"Keceriaan Dan Semangat Para Pengungsi Posko Toladan, Kabupaten Jayapura Dalam Keterbatasan", suaratifapapua.com




Sentani, suaratifapapua.com,-- Kamis (30/05) Jurnalis Warga(JW-Tifa) mengunjungi posko korban bencana alam banjir bandang Sentani,Kabupaten Jayapura yang berada di Toladan, dengan membawa bantuan berupa snack,pakaian,sembako,susu bayi,minyak kayu putih dan kelambu. Para pengungsi yang menempati posko tersebut  merupakan penduduk dari RT.02 RW.11 dengan jumlah pengungsi awal sebanyak 330 jiwa yang berasal dari 4 Kabupaten yaitu Pegunungan Bintang, Lanijaya, Puncak jaya dan Tolikaran, namun sekarang pengungsi yang masih bertahan menempati posko tersebut tersisa 40 Jiwa.

"Alasan kami mendirikan posko disini karena tempat yang strategis karena dekat dengan gereja dan jalan raya sehingga memudahkan para relawan untuk memberikan bala bantuan pada kami.

Namun meski kami selalu mendapatkan bantuan kami masih kekurangan beberapa keperluan seperti pakaian dalam wanita dan seragam sekolah karena anak-anak disini masih menggunakan seragam sekolah dengan lambang sekolah dari kota Jayapura padahal mereka bersekolah di kabupaten,namun kami bersyukur karena guru-guru masih memberikan toleransi mengenai hal tersebut meski mereka masih bersekolah dengan peralatan belajar yang seadanya yang penting mereka bisa belajar.

Kami juga akan pindah ke tempat tinggal yang baru yang kami bangun di belakang posko karena kami sudah tidak berpikir untuk kembali ke rumah yang lama karena sudah 2 kali kami mengalami kejadian yang sama, pertama kali pada tahun 2007 dan tahun 2019 ini yang paling parah kami alami,hingga kami memutuskan untuk pindah ketempat baru. Namun kami bersyukur tidak ada korban jiwa hanya harta benda yang hilang.

Lokasi pembangunan tempat tinggal baru sudah direkomendasikan namun soal biaya masih dalam proses dibicarakan dengan pemerintah daerah kabupaten jayapura sehingga sekarang kami masih menggunakan usaha-usaha sendiri. (Ucap Yan Wenda selaku sekertaris koordinator posko)
Meski dengan keterbatasan para pengungsi masih melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan Sukacita seperti yang diakui oleh Yan Wenda.

"Kami masih bekerja seperti biasa mama-mama memasak secara berkelompok sesuai jadwal yang ditentukan, bapak-bapak membangun tempat tinggal baru, sedangkan anak-anak pagi hari mereka bersekolah setelah pulang sekolah ada beberapa yang membantu orang tua mereka mencari kayu untuk pembangunan rumah dan disore hari mereka bermain bola bersama di lapangan sebelah posko."

Namun ada beberapa mama-mama juga yang mengisi waktu luang dengan membuat noken seperti mama Yosina. "Mama kalau sudah selesai masak mama bikin noken supaya mama tidak bosan biar mama juga ada hiburan"(ucap mama Yosina pengungsi posko toladan).
Hal ini membuat para relawan merasa sangat antusias memberikan bantuan karena mereka merasa kagum dengan para pengungsi yang masih bersemangat dan ceria meski dalam kekurangan.

Hal ini dirasakan juga oleh Ariqah Sana seorang siswi yang menjadi relawan yang ikut serta dalam memberikan bantuan ia berkata bahwa " saya merasa kagum karena para pengungsi disini meskipun mereka sedang dalam situasi yang kekurangan tapi mereka masih tetap ceria dan semangat dalam melakukan aktivitas mereka seperti biasa, saya berharap semoga para pengungsi disini bisa mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman serta adek-adek disini bisa terus melanjutkan sekolahnya dan mereka bisa mendapatkan bantuan dari para relawan dan pemerintah sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan sekarang terutama untuk kelancaran pembangunan tempat tinggal mereka yang baru yang akan mereka tempati.

Penulis : Vini - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to ""Keceriaan Dan Semangat Para Pengungsi Posko Toladan, Kabupaten Jayapura Dalam Keterbatasan", suaratifapapua.com"

Post a Comment