Pelebaran Jalan Penyebab Macet di Padang Bulan, suaratifapapua.com

Alat Berat sedang parkir (foto : Hiswita)


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Pelebaran Jalan yang terjadi di Padang Bulan akhir-akhir ini menyebabkan macet yang cukup panjang, karena aktifitas pekerja dan alat berat yang sedang beroperasi.

Banyak pengendara yang berebut jalan, karena menghindari kemacetan, dan tak jarang juga ada yang keluar dari jalur semestinya untuk bisa lebih cepat terbebas dari kemacetan yang terjadi.

Banyak juga pengendara yang kemudian memilih melewati jalan alternatif untuk lebih leluasa berkendara tanpa macet, apalagi saat pagi hari dimana aktifitas cukup tinggi, dan cuaca panas akhir-akhir ini membuat para pengendara kewalahan, khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua.

Tampak Kemacetan yang terjadi akibat pelebaran jalan
 (foto : Hiswita)


Jadi bagi pengendara yang menuju daerah kotaraja, jayapura dan sekitarnya akan lebih baik jika melalui jalan alternatif agar terhindar dari macet.

Jadi di harapakan meski dalam keadaan macet dan terburu-buru beraktifitas namun masyarakat sebagai pengguna jalan tetap harus mengutamakan keselamatan dan memang perlu ada polisi lalu lintas yang menjaga dan mengatur di area ini selama proses pelebaran jalan berlangsung, apalagi saat kemacetan terjadi, karena daerah ini merupakan bagian dari jalan utama yang di lalui oleh sebagian besar masyarakat.

Seperti yang di sampaikan Ibu Santi sebagai salah satu pengendara motor yang kebetulan baru saja melalui area tersebut, "iya saya setiap hari lewat sini, kalo macet stenga mati, apalagi kalo ada yang balap-balap paksa lewat padahal sempit, jadi saya takut di tabrak, jadi saya lebih pilih ikut belakang mobik pelan-pelan saja".

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Perlu Perbaikan untuk Jalan Masuk Pasar Youtefa",suaratifapapua.com

Tampak Kondisi Salah satu jalan menuju Pasar Youtefa


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Salah satu ruas jalan yang biasa di lalui menuju pasar Yotefa, kondisinya sangat memprihatinkan, tidak hanya itu, Jumat ( 31/5) tampak genangan air yang cukup banyak membuat para pengendara dan pengguna jalan kesulitan.

Biasanya pada pagi dan sore hari terjadi kemacetan yang cukup panjang, karena banyaknya aktifitas masyarakat yang dari pasar dan menuju pasar cukup banyak.



Sebagian jalan rusak ini tepat di jalan masuk menuju pasar Yotefa dan biasanya pada sore dan pagi hari terjadi kemacetan yang cukup parah, tidak jarang menyebabkan pertengakaran antara pengendara karena saling berebut jalan yang akan di lalui.

Ruas jalan ini sebagian besar kerusakan ada di sebelah kiri jalan, sehingga masyarakat seolah berebut untuk menggunakan jalur kanan sedangkan jalan ini cukup sempit.

Seperti yang di sampaikan oleh Bapak Ahmad selaku pengguna jalan, "Ini sangat memprihatinkan, harusnya pemerintah bisa perbaiki, apalagi ini jalan akses ke pasar dan juga merupakan jalan yang juga banyak di lalui oleh masyarakat, masa rusak begini sudah lama tidak kelihatan sama pemerintah, rusaknya panjang lagi".

Pentingnya perhatian Pemerintah akan perbaikan jalan ini, agar masyarakat dapat berkendara dengan baik dan nyaman, apalagi saat ini memasuki hari raya Idul Fitri, jika tidak di perbaiki maka sudah bisa di pastikan akan terjadi kemacetan di jalur ini apalagi satu hari menjelang hari raya, akan ada banyak masyarakat yang melakukan aktifitas di pasar.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Korban Bencana Alam Kabupaten Jayapura,JW TIFA Kembali Distribusi Bantuan, suaratifapapua.com

Peduli Korban Bencana JW TIFA Kembali distribusi bantuan ke posko pengungsi ( Foto : Gerrard)


Jayapura, suaratifapapua.com, Dampak bencana alam di Kabupaten Jayapura belumlah selesai, sebagaian masyarakat bahkan berpikir sudah tidak ada posko pengungsian lagi. Berdasarkan pemantauan bahwa sebagian posko masih berdiri dan masih dihuni oleh masyarakat yang terkena bencana alam  Maret silam.



Inilah yang membuat Jurnalis Warga ( JW TIFA) Kota Jayapura kembali mendistribusikan bantuan ke 2 posko di Kabupaten Jayapura pada Kamis (30/5) kemarin.

Bantuan-bantuan yang diberikan berupa pakaian layak pakai, sembako, kelambu, minyak kayu putih dan beberapa pakaian dalam untuk wanita.



Dari pantauan kunjungan yang dilakukan kemarin ditemukan bahwa mereka masih membutuhkan bahan makanan dan pakaian dalam khususnya untuk wanita.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tanggapan wakil Walikota terkait surat bebas HIV, suaratifapapua.com

Wakil Walikota Jayapura Sedang Memberikan Keterangan Pers
(Foto : Gerrard)


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Respon Bapak  Wakil Walikota Jayapura Bapak Rustam Saru, untuk informasi yang beredar beberapa waktu ini, tentang Lowongan Pekerjaan yang di keluarkan oleh Bank Papua, dimana salah satu persyaratan pelamar harus menyertakan surat Bebas HIV.

Informasi ini kemudian menjadi cukup viral di sosial media dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan, baik masyarakat umum dan para penggiat HIV.

Berikut pernyataan yang di sampaikan langsung oleh Bapak Rustam Saru, Sabtu, (25/5) lalu saat pelaksanaan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN ) Kota Jayapura.

Jurnalis Warga (JW TIFA) Sedang Mewawancarai Wakil Walikota Jayapura ( Foto : Gerrard)


"Kalau ada instansi yang mengeluarkan aturan, memang penting sebagai syarat mungkin surat kesehatan seperti biasa, tapi untuk ini sjatinya tidak boleh, karena nanti terkesan mengucilkan ODHA, kita harus mendukung dan memberikan dukungan, termasuk bebas melamar pekerjaan dimana saja, tanpa ada kesan mengucilkan.

Jadi saya kira ini harus menjadi perhatian Bank Papua, dan harus di tindak lanjuti dan memang harus di berikan pemahaman kepada semua instansi tentang HIV agar mendukung program pemerintah terkait penanggulangan HIV dan pemberdayaan ODHA".

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapuraa

Related Posts:

"Kami dengan Disnaker sudah menyampaikan dengan baik kepada Bank Papua, bahwa tidak ada stigma dan diskriminasi bagi ODHA, suaratifapapua.com

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Saat Memberikan Keterangan ( Foto : Gerrard)


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Beberapa waktu ini informasi terkait salah satu persyaratan lamaran pekerjaan yang di keluarkan oleh Bank Papua cukup membuat heboh kalangan masyarakat terlebih bagi pemerhati dan penggiat HIV dan AIDS, dikarenakan pada surat lowongan pekerjaan itu, ada salah satu persyaratan bagi pelamar untuk menyertakan salah satu dokumen Bebas HIV .

Berita dan informasi ini pun menyebar dan membuat pertanyaan diberbagai kalangan, karena jika salah satu syarat adalah bebas HIV, apakah Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) tidak dapat bekerja?.

Informasi ini begitu cepat menyebar melalui sosial media, dan akhirnya mendapat respon dari Pemerintah, baik Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja.

Pada kegiatan Malam Renungan AIDS yang di selenggarakan oleh KPA Kota Jayapura, berkesempatan mewawancarai dr Ni Nyoman Sri Antari selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, bahwa telah dilakukan pertemuan dengan pihak Bank Papua untuk meluruskan informais ini dan sudah terselesaikan.

"Kami dengan Disnaker sudah menyampaikan dengan baik kepada Bank Papua,  bahwa tidak ada stigma dan diskriminasi bagi ODHA, apalagi saat ODHA mencari kerja, Kalau memang positif harus menjalani pengobatan dengan benar, dan ketika sehat mereka berhak bekerja untuk memghidupi diri mereka dan keluarga, sehingga tidak merugikan negara. Jadi jika ada ODHA yang mencari kerja, harus mendapat dukungan.
Dan pada bulan Juli nanti akan ada Konfrensi besar, dan kami bekerjasama dengan CSR untuk pemberian informasi dan pemeriksaan HIV, sangat mereka mendukung".

Jadi sekali lagi untuk persyaratan yang di keluarkan oleh Bank Papua sudah di selesaikan kemarin juga saya mendapat informasi bahwa pihak Bank Papua sudah memahami maksud dan tujuannya, dan bahkan mendukung program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

SEMBILAN Diakon hari ini di tabiskan oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr.Leo Laba Ladjar OFM, suaratifapapua.com

Sembilan Diakon yang akan ditanyakan ( foto : istimewa)

Jayapura, suaratifapapua.com,-- SEMBILAN Diakon (pra-menuju Imam ( Pastor) hari ini, Kamis (30/5) di tabiskan oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr.Leo Laba Ladjar OFM, di Gereja Kristus Juru Selamat, Kotaraja, Jayapura, Papua.

Lima Diakon Imam Sekular Projo(Pr), Diakon Hubertus Magai, Pr. Yanuarius Yelipele,Pr.
Meky Mulait, Pr. Benyamin Keiya, Pr. 
Dan keempat lainnya dari Ordo Fransiskan( OFM):
Laurensius Resi,OFM.Victorius Bata,OFM.
Petrus Tri Andika Rumwarin,OFM.Philipus Elosak,OFM. 

Pentabisan itu dihadiri 5000 lebih umat Katolik dari berbagai paroki di Jayapura dan juga keluarga para diakon dari luar Jayapura.

Setelah di tabis diakon,uskup akan menugaskan kesembilan diakon tersebut ke tempat tugas selama satu tahun menuju tahun persiapan ke jenjang Imamat.
Kesembilannya pada tahun berikut kemudian akan di tabiskan menjadi seorang Imam. 

Penulis : Alfonsa.J.Wayap

Related Posts:

Perlu penertiban Harga Noken Persiapan PON 2020,suaratifapapua.com

Yulia Sedang Merajut Noken Sambil Menunggu Pembeli
( foto : Gerrard)

Jayapura, suaratifapapua.com,-- Noken atau tas khas Papua ini terus diminati oleh masyarakat yang ada di Papua maupun orang-orang yang sedang berkunjung ke Papua. Dan dalam rangka PON 2020 produksi Noken akan diperbanyak oleh masyarakat yang nantinya digunakan untuk oleh-oleh para peserta maupun pengunjung pada kegiatan pekan olah raga nasional tersebut.

" Ya saya siap buat noken banyak-banyak yang penting dipesan oleh pemerintah, dalam sehari saya bisa buat noken 2 kalau Trada kesibukan," tapi kalau sibuk saya bisa selesaikan 1 saja". Tutur Yulia, wanita asal Kabupaten Nabire tersebut menjelaskan.

"Saya sebenarnya tinggal diperumnas 2 Waena tapi karena lokasi saya kurang strategis sehingga saya jualan dipinggir jalan Raya Sentani - Abepura," dalam sehari bisa laku sampai dua,tapi kadang-kadang juga tidak ada yang beli",lanjutnya menjelaskan.

Pedagang Noken di Kota Jayapura semakin banyak namun belum tertata rapi oleh pemerintah melalui dinas terkait, sehingga harapan kedepan mungkin ada lokasi khusus agar nama-nama yang berjualan noken dapat tertata dan harga pun dapat diatur.

Ahmad salah seorang yang kebetulan sedang mencari noken menuturkan, " ada noken yang ukurannya sama dan bahan yang sama namun harga-harga berbeda jauh,ada mama yang jual mahal ada juga yang jual murah, sehingga dirinya berharap kedepannya perlu ada penataan ruang dan harga apalagi sebentar lagi PON dan kita menjadi tuan rumah, setidaknya kita bisa memberi kesan yang baik kepada tamu-tamu kita".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tumpukan Sampah Di Pantai Hamadi Angkatan Laut, suaratifapapua.com

Tampak sampah plastik yang Berserakan (foto : Ariqah)



Jayapura, suaratifapapua.com,-- Tampak sampah yang Berserakan menandakan belum adanya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, hal ini terbukti dengan adanya sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya Pada minggu (26/5) di Pantai Lantamal X Distrik Jayapura Selatan.

Terdapat tumpukan sampah di belakang Kantor Spotmar tepatnya di tepi pantai.
Sampah-sampah yang berada didaerah tersebut berupa botol minuman,  kantong plastik,  karung,  kaleng cat,  pakaian, batang pohon,  dan sisa makanan.



Sampah tersebut berasal dari warga sekitar pantai,  pengunjung dan para nelayan.  Hal ini menyebabkan pesisir pantai tidak terlihat indah bahkan mencemari lingkungan seperti membuat air keruh dan menyebabkan aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari sisa makanan.

"Bagi kami hal ini sangatlah tidak baik apa lagi saat kami akan mulai latihan di air, "Sebagian dari kami terkadang terjatuh hingga menyebabkan luka atau memar", Ucap salah satu anggota saka Bahari,  Fitrah Kasnar.

"Terdapat banyak cara agar hal ini di atasi salah satunya dengan membuat program continue yaitu mengumpulkan sampah plastik dan membanya ke Bank sampah yang berada di Belakang Kantor Walikota,"Hal ini dilakukan setiap minggu pada saat latihan", Ucap Pamong Saka Bahari,  Rudy Evans Amannupunjo.


Penulis : Ariqah S - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Keerom Bersatu Perkuat Layanan Pencegahan, Pemeriksaan dan Pengobatan Malaria, suaratifapapua.com



Keerom, suaratifapapua.com,-- Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dengan dukungan Unicef melalui Gapai menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Layanan Public Private Mix (PPM) dan Lintas Program Malaria yang dilaksanakan pada Selasa, (28/5) di Aula Dinas  Kesehatan Kab Keerom.

Kegiatan ini diikuti oleh lintas program kesehatan dikunjungi Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dan layanan kesehatan swasta   yakni Klinik Santa Lusia, Klinik Perusahaan PT. Tanda Sawita Papua; layanan klinik Polres Keerom, Bagian Kesehatan Pos Pamtas TNI di Keerom; organisasi profesi kesehatan yakni Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI); dan Perdhaki.



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr.Ronny JA Situmorang yang membuka kegiatan ini menyampaikan sambutannya dengan meminta seluruh layanan kesehatan baik milik pemerintah dan swasta bekerjasama untuk memberikan layanan standar yang sama untuk pemeriksaan dan pengobatan malaria. Dan berharap pertemuan ini dapat menyatukan layanan untuk bergerak bersama berantas malaria khususnya untuk menghadapi PON 2020 dan percepatan eliminasi malaria di Keerom tahun 2025.

Pada pertemuan ini juga dilakukan diskusi kelompok untuk membahas layanan pencegahan, pemeriksaan dan pengobatan malaria pada ibu hamil, balita; kemitraan layanan pemerintah dan swasta dan dukungan lintas program kesehatan untuk percepatan eliminasi.

Hasil penting yang dihasilkan dalam pertemuan ini adalah komitmen layanan klinik swasta, klinik Polri, Pos Pamtas TNI untuk memberikan pelayanan terhadap penderita malaria yang sama sesuai standar. Dan masyarakat diminta untuk tidak ragu mengakses layanan pencegahan, pemeriksaan malaria yang sama baik di fasyankes milik Pemerintah dan milik swasta karena standar pelayanan yang berikan dengan kualitas standar yang sama.

Seperti waktu pemeriksaan laboratorium malaria (secara mikroskopik) waktu pemeriksaannya sama yakni minimal 1 jam  dan  jenis /dosis obat malaria juga sama. Masyarakat juga diminta untuk tidak meminum obat untuk mengatasi malaria tanpa pemeriksaan darah/laboratorium dan tidak membeli obat malaria yang tidak sesuai standar di toko/warung. Obat Anti Malaria terbaru dan ampuh ada di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta (klinik).

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

" SATGAS Kijang Menuju Memberamo Raya", suaratifapapua.com

Foto Bersama Sebelum Meninggalkan Kota Jayapura (foto : Saywai)


Jayapura, suaratifapapua.com. Satuan Tugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang dibentuk melalui Program Gubernur Papua Lukas Enembe untuk peningkatan pelayanan pada daerah terpencil dan daerah perbatasan. Siang, hari ini selasa, 28/05/19 bertolak menuju Kabupaten Mamberamo Raya dengan menumpangi KM. Cantika Lestari 88.

Menurut Salmon Fairyo selaku pendamping satuan tugas yang diberi nama "SATGAS KIJANG" mengatakan tim ini kurang lebih satu tahun (8 bulan) akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Mamberamo Raya.
Tim yang berjumlah 12 orang ini masing-masing terdiri dari tenaga perawat, farmasi, bidan, kesehatan linkungan dan kesehatan masyarakat.




"Selain tugas kami memberikan pelayanan kesehatan, kami juga memberikan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat," singkatnya.
Salmon juga menambahkan bahwa setibanya di sana (Mamberamo Raya) nanti, tim ini akan dilepas ke setiap Puskesmas untuk selanjutnya melayani masyarakat dari rumah ke rumah.
Dirinya juga berharap ada dukungan penuh dari pemerintah setempat melalui dinas terkait  untuk memfasilitasi tim selama satu tahun pelayanan.
"Kami dari provinsi hanya menyiapkan tenaga sedangjan untuk bama, obat-obatan dan fasilitas lainnya adalah tanggung jawab Pemda setempat, "jelas Salmon.


Usai memberikan penjelasan Salmon mengajak timnya pose bersama sebelum sama-sama meninggalkan Kota Jayapura menuju Kabuoaten Mamberamo Raya.

Penulis : Saiway - JW Memberamo Raya

Related Posts:

"Sosialisasi pencegahan HIV & AIDS serta IMS sangat penting karena saat ini sudah terinsfeksi 6.531 jiwa penduduk Jayapura", suaratifapapua.com

Suasana Proses Pemeriksaan HIV Oleh Petugas Kesehatan

Jayapura, suaratifapapua.com - Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kol. Inf. J. Binsar Parluhutan Sianipar menegaskan bahwa seluruh prajurit anggota Korem 172/PWY  wajib mengikuti tes HIV.  Penegasab inindisampaikan usai mengikuti sosialisasi HIV  KPA Kota Jayapura.
Korem 172/PWY menyelenggarakan sosialisasi pencegahan HIV AIDS dan IMS  diikuti sebanyak 150 orang prajurit dan PNS Korem 172/PWY bertempat di Aula Makorem, pada Senin (27/5).

Danrem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar sangat  mengapresiasi kegiatan Sosialisasi yang diselenggarakan bersama KPA Kota Jayapura, yang dihadiri pula oleh Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM, selaku ketua pelaksana KPA Kota Jayapura.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi HIV & AIDS dan IMS ini, dengan tujuan agar prajurit TNI, khususnya prajurit dan PNS Korem 172/PWY mengetahui akan bahaya dan resikonya yang begitu tinggi, sehingga dapat bersikap dan berperilaku yang tepat dalam bersosial khususnya dalam hidup berkeluarga," ujar Danrem.

Lebih lanjut Danrem mengatakan bahwa saat ini penyebaran penyakit HIV & AIDS dan IMS di papua begitu tinggi. Ironisnya data menunjukkan bahwa para penderita itu umumnya adalah usia produktif, usia 25 - 49 tahun, dan ini menegaskan bahwa penyebaran HIV-AIDS di Papua kian memprihatinkan. Penyakit ini juga menjadi salah satu ancaman serius bagi Papua.

"Saya berharap agar prajurit dan PNS dapat menyimak dengan baik pengetahuan yang didapatkan dari sosialisasi ini, sehingga dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya juga kepada keluarganya masing-masing," ujar Danrem.

Turut pula memberikan sambutan Ketua pelaksana KPA Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM, yang mengatakan bahwa Sosialisasi pencegahan HIV & AIDS serta IMS sangat penting karena saat ini sudah terinsfeksi 6.531 jiwa penderita HIV & AIDS di Jayapura. Penyakit ini adalah musuh kita bersama dan tidak memandang siapapun bisa terjadi pada masyarakat, pegawai negeri atau pun TNI. 

"Untuk mencegah penyakit HIV & AIDS ini berkembang, maka saya minta kepada masyarakat, TNI maupun Polri dan semua komponen untuk melalukan pencegahan preventif dan pemerintah juga harus turun tangan untuk menggalakan Program Berani Periksa Diri melalui pemeriksaan sukarela sehingga dapat mengantisipasi serta mengurangi jumlah yang terinfeksi," ujar H. Rustan Saru

Sosialisasi Pencegahan HIV & AIDS serta IMS pun dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber Ibu Sri Rahayu dari Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Kotaraja. Usai sosialisasi, para prajurit dan PNS Korem172/PWY melaksanakan pemeriksaan secara sukarela yang dilaksanakan tim dari KPA Kota Jayapura.

Pengambilan sampel darah dilakukan pula oleh Danrem 172/PWY yang di ikuti oleh seluruh prajurit dan PNS sebagai wujud mendukung gerakan Program berani periksa diri dalam melakukan pencegahan Virus HIV AIDS dan IMS di kota Jayapura.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Terminal Expo Waena Kembali Normal", suaratifapapua.com

Situasi Terminal Expo Waena ( foto : Jilhan)


Jayapura, suaratifapapua.com,-- kabar gembira bagi pengguna jasa angkutan umum jurusan Waena ke Sentani dan sebaliknya, Selasa (28/5) sudah mulai beroprasi kembali, setelah tiga hari tidak beropasi karena pertikaian yang terjadi di Terminal Expo.

Berdasarkan penuturan salah seorang sopir angkutan umum (taksi) untuk trayek Sentani bapak Tris, "saya merasa sangat senang akhirnya hari ini bisa narik taksi kembali karena jujur selama 3 hari tidak narik saya merasa sangat kesulitan menafkahi keluarga saya", apa lagi ini sudah mau mendekati lebaran biasanya terjadi lonjakan penumpang seiring dengan meningkatnya aktifitas masyarakat untuk berbelanja kebutuhan lebaran jadi aktifitas jasa angkutan umum juga menjadi ramai penumpang, jadi sangat rugi kalau saya tidak narik.

"yaa harapan saya semoga kedepanya keadaan di terminal expo tetap kondusif agar saya bisa terus narik dan dapur terus mengepul". lanjut pak.Tris menuturkan.

Seperti yang diketahui masyarakat Kota Jayapura bahwa Jumat (21/5) lalu telah terjadi keributan diterminal Expo Waena yang kasusnya hingga kini masih ditangani satuan Reskrim Polres Jayapura Kota.

Penulis : Jilhan Kantoli - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

" Penanganan HIV Perlu Keterlibatan Semua Masyarakat", MRAN Kota Jayapura Tahun 2019, suaratifapapua.com

Sambutan Wakil Walikota Jayapura dalam kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantar (foto : Gerrard)


Jayapura, suaratifapapua.com, -- Komisi Penanggulangan Aids Kota Jayapura mengadakan kegiatan malam renungan Aids Nusantara pada Sabtu (25/5) lalu bertempat di halaman kantor Klasis GKI Port Mumbai. Dalam kegiatan ini hadir 5 tokoh dari perwakilan agama masing-masing.

Dalam sambutannya wakil walikota Jayapura mengatakan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan virus HIV perlu keterlibatan semua lapisan masyarakat. " ia untuk mengatasi virus ini diperlukan keterlibatan kita semua, oleh sebab itu hari ini pada acara Malam Renungan AIDS Nusantar diundang tokoh-tokoh Agama supaya kita berupaya dalam peran kita masing-masing ditengah masyarakat Kota Jayapura".

Sementara itu seorang ODHA yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan bahwa HIV adalah sakit fisik bukan penyakit sosial," ia orang dengan HIV tidak lah berbahaya jadi tidak perlu untuk ditakuti,"ingat HIV penyakit fisik bukan penyakit sosial".

Lanjutnya dirinya menghimbau, "untuk teman-teman yang terpapar HIV jangan percaya dengan janji-janji manis ramuan tradisional maupun suplemen-suplemen yang mengatakan dapat menyembuhkan HIV, kecuali pernyataan tersebut keluar dari WHO. Oleh sebab itu hingga saat ini Anti Retroviral (ARV) adalah satu-satunya obat yang dapat membantu teman-teman ODHA bertahan hidup".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Melalui Jurnalis Warga ( JW TIFA) Saya Belajar Menulis Berita", suaratifapapua.com

Lena Sedang Membacakan Hasil meliput dan menulis berita pada kegiatan Workshop JW ( foto : Gerrard)


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Menulis adalah sesuatu yang baru buat saya, namun melalui Jurnalis Warga Kota Jayapura, saya belajar tentang bagaimana menulis dan membuat berita.

Saya tidak punya pengalaman tentang jurnalis. namun sejak menjadi anggota JW kami diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tentang teknik membuat berita, maupun tentang aturan-aturan dasar menjadi penulis.

Pada kesempatan ini kami mengikuti Workshop tentang Jurnalis, kami kembali dibekali dengan materi-materi dan informasi tentang bagaimana menjadi seorang Jurnalis awam.

Berbagi dan belajar bersama teman-teman lain, yang juga berbeda latar belakang, memberikan banyak pengalaman.

Saya harap, melalui JW Tifa, saya dapat belajar lebih banyak lagi dan lebih berani untuk membuat lebih banyak berita.

Penulis : Lena - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Warga (JW TIFA) Diharapkan mampu meliput berita yang luput dari media utama, suaratifapapua.com



Jayapura, suaratifapapua.com,--  Senin (27/5) JW TIFA Kota Jayapura melakukan talkshow di RRI pro 2 Jayapura.

Kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa JW Tifa Jayapura adalah salah satu media online yang meliput berita di masyarakat.
Berita-berita yang di buat adalah berita yang berdasarkan temuan di lapangan, bukan Hoax.

Saat ini ada anggota baru yang bergabung dengan latar belakang pelajar yang masih duduk di bangku SMA.

Kedepan di harapkan ada mahasiswa dan pelajar SMP maupun SD yang terlibat, agar bersama-sama mengangkat isu atau persoalan yang terjadi.

Melalui JW Tifa, di harapkan mampu mengajak banyak orang untuk menulis, apalagi berita-berita atau kejadian yang terjadi di sekitar, dan tidak terjangkau media lainnya.

Talkshow ini sangat bermanfaat, dan berharap kedepan semakin banyak yang bergabung menjadi penulis berita, untuk perubahan positif di masyarakat.

Penulis : Lena Menanti - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Talkshow Pro 2 FM Jayapura Bersama Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura, suaratifapapua.com

Anggota Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura @2019


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura kali ini diberi kesempatan oleh RRI Jayapura (Pro 2 FM) untuk memperkenalkan apa itu Komunitas Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA). Senin (27/5) sekitar 10 anggota Jurnalis Warga hadir pada kegiatan talkshow radio tersebut.

Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura adalah komunitas yang bergerak dalam upaya peningkatan pelayanan dasar atau pelayanan publik melalui tulisan-tulisan difacebok, YouTube,WA dan juga website : suaratifapapua.com.




Anggota Jurnalis Warga adalah bukan jurnalis atau wartawan profesional, namun jurnalis warga juga dibekali dengan pengetahuan bagaimana menulis berita dan teknik-teknik lainnya.

Jurnalis warga kota Jayapura kini memiliki anggota yang aktif sekitar 10-15 orang dan pada tahun 2019 ini selain menulis berita ada beberapa program yang akan dikerjakan seperti JW Go to School dan juga ada pelatihan membuat berita melalui video.

Ezra salah seorang siswa SMK N.2 Jayapura mengatakan sangat senang bisa bergabung bersama JW TIFA," ia saya sangat senang bisa bergabung bersama JW TIFA bisa mendapat pengetahuan baru terkait dunia jurnalistik, saya berharap kedepannya melalui tulisan saya dan teman-teman JW membawa manfaat bagi masyarakat Kota Jayapura".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kemenag Keerom bekali para Penyuluh Agama Katolik tentang Malaria,suaratifapapua.com


Keerom, suaratifapapua.com, Upaya pemerintah Kabupaten Keerom dalam memberantas malaria terus dilakukan. Bukan cuma petugas kesehatan yang terlibat didalamnya namun semua warga masyarakat serta semua OPD ikut terlibat. Hal ini dibuktikan dengan ikut turun tangannya kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom yang bekerja sama dengan tim terkait untuk memberikan pengetahuan bagi penyuluh agama katolik.

Rabu (8/5) lalu bertempat di ruang pertemuan FKUB melakukan kegiatan pertemuan rutin bulanan dengan para tenaga penyuluh agama Katolik. Namun pada pertemuan kali ini Kepala Kantor Kemenag Kab Keerom mengundang Tim Malaria Center dan Unicef untuk memberikan sosialisasi tentang penyakit malaria dan kegiatan Gempur Malaria bagi penyuluh agama Katolik.



Menurut Kepala Kantor Kemenag Keerom Karel F. Mambaul, Semua, M.Pd.K dalam arahannya pada kegiatan ini bahwa pada pertemuan rutin para penyuluh agama ini akan diberi pembekalan tentang malaria sehingga para penyuluh ini nantinya dapat menyampaikan pesan-pesan tentang pemberantasan malaria pada kegiatan-kegiatan atau ceramah/khotbah yang dilakukan, dan berharap para penyuluh dapat mengajak umat dan masyarakat untuk mensukseskan kegiatan Gempur Malaria.
Kemenag Keerom juga akan memprogramkan pembekalan seperti ini kepada seluruh tenaga penyuluh agama Islam, Kristen dan Hindu. Menurut Karel F. Mambay total penyuluh agama di Keerom (dari 4 agama) mencapai 100 orang.




Para penyuluh agama Katolik yang mengikuti pembekalan ini menyambut baik kerjasama antara sektor kesehatan dengan pihak penyuluh agama di Kemenag. Dan penyuluh agama berharap adanya bahan-bahan edukasi malaria yang dapat menjadi pegangan dalam menyampaikan pesan malaria ke masyarakat.

Disamping itu, Kemenag Keerom juga telah menggelar Apel Siaga Malaria untuk mendukung gerakan Gempur Malaria di Keerom dan telah meminta jajaran dibawah Kemenag untuk melakukan kegiatan-kegiatan mendukung Gempur Malaria ini seperti di lingkungan sekolah naungan Kemenag tidak terdapat tempat perkembangbiakan nyamuk dan lingkungan harus bersih.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Meningkatkan Kreatifitas Menulis Melalui Workshop Jurnalis Warga, suaratifapapua.com

Anggota Jurnalis Warga sedang latihan membuat berita

Jayapura, suaratifapapua.com, -- Sabtu (25/05) Forum-Jurnalis Warga Kota Jayapura melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai cara menulis dengan baik sebagai seorang jurnalis.Kegiatan ini dilaksanakan di Furia Korner,Kotaraja dalam, Kota Jayapura.Dalam kegiatan ini melibatkan 15 anggota jurnalis warga sebagai peserta dan  Alvonsa sebagai pemateri dari tabloid Suara Perempuan Papua.Tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan serta membuat peserta mengetahui bagaimana cara menulis berita dan tidak mengandai-andai dalam menuliskan suatu berita.Kegiatan ini juga akan berlanjut pada bulan November-Desember dengan rangkaian kegiatan seperti, Talk show radio, mentoring,dan Jurnalis Warga goes to school serta peserta akan dilatih bagaimana cara membuat video.( Hiswita salah satu anggota Jurnalis warga). Menurut saya kegiatan ini harus diberikan karena sangat penting terutama bagi para  pelajar karena mereka harus memiliki ketrampilan menulis, "saya berharap manajemen jurnalis warga harus intens dalam kegiatan ini mungkin 1 atau 2 bulan sekali agar kemampuan peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih berkembang. "Ucap Alvonsa selaku pemateri.

Fasilitator sedang memberikan materi tentang menulis berita

Kegiatan ini juga diapresiasi oleh para pesertanya salah satunya adalah seorang siswi dari sekolah menengah kejuruan yang ikut serta dalam kegiatan ini. Menurut saya kegiatan Jurnalis Warga ini sangat menarik serta memberikan wawasan baru kepada saya terutama dalam aspek menulis, disini juga pola pikir saya dalam menulis lebih terbuka dan saya berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk anak muda lain dapat bergabung karena kegiatan ini sangat ekspresif bagi pemuda-pemudi karena mereka dapat menuangkan imajinasi dan karya-karya mereka lewat tulisan. (Ucap  Shynta selaku salah satu peserta workshop Jurnalis Warga).


Penulis : Vini - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

REMAJA DAN HIV-AIDS,suaratifapapua.com




Jayapura, suaratifapapua.com,-- Data kasus terbaru kasus HIV-AIDS yang di keluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 31 maret 2019 yaitu 40.805 kasus.

Menjadi topik yang di bahas pada sesi ini, yaitu kaitannya dengan situasi anak muda atau remaja saat ini dengan pergaulannyang cukup bebas, yang juga menjadi pemicu salah satu faktor terjadinya penularan HIV di kalangan remaja saat ini.

Pentingnya informasi HIV-AIDS bagi remaja agar membangun pemahaman remaja tentang penularan dan pencegahan HIV-AIDS serta meningkatkan peran orang tua dan guru dalam mengasuh, mendidik dan memantau anak remaja.

Di era yang serba modern dengan kecanggihan teknologi seolah memberi peringatan bagi remaja maupun orangtua bahwa salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah pentingnya membicarakan tentang seks dan seksualitas kepada anak-anak remaja, agar anak mendapatkan informasi yang baik dan benar dari orang tua atau guru, sehingga tidak ada anak-anak remaja yang kemudian terjerumus kedalam pergaulan bebas karena keingintahuan pada sesuatu, atau pada akhirnya mencoba-coba untuk menjawab rasa penasaran mereka.

Banyak orang tua melarang anak-anak atau membatasi anak-anak untuk membahas tentang seks dan seksualitas, apalagi kondom. Padahal, akan lebih baik jika informasi itu mereka  diskusikan dengan orang tua, sehingga ada pesan positif yang dapat di berikan. Karena di jaman ini kita tidak dapat membatasi informasi yang berkembang di luar atau di lingkungan pergaulan setiap anak.

Banyak kasus saat ini, yaitu anak remaja yang juga terinfeksi HIV-AIDS karena pergaulan bebas dan bahkan putus sekolah, beberapa menjadi pekerja seks, untuk sekedar memenuhi keinginan dan gaya hidup.

Peran semua pihak menjadi penting untuk isu HIV-AIDS, agar anak-anak remaja sebagai generasi penerus bangsa, mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas dan berhasil tanpa HIV-AIDS.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

2019 JW TIFA Lebarkan Sayap Jangkauan Peliputan Berita di Papua, suaratifapapua.com

Koordinator JW TIFA Sedang Menjelaskan Program JW Tahun 2019 Melalui Dukungan PPMN


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Sabtu,11/05, Jurnalis Warga (JW) Tifa  Kota Jayapura melakukan pertemuan perdana  untuk proses rekrutment anggota JW dan sekaligus sebagai ajang refresh bagi anggota JW yang lama, dengan tujuan untuk berbagi informasi dan menambah anggota JW agar semakin banyak yang terlibat dalam program yang akan dijalankan bersama di tahun 2019.

JW Tifa adalah salah satu Komunitas di bawah Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang sejak beberapa tahun terakhir ini berfokus pada berita online dengan melibatkan Jurnalis Warga yang dilatih dari latar belakang berbeda-beda, dan tidak harus jurnalis atau wartawan profesional.

Berhasil dengan program 2018, kali ini di tahun 2019 Jurnalis Warga Tifa Kota Jayapura kembali mendapat dukungan dari PPMN untuk program "Gerakan Jurnalisme Warga Mengawasi dan Mendorong Peningkatan Layanan Publik Inklusif".

Dengan adanya program ini, di harapkan melalui berita dan tulisan JW mampu memberikan perubahan bagi pelayanan yang lebih baik sesuai dengan standart pelayanan bagi masayarakat.

Berbagai isu yang menjadi fokus sehingga  setiap anggota di harapkan mampu menulis dan membuat berita, terkait isu-isu yang ada di masyarakat tidak terbatas.

Pertemuan awal rekrutment ini, di hadiri oleh perwakilan dari beberapa kota/kab yang ada, yaitu Kab Keerom, Kab Jayapura dan Kota Jayapura, juga dari Kab Mamberamo Raya.

Seperti yang di sampaikan oleh Gerrard selaku Koordinator JW Tifa bahwa "Dengan adanya JW Tifa kiranya mampu memberikan dampak positif bagi media online lainnya, serta bekerjasama, yaitu dengan memberikan berita yang nyata bukan hoax, agar benar-benar memberi pengaruh dan mampu mendorong satu perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga masyarakat merasakan dampaknya".

Pada tahun 2019 ini juga di harapkan JW tifa memiliki legalitas hukum, agar kedepan JW Tifa memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah maupun pihak luar, dan terlebih khusus untuk ID Card Pers, sehingga setiap anggota lebih leluasa dalam bergerak baik menulis dan mencari berita di lapangan.

Evi Toam sebagai salah satu peserta yang terlibat, merasa sangat senang dapat di libatkan dalam kegiatan ini, "saya senang, meski saya jauh di kampung Yakonde kabupaten Jayapura tapi saya di undang, dan saya akan belajar membuat berita, terima kasih".

Jurnalis Warga juga akan melaksanakan Talk show dengan radio yang ada di Kota Jayapura, untuk membahas isu-isu utama yang terjadi di masyarakat, karena meski di jaman serba online saat ini, namun masih banyak yang begitu erat dengan radio, sehingga merasa perlu untuk tetap menggunakam radio sebagai saluran informasi bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, akan ada beberapa kegiatan baik kunjungan ke beberapa sekolah dan mentoring JW yang akan di lakukan.

Komitment dan kerjasama serta informasi yang akurat dan nyata menjadi dasar bagi setiap anggota JW.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

SD YPK Onomi Sentani dipalang, Siswa/ i Ikut Ijian Semester Dibawa Pohon, suaratifapapua.com





Jayapura, suaratifapapua.Com,--Puluhan siswa/i yang berasal dari  SD YPK Onomi Sentani Kabupaten Jayapura Papua, terpaksa belajar dibawa pohon dikarena sekolahnya dipalang oleh pemilik hak ulayat setempat.

Hak ulayat menjadi persoalan besar saat ini dan permintaan kompensasi terus betubi-tubi dikalangan masyarakat.  Oleh karena itu, masyarakat setempat melakukan pemalangan SD tersebut karena tuntut hak ulayat tanah.

Menurut pantauan media ini, Senin (14/5/2019) kejadian ini sangat memprihatiankan, berharap ada proses penyelesaian masalah ini.

"Karena,  para siswa/i yang menjadi korban sehingga pelaksanaan ujian pun harus berlangsung di halaman gereja. Oleh karena  itu,  diharapkan kepada pemerintah Daerah serta pengelola PSW YPK di Tanah Papua dan pemilik hak ulayat untuk duduk bersama mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut.

Salah seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya orang tua dari siswa SD tersebut meminta agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik demi masa depan anak-anak kami, masalah hak ulayat ini segera diselesaikan.


Penulis : James Jurnalis JW
Editor : Christian Degei

Related Posts:

Festival Crossborder tahun 2019 diharapkan dapat memberikan manfaat dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbatasan RI dan Papua New Guinea, suaratifapapua.com

Walikota Jayapura Saat mengunjungi stand peserta pameran


Jayapura, suaratifapapua.com, -Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM, secara resmi membuka Festival Crossborder Skouw 2019, yang berlangsung di kawasan PLBN Skouw, Kamis (9/5) lalu.
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM,  mengatakan Festival Crossborder tahun 2019 yang telah dilakukan ke-empat kalinya dapat memberikan manfaat dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbatasan RI dan Papua New Guinea.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, bisa memberikan kontribusi dan sumbangsi besar kelancaran roda ekonomi di daerah perbatasan, dan juga masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan,”harap orang Nomor satu Kota Jayapura, saat memberikan sambutannya pada pembukaan Festival Cross Border Skouw tahun 2019.
Dirinya menyampaikan apresiasi terhadap pihak keamanan dari TNI dan Polri yang telah melaksanakan tugas menjaga kawasan perbatasan dengan baik.
“Saya menyampaikan terima kasih penghargaan setinggi tinginya kepada pihak TNI Polri khususnya pasukan pengamanan perbatasan RI PNG,”ucap Wali Kota.
“Saya mengajak seluruh stakeholder yang terkait untuk melihat potensi yang ada di perbatasan, sehingga bisa dikembangkan PLBN Skouw Jayapura semakin maju dan dikenal,”cetus putra asli Port Numbay.Dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk tetap mengembangkan potensi yang dimiliki agar PLBN Skouw semakin maju dan lebih dikenal.
Lanjut Wali Kota menegaskan masyarakat pengunjung PLBN Skouw agar bersama sama menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban dikawasan perbatasan RI-PNG.
“Kepada seluruh masyarakat yang datang berkujung di PLBN Skouw tetap menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban, daerah ini harus tetap bersih,”tegas Wali Kota.
“Saya minta yang suka makan pinang jangan meludah sepanjang jalan ini yang sudah bersih, dan juga dikawasan kantor kita didaerah perbatasan ini harus di jaga agar tetap bersih,”menambahkan.
Festival Cross Border Skouw yang berlangsung 9-11 Mei 2019, dibuka dengan resmi oleh Wali Kota Jayapura, ditandai dengan  panabuhan secara bersama  oleh Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziyani duta besar Indonesia  untuk Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon Andriana Supandy, Kepala Imigrasi Kelas I Jayapura Gatut, Asisten Deputi Pelintas Batas Negara dengan yang diwakilkan Yan Numberi, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Mayor Inf Erwin Iswari, dan sejumlah tamu lainnya, dilanjutkan dengan perayaan syukuran pemotongan nasi tumpeng 2 tahun diresmikan PLBN Skouw oleh Presiden Joko Widodo.

Penulis : 

Related Posts:

Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura Kembali Melakukan Perekrutan Jurnalis, suaratifapapua.com



Jayapura, suaratifapapua.com - Forum Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW-TIFA) Papua melakukan rektutmen Jurnalis warga untuk program JW tahun 2019. Dengan tema "Gerakan jurnalisme warga mengawasi dan mendorong peningkatan layanan publik Inklusif". Kegiatan berlangsung di kantor Yayasan Harapan Ibu Papua (YHI) Kota Raja Jayapura pada sabtu, (11/05)

Program - program yang akan dilakukan tahun 2019 ini ialah :
1. Rekrutmen Jurnalis Warga
2. Workshop untuk JW
3. Monitoring JW
4. Talkshow Radio
5. Pelatihan Membuat Video Dokumenter
6. JW Go To School
7. Workshop JW dengan Stakeholder

Koordinator JW-TIFA Gerrard Raja merasa bersyukur karena di tahun ini perwakilan masing-masing kabupaten sudah bergabung untuk memperluas wilayah, daerah jangkauan sudah ditambah yakni Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Memberamo Raya. Ujar Gerrad menjelaskan saat dikonfirmasi.

"Harapannya melalui berita-berita yang ditulis oleh jurnalis warga membawa dampak yang baik dan harapan bagi publik sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

"Untuk teman-teman yang baru bergabung, rajin menulis berita jangan takut salah". Mari kita sama-sama belajar",tutur Gerrard melanjutkan penjelasannya.

Penulis : Yanuarius Kadepa - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Warga (JW TIFA)Kota Jayapura Komitmen untuk Mengawasi dan Mendorong Peningkatan Layanan Publik Inklusif , suaratifapapua.com

Kegiatan Rekrutmen JW TIFA Kota Jayapura Tahun 2019

Jayapura, suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga Kota Jayapura atau yang lebih dikenal dengan sebutan JW TIFA kembali mengadakan kegiatan rekrutmen anggota Jurnalis Warga. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu ( 11/5) bertempat diruang pertemuan Kantor Yayasan Harapan Ibu Papua, Kotaraja Dalam.

Kegiatan rekrutmen JW ini dilakukan untuk mencari minat warga di Kota Jayapura yang tertarik dengan dunia jurnalistik. selain dari Kota Jayapura JW TIFA juga kali ini mengajak beberapa masyarakat dari Kabupaten Jayapura , Kabupaten Keerom dan Kabupaten Memberamo Raya.

Gerrard sebagai Koordinator JW saat menjelaskan kepada peserta yang mengikuti kegiatan rekrutmen JW

Jurnalis warga (JW) adalah pemberdayaan warga melalui kegiatan menulis laporan atau pemberitaan. Berita yang ditulis tentang persoalan warga mulai dari tingkat terendah yaitu komunitas atau desa tempat tinggal mereka. Kegiatan menulis ini, harus mengacu pada prinsip dasar jurnalistik dan diarahkan pada saluran yang tersedia secara pribadi misalnya media sosial ( Facebook, YouTube, Website, dll).

Harapannya hasil-hasil laporan jurnalis warga dapat menjadi salah satu alat advokasi untuk membuat perubahan dimasyarakat.


Peserta serius mendengarkan penjelasan terkait Jurnalis Warga


" Saya sangat senang bisa bergabung dengan JW TIFA Kota Jayapura, saya berharap kedepannya program ini juga bisa dikembangkan di Kabupaten Keerom jangan hanya di Kota Jayapura saja".tutur Kristina Soge peserta dari Kabupaten Keerom saat diwawancarai.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Steam Cell Hanya Suplemen, Bukan Obat Yang menyembuhkan HIV, suaratifapapua.com


JAYAPURA (KT) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giay memastikan setiap obat maupun suplemen HIV/AIDS diluar ARV adalah ilegal, hal itu menyusul pernyataan dr. Jhon Manangsang yang beranggapan obat ARV hanya bersifat menolong penderita untuk HIV/AIDS bertahan hidup sebagaimana orang sehat tanpa menyembuhkan.
Menurut Aloysius pemperian ARV kepada penderita HIV/AIDS  oleh Dinkes tentu dilakukan sebagaimana standar rekomendasi WHO dan tiga peraturan Menkes mengenai penanganan HIV/AIDS.   “Jadi jika ada obat diluar ARV itu kami katakan ilegal. Apalagi tidak punya ijin dari BBPOM,” terang Aloysius saat memberikan kepada pers, di Jayapura, kemarin.
Kepala dinas kesehatan pun, mengimbau Balai Besar Penanganan Obat dan Makanan (BBPOM) setempat agar segera mengambil langkah untuk menarik sejumlah obat maupun suplemen ilegal tersebut.
Sementara Kepala Bidang Penindakan BBPOM Jayapura, Buyung Apt memastikan suplemen yang diklaim mampu menyembuhkan HIV/AIDS, seperti Purtier Plasenta sampai saat ini belum terdaftar di lembaga tersebut.
“Kalau yang terdaftar di kami itu obat dengan tulisan purtier. Sementara portier plasenta ini masih dalam bentuk suplemen dan tak terdaftar. Sehingga bagaimana sikap kami dan langkah kedepan, kami akan koordinasikan dulu dengan dinas kesehtaan provinsi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selanjutnya, baru kami ambil langkah. Tapi yang jelas produk tidak terdaftar harus kami tarik,” tegasnya.
Sementara menyikapi pernyataan dr. Jhon Manangsang, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jayapura menilai, sikap kontroversial serupa pernah pula dilakukan yang bersangkutan kala mendorong pemerintah provinsi melakukan pemasangan mikrochip bagi penderita HIV/AIDS di  bumi cenderawasih.
Beruntungnya ide “gila” itu berhasil dilawan dan tak berhasil diterapkan. Sehingga bila ada pihak yang merasa dirugikan berkenaan dengan penyataan atau penggunaan stem cell, diimbau untuk melapor ke IDI setempat.  “Tentunya kami di Kota Jayapura akan berkoordinasi dengan IDI Kabupaten Jayapura yang menjadi tempat domisili bersangkutan. Tapi sekali lagi minimal harus pengaduan yang menyatakan ada pelanggaran kode etik”.
“Sehingga IDI bisa cabut izin prakteknya. Tapi pasti harus ada aduan dulu, kita investigasi lalu jika bersalah kita cabut,” tegasnya.  Pegiat HIV Jayapura, Robert Sihombing mempertimbangkan untuk membuat aduan terkait dengan pernyataan dr. John Manangsang yang mendorong penggunaan stem cell.
“Bahkan dari data kami sudah ada 15 orang yang lebih dominan ada di Kabupaten Jayapura menggunakan stem cell. Dilain pihak, pada dua hari lalu kami didalam whatsapp grup mengalami kedukaan karena salah satu pasien HIV dinyatakan meninggal akibat meninggalkan ARV dan menggunakan stem cell”.
“Isu ini sudah menjadi fakta dan beredar di media sosial terus kemudian kita harap bisa segera di investigasi oleh pihak terkait. Makany, komunitas kami juga kalau memang disebut oleh IDI harus ada aduan supaya mereka bertindak, maka kita pertimbangkan buat sebuah laporan,” ucapnya.  Ditempat yang sama, Kepala Divisi Program dan Monitoring Evaluasi KPA Papua dr. Anthon Mote memastikan, sikap serupa Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Yan Matuan, yang mendorong penggunaan stem cell bagi penderita HIV, dinilai sebagai keputusan pribadi.  “
Sebab jujur saya katakan belum ada rapat atau kesepakatan secara tertulis bersama anggota lainnya, yang mendorong penggunaan stem cell ini”.  “Dalam hal ini, Ketua Harian KPA Papua saya pikir dia salah menangkap. Apalagi yang bersangkutan masih seorang awam. Makanya saya secara pribadi persalahankan mereka yang menyampaikan kepada ketua harian. Sebab kalau ada pihak lain mau sampaikan sesuatu, termasuk mendorong penggunaan stem cell, maka secara profesional ahrus prasentasekan kepada seluruh anggota KPA,” harapnya.
Sebelumnya John bahkan mengklaim ada penemuan paling mutakhir di abad 21 di dunia medis, yakni menggunakan stem cell (Purtier Placenta Stem Cell) atau Sel Punca, yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit kanker dan kronis diantaranya HIV/AIDS .

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Suka Duka Pendamping ODHA, suaratifapapua.com



Ini bukan tangan peracik obat, atau ahli obat, ini tangan salah satu petugas lapangan, yang harus menghancurkan obat terlebih dahulu agar dampingannya bisa minum obat.

Menjadi petugas lapangan tidak cukup hanya dengan paham informasi HIV-AIDS namun seolah di tuntut memahami banyak hal, tidak cukup hanya dengan menjangkau atau tau hostpot, dan mengumpulkan data2.

Ketika berhadapan dengan ODHA tanpa keluarga, bahkan harus memberikan tempat tinggal dan makaanan juga transportasi, mengantar ke layanan kesehatan setiap hari bahkan bisa seminggu untuk 1 orang. Ini di luar program indah  yang di ketik melalui komputer canggih, kemudian di print kemudian di jalankan.

Tak jarang petugas lapangan di anggap suster, mantri dan dokter, meski sebenarnya bukan.

Namun terkadang ketika ada ODHA yang LFU mereka di marah dan bahkan di anggap gagal mendampingi. Sedangkan untuk membawa satu orang mengakses ARV itu bukan hal mudah, bahkan banyak hal di lalui, apalagi menghadapi mereka yang tidak memiliki keluarga atau bahkan dibiarkan oleh keluarga mereka sendiri.

Program saat ini bahkan tidak membiayai manajer kasus, sehingga mereka harus mengerjakan dua tugas, yaitu penjangkau dan pendamping.
Karena tidak cukup membawa mereka periksa darah VCT kemudian kita lepas tangan, apalagi yang positif terinfeksi HIV.

Mereka adalah orang-orang yang bergerak di akar rumput, untuk memberikan informasi penting bagi yang duduk di belakang meja dan para pemberi dana kemudian menjadi dokumen sexy yang di tampilkan di slide show atau power point.

Tidak mudah bergerak di akar rumput, apalagi untuk populasi kunci, resiko dan berbagai tantangan di hadapi, namun seolah tak terlihat.

Kami tidak hebat berbicara, kami hanya bagian kecil yang bergerak di paling bawah, namun apa yang kami lakukan pasti mempengaruhi mereka yang paling Atas sadar atau tidak sadar.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Organisasi Wanita di Keerom Bersatu Gempur Malaria ,suaratifapapua.com



Keerom, suaratifapapua.com,- Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kab. Keerom menggelar kegiatan sosialisasi gempur malaria, Selasa (7/5) bertempat di Aula Kantor Bupati Keerom. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ketua TP-PKK Kab Keerom Ny. Cici Mintarsih Markum untuk memberikan sosialisasi tentang penyakit malaria dan Gempur Malaria bagi pengurus PKK, DWP dan GOW. Sosialisasi ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan arisan PKK, DWP dan GOW yang dilakukan setiap bulan.

Kegiatan ini dihadiri juga Kepala Dinas Kesehatan Kab Keerom yang diwakili oleh Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pendamping Malaria Unicef, Field Officer Gapai dan Tim Malaria Dinkes.



Dalam arahannya dalam kegiatan sosialisasi ini, Ketua TP-PKK Kab Keerom menyatakan, "bahwa penyakit malaria adalah masalah utama dan bersama sehingga semua pihak harus terlibat aktif". PKK, GOW dan DWP akan membantu upaya gempur malaria ini dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui para anggota dan kader masing-masing. Setiap kegiatan turun ke kampung atau ketika mendampingi suami melaksanakan tugas ke kampung harus melihat dan memantau masalah malaria disamping persoalan posyandu.

Pada kegiatan ini, disampaikan materi Sosialisasi Gempur Malaria oleh Kabid. P2P dan Pendamping Malaria Unicef. Materi yang disampaikan tentang situasi malaria di Keerom dan upaya penanggulangan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dengan dipahaminya materi ini maka diharapkan setiap pengurus PKK, GOW dan DWP dapat mensosialisasikan gempur malaria di keluarga dan lingkungan masing-masing serta di masyarakat binaan.

Diakhir kegiatan, Ketua TP-PKK kembali menyatakan," bahwa akan melakukan kegiatan Gempur Malaria di setiap kunjungan ke kampung dan akan ikut bersama tim MACE Jum Keliling (MAlaria CEnter Jumat Keliling) ke kampung untuk mengajak masyarakat Gempur Malaria".


Beliau berkeyakinan bahwa dengan peran serta kaum perempuan maka akan mampu mempercepat upaya penurunan kasus malaria di Keerom sehingga target Keerom Bebas Malaria 2025 dapat dicapat.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Bupati Keerom ajak Masyarakat Gempur Malaria, suaratifapapua.com



Keerom,suaratifapapua.com,- Bupati Keerom Muh.Markum, SH, MH, MM secara resmi menutup Festival Cross Border Keerom 2019 pada tanggal 5 Mei 2019 yang berlangsung dari 3-5 Mei 2019 di Lapangan Swakarsa, Arso

Pada rangkaian penutupan ini, Pemerintah Kabupaten Keerom menyerahkan hadiah bagi Pemenang Lomba Foto Gempur Malaria. Hadiahnya adalah 3 buah sepeda yang berasal dari Bupati Keerom dan diserahkan masing-masing oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dr. Ronny JA Situmorang, dan Ketua TP-PKK Kab Keerom By. Cici Mintarsih Markum.

Selama kegiatan Festival Cross Border ini, dilakukan juga Kampanye Gempur Malaria berupa Lomba Foto yang di-posting di Facebook. Pengunjung festival antusias mengunjungi stand Gempur Malaria dan melakukan foto di photo booth Gempur Malaria dan photo booth Festival Cross Border.
Disamping itu, stand Gempur Malaria juga melakukan pelayanan pemeriksaan darah malaria kepada pengunjung festival.

Pemerintah Kabupaten saat ini gencar melakukan kampanye Gempur Malaria agar masyarakat menyadari bahaya malaria dan dapat bertindak dan bergerak untuk melakukan kegiatan-kegiatan memberantas penyakit ini, dimana mulai 25 April yang lalu dalam rangka Peringatan Hari Malaria Sedunia, Bupati Keerom mencanangkan Kampanye Gempur Malaria. Bupati Keerom berharap dengan Gempur Malaria ini, kasus malaria dapat diturunkan dan pada pelaksanaan PON 2020 mendatang di venue PON dapat terbebas dari penularan malaria. Bupati Keerom juga meminta agar setiap event-event kegiatan yang melibatkan masyarakat, Malaria Center harus hadir untuk mengkampanyekan Gempur Malaria agar dapat dipahami oleh masyarakat.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Papua Voice Gelar Pers Reales Untuk Festival film Papua Ke-3 di Sorong, suaratifapapua.com



Jayapura, suaratifapapua.com,- Papua Voice mengadakan pers release untuk kegiatan Festival film Papua yang ke tiga. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6/5) bertempat dikantor JERAT hadir sebagai pembicara ialah Wirya Supriyadi selaku Sekretaris Nasional PAPUAN VOICES,Harun Rumbarar selaku Koor  PV.KERROM dan Elis Apeyaka selaku Bendahara PV Nasional.

Wirya Supriyadi menuturkan," Papua adalah sebuah wilayah yang terdiri dari 312 suku asli dan masih menjaga baik pola-pola hidup nenek moyangnya.Pulau ini memiliki hutan menghampar luas, lautnya menyimpan berjuta jenis ikan dan tumbuhan sumber protein bagi kehidupan. Kandungan mineral di perut buminya, mulai dari minyak hingga emas, menjadikan pulau ini dipandang sebagai harta karun tak ternilai harganya. Papua adalah surga bagi para antropolog sekalligus bagi para investor pribumi dan mulltinasional yang melihat alamnya sebagai faktor produksi yang bisa mendatangkan keuntungan tak terperi".

"Sesungguhnya, dalam konsep budaya Orang Papua, kaum perempuan mendapat tempat yang cukup baik, seperti pada beberapa suku yang menggambarkan perempuan dalam simbol-simbol keagungan seperti misalnya simbol pohon sagu yang artinya sumber kehidupan. Namun hal ini bukan berarti sama dalam praktek kehidupan sehari-hari dimana perempuan justru tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk memuliakan dirinya".

Dalam kehidupan keluarga sehari-hari kadang ditemui ada perempuan menyatakan tak mampu melawan kehendak suami atau keluarganya karena telah “dibeli” dengan harga “mahal”.Mereka harus bekerja keras dan menyimpan dengan rela berbagai bentuk ketidakadilan pada batin dan tubuh, sampai akhir hayatnya. Ironisnya, kaum perempuan sendiri merasakan bahwa ini adalah hal yang biasa, sudah takdir dan bahkan merasa apa yang dialaminya memang sudah semestinya diterima sebagai seorang perempuan.

Perempuan kampung di Papua sungguh menanggung beban berlapis-lapis dalam kondisi kekinian. Kekerasan berbasis gender  terhadap perempuan  dengan pelaku utama anggota keluarga, anggota masyarakat maupun aparatur negara, merupakan kenyataan yang dapat dijumpai setiap saat. Kekerasan yang dialami oleh perempuan ini terjadi baik di ruang domestik maupun publik, oleh keluarga, lingkungan, maupun pemerintah.
Saat ini isu Perempuan Papua banyak mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat.Narasi mama-mama Papua dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan keluarga, pendidikan, dan lain sebagainya, telah banyak terekam dalam benak orang Papua yang terus memperjuangkan keadilan.

Pada tanggal 06-09 Agustus 2019 mendatang, Papuan Voices akan kembali menyelenggara Festival Film Papua (FFP) ke-III . FFP Ke- III akan dilaksanakan di Kota Sorong, Papua Barat. Tema FFP II adalah “Perempuan Penjaga Tanah Papua”. Tema ini kami pilih sebagai sikap Papuan Voices  terhadap situasi dan kondisi perempuan Papua di Tanah Papua dengan beragam tekanan yang dialami baik dibidang Ekonomi, Sosial, Budaya dan Sipil Politik namun tetap menjaga “Tanah Papua” “.

Kami berharap tema ini memberi ruang bagi para filmaker untuk mengabadikan perjuangan perempuan Papua di Tanah Papua terkait dalam menjaga kelestraian lingkungan dan pemenuhan hak Sipil, Politik, Ekonomi, Sosial dan budaya serta mendokumentasikan  praktek baik yang kaum perempuan lakukan saat ini. Sehingga dapat memberikan kesadaran  kritis khususnya bagi kaum perempuan Papua lainnya dan masyarakat adat Papua pada umumnya  yang peduli tentang masa depan Tanah Papua .

Kami berharap bahwa dengan adanya FFP Ke- III akan semakin banyak  Filmmaker muda Papua yang akan berpartisipasi dalam mengirimkan karya -karya mereka.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

2019 Jurnalis Warga (JW TIFA) Komitmen Kawal Pelayanan Publik di Kota Jayapura, suaratifapapua.com


Jayapura, suaratifapapua.com,- Bagi teman-teman di Kota Jayapura yang berminat bergabung bersama Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura silahkan menghubungi kami dinomor 085254560040 (Gerrard - Koordinator JW Kota Jayapura). Melalui dukungan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) tahun 2019.

Jurnalisme Warga (JW) adalah pemberdayaan warga melalui kegiatan menulis laporan atau pemberitaan. Berita yang ditulis tentang persoalan warga mulai dari tingkat terendah yaitu komunitas atau desa tempat tinggal mereka. Kegiatan menulis ini, harus mengacu pada prinsip dasar jurnalistik dan diarahkan pada saluran yang tersedia secara pribadi misalnya
melalui media sosial (Facebook, Youtube, dll) hingga tingkat komunitas seperti majalah dinding, website desa/komunitas, sampai ke media lokal yang tersedia di wiayah tertentu.

Hasil-hasil laporan jurnalis warga dapat menjadi salah satu alat advokasi untuk membuat perubahan di masyarakat dipimpin oleh seorang Koordinator Jurnalis Warga (KJW). KJW juga mengatur dan menyelenggarakan pendampingan bagi JW, mendalami isu, mendekati para pihak (perangkat desa, aparatur dinas terkait, LSM lokal, media lokal, tokoh agama danmasyarakat, dll) sehingga melahirkan berita JW yang baik, dapat dipublikasikan lebih luasdiperhatikan masyarakat dan menyentuh kalangan pengambil kebijakan.

Pada beberapa daerah yang sudah memiliki sistem keterbukaan informasi yang baik, berita JW bisa ditampung langsung oleh saluran media pemerintah.Pengalaman bertahun-tahun mengelola program jurnalisme warga membuat kami belajar gerakan ini cukup efektif mendorong terjadinya perubahan terutama dalam memenuhi hak-hak warga yang marjinal di daerah terpencil dan terisolasi, kaum perempuan dan miskin,
masyarakat adat serta warga disabilitas. Di kabupaten Pemalang Jawa Tengah sejumlah anak disabiltas yang tidak pernah mendapatkan akses pendidikan berhasil mendapat perhatian desa dan dinas untuk akhirnya bisa bersekolah karena tulisan jurnalis warga.

Di Pacitan Jawa Timur, liputan jurnalis warga membuat sekelompok disabilitas mendapatkan bantuan dana dari dinas terkait untuk melanjutkan wirausaha mereka. Sementara di berbagai pelosok Papua liputan jurnalis warga menjadi alat yang ampuh dalam mengawasi petugas Puskesmas termasuk para dokter bekerja dengan baik, sesuai jadwal dan
memperhatikan fasilitas alat kesehatan dan obat-obatan tersedia.

Di Kabupaten Lombok Utara, dimulai dengan laporan jurnalis warga pemerintah kabupaten mengeluarkan aturan yang membebaskan layanan persalinan bagi warga miskin dari semua biaya dan masih banyak lagi cerita lainnya.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

David Womsiwor Senang Dapat Bantuan Dari Presiden Joko Widodo

David Mandosir seorang anak yang hingga saat ini masih mengungsi di Gereja GPdI Acara Ayapo (foto : Gerrard)


Sentani, suaratifapapua.com,- Sudah lebih dari sebulan sudah air Danau Sentani meluap dan sampai saat ini masih ada yang tinggal diposko pengungsian.

David Mandosir dan beberapa teman-temannya bersama orang tua mereka masih tinggal di posko pengungsian, tepatnya di GPdI Jemaat Efata Ayapo.

" Rumah saya rusak akibat luapan air Danau, dan sampai saat ini rumah masih terendam air. ucap David saat menceritakan keadaan rumahnya kepada jurnalis suaratifapapua.com.

" Saat ini saya tinggal dengan tete dan Nene (kakek & nenek),bapa dengan mama ada pergi kerja, dan kalau pulang sekolah saya bermain dengan teman-teman yang masih menggungsi di gereja.

"Saya senang banyak yang bantu, termasuk bantuan dari bapak presiden Joko Widodo yang sempat datang beberapa waktu lalu, "Waktu itu bapa dengan mama dapat bantuan beras, minyak goreng, gula, dan masih banyak didalam kantong, "Cuma sedihnya kenapa bapak presiden tidak datang ke Pulau Ayapo untuk lihat langsung".

Terkait kebutuhan saat ini yang diperlukan diposko tersebut ialah bahan bakar seperti minyak tanah dan bensin, minyak tanah untuk masak dan bensin digunakan untuk Speedboat, karena Speedboat aadalah satu-satunya alat transportasi yang digunakan untuk menuju ke kampung Ayapo maupun sebaliknya.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts: