"PLHIV Treatment Summit 2019 merupakan ajang untuk kembali merefleksikan, berdiskusi dan menyusun kembali strategi penanggulangan HIV di Indonesia",suaratifapapua.com



Surabaya, suaratifapapua.com, - Pembukaan kegiatan treatment advocacy Summit yang digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) pada Selasa (27/8) kemarin berjalan dengan sukses.

70% persen dari 233 peserta antaranya adalah orang dengan HIV dan AIDS dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti rangkaian acara yang dibagi dalam 23 sesi selama 4 hari ini.

Salah satu sesi yang menjadi menarik pada kegiatan ini ialah setelah dilakukan test singkat yang dilakukan oleh salah satu narasumber yang menanyakan, "berapa lama setelah tau status HIV, Anda memulai pengobatan ?". Ternyata sebagian besar ODHIV menjawab bahwa ketika mengetahui status HIVnya mereka langsung mengkonsumsi obat ARV.

Hal ini membuktikan bahwa kerja-kerja yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak yang peduli terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS membuahkan hasil. 

Aditya Wardhana selaku pimpinan Indonesia AIDS Coalition menuturkan bahwa "Indonesia PLHIV Treatment Summit merupakan sebuah ajang pertemuan besar bagi seluruh ODHA di Indonesia untuk kembali merefleksikan, berdiskusi dan menyusun kembali strategi penanggulangan HIV di Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura




Related Posts:

Perlu Komitmen untuk Meningkatkan Akses Pengobatan HIV dan AIDS, suaratifapapua.com

Pembukaan acara Indonesia PLHIV Treatment Summit oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) di Surabaya, Selasa (27/8).

Surabaya (28/8), suaratifapapua.com -  Meningkatkan cakupan pengobatan orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) menjadi salah satu tantangan dalam mengendalikan epidemi HIV dan AIDS di Indonesia. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan sudah menjamin  obat ARV (Antiretroviral) tidak akan habis persediaannya hingga di kota/ kabupaten di Indonesia.

Demikian disampaikan   Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI, dr Wiendra Waworuntu, M.Kes, usai memberikan sambutannya dalam pembukaan Indonesia PLHIV Treatment Advocacy Summit 2019, yang berlangsung di Surabaya, Rabu (27/8).

Menurut Wiendra, pihaknya berharap target pengobatan yang telah ditetapkan secara bertahap sebelumnya dapat tercapai. Seperti diketahui, dari estimasi jumlah ODHA di Indonesia sebanyak 640.443, Kementerian Kesehatan RI menetapkan target pengobatan berturut-turut pada 2018 mencapai 20 persen, pada 2019 sebanyak 28 persen,  dan pada 2020 mencapai 40 persen.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI, dr Wiendra Waworuntu, M.Kes


Wiendra menyatakan,  komitmen dan keterlibatan semua pihak diperlukan untuk meningkatkan jumlah ODHA yang mengakses pengobatan.
“Salah satu caranya adalah keterlibatan komunitas. Bagaimana pun, pelibatan ODHA yang patuh dalam mengikuti terapi ARV adalah cara penting untuk mencapai pengobatan efektif,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, pakar HIV dan AIDS di Indonesia mengatakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam mengendalikan HIV adalah tes HIV. Saat ini masih banyak ODHA yang tidak mengetahui status HIV nya, sehingga jalan satu-satunya adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk mau melakukan tes HIV.

“Kita harus membuat masyarakat berani tes HIV. Di tempat lain bahkan pimpinan negara yang menjadi teladan dengan mengikuti tes HIV sehingga rakyatnya berbondong-bondong mau mengikuti tes HIV,” ujarnya kepada media setelah memberikan paparan dalam sesi mengenai perjalanan tiga dekade program penanggulangan AIDS di Indonesia.

Ia juga mengapresiasi terselenggaranya acara seperti Indonesia PLHIV Treatment Advocacy Summit 2019 yang diselenggarakan Indonesia AIDS Coalition (IAC) ini. Menurutnya, pertemuan komunitas pegiat HIV/AIDS sangat bermanfaat untuk terus mengingatkan bahwa HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang penting untuk dituntaskan.

Indonesia PLHIV Treatment Summit merupakan sebuah ajang pertemuan besar bagi seluruh ODHA di Indonesia untuk kembali merefleksikan, berdiskusi dan menyusun kembali strategi penanggulangan HIV di Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade. 

Kegiatan yang berlangsung di Surabaya, sejak 27 hingga 30 Agustsus 2019 ini digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) melalui dukungan sejumlah pihak yang datang dari lembaga berbasis komunitas, development partners dan pemerintahan. Sebanyak 233 peserta yang 70 persen di antaranya adalah orang dengan HIV dan AIDS dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti rangkaian acara yang dibagi dalam 23 sesi selama 4 hari ini.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, sejak pertama kali dilaporkan tahun 1987 hingga Maret 2019, jumlah kumulatif infeksi HIV di Indonesia mencapai 338.363 kasus dan jumlah AIDS mencapai 115.601 kasus.  Sebanyak 461 dari 514 kabupaten/ kota di Indonesia, atau hampir 90 persen kabupaten/ kota di Indonesia telah melaporkan adanya temuan kasus HIV dan AIDS. 


