BEM STIKOM Muhammadiyah Kembali Berhasil Menyerahkan Surat Keputusan panitia LDK


Jayapura, suaratifapapua.com, - terkait dengan pemberian SK panitia LDK ini guna menyiapkan Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah, penyerahhan SK panitia yang berlangsung Di Aula STIKOM  Pada Rabu  (01/5) pukul 09:00 WIT.

Penyerahan SK panitia ini program awal dari Badan Eksekutif Mahasiswa STIKOM masa bakti 2018-2019, pentingnya penyerahan SK panitia demi Mengsukseskan latihan dasar kepemimpinan oleh panitia.
Kegiatan ini dihadiri oleh 30 mahasiswa STIKOM Muhammadiyah dan juga perwakilan dari majelis perwakilan mahasiswa MPM yang diwakili oleh wakil MPM.

Badan eksekutif mahasiswa TIKOM Muhammadiyah Jayapura berhasil menyerahkan SK panitia LDK guna menyiapkan dan mengkaderisasi mahasiswa STIKOM Muhammadiyah yang handal.
Tujuan utama daripada saya bentuk panitia ini  guna menyiapkan mahasiswa-mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura yang handal di masa depan, kami di kampus 95% yang mendapatkan materi daripada praktek namun kelebihan kami orang Papua materi sangat kuran dibanding praktek oleh karena itu, melalui LDK ini coba untuk membina mereka membenahi sesuai dengan konsentrasi mereka, kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura 3 jurusan yaitu broadcasting, jurnalistik dan public relation maka itu dalam pelatihan ini juga kami berfokus pada jurusan-jurusan tersebut di atas yaitu Bagaimana menyampaikan berita yang benar, teknis penulisan berita dan juga dokumenter tentang kehumasan di sampaikan oleh Alexander Ibiah sekalu ketua BEM.

Lanjutan Alex, Harapan saya agar mahasiswa STIKOM Muhammadiyah dapat mengikuti kegiatan ini yang baik kegiatan ini sangat membantu dalam perkuliahan kita dan juga realitanya di kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura terbatas dibanding materi Oleh karena itu momen ini sangat  cepat untuk kita praktek karena kekurangan orang Papua adalah materi dan kelebihan kita adalah praktek.

Seluruh mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura organisasi BEM dan MPM guna menyiapkan mentalitas kita dalam perjuangan kita menuju dunia kerja oleh karena itu mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti dan dapat berpartisipasi dalam pelatihan latihan dasar kepemimpinan yang kami yang kami selenggarakan dalam bulan Mei mendatang. Dengan harapan besar mahasiswa dapat mengikuti dengan sebaik mungkin kasih juga sangat membantu dalam menuju dunia kerja.
Saya juga sangat berterima kasih banyak kepada mahasiswa yang hadir pada kesempatan ini untuk membentuk panitia dan juga saya harapkan bahwa kita telah membentuk panitia dengan tertib apa itu kita juga dengan tertib.

LDK ini program kerja yang pertama kali pada dan majelis perwakilan mahasiswa dan juga usai LDK ini , bukankah kami saya Gadis itu saja akan tetapi kami akan melanjutkan proses selanjutnya dengan program-program yang kita bahas pada rapat kerja badan Eksekutif Mahasiswa dan majelis perwakilan mahasiswa maret lalu. Semua.

Harapan Kami para senioritas jangan cukupkan sampai luka ini karena di kampus sangat terbatas dengan praktek sehingga BEM dan MPM harus melanjutkan proses proses selanjutnya dengan seminar sehari diskusi diskusi rutin dan lain sebagainya 3 konsentrasi yang ada di kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura Ujarnya.

Penulis : Sofian Anouw - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis warga (JW TIFA) Kota Jayapura Peduli Pengungsi Nduga, suaratifapapua.com

Salah 

Sentani, suaratifapapua.com,- Kabupaten Nduga adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia.

Hingga saat ini situasi dan kondisi Nduga masih belum kondisif dengan berbagai aksi yang terjadi. Banyak masyarakat yang harus mengungsi dan kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan.
Sehingga penyaluran bantuan bagi pengungsi terus berjalan dari berbagai kalangan.



Salah satu posko penampungan dan penyaluran bantuan ada di Pos 7 Sentani, semua bantuan yang terumpul akan di kirim dan di distribusikan kepada pengungsi Nduga.

Hingga saat ini memang bantuan sudah di salurkan, namum belum cukup memenuhi kebutuhan seluruh pengungsi.

Menurut salah satu pengelola posko yang dikunjungi Jurnalis Warga (JW TIFA) pada Minggu, (28/3), bahwa saat ini untuk pakaian sudah cukup banyak namun untuk bahan makanan terbatas. Jadi kebutuhan prioritas saat ini adalah beras, susu dan obat-obatan juga bahan makanan lainnya.



Berharap konflik ini segera berakhir, agar tidak ada lagi korban, karena kasian juga anak-anak kita dan saudara-saudara kita disana tidak hanya masyarakat biasa namun juga anggota yang melakukan pengamanan disana (tuturnya).

Hari ini kami mengantarkan bantuan berupa susu, selimut, pakaian, biskuit sembako, semoga bermanfaat bagi semua pengungsi yang ada di Nduga.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Gerakan Masyarakat Kampung Berantas Malaria - Kabupaten Keerom


Keerom, suaratifapapua.com,- Pemerintah Kabupaten Keerom merupakan daerah endemis tinggi malaria di Indonesia dan menempati urutan pertama dengan Angka Penularan Tertinggi di Indonesia.
 Untuk mempercepat eliminasi malaria di Keerom, Pemerintah daerah telah membentuk wadah Malaria Center yang menghimpun seluruh lintas sektor pemerintah, swasta/ dunia usaha dan masyarakat.

Pemerintah Daerah akan menggalakan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan
malaria melalui program GEMPUR MALARIA (Gerakan Masyarakat Kampung Berantas Malaria).
Gerakan ini diharapkan mendorong masyarakat secara aktif untuk mencegah malaria dilingkungan
rumah tangga dan diwilayah kampungnya.

Untuk mensosialisasikan gerakan GEMPUR MALARIA ini dan dalam rangkaian Peringatan Hari Malaria
Sedunia Tahun 2019 maka dilakukan Lomba Konten Media Sosial Gempur Malaria.

Puskesmas Arso Kota, Kamis (25/4) tepat pukul 08.30 bertempat di halaman Puskesmas mengelar apel siaga, Sebanyak 33 petugas yang mengikuti apel tersebut sementara 23 Petugas kesehatan tetap melayani masyarakat yang datang, karena pelayanan puskesmas sambil berjalan.

Apel pagi diisi dengan pembacaan Pancasila, Panca Prasetya Korpri, dan  Arahan Bupati Keerom dalam rangka Hari Malaria Sedunia yang dibacakan oleh Pembina Apel.
Ditutup dengan yelyel gempur malaria oleh seluruh peserta apel.

#ZeroMalariaStartsWithMe
#EliminasiMalaria
#GempurMalaria
#MalariaCenterKeerom
#KeeromBebasMalaria2025
#gempurmalaria

Penulis : Yusnita Beno

Related Posts:

Yono Pasien Post Operasi Anus Buatan - Kabupaten Keerom Papua


Keerom, suaratifapapua.com,- Namanya Yono, usianya 8 tahun, alamat rumahnya di Tami, Distrik Arso Kabupaten Keerom. Namanya diperkenalkan kepada kepala puskesmas Arso Kota sekitar bulan Agustus 2018 lalu oleh pak Hekman Maifun (petugas kesehatan) pada pertemuan Mini lokakarya bulanan dipuskesmas.

Singkat cerita,  bahwa Yono adalah pasien post operasi anus buatan pada tahun 2016 karna fungsi anusnya yang tidak bekerja lagi sejak dia berumur 6 bulan dan dari perkenalan itu maka saya sadar estafet untuk memantau perkembangan Yono harus dilanjutkan setelah terhenti beberapa waktu.

Sejak 2016 itu Yono hidup dengan anus buatan. Setelah itu yono tetap bisa beraktifitas seperti anak seusianya.
Semua berjalan baik sampai pada suatu waktu dokter menyarankan untuk yono menjalani operasi untuk mengembalikan fungsi anusnya seperti sedia kala.
Prosedur sampai ke operasi itu tidak semudah menuliskan cerita ini.
Kemampuan kami di puskesmas yang terbatas hanya mampu memfasilitasi Yono untuk bolak balik kontrol RS dok 2 setiap minggu atau 2 minggu sekali.

"Well, yang pernah ngurus duit di puskesmas pasti ngerti lah gimana rasanya ngatur2 "dapur" puskesmas untuk mondar mandirin mobil pusling Arso-Jayapura diluar budget yang direncanakan (eh, jangan curhat).tutur Yusnita Beno menambahkan.

"Tapi Ya Tuhan baik....,"Saya punya petugas-petugas puskesmas yang berhati mulia semua... yang tidak pernah habis akal buat cari cara membantu dengan sumber daya yang ada... terutama dua petugas merangkap sopir handal puskesmas Arso Kota yang berganti-gantian mengantar Yono selama ini kontrol ke RS dok 2; Pak Hekman dan Paman Darso.

Kembali ke Yono, orang Tua Yono bukanlah orang berada, menurut informasi petugas saya, bapanya petani, mamanya ibu rumah tangga biasa. Setelah dokter menyarankan untuk Yono operasi kedua kalinya, keluarganya tentu senang, tetapi masalah muncul. Operasinya harus dilakukan di makasar karna berbagai pertimbangan.

Saya sempat memanggil Pak Hekman dan bertanya, bagaimana biaya mereka ke makasaar. Info dari pak hekman "mereka biaya sendiri ibu, mereka juga minta kalau bisa ada satu petugas kita yang bisa dampingi mereka selama dimakasar, nanti mereka yang biayai"

Sebagai pemimpin pelayanan kesehatan di wilayah ini, saya sejujurnya malu karna tidak bisa berbuat banyak untuk keluarga ini, tapi apa daya, sejauh itulah kemampuan kami sampai saat ini.

Dengan biaya sendiri yono dan keluarganya akhirnya berangkat ke makasar pada hari minggu (07/04/19) didampingi petugas kami Hermin Emmy Rumpedai Wanggai yang semoga bisa membantu yono dan keluarga mengurus2 keperluan selama di RS Wahidin. Yono dan keluarganya bersama Hermin tinggal di kost-kostan di Makasar di sekitar RS Wahidin. Sampai saya menulis ini Yono masih menjalani serangkaian prosedur untuk persiapan operasinya, berapa lama, kami pun tak mampu memprediksinya, bisa seminggu, bisa 2 minggu, bisa lebih.

Puji Tuhan, malam ini (10/04/2019) Yono mendapat bantuan dari pemda kabupaten Keerom melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Keerom Ibu Lena Beru sebesar Rp25.000.000,- untuk kebutuhan yono selama di makasar.

Trimakasih karna semua peristiwa ini.
Bila bapak/ibu, teman-teman ada yang membaca tulisan ini dan berada di sekitar RS Wahidin Makasar, bolehlah sesekali menjenguk adik kami ini, tidak perlu membawa apa-apa, cukup datang saja... saya yakin siapapun yg pernah merasakan di rawat di RS pasti bisa merasakan penyembuhan psikologis melalui kunjungan, dorongan semangat, dan kehadiran keluarga, sahabat, dan teman-teman. Dan saya yakin itu pula yang akan dirasakan oleh Yono dan keluarganya nanti kalau bapak/ibu teman-teman datang mengunjunginya.

Penulis : Yusnita Pabeno

Related Posts:

Ornganisasi Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Yogyakarta Gelar Acara Syukuran Atas Keberhasilan Penyelesaian Studi



Jayapura, suaratifapapua.com - Ornganisasi Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Yogyakarta Gelar Acara Syukuran Atas Keberhasilan Penyelesaian Studi. Kamis (25/4) bertempat di Yamewa 1 Dogiyay.

Acara syukuran wisuda ini dilakukan atas selesainya masa kuliah bagi Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yakni Yanuarius Toupapa Tatogo S.S, Yanto Tebai S.Kom, dan Andreas Yeimo S.M, namun Acara wisudawadawan landasi dengan tema “Sadar, Sabar, dan semangat.”

Kata Petrus Tebai selaku Ketua IPMANAPANDODE JOGLO.
"Sumber Daya sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu serta interaksi antara daya pikir (akal budi) yang ditambah pengetahuan dan pengalamannya serta daya fisik (kecakapan atau keterampilan) yang dimiliki masing-masing individu manusia. Daya pikir merupakan kecerdasan (modal dasar) yang dibawa oleh manusia sejak lahir  membuat manusia mampu melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan secara fisik atau daya fisik manusia, di mana dengan menggunakan akal budinya manusia mampu mencari cara atau jalan keluar untuk berbagai permasalahan yang tidak mampu dilakukan oleh daya fisik manusia dengan berbagai inovasi dan ide yang diolah oleh daya pikir manusia disampaikan oleh selaku Ketua IPMANAPANDODE JOGLO.

Dengan pentingnya sumber daya manusia (SDM) bagi orang Papua untuk berjuang bersama menuju Meuwodide yang selalu menyediahkan Intelektual bagi kemajuan Papua kedepan.
 “Suatu daerah tidak pernah maju tanpa sumber daya manusia, maka perlu kita pandang bahwa Papua sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Saya berpesan kepada wisudawan yang baru saja menerima gelar S.Kom, dan S.M supaya kembali dan membangun daerah sesuai apa yang telah Persiapkan selama perjuangan di Jogja,”.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Yesaya Boma dan yang dihadiri kurang lebih 100 Mahasiswa baik dari kota studi Yogyakarta dan Solo, dan juga partisipasi mahasiswa lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan-sambutan dan ditutup dengan salam-salaman dan kegiatan syukuran berjalan lancar dan baik sesuai keingingan mereka.

Penulis : Yulianus Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tinggal di pondok Karena Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang - Kabupaten Jayapura

Ronal Kogoya Dengan Pondoknya (foto: Gerrard)
Sentani, suaratifapapua.com,- Dampak bencana banjir bandang 16 Maret lalu masih dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura.

Sabtu (16/4) lalu saat Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) melakukan kunjungan ke posko Dusun Mulia yang terletak di Desa Kertosari, Distrik Sentani Barat. tampak beberapa masyarakat sedang membersihkan rumah-rumah mereka dari pasir kali yang ikut hanyut dan masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Ronal Kogoya seorang anak yang harus membangun pondok bersama orang tua karena rumahnya tampak parah diterjang air.

Kondisi Rumah Ronal Saat Ini (foto: Gerrard)

Rumah yang sebagian besar berbahan tripeks ini hancur dan masih banyak pasir didalamnya." Ia saat ini saya dengan bapa dan mama buat pondok, karena rumah kami sebagian tripleksnya hancur dan harus diganti",tutur Ronal kepada jurnalis suaratifapapua.

"Sampai saat ini puji Tuhan kami sudah dapat bantuan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai, tapi kalau masih bisa kami dibantu peralatan atau bahan untuk perbaiki rumah",tutur Ronal menambahkan penjelasannya.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Ekiben Kogoya Pengungsi Posko Dusun Mulia - Kabupaten Jayapura

Ekiben Kogoya Pengungsi Posko Dusun Mulia (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Ekiben Kogoya adalah salah seorang ibu pengungsi di Posko Dusun Mulia, RT 03 RW 03 Desa Kertosari, Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura.

Ibu.Ekiben Kogoya menuturkan,"saat ini saya sedang hamil tiga bulan dan rumah saya juga terkena banjir bandang 16 Maret lalu.

"Saya senang sudah mendapatkan bantuan dari semua relawan yang sudah datang keposko kami walaupun jauh". Saya sudah dapat susu, gula, Supermi, selimut.

Sampai saat ini sebagian rumah dikampung Dusun Mulia sedang dibersihkan secara manual, Menggunakan peralatan seadanya. Bahkan yang rumahnya hancur harus membangun pondok beratapkan terpal agar ada tempat untuk berteduh.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Bawaslu Kabupaten Memberamo Raya Gelar BIMTEK BAGI SAKSI PARPOL PESERTA PEMILU 2019


Memberamo, suaratifapapua.com,- Sesuai dengan undang -undang 7 pasal 351 Tahun 2017 pada tentang Pemilihan Umum (PEMILU) Rabu (10/04) kemarin, Badan Pengawas PEMILU Kabupaten Mamberamo Raya mengelar Bimtek bagi para saksi dari 16  parpol peserta Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mamberamo Raya Cornelia Mamoribo, SE ketika membuka acara Bimtek tersebut menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini untuk membekali para saksi untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai saksi pada pemilu nanti, "Saya berharap kepada pimpinan parpol agar saksi yang mengikuti bimtek adlah saksi yang benar-benar pada hari pemungutan suara nanti,  dan bukan cadangan," tegasnya dalam arahan singkatnya sebelum membuka kegiatan.

Dirinya juga menambahkan,"sekali lagi saya tegaskan kepada pimpinan parpol untuk tidak merekrut saksi yang berstatus ASN dan Penyelenggara Pemilu karena ini akan menyalai kode etik penyelenggara. Demikian tutupnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut pada sesi yang sama di sela-sela pembukaan kegiatan Maria Ibo, S.Sos selaku kepala sekretariat menyampaikan terimakasi atas kehadiran para peserta. Ia juga mengatakan, "pada dasar kami atas nama lembaga, siap mefasilitasi kegiatan yang telah di agendakan oleh bapak, ibu Komisoner demikian katanya. "bilamana nanti dalam kegiatan ini ada yang kurang dalam pelaksanaanya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya." Tutunya.

Usai pembukaan pada pukul 9 pagi di lanjut dengan pemberian materi oleh Komisioner hingga selesai.

Penulis : Saiway - Kontributor Kab.Memberamo Raya

Related Posts:

Selain Menulis Berita JW TIFA Menggalang Bantuan Untuk Korban Bencana Alam Kabupaten Jayapura

Walia Penerima Seragam Sekolah Posko Dusun Mulia saat diwawancarai JW TIFA (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga Kota Jayapura selain mendistribusikan bantuan bagi korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Jayapura waktu lalu JW TIFA juga mewawancarai langsung untuk mendapatkan berita-berita terupdate.

Fince Womsiwor adalah salah satu anggota Jurnalis Warga Kota Jayapura yang ikut terlibat secara langsung baik memberikan bantuan sembako, Fince Womsiwor juga memasak makanan yang kemudian dibungkus dan dibagikan kepada posko-posko pengungsian.

Alia siswa SD kelas 3 yang juga menjadi pengungsi posko Dusun Mulia , Desa Kertosari, Distrik Sentani Barat mengatakan," sangat senang mendapat pakaian Seragam sekolah dari JW TIFA dan rombongan yang datang".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kunjungan JW TIFA ke GKI Inri Phulende - Kabupaten Jayapura


Sentani, suaratifapapua.com,- Tim Jurnalis Warga saat mengantar bantuan ke salah satu kampung yang ada di Ifar Besar.
Menggunakan speed boat dari Komba menuju tempat yang akan di berikan bantuan di salah satu gereja yaitu GKI Inri Phulende.



Dengan Bantuan seadanya, semoga bisa bermanfaat pengungsi yang rumanhnya terkena banjir akibat air danau yang meluap tinggi.

Bantuan-bantuan yang kami antarkan ini adalah bantuan dari penyumbang yang baik hati. Jadi kami membantu memgantarkan kepada yang membutuhkan.
Jadi kami mengantarkan bantuan seadanya dan berharap bisa membantu.


Seperti yang di sampaikan salah satu mama bahwa mereka sangat berterima kasih, karena bantuan ini sangat bermanfaar meskipun sudah ada bantuan tetapi dengan jumlah warga yang banyak, kadang tidak cukup jadi ini sudah meringankan beban.
Semoga JW masih bisa tetap membantu penyumbang untuk menyalurkan bantuan.

Penulis : Lince Amamehi - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Guna Penyiapkan Generasi Muda RPM SIMAPITOWA Gelar Pelatihan Jurnalistik

Suasana pelatihan jurnalistik (foto:Sofian)


Jayapura, suaratifapapua.com, -Dengan digelarnya pelatihan jurnalistik  yang demi menyiapkan generasi mudah SIMAPITOWA  dalam dunia  menulis, Pelatihan jurnalistik yang di adakan oleh oleh Organisasi  Rumpun Pelajar Mahasiswa  Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, Wanggar yang di singkat menjadi (RPM SIMAPITOWA)  yang berlangsung di Aula SMK Negeri 3 pada Sabtu (06/04).


Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung  dengan thema (Menbangun SIMAPITOWA  Melalui Menulis) dan dalam kesempatan itu di hadiri oleh 80 peserta.

Organisasi  SIMAPITOWA  merencanakan  Untuk meluncurkan  sebuah majalah  selangka oleh karena untuk  menpermudah para pelajar  dan Mahasiswa dalam menyumbang berita  dalam majalah yang direncanakan  untuk  meluncurkan  itu.Dalam kesempatan  itu juga di paparkan tiga materi  dengan  judul yang berbeda oleh tigi narasumber, narasumber  pertama oleh kaka Alexander Gobai dari Media Bintang Papua yang saat ini menjabt sebagai Presiden Mahasiswa dengan judul Teknis Penulis Berita , Hengki Yemo sebagai  narasumber  ke dalam kesehatan  itu dan juga beliau  papar materi dengan judul (Manajemen  Redaksi) dan narasumber yang ketiga dipaparkan oleh Wamla paparkan materi dengan judul (Apa Itu Berita).

Kata Hengki Mote selaku ketua RPM SIMAPITOWA.

Saya  sangat  mengapresiasi ke kepada selalu lapisan pelajar dan mahasiswa yang dapat  berpartisipasi dalam pelatihan jurnalistik dan juga diri sangat mengapresiasi kepada Bapa Yanus Kuayo yang mana mempasilitas pelatihan ini secara keluruhan.Dengan menulis kita bisa mencari dan kelamar kerja di salah satu  instasi media cetak maupun media Online dan dengan menulis kita bisa mengekspresi isi hati kepada publik dengan beberapa  tulisan seperti berita fakta,  opini pantun,cerpen,feature,view dan lainnya.

Harapan  melalui  pelatihan  ini, agar Generasi Mudah  RPM SIMAPITOWA lebih khususnya pelajar dan mahasiswa yang memantau  di kota study  Jayapura agar bisa menghasilkan Tulisan Tulisan  yang handal dan layak di oleh khalayak. Melalui tulis tulis yang handal yang ditulis oleh pelajar dan mahasiswa Simapitowa agar orang bisa  mengenal  oleh orang lain dari dari daerah  lain bahkan dalam negeri dan di luar negeri.
Pentingnya  menulis, dengan menulis matak kita terbuka  dan pengatahun kita semakin luas pengetahuan  kita.

Telah pelatihan jurnalistik ini kami akan lanjutankan dengan  tulis majalah SIMAPITOWA  dengan edisi  pertama yang di sponsor oleh bapa Yanus Kuayo.


Kata Yulianus  Kayame selalu senior organisasi RPM SIMAPITOWA.
menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati  penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis.
Dengan demikian, mutu atau kualitas tulisan setiap penulis berbeda pula satu sama lain. Namun, satu hal yang penting bahwa terkait dengan aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya.

Hahapan kami para senioritas agar Pelajar Mahasiswa Simapitowa  tetap eksisi  dan pandai  dalam menulis, karena menulis juga bisa membawah kami ke dalam dunia kerja, realitanya pada zaman sekarang  orang tidak lihat dari ijazah tetapi di lihat kalir atau kemampuan kerja harapan kami agar pelajar dan mahasiswa  selalu eksisi.


Penulis : SOFIAN ANOUW- Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Pendidikan, JW-TIFA Distribusikan Subsidi Pakaian Sekolah Di Dusun Mulia



Anak-anak Dusun Mulia (foto: Gerrard)


Sentani,suaratifapapua.com, -Masalah pendidikan tidakdiperdulikan oleh berbagai kalangan dibelahan dunia termasuk Papua. Namun, ada sekelompok orang yang tengah memperjuankan masalah pendidikan ditengah kondisi buruk itu.

Karena, pendidikan adalah “senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia,”kata Nelson Mandela Penjuan Kemerdekaan Afrika Selatan. Dengan demikian, Jurnalis Warga Kota Jayapura tengah memperjuangkan masalah pendidikan di dusun kecil di tengah kota besar (metropolitan) Jayapura yang lantaran telah terjadi pembiaran kebutuhan pendidikan seperti pakaian seragam, buku, pensil dan lainya untuk memenuhi kebutuhan sekolah sesuai permintaan instansi pendidikan,

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW-TIFA) telah mengdistribusikan bantuan pakaian sekolah bagi anak SD dan SMP di dusun mulia, Kabupaten Sentani, Sabtu, (6/4/2019).

Dalam pengdistribusian subsidi tersebut bukan hanya pakaian versi anak sekolah (SD dan SMP) saja tetapi bantuan berupa buku tulis, pensil, bolpoin, roti serta bahan lain yang tengah sedang dibutuhkan oleh masayarakat dusun Mulia di Sentani.

Penyerahan bantuan tersebut dipimping langsung oleh Koordinator JW TIFA Gerrard dan dirinya berterima kasih kepada tim yang selalu mendukung kegiatan kemanusiaan yang diperjuangkan oleh JW TIFA.

JW TIFA juga selalu aktif dalam pelbagai kegiatan untuk memperjuangkan  kepentingan publik tetapi lebih aktif dalam memperjuangkan kaum tertinggal.

“Banyak yang kami sedang dibutuhkan tetapi kondisi ini tidak mendukung sehingga kami hidup apa adanya saja,”Leo Enumbi warga dusun Mulia.

Penulis : Christian Degei

Related Posts:

Memulai Majalah Perdana RPM SIMAPITOWA Gelar Pelatihan Jurnalistik



Jayapura,suaratifapapua.com, -Proses penyerbitan edisi pertama majalah Simapitowa, Rumpung Pelajar Mahasiswa, Siriwo,Mapia,Piyaiye, Topo, Wanggar (RPM SIMAPITOWA) gelar pelatihan jurnalistik di Aula SMK Negeri 3 Kota Raja, Jayapura, Sabtu, (6/4/2019).
Pelatihan jurnalistik tersebut bertujuan untuk menyiapkan generasi baru dalam proses persaingan dan juga sebagai jurnalis mudah di majalah Simapitowa yang kelak bakal bergerak dalam menulis berbagai jenis tulisan seperti sejarah, Artikel/Opini, berita bahkan cerpen dan lainya. Dalam pelatihan ini, RPM SIMAPITOWA mengambil thema Membangun Simapitowa Melalui Menulis. Dalam pelatihan itu tercacat 80 peserta yang berhasil menyikutinya.

Organisasi  RPM SIMAPITOWA  rencana bakal siap luncurkan    sebuah majalah bulanan.  Untuk  itu, menpermudah para pelajar  dan Mahasiswa dalam menyumbang berita, mulai melakukan pelatihan jurnalistik.
Dalam kesempatan  itu dihadiri tiga pematerinya ialah Alexander Gobai dari Bintang Papua , Hengki Yeimo dari Jubi dan Ibiroma Wamla dari Komunitas Sastra Papua (Kosapa),Ketiga pemateri itu hendak bawakan materi yang berbeda namun berkaitan dengan jurnalistik.

 “Saya  sangat  mengapresiasi kepada seluruh lapisan pelajar dan mahasiswa yang dapat  berpartisipasi dalam pelatihan jurnalistik,kata Ketua RPM SIMAPITOWA Hengky Mote kepada papualives di Jayapura, Sabtu, (6/4/2019).
 Dirinya juga berterima kasih kepada Yanus Kuayo yang telah mempasilitas pelatihan jurnalistik pula dalam proses pembuatan malajah secara keseluruhan.
“Dengan menulis kita bisa mencari dan melamar kerja di salah satu  instasi media cetak maupun media Online dan dengan menulis pula kita bisa mengekspresi isi hati kepada publik dengan jenis  tulisan seperti berita, artikel/opini dan lainnya,lanjut dia.

Berharap melalui  pelatihan  ini, agar generasi mudah  RPM SIMAPITOWA lebih khususnya pelajar dan mahasiswa di kota study  Jayapura agar bisa menghasilkan tulisan yang objektif berdasrakan facta di lapangan.
Melalui tulisan seseorang dapat mengenal orang lain dari berbagai daerah bahkan dari dalam maupun luar negeri,mintanya.
Dengan menulis maka kita terbuka  dan pengatahun kita semakin luas pengetahuan  kita.
Pelatihan jurnalistik ini kelak kami akan lanjutankan dengan  terbitan majalah SIMAPITOWA  yang disponsori oleh bapa Yanus Kuayo.

Senioritas RPM SIMAPITOWA Yulianus Kayame mengatakan menulis dapat melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati  penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis.

Mutu atau kualitas tulisan setiap penulisan berbeda dengan satu sama lain. Namun, satu hal yang penting adalah terkait aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya, jelasnya.
Dirinya berharap, agar Pelajar Mahasiswa Simapitowa  tetap eksisi  dan pandai  dalam menulis.
 Menulis juga bisa membawa setiap orang kedalam dunia kerja, realitanya pada zaman sekarang  orang tidak lihat dari ijazah tetapi di lihat kalir atau kemampuan,tegasnya.

Penulis : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Distribusikan Bantuan Pakaian Sekolah untuk anak-anak Posko Dusun Mulia - Kabupaten Jayapura


Tim Relawan dan Jurnalis Warga Kota Jayapura berfoto bersama anak-anak (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Melihat situasi anak-anak pengungsi diposko Dusun Mulia, Desa Kertosari Distrik Sentani Barat akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu, yang hingga kini anak-anak ini belum mendapatkan bantuan pakaian sekolah dan peralatan belajar lainnya.

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) yang bekerjasama dengan beberapa relawan peduli Papua pada Sabtu (6/4) akhirnya kembali melakukan kunjungan ke posko ini untuk mendistribusikan bantuan berupa pakaian sekolah, peralatan belajar, susu untuk bayi,susu untuk ibu hamil, selimut, pempers dan juga melakukan kegiatan trauma healing.
Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Foto Bersama anak-anak seusai membagikan pakaian sekolah diposko Dusun Mulia

Walia salah seorang anak yang ikut mengungsi diposko bersama orang tuanya mengatakan bahwa "sampai saat ini belum mendapatkan baju sekolah sehingga dengan adanya bantuan ini ia bisa menggunakan baju sekolah kembali".

Sementara saat dikonfirmasi Christian Degei selaku sekretaris Jurnalis Warga Kota Jayapura mengatakan," ia ini kali ketiga kami mengunjungi posko Dusun Mulia dan memberikan bantuan, Kali ketiga ini kami membagikan pakaian sekolah, peralatan belajar dan untuk keperluan ibu hamil, begitu juga dengan anak-anak bayi.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Rumpun Pelajar Mahasiswa (RPM) SIMAPITOWA Peduli Nduga



Sentani, suaratifapapua.com,- Tim peduli Ndugama yang telah terbentuk 13 Maret lalu dari Organisasi  Rumpun Pelajar Mahasiswa (RPM) SIMAPITOWA kota studi Jayapura telah menyerakan hasil dari aksi penggalang yang digelar. Bahan-bahan yang diserahkan ialah bahan makanan, pakaian layak pakai berjumlah tiga karung,  supermi 2 karton  dan uang senilai tiga ratus ribu rupiah.

Setelah terkumpul akhirnya Rabu (03/4) bantuan tersebut diserahkan pada posko II yang terletak di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Saat dikonfirmasi sampai saat ini belum banyak bantuan yang terkumpul untuk pengungsi dari Nduga.
Menurut tim peduli, "masalah Nduga masalah kita bersama karena mereka yang mengungsi bukan orang lain tetapi mereka juga bagian dari kita. " dan mereka masih trauma dengan situasi yang sedang terjadi Ndugama.

"Oleh karena itu, kita jangan menganggap bahwa masalah Nduga selesai, mereka masih mengungsi di hutan dan sekarang sudah masuk bulan yang ketiga. " mereka membutuhkan uluran tangan kita.

Informasi dari masyarakat Nduga mereka sangat membutuhkan makan, obat-obatan, kebutuhan anak sekolah seperti buku dan peralatan sekolah lainnya.

sehingga tim peduli untuk Ndugama menghibau kepada setiap komunitas baik itu, organisasi, pemuda gereja, kampung, kesehatan perlu partisipasi agar dapat meringankan beban saudara-saudara kita disana.

Penulis : Efendi Minai - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Anak-anak Pulau Ajau Kampung Ifar Besar Butuh Bantuan Seragam dan Peralatan Belajar

Ibu.Seli Yoku sedang menjelaskan situasi Pulau Ajau (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com, Warga Pulau Ajau - Kampung Ifar Besar keluhkan banyak bantuan yang tidak sampai ke masyarakat yang menjadi korban dari meluapnya air Danau Sentani.

Minggu (31/3) lalu saat Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) melakukan kunjungan untuk mengantarkan bahan sembako ke Pulau Ajau tepatnya di Gereja GKI Inri Phulende.

Saat dikonfirmasi terkait anak-anak Pulau Ajau yang bersekolah, Ibu Seli Yoku menyebutkan bahwa sampai saat ini anak-anak di Pulau Ajau yang bersekolah membutuhkan seragam sekolah dan peralatan lainnya seperti sendal dan sepatu.

Ibu Seli Yoku juga katakan,"kami sebelumnya mendengar bahwa anak-anak ini akan mendapatkan bantuan seragam sekolah dan perlengkapan lainnya," namun hingga saat ini nyatanya anak-anak belum mendapatkan bantuan sama sekali.

Selain itu juga untuk aktivitas belajar mengajar dipindahkan ke gedung gereja GKI Inri Phulende hal ini disebabkan oleh gedung sekolah yang masih terendam air Danau Sentani.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Anak-anak di Posko Dusun Mulia Butuh Bantuan Pakaian Sekolah dan Peralatan Belajar

Anak-anak Posko Dusun Mulia (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Pasca banjir bandang yang terjadi didaerah kabupaten Jayapura Sabtu (16/3) lalu. Wilayah desa Sabron Sari juga merupakan daerah yang terdampak dari luapan banjir tersebut.

Dampaknya anak-anak RT 03 RW 03 yang saat ini tinggal di posko Dusun Mulia kehilangan pakaian sekolah beserta peralatan buku tulis lainnya.

Kugiwak Enumbi selaku ketua posko mengatakan," Kami masyarakat di RT 03 RW 03 bersyukur karena semua selamat, tidak ada korban jiwa namun semua rumah, kebun dan sebagian ternak terkena banjir bandang.

Kugiwak Enumbi - Ketua Posko Dusun Mulia (foto: Gerrard)

Kugiwak Enumbi juga mengatakan," akibat banjir bandang ini,"anak-anak kami yang sekolah harus kehilangan seragam sekolah serta peralatan tulis", sehingga kami mohon dibantu.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Warga RT 03 RW 03 Desa Sabron Sari Keluhkan Aroma Tak Sedap Akibat Banjir Bandang


Sentani,suaratifapapua.com,- Masyarakat di RT 03 RW 03 Desa Sabron Sari Distrik Sentani Barat keluhan bau akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura (16/3) lalu.

Kugiwak Enumbi selaku ketua posko Dusun Mulia mengatakan sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak terkait untuk membantu membersihkan sampah atau puing-puing akibat banjir.

" Sampai saat ini kami membersihkan rumah kami dengan alat seadanya, sehingga kami sangat harapkan ada bantuan dari pemerintah terutama dinas terkait," kami perlu skop dan peralatan lainnya". Tutur Kugiwak Enumbi.

Kugiwak Enumbi juga katakan," Selain itu dari sampah-sampah yang ikut hanyut ke rumah-rumah masyarakat mulai menimbulkan bau atau aroma tak sedap."Mungkin ada binatang atau sampah yang menyebabkan aroma tersebut, sehingga kami berharap adanya sedikit perhatian dari pemerintah".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura



Related Posts:

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) & Relawan Peduli Korban Bencana Alam Melakukan Kunjungan Ke Posko Dusun Mulia dan Gereja GKI Indri Pulende, Kabupaten Jayapura

JW TIFA Bersama Relawan Bencana Alam

Sentani, suaratipapua.com, Bencana didaerah kabupaten Jayapura belum usai, Meluapnya air Danau Sentani & banjir bandang membuat ribuan masyarakat terpaksa harus tinggal diposko-posko pengungsian. Minggu (31/3) Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Kembali melakukan kunjungan ke dua posko pengungsian.
Melakukan Diskusi bersama Ketua Posko Dusun Mulia

Posko pertama yang dikunjungi ialah Posko Dusun Mulia yang terletak di Desa Sabron Sari, Distrik Sentani Barat kemudian posko kedua ialah Gereja GKI Indri Pulende yang terletak di Pulau Ajau kampung Ifar Besar

Kegiatan yang dilakukan JW TIFA ialah membagikan sembako seperti telur, ikan asin, garam, beras, sarden, dan juga bingkisan bagi sekitar 75 orang anak-anaknya.

Koordinator Bama sedang membagikan Minyak Telon untuk anak-anak

Selain membagikan sembako JW TIFA juga membagikan minyak kayu putih, minyak telon dan mengadakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang ada diposko pengungsian Dusun Mulia Sabron Sari.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts: