Mimi Pecandu Aibon asal PNG

Mimi sedang asik menceritakan kisahnya sambil memegang kaleng lem Aibon/foto : Gerrard
Jayapura, suaratifapapua.com -  "Pemerintah Kota Jayapura perlu memperhatikan anak-anak kecil pecandu lem Aibon disekitar Pasar Entrop, Sabtu (09/03) saat dijumpai oleh jurnalis suaratifapapua.com terdapat sekitar 6-7 anak-anak sedang asik mengisap lem Aibon sambil menjaga parkiran, yang ternyata digunakan juga untuk membeli lem Aibon lagi.

Mimi salah satu anak pecandu lem Aibon yang ternyata juga berasal dari negara tetangga yaitu PNG menuturkan bahwa ia ditinggal mati kedua orang tuanya dan akhirnya harus berada disekitar Entrop bergabung bersama beberapa teman seusianya.

Menurut Foundation of Free Drug World, kebanyakan inhalan langsung mempengaruhi sistem saraf dan mengakibatkan perubahan pada cara berpikir kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak dalam jangka pendek yaitu hanya dalam beberapa detik saja, pengguna mengalami kemabukan dan efek lainnya seperti yang diakibatkan alkohol. Ada berbagai efek yang dapat dialami selama atau segera sesudah menggunakannya. "Penggunanya akan berbicara cadel, mabuk, pusing atau penampilan teler, tidak mampu mengkoordinasi gerakan, halusinasi dan khayalan," ungkapnya.

Efek jangka pendek dari menghirup lem juga menyebabkan apati, daya pertimbangan yang terganggu, ketidaksadaran, sakit kepala berat dan bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut."Menghisap zat-zat kimia ini yang berkelanjutan dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur dan cepat dan menyebabkan gagal jantung dan kematian dalam beberapa menit," ucap Muzzammil.Lalu mati lemas dapat terjadi jika oksigen di paru-paru diganti dengan zat kimia tersebut, yang kemudian mempengaruhi pusat sistem saraf, sehingga pernapasan akan terhenti.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Mimi Pecandu Aibon asal PNG"

Post a Comment