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pemeriksaan Viral Load HIV, "Pelayanan Kesehatan Perlu Inovasi-inovasi Baru", suaratifapapua.com

Peserta TAS 2019 sedang mengikuti pemeriksaan Viral Load HIV

Mobile Test Viral Load  atau test jumlah virus HIV, ini adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) pada kegiatan Treatment Adocacy Summit yang digelar pada  Selasa (27/8) bertempat di Hotel Fairfield Marriott Kota Surabaya.

Kegiatan ini cukup menarik perhatian semua peserta kegiatan, untuk hari pertama yang melakukan pemeriksaan melebihi target dari panitia dan tim medis.

Muhammad Irvan peserta asal Deli Serdang menuturkan sangat senang dengan kegiatan ini," Ia saya sangat senang mengikuti kegiatan ini, selain memperoleh banyak pengetahuan baru saya juga ikut melakukan pemeriksaan test Viral Load".

" Saya sudah sepuluh tahun konsumsi ARV namun karena didaerah saya belum ada layanan pemeriksaan Viral Load, maka saya dan teman-teman ODHIV di Deli Serdang belum pernah periksa".

Petugas Kesehatan Sedang Melakukan Pemeriksaan Serum Viral Load pada kegiatan TAS 2019 Surabaya


"Pemeriksaan ini merupakan ajang pembuktian bagi saya untuk angka keberhasilan dalam konsumsi ARV, ucap Muhammad Irvan menambahkan saat diwawancara oleh jurnalis suaratifapapua.com.

Sementara Sabam selaku ketua panitia TAS 2019 menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan mobile Test Viral Load ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada teman-teman yang ingin memeriksakan Viral Load bahkan untuk teman-teman ODHIV yang belum pernah memeriksakan diri.

" ia kami harapkan dengan kegiatan pemeriksaan Viral Load ini dapat memberikan manfaat kepada teman-teman ODHIV, dan tentunya kegiatan ini kerjasama kita dengan pihak layanan dari BBLK, Dinas Kesehatan Jawa Timur dan tentunya dengan Kemenkes RI".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pengembangan Jurnalis Warga Kota Jayapura, suaratifapapua.com


Anggota Jurnalis Warga Kota Jayapura Sedang Mewawancarai Kepala Sekolah SD N 6.88 Perumnas II Waena

Kota Jayapura,suaratifapapua.com,- Kegiatan Jurnalis Warga Go to School yang dilaksanakan oleh JW TIFA beberapa waktu lalu di SD 6.88 Perumnas II Waena dan SD N.2 Koya Barat cukup menarik perhatian.

Kegiatan ini merupakan momen menarik minat siswa siswi disekolah dasar sekaligus merupakan momen belajar lagi buat anggota Jurnalis Warga Kota Jayapura.

Vinica dan beberapa siswa dari SMK N.2 Jayapura yang bergabung dengan forum Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) terlihat bersemangat dan larut dalam suasana kegiatan JW Go to School.

"Kami sangat senang bisa bergabung dan belajar bersama di JW TIFA, awalnya takut untuk menulis berita namun terus kami lakukan diskusi, berbagi pengalaman akhirnya saya mulai mencoba untuk menulis berita",ucap Ariqah menjelaskan.

"Pertama kali menulis, berita yang saya buat ialah tentang sampah yang berserakan dipantai Hamadi, dan saya senang sekali karena bisa dimuat diwebsite suaratifapapua.com".

Sementara itu Hank Patayjera salah satu anggota Jurnalis Warga Kota Jayapura yang bergabung sejak 2018 menjelaskan bahwa banyak pengalaman yang ia dapatkan bersama JW TIFA, " ia saya senang bisa bergabung di JW TIFA, banyak pengalaman menarik dalam membuat berita untuk peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat".

"Selain menulis saya juga membuat video-video pendek, bahkan waktu bersama Program USAID KINERJA saya sempat membuat video dokumenter tentang pelayanan kesehatan dan pelayanan pendidikan".

"selain itu saya juga pernah dapat Apresiasi dengan mendapatkan sebuah kamera, selain itu pernah diundang ke Jakarta untuk ikut pertemuan evaluasi terkait program jurnalis warga bersama fasilitator daerah Kota Jayapura"

"Untuk ade-ade yang baru bergabung saya harapkan untuk selalu semangat, terus berkreasi dan mendorong perubahan pada pelayanan publik di Kota Jayapura, sehingga masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Akses Jalan Abepura - Keerom Dalam Tahap Perbaikan, suaratifapapua.com

Kondisi salah satu titik jalan Abepura - Nafri


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Longsor dibeberapa titik sepanjang jalan dari Abepura menuju daerah Koya maupun Kabupaten Keerom akibat hujan beberapa waktu lalu tampaknya sudah mulai diperbaiki oleh pemerintah Kota Jayapura.

Kamis (22/8) tampak beberapa himbauan peringatan dipasang pada area-area longsor sehingga masyarakat yang melintas harus lebih waspada lagi.

Pekerjaan perbaikan ini sendiri sudah dikerjakan kurang lebih selama 2 bulan lebih, karena tenaga terbatas sehingga semua belum selesai.

Papan peringatan dan tanpak perbaikan yang sedang dikerjakan oleh petugas


Ansori salah satu warga Kabupaten Keerom yang juga sebagai sopir taksi menuturkan bahwa dirinya kwatir kalau curah hujan cukup tinggi, karena jalan utama ini banyak sekali daerah longsornya," ia saya kwatirlah mas soalnya kita inikan sopir, tentunya akses jalan menjadi penting buat kami, sehingga bisa ada pemasukan, lah kalau jalan rusak otomatis kami ga bisa cari penumpang".

"Harapan saya cuaca tetap baik sehingga perbaikan--perbaikan jalan cepat selesai dan kami ga perlu kwatir lagi kalau hujan", soalnya beberapa waktu ini kalau hujan kami ini was-was, mana jalannya dekat jurang lagi".

"terimakasih juga karena pemerintah Kota Jayapura bergerak cepat sehingga beberpa titik jalan yang rusak akibat longsor sudah diperbaiki".


Penulis : Ezra - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Revitalisasi Satuan Karya Saka Bakti Husada, suaratifapapua.com

Foto Bersama Pengurus dan Beberapa Peserta Kegiatan


Kota Jayapura, suaratifapapua.com, Pertemuan koordinasi berkala Saka Bakti Husada di kantor kementerian sosial kamkey provinsi papua, pada Jumat (23/8) lalu. Saka Bakti Husada merupakan wadah pengetahuan, pembinaan, keterampilan, penambahan pengalaman untuk membaktikan diri kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.


Saka tersebut mempunyai upaya penguatan struktur kelembagaan yaitu penguatan kelembagaan SBH di berbagai jenjang, peningkatan jejaring kerja pinsaka, peningkatan kapasitas pamong dan instruktur SBH, dan database anggota SBH. Kegiatan ini dihadiri 50 orang diantaranya dari kwartir daerah gerakan pramuka dan sekolah-sekolah.

Saka Bakti Husada adalah salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan.
 
Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional. Pembinaan Saka Bakti Husada berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan instansi-instansi kesehatan lainnya.
 
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan dalam bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.
 
"Saya hadir melakukan suatu pertemuan koordinasi dengan pimpinan Saka Bakti Husada daerah Papua untuk membicarakan, mengevaluasi dalam mempersiapkan kegiatan-kegiatan dibawah pilar revitalisasi yaitu penguatan sumber daya,  pengembangan kapasitas dan optimalisasi", Kata Marlina Ginting selaku Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional"


Penulis : Ariqah - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pemerintah Kota Jayapura, Vanimo dan Wewak Siap Bekerjasama Perangi Narkoba, suaratifapapua.com

Foto Bersama Pemerintah Kota Jayapura Bersama Pemerintah Kota Vanimo dan Kota Wewak


Kota Jayapura, suaratifapapua.com, pada tahun 2009 presiden Joko Widodo menyatakan perang terhadap Narkoba, hal ini tersurat dalam UU 35 tahun 2009 dan terintruksi dalam kerja nyata untuk menghukum pengedar narkoba.

Tindakan ini tentu saja dikarenakan isu Narkoba dalam Indonesia sangat mengkuatirkan. Penggunaan Narkoba tidak sesuai dengan cita-cita bangsa dan merusak pemuda pemudi Indonesia yang adalah penggerak masa depan bangsa.
Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kota Jayapura sebagai salah satu garda perbatasan NKRI ,turut serta memerangi narkoba khususnya didaerah perbatasan. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah Kota Jayapura mengundang pemerintah Kota Wewak dan pemerintah Kota Vanimo, pada Kamis (15/8) lalu, Untuk turut meminimalisir peredaran Narkoba di Kota Jayapura.
Kekerabatan dan keakraban antara masyarakat perbatasan Kota Jayapura , Republik Indonesia dan Kota Wewak dan Kota Vanimo, Papua Nugini menumbuhkan kerjasama antara ketiga kota dan kedua negara. Kerjasama tersebut membawa kekuatan kawasan bagi Republik Indonesia dan Papua Nugini di kawasan Pasifik.

Wilayah Kota Jayapura yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini membawa pada problema peredaran narkoba jenis ganja dikawasan perbatasan RI- PNG. Namun pertemuan persahabatan dalam rangka pencegahan peredaran narkoba jenis ganja adalah bentuk manifestasi dari kerjasama bilateral yang sehat yang bertujuan untuk menyelesaikan isu perbatasan dengan tetap menghormati kedaulatan hukum ditiap negara.
Selain itu pertemuan ini juga bertujuan untuk mencegah arus keluar masuknya peredaran dan perdagangan narkoba jenis ganja dikawasan perbatasan dan prekursornya, mencegah upaya pembukaan lahan dikawasan  perbatasan RI - PNG sebagai lahan penanaman ganja, menjaga keamanan dan ketertiban didaerah perbatasan masing-masing serta yang menjadi penting ialah menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

KPA Kota Jayapura Siap Gandeng Media Untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS

Rapat Evaluasi Bersama Tokoh Adat, Agama, LSM, Focal Poin dan IAC - ACS Kota Jayapura


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jayapura terus melakukan evaluasi terkait dengan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura.
Selasa, (20/8) kemarin kembali dilakukan pertemuan dengan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura dengan melibatkan juga Organisasi Perubahan Sosial (OPSI), PKBI Kota Jayapura, IAC - ACS dan Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura.
Wakil Walikota Jayapura yang juga selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jayapura menuturkan bahwa kedepan diharapkan para tokoh agama harus terlibat aktif untuk program HIV, " Ia saya sangat mengharapkan keterlibatan semua pihak untuk sama-sama bergandengan tangan untuk program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura".

Wakil Walikota Jayapura Saat Memberikan arahan kepada semua stakeholder yang hadir

"Ia ini merupakan kegiatan lanjutan dari pertemuan sebelumnya bersama FKUB Kota Jayapura, kita sudah melakukan kegiatan program berani periksa, dan sudah sekitar 400 lebih orang atau masyarakat yang sudah memeriksa darah HIVnya ( VCT)".
" Selanjutnya kami harapkan para tokoh agama di Kota Jayapura yang mempunyai jemaat dan jemaah menghimbau agar mereka juga mau periksa HIV, semuanya gratis, tim medis kami juga sudah siap, tinggal dikoordinasikan saja".
Hal senada juga disampaikan oleh dr.Ni Nyoman Sri Antari selaku kepala dinas kesehatan Kota Jayapura, " kami dari pihak kesehatan siap, yang penting warga masyarakat sudah paham informasi HIV dan selanjutnya berani melakukan pemeriksaan HIV".

Suasana Rapat Bersama Stakeholder Kota Jayapura

Gerrard selain sebagai ARV Comunity Support (ACS), juga sebagai Koordinator Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura menuturkan kedepan apabila para tokoh agama dan adat mau membuat kegiatan sosialisasi kepada jemaat atau jema'ahnya dapat melibatkan teman-teman media, karena beberapa teman-teman media sudah mengikuti pelatihan terkait HIV juga, sehingga kedepan dengan keterlibatan media maka semakin banyak masyarakat yang terpapar informasi tentang HIV.
Menanggapi apa yang disampaikan oleh Gerrard, maka Ketua KPA Kota Jayapura menyatakan kedepan akan melibatkan media informasi yang ada di Kota Jayapura seperti Radio, media cetak, media online termaksud Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura.


Penulis - Jilhan Kantoli - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Senang Akhirnya Jalan Raya Waena Padang Bulan diPerlebar, suaratifapapua.com

Kondisi Jalan Depan Puskesmas Abepura


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Pemerintah Propinsi Papua terus berbenah untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON  pada tahun 2020.
Hal ini terbukti dengan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan semua fasilitas pendukung lainnya. 

Salah satu fasilitas yang tidak luput dari pemerintah ialah pembangunan infrastruktur seperti jalan raya Padang bulan - Waena.
Beberapa bulan yang lalu jalanan ini sering dikeluhkan oleh masyarakat karena sempit, dan kalau terjadi kerusakan pada jalan alternatif maka akan terjadi kemacetan hingga mencapai 3 kilometer.
Selain perbaikan jalan dilakukan juga pelebaran jalan, sehingga beberapa rumah penduduk yang berada dibibir jalan ikut ditertibkan juga.
Samsul salah satu masyarakat yang rumahnya ikut ditertibkan menyatakan tidak keberatan karena memang apabila rumahnya diukur, sebagian berada di bahu jalan.
Selain itu Slamet yang juga merupakan warga Kota Jayapura menuturkan perasaannya yang sangat senang karena pemerintah akhirnya membenahi jalan raya Waena Padang bulan ini," ia saya sangat senang, sekarang jalan ini sudah diperbaiki,harapan saya kedepan tidak akan terjadi macet panjang lagi, selain itu ini juga membuktikan kesiapan kita sebagai tuan rumah PON 2020 nanti.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pentingnya Peran Tokoh Adat dan Agama Terhadap Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS, suaratifapapua.com

Tokoh Adat, Agama, Focal Point OPSI dan ACS-IAC  Kota Jayapura Saat Foto Bersama Wakil Wali Kota Jayapura


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Peran Stakeholder dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS sangat di butuhkan, khusunya tokoh agama dan tokoh adat, agar bersama-sama dengan pemerintah, LSM serta organisasi-organisasi yang bergerak untuk isu HIV, serta komunitas-komunitas yang ada di Kota Jayapura.

Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) dalam kesempatan ini bersama KPA Kota Jayapura melakukan pertemuan bersama yang berlangsung di ruang rapat wakil walikota pada Selasa (20/8) kemarin. 

Diskusi Bersama Untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura
Kegiatan ini di hadiri oleh Bapak Rustan Saru selaku Ketua KPA Kota Jayapura yang juga sekaligus membuka kegiatan, dalam sambutannya sekaligus meminta respon dan komitmen dari setiap peserta yang hadir untuk aksi berani periksa yang sedang di jalankan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Di hadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Sekertaris KPA Kota Jayapura, Kementrian Agama, Ketua FKUB Kota Jayapura dan seluruh Ketua dan perwakilan dari Organisasi Keagamaan di Kota Jayapura dan Perwakilan dari Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay.

Pertemuan ini membahas tentang pentingnya informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari penurunan stigma dan diskriminasi bagi komunitas serta peran Tokoh adat dan Tokoh Agama dalam mensosialisasikan informasi, yang di harapkan dapat terus menerus di sampaikan pada saat khotbah, atau pertemuan keagamaan dan juga di kalangan masyarakat.

Tingginya stigma dan diskriminasi bagi komunitas, di harapkan menjadi perhatian bersama, dan gerakan bersama, agar ke depan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi sebagai bagian dari fast track.

Pada pertemuan ini juga sekaligus mengevaluasi apa saja yang sudah di lakukan oleh stakeholder pasca komitmen bersama yang di buat keterlibatannya dalam program P2HA dan rencana bersama yang akan di lakukan ke depan yaitu melakukan aksi berani periksa yang di kordinir oleh setiap organisasi keagamaan dan sampai ke kampung2 yang ada di Kota Jayapura bersama LMA.

Harapan dari kegiatan ini adalah, adanya gerakan dan aksi bersama dalam program P2HA dan keterlibatan dari semua pihak dan masyarakat.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

275 Kasus, KPA Kab.KEEROM Ajak Masyarakat Semua ikut Terlibat Aktif, suaratifapapua.com

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom Sedang Memberikan Keterangan Kepada Masyarakat Arso Kota

Keerom, suaratifapapua.com,- Momentum perayaan HUT RI ke-74 digunakan sebaik-baiknya oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom pada Sabtu (17/8) Lalu. Hal ini dilakukan mengingat angka kasus penduduk Keerom yang terinfeksi virus HIV sudah mencapai 275 kasus / 30 Juni 2019, pada data kasus yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Papua.

Kabupaten Keerom yang memiliki luas wilayah 9.365Km terdiri dari 11 Distrik, 91 kampung dan pada sisi bagian timur berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu PNG. Selain permasalahan HIV dan AIDS Kabupaten Keerom juga memiliki tantangan lainnya yaitu seperti : Malaria, Miras dan Narkoba.

Antusias Masyarakat Arso Kota Saat Nonton Film Yang di Putar KPA Kabupaten Keerom

59.406 jiwa penduduk Kabupaten Keerom, sedangkan penduduk asli hanya 9.083 jiwa hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat dipikul oleh Komisi Penanggulangan AIDS dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.

Pemutaran Film dan Pembagian Media oleh KPA.Kab.Keerom - Nampak Warga Sedang Membaca Poster yang dibagikan
Yustina Pabeno selaku sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan ini ialah sudah merupakan agenda dari KPA Kabupaten Keerom, " Ia kegiatan ini ialah selain untuk memeriahkan perayaan HUT RI tapi juga merupakan upaya kami untuk meredam perkembangan penularan virus HIV di Kabupaten Keerom".

"Selain itu dari hasil pemetaan kasus didapatkan bahwa distrik Arso khususnya menjadi salah satu Kampung penyumbang kasus HIV, sehingga kami merasa perlu untuk masyarakat selalu terpapar dengan informasi HIV".

Selain Nonton Masyarakat Juga Mendapat Media Informasi Tentang HIV dan IMS

"Untuk bisa membuat masyarakat bisa terpapar yang masih relevan saat ini ialah dengan cara pemutaran film, cuma kalau kami cuma membuat pemutaran film dengan moment HUT saat ini, sangat disayangkan sehingga kami menambahkan dengan kegiatan lain".

"mulai sore kami mulai dengan lomba-lomba untuk memeriahkan HUT RI ke-74 dan malamnya kami lanjutkan dengan pemutaran film, film tentang pendidikan, tentang HIV dan kehidupan sosial yang dapat membawa pesan kepada masyarakat".

Anak-anak menikmati pemutaran film edukasi yang diputar KPA.Kab.Keerom

"harapan kami dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom ialah semoga kedepan ada fedbeck dari masyarakat kampung, dan kegiatan-kegiatan ini selanjutnya menjadi kebutuhan dari kampung, selanjutnya kami harapkan juga masuk dalam agenda kegiatan kampung seperti yang dinyatakan oleh kepala kampung Arso Kota".

"kami juga berharap kepada kepala-kepala kampung yang lainnya serta kepada semua stakeholder, bahwa program pencehan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Keerom menjadi tanggung jawab kita semua, sehingga mari kita semua bergandeng tangan dan sama-sama mari kita bekerja".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

" Kami Senang Bisa Merayakan HUT RI, Terimakasih KPA Keerom, suaratifapapua.com


Keerom, suaratifapapua.com, Kemeriahan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-74 kali ini benar-benar dirasakan oleh warga masyarakat Arso Kota. hal ini terlihat dari semangat dan antusias masyarakat yang mengerumuni halaman balai posyandu pada Sabtu (17/8) lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan atas kerjasama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Keerom ini dengan melibatkan warga kampung dan juga jurnalis warga (JW TIFA) Kota Jayapura.

Wehelmince - Kader Posyandu Puskesmas Arso Kota

Sekitar 200 orang warga datang mengikuti perlombaan-perlombaan yang dilaksanakan panitia, bahkan sebelum lomba peserta dari anak-anak diwajibkan untuk dilukis wajahnya dengan cat air. hal ini semakin menarik karena

Panitia dan Ibu-ibu Sedang Menyiapkan Bubur Kacang Hijau Bagi Masyarakat

Wehelmince salah satu kader posyandu dari puskesmas arso kota menuturkan bahwa dirinya sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh KPA Kabupaten keerom kali ini, " Ia saya sangat senang, karena melibatkan anak-anak dalam lomba dan bermain bersama mereka, selain anak-anak, mama-mama juga bapa-bapa semua dilibatkan, ini kegiatan yang luar biasa tidak seperti perayaan HUT RI ditahun sebelum-sebelumnya, ditahun-tahun sebelumnya bahkan tidak ada perayaan sama sekali".

"bahkan anak-anak muda dikampung ini mereka pergi ikut kegiatan dikampung lain pada tahun sebelumnya, Saya senang sekali tahun ini warga masyarakat, bahkan ibu-ibu membantu KPA untuk menyiapkan bubur kacang hijau". 

Pius Borotian - Kepala Kampung Arso Kota

Sementara itu Pius Borotian selaku kepala kampung Arso Kota mengatakan bahwa pemerintah kampung sangat senang," Ia kami sangat-sangat senang bisa merayakan HUT RI ke 74 kali ini, apalagi kegiatan-kegiatan seperti ini yang diharapkan warga masyarakat, apalagi hampir semua warga dilibatkan, mulai dari anak-anak, mama-mama dan juga bapa-bapa, biasanya mereka berkebun namun kemarin pada saat dihubungi saya langsung sampaikan kepada masyarakat".

Kepala kampung juga mengatakan melihat antusiasme masyarakat yang sangat haus akan hiburan, " saya lihat masyarakat haus akan kegiatan hiburan, dan dengan melihat akan hal ini muda-mudahan kami bisa membuat kegiatan yang sama dan tentunya kami sangat mengharapkan partisipasi dari para pihak termasuk pemerinta Kabupaten Keerom". 


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura




Related Posts:

Perayaan HUT RI Ke-74 Warga Arso Kota, suaratifapapua.com

Foto Bersama anak-anak peserta lomba


KEEROM, suaratifapapua.com,- Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (17/8) oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Keerom di Kampung Arso Kota berlangsung sangat meriah, di halaman balai Posyandu.
Kegiatan ini tidak hanya di hadiri oleh anak-anak tetapi juga orang tua serta pemuda pemudi, dan mengikuti lokba yang di adakan.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Tujuh Belas Agustus bersama semua yang hadir. Dalam kegiatan ini dilakukan berbagai lomba untuk bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak, seperti lomba lari bola dengan menggunakan sendok, memasukan bola kedalam gelas, meniup bola, mewarnai dan melempar gelas dengan bola. 
Anak-anak sedang mendengarkan pengarahan dari panitia

Masyarakat sangat bersemangat, apalagi dengan hadiah-hadiah menarik yang di siapakan, seperti wajan, panci, rantang susun, baju, buku, pensil dan banyak hadiah lainnya yang menarik minat masyarakat untuk terlibat dalam lomba.

Seperti yang di sampaikan oleh Yusnita selaku Sekertaris KPA Kabuaten Keerom bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat, mengajarkan anak-anak tentang arti dari kemerdekaan agar tidak hanya sebatas lomba, namun dapat memberi arti, dan berharap melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan yang ada dalam masyarakat tetap terus ada dan bersama-sama untuk memajukan kampung tercinta ini, dan ke depan semoga bisa dilakukan di kampungain juga yang ada di Kabupaten Keerom.

Tampak Antusias anak-anak mengikuti Lomba

Hal lain juga di sampaikan oleh Aldo yang menjadi salah satu pemenang lomba anak-anak, mengatakan bahwa Aldo sangat senang dengan kegiatan ini, karena kegiatan ini pertama kali ada, dan mereka jarang ada kegiatan-kegiatan di kampung seperti ini. 

Lomba Tiup Bola Pimponh oleh ibu-ibu

Perayaan 17 Agustus yang di lakukan tidak hanya disini, diharapkan mampu menumbuhkan semangat dan jiwa nasionalisme kepada masyarakat terutama anak-anak, agar tidak hanya sekedar ritual atau perayaan lomba, namun mampu memberi nilai dan seluruh masyarakan merasakan arti dari kemerdekaan yang sesungguhnya.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

10 Siswa SD N.2 Koya Barat Praktek Menjadi Jurnalis, suaratifapapua.com

Siswa Sedang Praktek Meliput Berita (foto : Gerrard)


Kota Jayapura, suaratifapapua.com, - Pengambangan program jurnalis di Kota Jayapura melalui dukungan Kantor Pengembangan Media Nusantara [PPMN] terus dilakukan. selain melakukan pembinaan kepada warga yang berminat untuk menjadi jurnalis warga tetapi juga melakukan kegiatan JW Go to School.

Kegiatan ini dilakukan guna memperkenalkan dunia jurnalistik kepada siswa-siswi sekolah dasar yang ada di Kota Jayapura, namun untuk tahun ini baru dilakukan untuk dua sekolah yaitu SD N.6.88 dan SD N.2 Koya Barat.

Siswa Sedang Mewawancarai Tukang Yang sedang Bekerja (Foto : Gerrard)
Setelah memperkenalkan dunia jurnalistik kepada siswa-siswi di SD N 6.88 Perumnas dua Waena kegiatan serupa kembali dilakukan pada Sabtu [10/8] kepada 10 siswa-siswi SD N.2 Koya Barat. Linus Sarawa selaku kepala sekolah mengataka kegiatan seperti ini sangat baik dan dirinya berharap ada kelanjutan kedepannya, '' Ia kegiatan JW Go to School ini sangat bagus, dan kalau bisa dilakukan secara berkelanjutan sehingga anak-anak kami yang sudah mengikuti kegiatan ini terus dibekali.

Kepala Sekolah SD N.2 Koya Barat (Foto : Gerrard)
''saya senang juga karena SD N.2 Koya Barat dipilih untuk menjadi bagian dari program JW Go to School, kami sekolah yang ada dipinggiran Kota Jayapura yang jarang menjadi sekolah pilihan dari program-program pihak dari luar, namun saya bangga sekali kali ini kegiatan ini dapat melibatkan sekolah kami''.

Sementara salah satu siswa, Valen munuturkan dirinya sangat senang karena mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurnalis Warga Kota Jayapura, '' saya senang sekali ikut kegiatan ini,selain belajar menulis tadi saya melakukan praktek mewawancari orang secara langsung, ia saya sudah seperti wartawan benaran,tadi saya wawancara tukang yang sedang mengerjakan pembuatan toilet sekolah''.

'' kakak kalau bisa jangan cuma sekali saja kegiatan ini, supaya apa yang kami belajar tadi tidak hilang, takutnya lupa lagi kalau tidak diajar lagi'', ucap Valen menambahkan.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Penyerahan Jabatan PIK-R BISMANTHATEK SMK N.2 Jayapura, suaratifapapua.cpm

Foto Bersama semua pengurus dan anggota PIK-R SMK N.2 Jayapura

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Kamis, 15 Agustus 2019 lalu telah diadakan Pemilihan dan perekrutan anggota PIK-R Bismanthatek SMK Negeri 2 Jayapura di kotaraja dalam cigombong. PIK-R Bismanthatek merupakan Pusat informasi konseling remaja di bisnis manajemen dan teknologi. 

PIK-Remaja tersebut adalah wadah kegiatan  yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta kegiatan lainnya. 

Peserta rapat tersebut sebanyak 24 orang yang dibina oleh Agnes Wuaten selaku guru dan pembina PIK-R SMK Negeri 2 Jayapura. Adapun agenda yaitu pemilihan ketua dan wakil ketua, penyematan selempang oleh ketua PIK-R lama, kemudian pengenalan Pik bismanthatek.

''Semoga kepengurusan yang baru ini lebih semangat lagi, sehingga setiap program-program dalam pencapain yang dituju semua dapat diraih'', ucap Agnes saat diwawancarai.

hal senada disampaikan oleh Alfret selaku ketua PIK-R sebelumnya, ''Saya berharap kepada ketua PIK-R baru agar dapat nembawa kemajuan untuk SMK Negeri 2 Jayapura, sehingga sekolah ini kedepannya semakin mampu bersaing dan menghasilkas siswa-siswi yang berkompeten ".

Penulis : Arikah - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Radio Bahana Sangkakala Siap Bekerjasama Dengan Komunitas, suaratifapapua.com


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Pasca pertemuan yang di lakukan oleh Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI)  tanggal 8 agustus, di lanjutkan dengan melakukan kunjungan ke salah satu radio yang ada di Kota Jayapura yaitu Radio Bahana Sangkakala (RBH) (9/8) lalu.

Kunjungan media ini dilakukan bersama dengan Fokal Point OPSI, Indonesia Aids Coalition (IAC) yang diwakili oleh ARV Community Support (ACS) dan Enumerator, Media dan Komunitas juga LSM dan Pemerhati HIV.

Tim yang berkunjung disambut baik oleh Angel selaku manager di RBH, dan bahkan mendapat respon positif, salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan kepada Komunitas khususnya ODHIV untuk berbagi kisah menarik dan inspiratif bagi masyarakat sebagai pendengar setia RBH.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun jejaring dengan media, dan di harapkan kedepan akan ada pemberitaan positif dari komunitas yang dapat di bagikan melalui RBH.

Seperti yang disampaikan oleh Angel, ini merupakan kesempatan dan sesuatu yang menarik juga sangat bermanfaat, dan kedepan semoga dapat bekerjasama secara berkelanjutan, dengan adanya MOU antara RBH dan Komunitas, yang bisa di wakili oleh OPSI Nasional.

Pada kesempatan yang sama, Hiswita Pangau selaku Fokal Point OPSI mengatakan bahwa, "kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan media, dan dengan adanya kegiatan ini di harapkan ke depan lebih banyak media yang dapat mendukung pemberitaan yang sensitif komunitas, dan melalui RBH dapat menjadi bagian penting dalam penurunan stigma dan diskriminasi, sedangkan untuk MOU akan di diskusikan dengan semua komunitas, karena Hiswita merasa bahwa dirinya hanya perpanjangan tangan untuk membantu komunitas, selanjutnya tetap kembali kepada komunitas, namun ini merupakan kesempata berharga dan bermanfaat, dan tidak akan di sia-siakan".

Dengan adanya kegiatan ini, semoga memberi manfaat bagi komunitas dan menjadi awal yang sangat baik sekali untuk keterlibatan media dalam isu komunitas khususnya bagi ODHIV.



Penulis : Arman Gultom - Jurnalis Warga Kota Jayapura
Foto Bersama Komunitas dan Pihak Radio Bahana Sangkala

Related Posts:

"Potensi Wisata Papua Sangat Menjanjikan Dimata Dunia, Namun Perlu Dikemas Lagi", suaratifapapua.com

Diskusi antara Kadispar Provinsi, Kadispar Kabupaten Jayapura dan Pengurus Genpi Papua (Foto : Gerrard)

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Bila dikaitkan dengan pembangunan perekonomian dengan suatu pertumbuhan yang berimbang, pariwisata dapat diharapkan memegang peranan yang menentukan dan dapat dijadikan sebagai katalisator untuk mengembangkan pembangunan sektor-sektor lainnya, karena tidak hanya perusahaan-perusahaan yang dapat menyediakan penginapan (hotel), makanan dan minuman (bar dan restaurant), perencanaan perjalanan (tour operator), pramuwisata (tourist guide), tetapi pariwisata juga memerlukan pula prasarana ekonomi seperti jalan-jalan, jembatan, terminal, lapangan udara, fasilitas olah raga, kantor pos dan telekomunikasi, bank, money changer.

Hal ini juga menjadi salah satu yang mendorong pemerintah provinsi Papua berpikir dengan keras untuk memajukan perkembangan dunia pariwisata di Papua. hal ini telah dibuktikan dengan melakukan kegiatan survei dan penyusunan data analisa pasar pariwisata di Kabupaten Asmat dan Kota Jayapura yang sudah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Propinsi Papua. 

Suasana diskusi pada pertemuan FGD (Foto : Gerrard)

Jerry Aronggear selaku narasumber pada jumat (02/08) lalu pada kegiatan FGD survei dan penyusunan data analisa pasar pariwisata di Kabupaten Asmat dan Kota Jayapura menuturkan bahwa telah melakukan penelitian pangsa pasar di Kota Jayapura dan yang diteliti adalah tamu-tamu orang asing yang datang ke perbatasan RI - PNG.

" Ia kita telah melakukan penelitian pangsa pasar di Kota Jayapura dan yang diteliti adalah tamu-tamu orang asing yang datang ke perbatasan RI - PNG, bukan yang dari batas ke indonesia, kami sudah batasi dimetode penelitian".

"pengeluaran turis atau spending of money adalah atraksi wisata yang dibuat oleh orang indonesia diperbatasan, kuliner makanan lokal, foto booth, tempat selfi itu yang kami maksudkan".

"terkait kegiatan FGD pangsa pasar pariwisata di Kota Jayapura, dan setelah diteliti pasarnya sangat jelas bahwa ada tamu lokal dan domestik, tamu lokal adalah warga masyarakat lokal dan kemudian tamu domestik seperti tamu dari makasar, jakarta dan kota-kota lainnya yang datang ke objek atau destinasi wisata yang ada di Kota Jayapura".


"nah, sekarang yang menjadi pertanyaan untuk potensi wisata di Kota Jayapurakan sebenarnya sudah cukup bagus, memang masih mentah belum dikemas dengan baik tapi paling tidak potensinya sangat menjanjikan".

"dimana bisa kita jual untuk kemancanegara, nah untuk manca negara ini yang hinnga kini belum dilirik oleh teman-teman di Dinas Pariwisata kota maupun propinsi", maka dari hasil kajian ini kita langsung membuat FGD untuk melihat hal-hal apa yang menjadi tantangan sehingga akses dari sout pasifik itu tidak dapat masuk ke Papua".

"kita sudah diskusikan bersama berbagai aspek seperti perkembangan transportasi, akses, jarak dan kalau kita lihat untuk penerbangan kendala-kendalanya seperti apa", kita sudah kaji tentunya juga dengan melihat kebijakan-kebijakan pemerintah, dan ternyata kebijakan pemerintah indonesia, Pak Jokowi  sudah sangat mendukung sekali".

"tahun lalu presiden kita pada saat meresmikan monumen kapsul waktu juga sempat menyampaikan langsung kepada gubernur untuk membuka akses kepada sout pasifik".

"sekarang apa yang harus dilakukan, gubernur sudah cukup bicara terus kita tunggu dari pusat, sehingga kita perlu mendukung gubernur melalui kajian-kajian ini sehingga kedepannya pemerintah pusat semakin cepat bergerak".



Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Cilik SD Negeri 6.88 Perumnas II Waena,suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jurnalis warga Kota Jayapura melalui dukungan Kantor Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) ditahun 2019 ini melakukan sejumlah kegiatan guna mengembangkan kemampuan jurnalis warga Kota Jayapura.

Setelah dibekali dengan pemahaman membuat berita sekaligus membuat video dan beberapakali diskusi dalam kegiatan mentoring maka jurnalis warga mampu membuat berita-berita yang luput dari perhatian media utama.

Jurnalis warga mampu mengangkat aneka masalah mulai dari soal pendidikan hingga pengelolaan dana desa, advokasi hak-hak sipil warga hingga soal mencegah pernikahan anak dan lain-lain, jurnalis warga bias menggerakan respons dari media mainstream maupun pemerintah dan dinas terkait hingga membuat perubahan atau mendorong terjadinya solusi.




Kegiatan JW Go to School pada Jumat (09/08) lalu, merupakan kegiatan yang baru bagi jurnalis warga Kota Jayapura, namun  melalui kegiatan ini diharapkan jw mampu mempublikasikan berita-berita terkait pendidikan serta menarik minat dan perhatian siswa siswi di sekolah tentang dunia jurnalistik.

Diana Lumban Gaol selaku kepala sekolah sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh jurnalis warga (JW TIFA) Kota Jayapura, " ia saya sangat senang karena SD 6.88 Perumnas II Waena ini mendapat perhatian dari berbagai pihak begitu juga dengan jurnalis warga Kota Jayapura yang pada kesempatan ini sudah datang dan memberikan pemahaman-pemahaman terkait dunia jurnalistik".

Jurnalis Warga Kota Jayapura Saat Foto Bersama Kepala Sekolah SD N.6.88 Perumnas 2 Waena

"ia sebenarnya di SD 6.88 ini dulu sudah pernah jurnalis cilik dengan dukungan USAID KINERJA, namun siswa-siswinya sudah lulus dan programnya sudah selesai, harapan saya jurnalis warga Kota Jayapura melanjutkan program tersebut, bila perlu menjadi kurikulum di SD N.6.88 dan dapat diajarkan pada saat kegiatan ektrakurikuler sekolah", dan kami pihak sekolah bila perlu membuat MOU".

"untuk 19 siswa-siswi yang sudah mengikuti kegiatan ini saya lihat mereka sangat semangat sampai-sampai belum mau pulang, sehingga sekali lagi kiranya kegiatan ini harus ditindaklanjuti".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts: