Warga Keluhkan Lampu Jalan Sentani Abepura Yang Padam, suaratifapapua.com


Sentani, suaratifapapua.com,- Lampu jalan dibuat salah satunya adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengguna jalan raya maupun pejalan kaki khususnya pada malam hari, sehingga menjadi sangat penting untuk di pasang dan bahkan menjadi salah satu yang harus di prioritaskan, bagi masyarakat. 

Namun berbeda halnya dengan yang ada di beberapa titik jalan Raya Sentani Kabupaten Jayapura, meski ada lampu namun tidak menyala karena rusak, dan hingga kini belum ada perbaikan, bahkan beberapa waktu yang lalu, ada beberapa pengendara yang menjadi korban dari pelaku kejahatan di jalan raya.

Hal ini tentu membutuhkan Perhatian pemerintah, karena ini merupakan jalan utama yang di lalui, seperti yang di keluhkan oleh Ilham salah satu pengendara sepeda motor, "iya mba jadi memang ini gelap sekali, bahaya sekali kalo perempuan, takutnya kenapa-kenapa lagi, waktu itu saja ada yang bawa truk di kertapel malam-malam sampe kepalanya luka, jalan lagi gelap jadi, kita tidak tau orang-orang jahat ini di sebelah mana, masa lampu sudah rusak lama tidak di perbaiki". 

Lampu jalan raya sangat penting bagi pengguna jalan, tidak hanya bagi pengendara namun juga bagi pejalan kaki saat malam hari.
Jadi, diharapkan ini menjadi perhatian pemerintah untuk segera memperbaiki lampu jalan yang rusak.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pasca Banjir Bandang Maret Lalu,Hingga Kini Sebagian PDAM Terganggu, suaratifapapua.com


Sentani, suaratifapapua.com,- Kurang lebih tiga bulan pasca banjir bandang air PDAM belum mengalir, khusunya di perumahan Dobonsolo Sentani Kabupaten Jayapura.
Masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih hingga saat ini, meskipun ada air sumur namun air sumur yang di buatkan oleh perumahan belum dapat di gunakan untuk memasak karena bau lumpur dan bahkan berubah warna coklat. 


Ada yang kemudian menggali sumur ulang yang lebih dalam untuk mendapatkan air yang lebih bersih meski biaya cukup mahal, namun ada juga yang membeli air galon untuk sekedar masak. 
Masyarakat berharap air PDAM secepatnya mengalir agar tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih.

Gambar ini adalah bak air kamar mandi Bapak Ahmad, salah satu warga yang tinggal di perumahan Dobonsolo, "iya jadi hingga sekarang air PDAM tidak ngalir, nah kami kalu tidak beli air galon, minta air tetangga yang ada air bersih karena air perumahan kan kotor, cuci pakean saja kalo yang warna putih, berubah warna langsung, jadi berharap cepat ngalir".
Semoga proses perbaikan segera selesai, dan masyarakat bisa kembali mendapatkan air bersih dari PDAM sebagai salah satu kebutuhan pokok.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Meningkatkan Kapasitas Jurnalis Warga Melalui Pelatihan Fotografi & Video,suaratifapapua.com

Koordinator Jurnalis Warga Kota Jayapura saat menjelaskan kepada semua anggota JW


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Selasa (18/06) waktu lalu, Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura melakukan pelatihan Foto dan Video yang bertempat di Pantai C'Beery di hadiri oleh 11 orang peserta dan 2 orang pelatih.
Pantai C'beery adalah salah satu destinasi yang ramai di kunjungi masyarakat saat ini karena letaknya yang berada tepat di bawah Jembatan Merah yang juga menjadi salah satu Ikon di Kota Jayapura.

Tujuan pemilihan tempat, agar pada saat pelatihan setiap peserta akan langsung mempraktekkan materi yang di berikan, juga peserta dapat meliput berita yang ada di sekitar yaitu, pedagang, pengguna speed boat, pengunjung dan pemilik tempat. 

Peserta di bagi menjadi tiga kelompok, kemudian setiap kelompok diberikan kesempatan untuk berpencar kemudian mencari dan membuat berita, untuk kemudian di presentasikan kembali pada kelas gabungan.

Tujuan pembelajaran dan pembagian kelompok ini adalah, kita mau mendapatkan informasi langsung tentang dampak dari adanya pembangungan jembatan merah atau yang di sebut dengan Jembatan Youtefa, karena seperti yang kita ketahui bahwa salah satu tujuan dari pembuatan jembatan ini adalah untuk menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. 

Peserta saat praktek meliput berita disekitar pantai C'Beeri


Dengan materi yang di berikan oleh dua orang pelatih yaitu Yosef Levi untuk video dan juga Gerrard Raja untuk materi foto, peserta di harapkan mampu untuk membuat berita yang lebih menarik agar melalui foto dan video kita mampu memberikan berita yang baik, menceritakan sesuatu yang real dan sekaligus menyampaikan pesan, sebagai bagian dari informasi dan perubahan.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kali Acai Nasibmu kini, suaratifapapua.com

Kondisi Kali Acai Terkini (Foto : Hiswita)

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,--Kali Acai adalah salah satu sungai yang berada di distrik Abepura, beberapa waktu yang lalu, kali ini telah di bersihkan dan di tata sebaik mungkin, bahkan menjadi tempat nongkrong dengan dibuatkan tempat duduk untuk bersantai, hiasan lampion-lampion yang di pasang, salah satunya agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan di sungai ini.

Kondisi Kali Acai Terkini (Foto : Hiswita)

Sebelumnya kali Acai ini merupakan salah satu tempat yang di penuhi sampah dan menimbulkan bau yang sangat menyengat, membuat masyarakat sekitar tidak nyaman.
Berbagai aksi di lakukan untuk memberikan perubahan di daerah ini, baik Pemerintah yaitu dinas terkait, organisasi peduli dan juga kerjasama dengan stakeholder dan masyarakat setempat. Namun seperti yang terlihat, mulai ada sampah-sampah yang tergenang, tempat duduk yang atapnya jatuh dan rusak, dan mulai tidak terurus, lampion-lampion yang dulu mempercantik tak lagi terlihat. 

Kondisi Kali Acai Terkini (Foto : Hiswita)

Meskipun sampah saat ini tidak sebanyak dulu, namun penting sekali mesyarakat memahami akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai, apalagi sungai ini sangat dekat sekali dengan pemukiman warga dan jalan yang di lalui oleh masyarakat.

Penulis : Hiswita Pangau-Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pantai C'Berri Wisata Baru Yang Banyak Dikunjungi Masyarakat Kota Jayapura, suaratifapapua.com

Jurnalis warga kota Jayapura saat sedang membuat pelatihan di Pantai C'Berri (foto : Gerrard)


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,-- Semenjak di bangunya jembatan Holtekam yang menghubungkan Hamadi dan Koya, mulailah bermunculan tempat - tempat wisata baru di sekitar lokasi pembangunan jembatan.

Salah satunya yaitu Pantai Cibery yang letaknya sangat strategis karena berada tepat di samping jembatan Youtefa, walaupun belum di resmikan tapi sdh ada beberapa wisatawan lokal yang mengunjungi pantai tersebut.

Selasa (18/6) tampak sebagian warga masyarakat sekitar Pantai C'beri sedang membuat para-para untuk mempercantik tampilan pantai ciberi karena nanti jika sudah di resmikan maka akan lebih banyak pengunjung yang datang.

Salah satu pemilik para-para mama Yospince menuturkan masih banyak yang perlu di benahi, selain pembuatan para-para untuk bersantai, tempat foto-foto (selfi area), pembuatan MCK dan juga penyediaan Air bersih juga tidak kalah pentingnya.

"Karena wisatawan yang datang mandi-mandi pasti perlu tempat untuk bilas dan ganti pakaian, dan Air bersih masih menjadi kendala karena masih swadaya  ambil dari hamadi dengan cara isi di galon dan di angkut dengan speed boat ke pantai ciberi". Lanjut mama Yospince menjelaskan.

Selain itu juga mama Yospince menuturkan harapannya bahwa, semoga kedepanya ada solusi untuk air bersih sehingga bisa mempermuda Mama-mama yang jualan mau cuci-cuci barang jualan ataupun wisatawan yang datang berkunjung.

Penulis : Jilhan Kantoli - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pelatihan Foto & Video Bagi Jurnalis Warga Kota Jayapura,suaratifapapua.com

Suasana pelatihan foto dan video bagi jurnalis warga kota Jayapura (foto : Gerrard)

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,-- Guna meningkatkan kapasitas anggota jurnalis warga (JW TIFA) Kota Jayapura dalam menghasilkan Berita-berita maka melalui dukungan Kantor Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) ditahun 2019 ini para anggota jurnalis warga dibekali dengan pengetahuan terkait fotografi dan video.

Selasa (18/6) bertempat di Pantai C'Berri yang merupakan salah satu tempat wisata di kota Jayapura,11 orang anggota jurnalis warga tampak serius mengikuti pelatihan tersebut.

Anggota Jurnalis Warga serius mengikuti sesi
(foto : Gerrard)


"Jurnalis warga sangat berperan penting dalam mendorong perubahan pada pelayanan publik di Kota Jayapura, sehingga saya sangat mengharapkan dengan kegiatan peningkatan kapasitas bagi jurnalis warga ini kedepannya teman-teman semakin mantap dalam menghasilkan Berita-berita yang baik dan berkualitas",ucap Yosep Levi disela-sela pelatihan.

"Saya juga berharap untuk teman-teman yang baru bergabung jangan merasa minder dengan hasil foto atau video dengan orang-orang yang sudah bagus liputannya, jangan malu bertanya kalau mau semakin mahir", tambah Yosep menjelaskan kepada Jurnalis Warga Kota Jayapura.

Anggota Jurnalis Warga foto bersama
(Foto : Gerrard)

Sementara saat dikonfirmasi, Lena menuturkan bahwa dirinya sangat senang dengan pelatihan foto dan video," ia saya sangat senang karena akhirnya saya tau cara mengambil foto dengan komposisi yang pas begitu juga dalam membuat berita melalui video", saya berharap kedepannya perlu diadakan lagi, sehingga teman-teman yang belum bergabung dapat mengikuti pelatihan seperti ini".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

2020 Kampung Yowong Alokasikan Dana APBK Untuk Berantas Malaria, suaratifapapua.com

Tim Malaria Center Saat Berdiskusi dengan Kepala Kampung


Keerom, suaratifapapua.com,-- Program MACE (MAlaria CEnter) Jum(at) Keliling kembali mengunjungi Kampung Yowong Distrik Arso Barat pada Jumat (14/6) lalu.

Petugas menemui Kepala Kampung Yowong Bapak Anselmus Tafon dirumah kediamannya. Pada prinsipnya kepala kampung sangat mendukung program kesehatan di kampungnya dengan mengalokasikan anggaran untuk kesehatan dalam APBK /Anggaran Kampung berupa pembelian bahan pemeriksaan skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular seperti kolesterol, asam urat, dan gula darah.

Setelah berdiskusi, kepala kampung menuturkan pada tahun 2020 mendatang akan menganggarkan dalam APBK program Gempur Malaria dikampung seperti untuk pemberantasan genangan air dan insentif untuk menunjang kegiatan pemberantasan malaria yang dilakukan oleh Kader Malaria Kampung.

Kepala Kampung Yowong sangat mendukung program Gempur Malaria di wilayah Kampungnya dan akan mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kader malaria. Disamping itu, untuk gerakan bersih kampung melalui Jumat Bersih biasanya dilakukan, namun saat ini belum dilakukan karena membutuhkan dana untuk operasional dan konsumsi masyarakat. Setelah dana kampung cair akan digalakkan kembali gerakan Jumat Bersih tersebut.

Setelah selesai berdiskusi tim juga mengunjungi kader malaria dirumahnya namun mereka lagi diluar kampung. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa kedua kader malaria yakni Bapak Agus dan Ibu Yuliana telah melakukan pendataan KK dan peta malaria kampung. Kader telah siap melakukan kunjungan rumah setelah kader malaria kit dikirimkan oleh Puskesmas Arso Barat.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

FILM RUMAH MERAH PUTIH, suaratifapapua.com


Film ini terinsipasi dari kisah nyata aksi seorang anak (Jonny) dari Atambua yang memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang putus di ujung tiang pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018 di Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Kalau membaca sinopsis ceritanya, melihat behind the scene saat pembuatan filmnya, dan official trailernya, film ini saya yakin akan sangat menarik, karna :

1. Diangkat dari cerita yang sederhana, dari sosok-sosok yang sederhana, polos dan apa adanya. Diangkat dari cerita kehidupan sehari-hari ala anak-anak perbatasan NTT-Timor Leste yang sederhana dengan segala mimpi-mimpinya.

2. Bahasa Indonesia yang apik dalam bingkai  dialek khas NTT yang kental sangat nampak di film ini, seolah ingin menunjukkan originalitas dari para pemainnya.

3. Improvisasi lewat obrolan sehari-hari, lelucon-lelucon ringan dan spontan lewat dialek khas para pemainnya dapat mengundang tawa sekaligus juga memancing derai air mata. Improvisasi ini menurut saya menjadi keunikan tersendiri dari film ini. Mungkin juga bisa menjadi ikon khas untuk menjadi reminder setelah menonton film ini.

4. Semangat Nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, tanah leluhur, nilai-nilai persahabatan yang erat, benar-benar di pertontonkan bukan hanya  oleh orang-orang dewasa di film ini tapi lebih banyak justru oleh anak-anak yang mungkin kalau kita bertanya ke mereka apa arti "Nasionalisme" sendiri mereka juga belum mampu membahasakannya.

5. Walaupun Film bergendre Drama ini tulisannya :Untuk usia 13+, tapi sesungguhnya film ini diperuntukkan untuk semua umur, sehingga sangat cocok ditonton mulai dari oma opa yang sudah rindu untuk Bale Nagi 😊 sampai ke adik-adik TK yang kadang-kadang diminta karnaval pakai baju adat NTT tapi belum pernah lihat alam NTT yang eksotik itu. nonton su.... sonde akan menyesal...

6. Film ini akan tayang di bioskop hampir bersamaan dengan tayangnya 3 film Hollywood yang sudah punya penggemar fanatik tersendiri yaitu film: X-Men, Men In Black, dan Anabelle. Semoga semangat Nasionalisme yang sejak beberapa waktu belakangan ini seperti menjadi topik hangat di negri ini membuat kita memiliki kerinduan dan semangat tersendiri untuk tetap memilih menonton film Rumah Merah Putih. Sedikit share, tahun 2013 saat film "Cinta Dari Wamena" tayang di bioskop, saat itu bersamaan dengan tayangnya film Superman: Man of Steel yang sudah pasti punya penggemar fanatik dari berbagai generasi. Harus diakui situasi ini memberi pengaruh pada jumlah penonton film Cinta dari Wamena kala itu. Apalagi saat itu di Jayapura belum ada Studio XXI.

Kalau ditanya kenapa saya mau share iklan  film ini? Pertama, karna saya mau (Semua bisa,asal mau😊 as simple as that), kedua : Cerita dari film ini dan pesan yang dibawanya begitu nyata, ketiga ; Ale Sihasale dan Nia Zulkarnaen sejauh yang saya ikuti sepak terjangnya melalui berbagai media dan melihat langsung adalah 2 dari sedikit insan perfilman Indonesia yang punya kepedulian yang tinggi membangun Indonesia bagian timur khususnya bidang pendidikan, dan mereka melakukannya dengan cara mereka yaitu melalui film.... jadi kalau saya bisa melakukannya dengan cara saya... ya kenapa tidak? Lagipula saya hanya SHARE IT bukan panas-panasan pasang poster filmnya di jalan-jalan.

Ayo ajak Keluarga nonton film ini, mulai tayang di Bioskop tanggal 20 Juni 2019. Semoga kita semakin mencintai Tanah Air kita dengan cara kita masing-masing. Saya Pancasila, saya Indonesia.

Sinopsis :
https://www.ksmart-ini.com/sinopsis-film-rumah-merah-putih-cerita-anak-perbatasan/

https://daftarfilmterbaru.com/rumah-merah-putih-2019/amp/

Behind the scene :
https://youtu.be/HjfrLkuGSx4
https://youtu.be/arkjDLsgEPY

Official Trailer :
https://youtu.be/Z6o6bSfl4Ko

Penulis : Yusnita Pabeno

Related Posts:

PEMUDA KATOLIK PROVINSI PAPUA DILANTIK,suaratifapapua.com

Foto Bersama Pengurus dan Pastor Floridus A.Naja,OSA


Jayapura,suaratifapapua.com,-- PASTOR Floridus Anjelus Naja,OSA, didampingi  salah satu dewan Pembina Pemuda Katolik, Ir.doktor Apollo Safanpo,ST,MT, telah melantik badan pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Provinsi Papua, Ketua terpilih, Alfonsa Jumkon Wayap, Sekretaris Umum, Donatus Dony Waromri,S.Sos dan Wakil Ketua I, Simon Petrus Bame, Bendahara, Theresia Avillia Korain, serta 40 pengurus lainnya di Aula Balatkes, Padangbulan, Jayapura, Papua pada Sabtu,15/6) lalu.

Dihadiri ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Otniel Deda, dan beberapa Organisais Kepemudaan lainnya. Tema pelantikan,”Pergilah Kamu Diutus”.

Pastor Floridus setelah pelantikan, disela Ibadah Perutusan dan Pemberkatan Pengurus, ia mengingatkan kepada pengurus, supaya menjadi pemuda Katolik yang disiplin, loyalitas, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Bekerjalah dengan jujur dan penuh tanggungjawab. Dimanapun kami bekerja,kamu harus jelih melihat persoalan di tengah masyarakat. Jangan jadi pemuda yang malastahu dengan situasi, teruslah berjuang demi kepentingan bersama(Bonum Comune).

 
Apollo Safanpo melalui  sambutannya,  diaktakan, kepada ketua dan pengurus Pemuda Katolik Provinsi, “Jalankan organisasi ini dengan sebuah komitmen bersama, terus menyiapkan diri dalam menghadapi berbagai tanyangan global di era milenial ini.

Berbagai dinamika persoalan  di tengah kehidupan bermasyarkat,sebagai pemuda, bisa menjadi jembatan dalam melihat persoalan.Terus berjuang demi “Pro Ecclesia Et Patria (Demi Gereja dan Bangsa).

Harapannya, organisasi ini dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan umum.
Kepada ketua yang baru,Alfonsa Jumkon Wayap, embanlah tugas mulia ini dengan sikap loyalitas dan berguna bagi sesama.

Kepada pengurus  harus bersinergitas dan membuka diri untuk berelasi dengan berbagai organisasi lainnya.
Pemuda-pemudi Kataolik yang  sedang menempu pendidikan perguruan tinggi di kota ini, mari meleburkan diri dalam wadah-wadah seperti ini.

Alfonsa Jumkon Wayap mengajak semua pengurus untuk bersama-sama hidupkan organisasi ini, sebab, matinya  dan hidupnya organisaisi ada pada pengurus.

Diharapkan kepada para senior Katolik dan pimpinan gereja, apabila  ditengah perjalanan organisais ini ada hal yang tidak sejalan atau keluar dari ajaran Sosial Gereja Katolik, mohon untuk mengarahkan dan menginatkan kami.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada senior yang  sudah membantu kami, sehingga semua proses pelantikan ini bisa berjalan dengan lancar.

Ketua dan Sekretaris akan mengikuti Rapat Kerja Nasional Pemuda Katolik Se-Indonesia  di Jakarta,pada tanggal 21-23 Juni 2019.
Kepada kawan-kawan Media di Papua, Jayapura,15 Juni 2019.

Penulis : Alfonsa J Wayab

Related Posts:

" Saya Sangat Mendukung Tim Persemar Memberamo Raya",suaratifapapua.com

Bupati Memberamo Raya saat memberikan keterangan pers
(Foto : Gerrard)

Sentani,suaratifapapua.com,-- Tim sepakbola dari Kabupaten Memberamo Raya sangat mendapatkan dukungan penuh dari Bupati kabupaten tersebut. Hal ini terbukti saat tim PERSEMAR,  Memberamo Raya mengadakan uji tanding melawan Persipura U 18 di Stadion Barnabas Youwe, Sabtu (8/6) lalu.

"Pada prinsipnya saya sangat antusias dalam artian saya sangat mendukung anak-anak dari Memberamo Raya ini, mereka mempunyai semangat dan daya juang yang sangat tinggi, oleh sebab itu kami akan berupaya dari sisi finansial juga agar tim kebanggaan masyarakat Memberamo Raya ini terus maju".


" Mari kita buktikan bahwa anak-anak Memberamo mempunyai potensi yang luar biasa, cuma selama ini harus saya akui bahwa masih kurang dukungan dari kita pemerintah daerah, tapi kalau kita dukung maka potensi-potensi dari anak-anak ini semua akaan muncul, bukan hanya sepak bola tapi dibidang-bidang yang lain juga"

" Saya sebagai bupati tetap berdoa dan sangat mengharapkan kedepannya anak-anak ini menjadi pilar-pilar dari Propinsi Papua oleh sebab itu semua masyarakat harus mendukung", tutur Dorinus Dasinapa saat memberikan keterangan pers.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

BUTUH SOLUSI,PEDAGANG PASAR MASIH KESULITAN TANPA KANTONG PLASTIK, suaratifapapua.com





Jayapura, suaratifapapua.com,-- Larangan penggunaan kantong plastik sejak februari 2019 ini, sudah di berlakukan, namun banyak penjual seperti di pasar yang kesulitan jika tidak menggunakan kantong plastik karena pembeli yang datang tanpa kantong belanjaan.

Larangan Pemerintah Kota Jayapura tentang penggunaan kantong plastik masih belum dapat di berlakukan secara menyeluruh di pasar tradisional, masih banyak pedagang yang terpaksa menggunakan kantong plastik karena pembeli yang datang pun tidak membawa kantong dengan berbagai jenis dagangan yang berebeda-beda.

seperti salah satu mama penjual  yang di temui mengatakan bahwa, "kalo kami trasedia kantong pembeli juga kesulitan mo isi sagu, tahu dan belanjaan lain dimana, tramungkin dong pegang, ada pembeli yang trabawa kantong belanja, belum lagi kalondong beli ikan, kasian mau pegang bagaimana, kalo bisa pemerintah bantu solusinya bagaimana, tapi kami mendukung".

Pentingnya sosialisasi tidak hanya bagi penjual tetap juga pembeli, agar memiliki kesadaran untuk membawa kantong belanjaan saat berbelanja.

Di tempat yang sama, ibu Iren sebagai pembeli mengatakan bahwa, "iya kami tau ada aturan itu, tapi kami juga masih menyesuaikan jadi kadang suka lupa, trabawa kantong belanja, baru kan kalu belanja di pasar beda dengan di toko, jadi berharap saja di penjual ada kantong, begitu, belum lagi kalu tong mo beli ikan mentah, kalu tra pake kantong baru bagaimana? ya mungkin bisa bantu pikir juga".

Pentingnya sosialisasi tidak hanya terbatas pada larangan, namun bagaimana mencari solusi agar pedagang dan pembeli memahami lebih jelas. Dan dapat bersama-sama mendukung dan menjalankan aturan yang di buat oleh pemerintah.

Di beberapa pusat perbelanjaan memang sudah sangat mendukung dan memberlakukan aturan yang di buat oleh pemerintah, namun ada juga yang masih belum mengikuti.

Larangan penggunaan kantong plastik ini untuk menekan potensi pencemaran lingkungan dari limbah plastik, sehingga kita sebagai masyarakat harus mendukung aturan yang di berlakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Mengais Rezeki Di Hari Raya Idul Fitri", suaratifapapua.com




Jayapura,suaratifapapua.com,-- Kamis (06/06) lebaran hari kedua dimana semua orang merayakan Idul Fitri bersama keluarga,teman,tetangga dan kerabat dengan cara berkumpul bahkan jalan-jalan dari satu rumah ke rumah yang lainnya ,namun saat dimana orang lain sedang merayakan hal tersebut mama Maria memilih untuk berjualan pinang. " mama jualan disini sudah hampir 2 tahun, dari pada mama duduk dirumah lebih baik mama jualan pinang disini soalnya mama sudah terbiasa kerja jadi kalau duduk saja dirumah tidak enak rasanya jadi mama putuskan untung jualan pinang. Mama dulu jualan di ampera sejak tahun 1984 tapi mama pulang kampung ke sarmi baru mama balik lagi ke abe karena mama berpikir lebih baik balik mama pergi jual pinang saja walaupun cuma Rp.1000 atau Rp.2000 itu juga uang biar tidak banyak setidaknya mama bisa pake belanja."

"Mama punya 3 anak, 1 laki- laki 2 perempuan namun semua sudah menikah mama punya suami ada di dosai jadi mama tinggal di abe sini sendiri".

"Sekarang karena lagi sepi karena orang ada lebaran jadi pendapatan yang mama dapat hanya 50 Ribu sampai 70 ribu saja, biasanya kalau hari-hari biasa mama dapat 100 ribu, uang yang mama dapat kalau ada lebih seribu duaribu mama biasa simpan. Terkadang mama punya jualan kalau pinang bagus bisa habis kadang juga tidak laku sama sekali." (Ucap mama Maria)

Demi mencari uang dan mengisi waktu luang dengan berjualan pinang mama Maria yang biasa berjualan dari sore hari hingga malam hari kini berjualan dari siang "sebenarnya mama jualan sore sampai malam tapi sekarang mama jualan dari siang supaya sore mama sudah pulang kerumah."

Mama Maria berjualan dengan meminjam meja dari kios samping tempat ia berjualan. Meski dengan penghasilan yang berkecukupan mama Maria tetap mengucap syukur atas apa yang ia peroleh dari hasil jualannya.

Penulis : Vini - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jembatan Kampung Waras Ompong Hingga Kini Belum Ada Perbaikan, suaratifapapua.com

Kondisi Jalan (foto : Alfonsa)

ASMAT,suaratifapapua.com,- Jembatan papan di Kampung Basim,Waras,Distrik Fayit,Asmat,Papua.
Papan titiannya banyak yang tanggal dan beberapa tiang penyangga sudah doyong(miring) tak beraturan.

Awal Juni 2019,ketika pagi hari, penulis melewati jembatan ini, di tengah jalan ada seorang ibu mengatakan,"Awas! jembatan tidak baik,jalan pelan- pelan saja,semalam ada hujan,jadi lincin,orang biasa jatuh," Ia mengingatkan penulis.

Menaggapi kondisi ini, Pastor Paroki Bunda Hati Kudus,Basim,Fayit, Pastor Bavo R. Pr (26 tahun bertugas di sini) mengatakan, keberadaan jembatan ini sudah hampir 10 tahun lebih,sudah harus diganti,banyak papan dan balok penyangga yang lapuk.
 
"Saya biasa khawatir,  ibu- ibu yang lewat dengan membawa hasil kebun,atau gendong anak. Banyak juga yang  jatuh,"
kata pastor.

Kepada pebulis dikatakan,ini akses untuk masyarakat,seharusnya ada perhatian serius dari pihak kepala kampung atau distrik,mungkin bisa diperbaiki segerah.

Sebab, di Asmat pada umumnya,jembatan papan seperti ini merupakan fasilitas  jalan satu- satunya.
Melihat kondisi jembatan ini,Ketua Pemuda Katolik Provinsi Papua,Alfonsa Jumkon Wayap pada awal Juni 2019, sangat memprihatinkan sekali,

"Apa gunanya dana kampung dan dana lainnya yang banyak sekali masuk di kampung, tapi tidak memprioritaskan kebutuhan utama penghubung menuju akses pendidikan,kesehatan,gereja dan perkantoran.

Betapa ironis, masyarakat bukan lagi dilihat sebagai subjek pembangunan,melainkan objek pembangunan.
"Masyarakat punya hak untuk mendapatkan fasilitas jembatan yang layak."

Penulis : Alfonsa J.Wayap

Related Posts:

Sampah Botol Minuman Keras Berhamburan di Area Jembatan Youtefa, suaratifapapua.com

Tumpukan Botol Minuman Keras di area Jembatan



Kota Jayapura suaratifapapua.com , Jembatan Youtefa adalah Jembatan yang di bangun di atas teluk Youtefa Kota Jayapura, yang biasa di sebut Jembatan Merah. Saat ini menjadi salah satu tempat Wisata, tidak hanya yang ada di Kota Jayapura namun dari berbagai daerah, yang kemudian berkunjung meskipun belum di resmikan, namun sangat ramai, apalagi di hari libur seperti saat ini, ada yang sekedar bersantai, bersepeda, berfoto, bahkan ada yang melakukan sesi foto praweding dan olahraga.

Namun sangat disayangkan, ternyata ini juga menjadi tempat berpesta minuman keras, Jumat (07/06) disekitar jembatan berhamburan botol-botol minuman keras dengan berbagai merek, yang sangat merusak pemandangan sekitar bahkan pecahan-pecahan yang bisa saja melukai pengunjung yang datang.

Seperti yang di sampaikan oleh salah satu pengunjung, bapak Toni yang begitu prihatin dengan situasi ini, "seharusnya pemerintah memperhatikan, kan ada yang menjaga disini, harusnya di tegur, masa tempat bagus seperti ini penuh botol minuman dan sampah-sampah, sayang sekali".



Seperti yang di ketahui bahwa, Jembatan ini adalah penghubung antara Hamadi dan Holtekamp, yang juga akan menjadi salah satu ikon dengan keindahan yang luar biasa, dan di harapkan mampu menghidupkan perekonomian daerah sekitar.

Namun miris jika membiarkan para pengunjung yang datang dengan tujuan untuk miras dan meninggalkan sampah botol minuman keras di area Jembatan.

Pemerintah harus tegas dan memberi perhatian untuk situasi ini agar tidak berlarut dan semakin merusak pemandangan area Jembatan.


Penulis Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pasca Banjir Bandang,Warga Keluhkan air PDAM Hingga Kini Belum Mengalir, suaratifapapua.com


Bapak Robin salah satu Warga Dobonsolo yang menunjukan pipa air PDAM yang tidak mengalir

Sentani, suaratifapapua.com,-- Kurang lebih tiga bulan pasca banjir bandang yang terjadi di Sentani Kabupaten Jayapura pada maret lalu, hingga saat ini air PDAM di beberapa perumahan warga masih belum mengalir. Salah satunya di Perumahan Dobondolo Yahim Sentani, warga mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih. Banyak warga yang harus membeli air galon setiap hari untuk kebutuhan masak dan minum.

Di setiap rumah memang telah di fasilitasi dengan sumur bor, namun air yang di dapat dari sumur bor masih keruh karena hanya berapa meter ke bawah tidak terlalu dalam, dan bahkan berbau, ada juga yang saat air terendam satu atau dua jam, langsung berubah warna menjadi coklat, sehingga banyak yang memilih untuk membuat sumur bor yang baru dengan kedalaman yang cukup untuk mendapatkan air bersih yang sesuai, dan itu hanya  ada di beberapa rumah.

Seperti yang di sampaikan oleh pak Robin salah satu penghuni rumah di perumahan dobonsolo, sambil menunjukan pipa air pam,
"air ini mati sejak banjir, sampai hari ini kering begini, kami kesulitan sekali karena air bersih itu kami butuh, air saya itu tidak bisa, karena lama2 berubah coklat, jadi harus beli air galon terus, mungkin ada perbaikan, tapi kalo bisa secepatnya supaya bisa kami gunakan air bersih dari PDAM lagi".



Warga berharap air PDAM segera mengalir agar tidak kesulitan mendapatkan air bersih, dan tidak lagi membeli air galon.




Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Noken Persembahan, suaratifapapua.com

Kantong Persembahan dari Noken (Foto : Alfonsa)



MAPPI, suaratifapapua.com,-- NOKEN Kolekte (persembahan)
yang dibuat ibu Adriana Kaisma untuk Gereja Santo Yakobus Rasul,Kepi,Kabupaten Mappi.
Ketika ditemui penulis pada Mei lalu (2019) di Kepi mengatakan,
"Saya buat kantong kolekte seperti ini,sebanyak 14 buah untuk gereja," kata Kaisma.


 Kaisma tidak menentukan harga, menurutnya,ini dibuat untuk gereja.Jadi,pihak gereja membayar satu kantongnya Rp 150.000 kepada Kaisma.

Menurut Wakil Ketua I Pemuda Katolik Cabang Keppi,Oskar menuturkan,"Kepada gereja- gereja di Keppi dan Papua,juga harus ikut melestarikan dan menjaga kearifan lokal(Noken) sebagai wadah untuk kolekte."
   
Penulis: Alfonsa J. Wayap
   

Related Posts:

Peduli Bencana Alam FAMM Indonesia Distribusikan Bantuan Untuk Kelima Kalinya, suaratifapapua.com

Hiswita Pangau saat menyerahkan Bantuan Secara Simbolis
 (foto : Gerrard)


Sentani, suaratifapapua.com,-- Menempuh perjalanan darat, kemudian menggunakan spead boat selama kurang lebih 15 menit untuk tiba di tempat ini, berada di salah satu pulau di Sentani Kabupaten Jayapura.

Pasca banjir bandang pada Maret lalu, dan meluapnya air danau membuat banyak warga yang tinggal di danau harus mengungsi karena air cukup tinggi, banyak rumah rusak bahkan hingga saat ini masih ada yang mengungsi.

Kampung Yoboi termasuk salah satu tempat yang terkena dampak meluapnya air danau, dan disini ada satu runah baca di perumahan warga yang juga menjadi salah satu tempat yang terkena dampak banjir.

Tujuan bantuan FAMM Indonesia kali ini yaitu Rumah Baca Yoboi yang didirikan oleh Mama Hani Felle (sapaan sehari-hari), yang adalah salah satu kader pendamping anak, kemudian dengan inisiatif sendiri menggagas untuk mendirikan rumah baca, bahkan dengan menggunakan rumah pribadi dengan fasilitas seadanya, berharap ke depan ada satu bangunan khusus untuk rumah baca, agar semua hasil karya bisa di pajang dan bisa lebih luas karena disini hanya seadanya.

Awalnya membuka kelompok belajar anak sejak 2011 selama tujuh tahun, kemudian april 2018 membuat terobosan Rumah Baca. 



Mama Hani Felle adalah Fasilitator pendamping anak, Bersama WVI mama Hani di bantu untuk buku-buku bacaan dan di bantu oleh lima orang fasilitator tanpa di gaji, meski hanya dengan latar belakang SMA namun mau mengajar dan melayani, hanya dengan modal diberikan pelatihan dan komitmen bersama.

Jadwal mengajar di Rumah baca Yoboi setiap hari rabu jam  2 siang sampai jam 5 sore, jadi seminggu sekali, tetapi jika ada yang mau datang membaca di luar jadwal, tetap di ijinkan.

Ada dua pos yang di didirikan yaitu Kampung Kihiran dan Yoboi, rumah baca tidak hanya untuk anak-anak tetapi orang dewasa juga bisa datang untuk membaca yang penting ada minat baca. Mereka di ajar cara buka buku dan bagaimana menjaga buku-buku yang ada, dengan cara mengajar yang tidak kaku, berdasarkan modul yang ada, jadi di buat semenarik mungkin bersama fasilitator dan semuanya gratis. 

Seperti yang di sampaikan oleh mama Hani bahwa, "Anak-anak yang datang dengan latar belakang berbeda-beda, jadi kami mencoba mengenal dan memahami latar belakang mereka untuk pendekatan agar mereka merasa nyaman disini, disini ada tiga fokus yaitu Membatik, ukiran kayu dan rumah baca".

Waktu itu bapak bupati datang berkunjung, dan ke depan ini akan menjadi percontohan, dan anak-anak ini kami ajar menjadi pemimpin dan berani maju kedepan.

Jadi saat ini bisa di lihat banyak yang rusak, karena air yang cukup tinggi, hingga saat ini juga masih banyak yang masih mengungsi karena air belum normal.

Banyak yang rusak, jembatan kami juga rusak bisa di lihat, waktu banjir kami sembayang pake perahu masuk dalam gereja, jadi kami sangat bersyukur atas bantuan dari FAMM Indonesia, dan saya juga adalah salah satu aktifis, dan saya sangat senang sekali, jadi terima kasih untuk FAMM Indonesia, salam dari Kampung Yoboi Sentani.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

PERLU ADA PERHATIAN KHUSUS DARI PEMERINTAH UNTUK RUMAH BACA KAMPUNG YOBOI, suaratifapapua.com



Sentani, suaratifapapua.com,--Rumah Baca Yoboi adalah salah satu yang didirikan oleh Mama Hani, namun hingga saat ini belum ada perhatian khusus dari pemerintah khususnya kabupaten Jayapura



Saat ini, kebutuhan prioritas Rumah Baca adalah Lemari buku untuk menyimpan buku-buku agar tetap terawat dengan baik, dan karena rumah baca ini hanya menggunakan satu ruangan kecil di rumah pribadi Mama Hani  maka berharap kedepan rumah baca Yoboi bisa ada tempatnya sendiri, agar kedepan semua hasil karya dapat di pajang dan di simpan dengan baik untuk dapat di gunakan generasi-generasi berikutnya.

Mama Hani sebagai penggagas rumah baca Yoboi, menggunakan rumah pribadinya untuk anak-anak membaca dan belajar dengan fasilitas seadanya di bantu dengan lima orang fasilitator yang sudah di latih tanpa di gaji.

Ini merupakan salah satu terobosan yang luar biasa, sehingga perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Keceriaan Dan Semangat Para Pengungsi Posko Toladan, Kabupaten Jayapura Dalam Keterbatasan", suaratifapapua.com




Sentani, suaratifapapua.com,-- Kamis (30/05) Jurnalis Warga(JW-Tifa) mengunjungi posko korban bencana alam banjir bandang Sentani,Kabupaten Jayapura yang berada di Toladan, dengan membawa bantuan berupa snack,pakaian,sembako,susu bayi,minyak kayu putih dan kelambu. Para pengungsi yang menempati posko tersebut  merupakan penduduk dari RT.02 RW.11 dengan jumlah pengungsi awal sebanyak 330 jiwa yang berasal dari 4 Kabupaten yaitu Pegunungan Bintang, Lanijaya, Puncak jaya dan Tolikaran, namun sekarang pengungsi yang masih bertahan menempati posko tersebut tersisa 40 Jiwa.

"Alasan kami mendirikan posko disini karena tempat yang strategis karena dekat dengan gereja dan jalan raya sehingga memudahkan para relawan untuk memberikan bala bantuan pada kami.

Namun meski kami selalu mendapatkan bantuan kami masih kekurangan beberapa keperluan seperti pakaian dalam wanita dan seragam sekolah karena anak-anak disini masih menggunakan seragam sekolah dengan lambang sekolah dari kota Jayapura padahal mereka bersekolah di kabupaten,namun kami bersyukur karena guru-guru masih memberikan toleransi mengenai hal tersebut meski mereka masih bersekolah dengan peralatan belajar yang seadanya yang penting mereka bisa belajar.

Kami juga akan pindah ke tempat tinggal yang baru yang kami bangun di belakang posko karena kami sudah tidak berpikir untuk kembali ke rumah yang lama karena sudah 2 kali kami mengalami kejadian yang sama, pertama kali pada tahun 2007 dan tahun 2019 ini yang paling parah kami alami,hingga kami memutuskan untuk pindah ketempat baru. Namun kami bersyukur tidak ada korban jiwa hanya harta benda yang hilang.

Lokasi pembangunan tempat tinggal baru sudah direkomendasikan namun soal biaya masih dalam proses dibicarakan dengan pemerintah daerah kabupaten jayapura sehingga sekarang kami masih menggunakan usaha-usaha sendiri. (Ucap Yan Wenda selaku sekertaris koordinator posko)
Meski dengan keterbatasan para pengungsi masih melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan Sukacita seperti yang diakui oleh Yan Wenda.

"Kami masih bekerja seperti biasa mama-mama memasak secara berkelompok sesuai jadwal yang ditentukan, bapak-bapak membangun tempat tinggal baru, sedangkan anak-anak pagi hari mereka bersekolah setelah pulang sekolah ada beberapa yang membantu orang tua mereka mencari kayu untuk pembangunan rumah dan disore hari mereka bermain bola bersama di lapangan sebelah posko."

Namun ada beberapa mama-mama juga yang mengisi waktu luang dengan membuat noken seperti mama Yosina. "Mama kalau sudah selesai masak mama bikin noken supaya mama tidak bosan biar mama juga ada hiburan"(ucap mama Yosina pengungsi posko toladan).
Hal ini membuat para relawan merasa sangat antusias memberikan bantuan karena mereka merasa kagum dengan para pengungsi yang masih bersemangat dan ceria meski dalam kekurangan.

Hal ini dirasakan juga oleh Ariqah Sana seorang siswi yang menjadi relawan yang ikut serta dalam memberikan bantuan ia berkata bahwa " saya merasa kagum karena para pengungsi disini meskipun mereka sedang dalam situasi yang kekurangan tapi mereka masih tetap ceria dan semangat dalam melakukan aktivitas mereka seperti biasa, saya berharap semoga para pengungsi disini bisa mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman serta adek-adek disini bisa terus melanjutkan sekolahnya dan mereka bisa mendapatkan bantuan dari para relawan dan pemerintah sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan sekarang terutama untuk kelancaran pembangunan tempat tinggal mereka yang baru yang akan mereka tempati.

Penulis : Vini - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: