"Seperti Apapun Pilihan Hidup Komunitas Tidak Boleh diStigma", suaratifapapua.com

Romo Aan Tokoh Agama Budha Kota Jayapura

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- (26/9), Berbicara Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS (P2HA), telah melibatkan banyak pihak, diantaranya tokoh agama, sebagai bagian dari strategi menekan dan mensosialisasikan informasi HIV yang baik dan benar.

Dengan pelibatan tokoh agama, sebagai Individu yang memiliki pengaruh di lingkungannya, sehingga dapat memberi pesan dan memberikan pengaruh bagi anggotanya untuk mendukung program P2HA.

Berbicara tentang P2HA tidak terlepas dari pelibatan dan peran komunitas juga, dan pada kesempatan kali ini, Romo Aan sebagai tokoh agama perwakilan dari Agama Budha, memberikan dukungan serta apresiasi kepada Komunitas, dalam hal ini OPSI yang telah mengkoordinir Komunitas atau kelompok marjinal.

Romo Aan berharap, bahwa program P2HA ini akan berjalan dengan baik jika melibatkan komunitas, serta memberdayakan mereka, bukan memberi stigma dan diskriminasi.

Jika komunitas menjadi berdaya, maka program ini akan dengan mudah di jalankan, dengan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Tokoh Agama memang harus di libatkan semuanya, dan itu harus di koordinir oleh KPA atau Pemerintah dalam hal ini Bapak Wakil Walikota, agar Tokoh agama memberikan penyuluhan dan sosialisasi HIV pada ibadah, pengajian atau perkumpulan-perkumpulan ibadah lainnya.

Meskipun tidak mudah mengubah pemahaman masyarakat, namun setidaknya sudah di sampaikan, karena mau tidak mau mereka ada di sekitar kita, dan seperti yang di sampaikan bahwa, "Kita tidak berhak menghakimi, entah Waria, Pekerja Seks atau apapun, itu urusan Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah memperlakukan mereka layaknya manusia, karena kita juga manusia yang sama".

Pada kesempatan ini, Romo Aan juga menawarkan satu ruangan sebagai sekertariat OPSI Papua, untuk dapat digunakan bersama komunitas lainnya tanpa bayar, tujuannya adalah agar mempermudah dan membantu kerja-kerja OPSI.

Seperti yang di ketahui, bahwa Romo Aan adalah tokoh agama yang sangat konsen untuk isu komunitas, bahkan pernah memberikan bantuan Nutrisi dan sebako bagi komunitas ODHIV.

Harapannya kedepan, apapun pilihan hidup komunitas, namun tetap harus sehat dan berbaur dengan masyarakat tanpa stigma dan diskriminasi, "ia harapan saya seperti apapun pilihan hidup dari saudara-saudari komunitas tetap harus berbaur dengan masyarakat tanpa stigma dan diskriminasi, sehingga mereka juga merasa diterima".


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to ""Seperti Apapun Pilihan Hidup Komunitas Tidak Boleh diStigma", suaratifapapua.com"

Post a Comment