Yono Pasien Post Operasi Anus Buatan - Kabupaten Keerom Papua


Keerom, suaratifapapua.com,- Namanya Yono, usianya 8 tahun, alamat rumahnya di Tami, Distrik Arso Kabupaten Keerom. Namanya diperkenalkan kepada kepala puskesmas Arso Kota sekitar bulan Agustus 2018 lalu oleh pak Hekman Maifun (petugas kesehatan) pada pertemuan Mini lokakarya bulanan dipuskesmas.

Singkat cerita,  bahwa Yono adalah pasien post operasi anus buatan pada tahun 2016 karna fungsi anusnya yang tidak bekerja lagi sejak dia berumur 6 bulan dan dari perkenalan itu maka saya sadar estafet untuk memantau perkembangan Yono harus dilanjutkan setelah terhenti beberapa waktu.

Sejak 2016 itu Yono hidup dengan anus buatan. Setelah itu yono tetap bisa beraktifitas seperti anak seusianya.
Semua berjalan baik sampai pada suatu waktu dokter menyarankan untuk yono menjalani operasi untuk mengembalikan fungsi anusnya seperti sedia kala.
Prosedur sampai ke operasi itu tidak semudah menuliskan cerita ini.
Kemampuan kami di puskesmas yang terbatas hanya mampu memfasilitasi Yono untuk bolak balik kontrol RS dok 2 setiap minggu atau 2 minggu sekali.

"Well, yang pernah ngurus duit di puskesmas pasti ngerti lah gimana rasanya ngatur2 "dapur" puskesmas untuk mondar mandirin mobil pusling Arso-Jayapura diluar budget yang direncanakan (eh, jangan curhat).tutur Yusnita Beno menambahkan.

"Tapi Ya Tuhan baik....,"Saya punya petugas-petugas puskesmas yang berhati mulia semua... yang tidak pernah habis akal buat cari cara membantu dengan sumber daya yang ada... terutama dua petugas merangkap sopir handal puskesmas Arso Kota yang berganti-gantian mengantar Yono selama ini kontrol ke RS dok 2; Pak Hekman dan Paman Darso.

Kembali ke Yono, orang Tua Yono bukanlah orang berada, menurut informasi petugas saya, bapanya petani, mamanya ibu rumah tangga biasa. Setelah dokter menyarankan untuk Yono operasi kedua kalinya, keluarganya tentu senang, tetapi masalah muncul. Operasinya harus dilakukan di makasar karna berbagai pertimbangan.

Saya sempat memanggil Pak Hekman dan bertanya, bagaimana biaya mereka ke makasaar. Info dari pak hekman "mereka biaya sendiri ibu, mereka juga minta kalau bisa ada satu petugas kita yang bisa dampingi mereka selama dimakasar, nanti mereka yang biayai"

Sebagai pemimpin pelayanan kesehatan di wilayah ini, saya sejujurnya malu karna tidak bisa berbuat banyak untuk keluarga ini, tapi apa daya, sejauh itulah kemampuan kami sampai saat ini.

Dengan biaya sendiri yono dan keluarganya akhirnya berangkat ke makasar pada hari minggu (07/04/19) didampingi petugas kami Hermin Emmy Rumpedai Wanggai yang semoga bisa membantu yono dan keluarga mengurus2 keperluan selama di RS Wahidin. Yono dan keluarganya bersama Hermin tinggal di kost-kostan di Makasar di sekitar RS Wahidin. Sampai saya menulis ini Yono masih menjalani serangkaian prosedur untuk persiapan operasinya, berapa lama, kami pun tak mampu memprediksinya, bisa seminggu, bisa 2 minggu, bisa lebih.

Puji Tuhan, malam ini (10/04/2019) Yono mendapat bantuan dari pemda kabupaten Keerom melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Keerom Ibu Lena Beru sebesar Rp25.000.000,- untuk kebutuhan yono selama di makasar.

Trimakasih karna semua peristiwa ini.
Bila bapak/ibu, teman-teman ada yang membaca tulisan ini dan berada di sekitar RS Wahidin Makasar, bolehlah sesekali menjenguk adik kami ini, tidak perlu membawa apa-apa, cukup datang saja... saya yakin siapapun yg pernah merasakan di rawat di RS pasti bisa merasakan penyembuhan psikologis melalui kunjungan, dorongan semangat, dan kehadiran keluarga, sahabat, dan teman-teman. Dan saya yakin itu pula yang akan dirasakan oleh Yono dan keluarganya nanti kalau bapak/ibu teman-teman datang mengunjunginya.

Penulis : Yusnita Pabeno

Related Posts:

0 Response to "Yono Pasien Post Operasi Anus Buatan - Kabupaten Keerom Papua"

Post a Comment