Pekerja Seks Perempuan Berhak Atas Perlindungan Hukum, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,-- Dunia Pekerja Seks Perempuan (PSP) itu bukan dunia Delapan Puluh Juta yang seolah dengan mudah di capkan kepada semua PSP, mungkin ada yang bahkan di bayar ratusan atau bahkan tidak di bayar sama sekali.

Beberapa hal yang harus menjadi catatan :

  1. Ada yang bekerja bahkan di bayar dengan makanan
  2. Ada yang bahkan tidak di bayar
  3. Ada yang mengalami kekerasan, namun takut melaporkan
  4. Ada yang menjadi bahan lelucon meski mengalami kekerasan
  5. Ada yang rela mengalami kekerasan demi menyekolahkan anak, menghidupi keluarga dsb

Kemudian ada yang bertanya, kenapa dia memilih pekerjaan itu ? apakah pertanyaan itu perlu di jawab, yang sebenarnya kita tau jawabannya.
Bahkan ketika mengalami kekerasan, tidak di respon, namun kembali dihujat karena pekerjaannya, dan seolah ketika menjadi pekerja seks perempuan, secara otomatis Haknya untuk mendapatkan perlindungan, Hak Kesehatan dsb, seolah tidak ada.

Delapan Puluh Juta, menjadi viral seketika pada bulan Juni lalu, ketika VA tertangkap dalam kasus prostitusi online.

Kalimat ini sering di lontarkan begitu jelas, juga ada yang membuat postingan untuk bahan tertawa, entah sebagai candaan atau bahkan seolah menyindir sesuatu, bahkan seolah menjadi cap buruk untuk beberapa kalangan atau komunitas tertentu.

Bagi beberapa orang mungkin menjadi lelucon, atau seolah mempertegas bahwa setiap perempuan yang bekerja demikian mendapat bayaran yang besar, sehingga masyarakat pun menjadi hakim dan menghujat kelompok tertentu.

Ironis, ketika kita begitu hebat memberi cap buruk kepada sekelompok orang, tanpa berfikir dan bahkan tanpa paham.

Kita bisa dengan mudah memberi cap buruk, namun berapa banyak perut yang dia beri makan, berapa banyak anak yang sekolah tinggi meski dia bahkan tak menempuh dunia pendidikan, berapa banyak hal yang dia lakukan dengan mengorbankan tubuhnya.

Bahkan terkadang, karena stigma dan diskriminasi, mereka bahkan menjadi takut ke gereja, merasa tidak pantas, menutup diri untuk bersosialisasi, anak-anak mereka dan keluarga mereka ikut merasakan dampaknya.

Terkadang mereka terlihat tegar, dan seolah tidak perduli dengan cap buruk, cacian, makian dan bahkan perlakuan kasar, bukan berarti mereka mati rasa, mereka sadar, tidak ada gunanya menjelaskan kepada mereka yang seolah tanpa salah.

Ini bukan persoalan benar atau salah, namun ini persoalan Hak Asasi Manusia yang seolah tidak di anggap hanya karena dia seorang Pekerja Seks.

Pekerja Seks Perempuan, sama dengan perempuan lainnya, berhak mendapatkan perlindungan dan hak-hak untuk mengakses kesehatan dll tanpa stigma dan diskriminasi.
 
 
Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Pekerja Seks Perempuan Berhak Atas Perlindungan Hukum, suaratifapapua.com"

Post a Comment