Suka Duka Pendamping ODHA, suaratifapapua.com



Ini bukan tangan peracik obat, atau ahli obat, ini tangan salah satu petugas lapangan, yang harus menghancurkan obat terlebih dahulu agar dampingannya bisa minum obat.

Menjadi petugas lapangan tidak cukup hanya dengan paham informasi HIV-AIDS namun seolah di tuntut memahami banyak hal, tidak cukup hanya dengan menjangkau atau tau hostpot, dan mengumpulkan data2.

Ketika berhadapan dengan ODHA tanpa keluarga, bahkan harus memberikan tempat tinggal dan makaanan juga transportasi, mengantar ke layanan kesehatan setiap hari bahkan bisa seminggu untuk 1 orang. Ini di luar program indah  yang di ketik melalui komputer canggih, kemudian di print kemudian di jalankan.

Tak jarang petugas lapangan di anggap suster, mantri dan dokter, meski sebenarnya bukan.

Namun terkadang ketika ada ODHA yang LFU mereka di marah dan bahkan di anggap gagal mendampingi. Sedangkan untuk membawa satu orang mengakses ARV itu bukan hal mudah, bahkan banyak hal di lalui, apalagi menghadapi mereka yang tidak memiliki keluarga atau bahkan dibiarkan oleh keluarga mereka sendiri.

Program saat ini bahkan tidak membiayai manajer kasus, sehingga mereka harus mengerjakan dua tugas, yaitu penjangkau dan pendamping.
Karena tidak cukup membawa mereka periksa darah VCT kemudian kita lepas tangan, apalagi yang positif terinfeksi HIV.

Mereka adalah orang-orang yang bergerak di akar rumput, untuk memberikan informasi penting bagi yang duduk di belakang meja dan para pemberi dana kemudian menjadi dokumen sexy yang di tampilkan di slide show atau power point.

Tidak mudah bergerak di akar rumput, apalagi untuk populasi kunci, resiko dan berbagai tantangan di hadapi, namun seolah tak terlihat.

Kami tidak hebat berbicara, kami hanya bagian kecil yang bergerak di paling bawah, namun apa yang kami lakukan pasti mempengaruhi mereka yang paling Atas sadar atau tidak sadar.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Suka Duka Pendamping ODHA, suaratifapapua.com"

Post a Comment