bahari agar dapat menciptakan lingkungan dengan lebih baik serta menjaga alam bersama-sama, sekaligus menjadi edukasi bagi semua masyarakat Kota Jayapura terkait bagaimana kita bisa menjaga lingkungan sekitar kita dan melestarikannya.

Nadap awi selaku ketua di MMP (Masyarakat Mitra PolHut) Nafri menuturkan bahwa dirinya berterimakasih," ia, dengan adanya penanaman ini saya berterima kasih kepada Saka Bahari yang dapat membantu, mempedulikan, dan menjaga lingkungan dengan menanam pohon bakau. Di Nafri terdapat organisasi yang bernama Polisi Masyarakat Kampung yang berkewajiban membantu pemerintah atas penanaman pohon bakau".


Penulis : Ariqa Sanna - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

NASIB TENAGA HONORER RSUD KWAINGGA KAB.KEEROM,suaratifapapua.com



 
RSUD Kwaingga Kabupaten Keerom


Keerom, suaratifapapua.com,- RSUD Kwaingga, memiliki jumlah tenaga honorer yang cukup banyak daripada yang PNS, namun ternyata banyak tenaga Honorer yang mengeluh karena sering terlambat mendapatkan insentif dan bahkan harus mengamuk baru diberikan, bahkan menunggu berbulan-bulan.

Situasi ini cukup memprihatinkan, seperti yang di tuliskan oleh johan geraldy salah satu tenaga Honorer di laman FBnya, "Saya mewakili teman2 tenaga kontrak RSUD Kwaingga, jumlah kami di RSUD kurang lebih 70% dibanding PNS, kami selama ini sangat kesulitan kalo disaat waktu gajian, selalu saja kalau mau gajian kita teriak-teriak dulu baru di cairkan, insentif kamipun sudah tertunda 6 bulan, insentif dokter spesialis dn dokter umum pun belum di bayarkan dari januari hingga saat ini, kami sangat kesulitan sekali, kami sangat tidak sejahtera''.

''Minggu lalu perwakilan kami sudah ketemu Wakil Bupati dan laporkan semua, cuma sperti tidak ada tanggapan serius dari Dinas kesehatan, dari semua hak kami dibayarkan yang selalu saja ditunda-tunda dan tidak sesuai dengan yang tertera pada SK kami, tidak ada yg transparan soal itu ke kami tenaga kontrak, tahun 2017 gaji saya 1,7 juta, tapi per 1 januari 2018 hingga saat ini gaji saya di pangkas 200 ribu jadi saya terima 1,5 jta saja, entah kemana 200 ribu hilang tanpa ada penjelasan atau transparansi informasi ke kami''.

''heran saya dimana-mana gaji naik kok malah di pangkas.seijin dari Tuhan jika berkenan nanti dalam waktu dekat kami seluruh tenaga kontrak beserta dokter berencana utk TIDAK melakukan pelayanan di RSUD Kwaingga utk sementara. Selaku pelayan masyarakat kami mohon maaf jika salah mengambil keputusan ini".

''Merekapun mengancam jika tidak segera di tanggapi oleh pemerintah, maka mereka akan melakukan aksis tidak bekerja. Berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini, karena mereka sudah mengabdi dan memiliki hati untuk melayani masyarakat di Kabupaten Keerom.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tersumbat Sampah Drainase Pasar Lama Sentani Dibongkar, suaratifapapua.com

Petugas Sedang Membersihkan Drainase yang Tersumbat Sampah


Sentani, suaratifapapua.com,- Keluhan masyarakat yang berada di Pasar Lama Sentani kini terjawab sudah, Jumat, (4/10) lalu, drainase yang tersumbat kini dibongkar dan dibersihkan oleh pemerintah melalui dinas terkait.

Selama ini drainasenya tersumbat oleh banyak sampah, sehingga berdampak pada meluapnya debit air di ruas jalan, selain itu juga air yang meluap keruas jalan menimbulkan bau yang tak sedap.

Pembongkaran Drainase Pasar Lama Sentani

Desi salah satu pedagang sayur-sayuran mengatakan bahwa ia bersama beberapa pedagang lainnya merasa terganggu namun demi mengais rezeki ia rela jualan disitu," ia mau bagaimana lagi,memang selama ini bau karena air sudah mengalir dijalan raya karena gotnya tersumbat sampah".

Tampak Sampah Plastik Dalam Jumlah Yang cukup Banyak

Selain itu air yang meluap kejalan ini juga mengakibatkan kerusakan jalan,ada beberapa ruas jalan yang berlubang, sehingga masyarakat yang lewat harus lebih hati-hati.

Feri Manangsang selaku Kabid Kebersihan di Dinas KebersuKeb dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura saat dijumapi dialokasi menuturkan bahwa kegiatan ini juga bentuk nyata dari pencanangan Sentani Bersih, seperti yang dicanangkan oleh bapak Bupati Jayapura.


Sampah Plastik Langsung Diangkut Menggunakan Truk

"Ia kegiatan ini adalah bentuk nyata dari pencanangan gerakan Sentni bersih, yang sudah dicanangkan oleh bapak Bupati, sehingga kita mulai melakukan kerja bakti bersama masyarakat, sehingga dalam menyambut PON 2020 kita benar-benar siap, dan memberikan kesan yang baik kepada tamu-tamu kita".

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan, sudah ada truk sampah,buanglah sampah juga pada waktu-waktu yang sudah ditentukan".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tetap Bahagia Walau di Posko Pengungsian,Suaratifapapua.com



Anak-anak di posko pengungsian Tongkonan sedang bermain bersama aparat keamanan

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua 23/9 lalu cukup mengejutkan, bahkan sebagian warga kaget karena peristiwa itu terjadi begitu cepat.

Dampak dari kejadian itu membuat membuat sebagian anak-anak harus ikut mengungsi dan harus ketinggalan pelajaran disekolah mereka masing-masing. selain itu sebagian anak-anak yang ikut orang tua untuk pulang kampung terpaksa harus pindah sekolah dan harus menyesuaiakan diri dengan suasana yang baru.

Panitia Posko pengungsi Wamena yang berada di Tongkonan mengatakan saat ini beruntung karena banyak pihak yang datang memberikan bantuan bahkan sebagian datang untuk membuat kegiatan traumahealing bagi pengungsi.

Informasinya hingga kini pengungsi di Kota Jayapura mencapai  2.800 orang dan tersebar di 13 posko pengungsian. dari informasi yang diperoleh sebagian sudah dipulang kembali ke Wamena pada Rabu (9/10) untuk kembali kerumah mereka masing-masing, sedangkan untuk yang rumahnya terbakar pada waktu kerusuhan, pemerintah juga menyediakan posko sementara.

Bagi masyarakat yang masih berada diposko pengungsian hingga saat ini masih mendapat perhatian dari pemerintah Kota Jayapura dan juga dari lapisan masyarakat lainnya yang silih berganti berdatangan untuk mendistribusikan bantuan dan membuat kegiatan trauma healing bagi orang tua maupun bagi anak-anak yang masih ada diposko. 




Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


 

Related Posts: