Dari Pagi Hingga Malam Makan Mie - Posko Dusun Mulia, Distrik Sentani Barat


Sentani, suaratifapapua.com,- Empat belas hari sudah pasca bencana banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura tampak masih begitu terasa oleh mereka yang terkena dampak langsung. Jumat (29/3) jurnalis suaratipapua mencoba mengunjungi posko Dusun Mulia RT 03 RW 03 Desa Sabron Sari, Distrik Sentani Barat.

Saat dikonfirmasi ibu Tendira Murib mengatakan," Ia hari Sabtu (16/3) lalu kejadiannya, "puji Tuhan saya dan keluarga saya selamat walaupun kebun dan rumah diterjang banjir bandang. Saat ini Ibu Tendira bersama keluarganya ikut mengungsi di Posko Dusun Mulia

" Kami memang sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah namun karena jumlah kami banyak sehingga semua bantuan itu sudah mulai menipis, yang banyak yaitu Supermi dan pop mie". Kata Tendira Murib.

Tendira Murib juga katakan," yang ada Supermi, jadi dari pagi sampai malam kami bersama anak-anak makan mie.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Mama Buluk Kiwo - Pengungsi Posko Dusun Mulia, Sentani Barat

Mama Buluk Kiwo sedang menganyam Noken sambil menjaga cucunya (foto : Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Sejak awal terjadi bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura, Mama Buluk Kiwo yang juga selamat ikut mengungsi bersama beberapa sanak saudaranya di posko RT 03 RW 03 Dusun Mulia, Desa Sabron Sari.

Jumat (29/3) saat dikunjungi jurnalis suaratifapapua nampak mama Buluk Kiwo sedang menganyam noken sambil sesekali tangannya mengelus-elus cucu perempuannya yang sedang tertidur pulas.


Mama Buluk Kiwo juga mengatakan," Puji Tuhan kami sudah dapat bantuan tapi karena kami banyak jadi sudah mulai menipis semua kebutuhan. 

" Saat ini sambil menunggu keluarga saya membersihkan rumah dari pasir, batu dan kayu saya tinggal diposko menjaga cucu dan untuk menghilangkan rasa bosan saya duduk anyam-anyam noken.



Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

20 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani Yang Tidak Teridentifikasi Dikuburkan Secara Massal


Sentani, suaratifapapua.com, Sebanyak 20 jenazah korban banjir bandang Sentani Kabupaten Jayapura yang tidak teridentifikasi dikuburkan massal di Harapan Distrik Sentani Timur, Rabu (27/3/2019) sore.
Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. dr. Ramon Amiman dalam sambutannya sebelum penguburan massal dilakukan menegaskan, penguburan massal tak menghentikan proses identifikasi korban.
“Kami sudah ambil sempel DNA para korban dan dibawa ke Jakarta. Jika sudah teridentifikasi dan keluarga ingin mengambil jenazah yang sudah dikuburkan kami persilahkan,” jelas Kabid dokkes.
Kabid Dokkes mengatakan," Pemeriksaan DNA yang dikirim ke Jakarta akan diketahui hasilnya kurang lebih dua minggu lamanya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa penguburan 20 korban banjir bandang tersebut bukan berarti proses pencarian dihentikan, “jika nanti ditemukan lagi korban lainnya, tetap dilakukan proses identifikasi, jadi tak berhenti sampai di sini,” jelasnya.
Diketahui, 20 jenazah yang akan dimakamkan tersebut terdiri dari 3 orang dewasa jenis kelamin perempuan, laki-laki dewasa 7 orang, anak perempuan 2 orang dan anak laki-laki 8 orang.
Tim DVI Polda Papua hingga kini telah mengidentifikasi 77 jenazah dari 99 jenazah yang ada di RS. Bhayangkara.

Penulis : Stefanus Abrauw - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

KPA Kota Jayapura Gelar Pertemuan Koordinasi Fast Track


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Senin (25/03) Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jayapura  saat ini bekerjasama dengan LINGKAGES sebuah program global yang didanai USAID untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah, LSM dan sektor swasta agar mampu membuat perencanaan kegiatan yang lebih baik.

Memberikan layanan yang komprehensif, memperluas upaya pencegahan dan perawatan dan dukungan untuk memutus rantai penularan HIV di antara populasi kunci dan masyarakat umum di Papua serta meningkatkan kwalitas hidup orang yang terinfeksi HIV.


Pelaksanaan program dukungan LINKAGES di Indonesia berfokus pada perencanaan berbasis data, kesesuaian dengan strategi dan rencana aksi nasional, pendekatan berbasis asitensi teknis dan partisipasi menyeluruh kepada semua stakeholder dan juga mendukung pencapaian fast-track pada level provinsi maupun Kebupaten atau Kota.

Pendekatan yang bernama fast-track ini di rancang untuk menghentikan AIDS pada 2030 termasuk mencegah 28 juta infeksi baru (termasuk pada anak) dan 21 juta angka kematian akibat AIDS. Fast-track menetapkan target baru untuk 2020 yaitu 90% dari orang dengan HIV mengetahui status mereka. 90% dari yang mengetahui status HIVnya menjalani perawatan dan pengobatan ARV dan 90% dari pasien HIV ini menjalani perawatan yang mencegahan virus berkembang secara besar-besaran sampai virusnya tertekan dan tidak terdeteksi. dan presentase ini di harapkan anak naik pada 2030.


Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bapak Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano dan di tutup oleh Bapak Rustan Saru selaku Wakil Walikota yang juga sebagai Ketua Pelaksana harian KPA Kota Jayapura.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pendekatan fast track kepada seluruh stakeholder dan mitra kerja KPA Kota Jayapura, melihat dan memonitor hasil capaian dalam peanggulangan HIV-AIDS di Kota Jayapura serta mendiskusikan tantangan, solusi dan strategi dalam pelaksanaan program P2HA termasuk implementasi fast tarck.



Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala dinas Kesehatan Kota Jayapura, Puskesmas, Rumah Sakit, LSM, Tokoh Agama, dan semua mitra yang bergerak untuk Program P2HA.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kerja KPA Kota JAyapura serta semua elemen yang bergerak untuk isu HIV dan pelibatan semua elemen masyarakat juga sangat di perlukan agar bekerjasama dalam program P2HA.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Sosok Hebat Vina Cole Salah Satu Relawan Bencana Alam Kabupaten Jayapura


Sentani, suaratifapapua.com,- Sejak Musibah yang terjadi pada sabtu (16/3) lalu, semua perhatian dan bantuan tertuju di Sentani, dengan posko-posko dan tenda pengungsian.

Berbagai macam bantuan dengan cara yang berbeda-beda terus dilakukan untuk membantu para korban banjir bandang.


Begitu juga yang dilakukan oleh Kak Vina (sapaan sehari-hari) yang kesehariannya sebagai salah satu Staf Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Menjadikan rumahnya sebagai salah satu tempat untuk memasak dan membuat nasi bungkus kemudian diantarkan kepada pengungsi yang ada ditenda pengungsian.


Di bantu oleh beberapa anak-anak muda dan kerabat aktifitas ini berlangsung setiap hari. Namun tidak hanya nasi bungkus, ada banyak kebutuhan-kebutuhan pengungsian yang juga di sumbangkan, dan bahkan rumah ini menjadi salah satu tempat menampung bantuan dari luar untuk kemudian di distribusi. Dan JW Tifa menjadi salah satu yang mendapat bantuan Pempers, Susu, Obat, Vitamin dan kebutuhan lainnya yang kemudian di distribusikan.



Pada hari sabtu dan minggu juga membuka laundri bagi korban banjir yang kesulitan mencuci pakaian karena air PDAM yang tidak mengalir sejak banjir.

Dengan adanya aksi dan kegiatan ini, diharapkan dapat membantu para korban bencana, seperti yang disampaikan langsung oleh Kak Vina bahwa, "Saya bersyukur ada banyak bantuan yang datang dari teman-teman, sehingga saya tidak sendiri dalam mengerjakan, dan memang ini lebih khusus di antarkan langsung ke pengungsi yang kekurangan bantuan, supaya tepat sasaran tidak numpuk, jadi semoga bermanfaat".

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Penyuluhan HIV-AIDS dan Narkoba di Kampung Kalipao Distrik Waris, Kabupaten Keerom




Keerom, suaratifapapua.com,- Waris merupakan salah satu pintu perbatasan RI-PNG, menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk sampai disini, bersama Komisi Penanggulangan Aids Keerom dan bekerjasama dengan TMMD Kodim 1701/Jayapura, memberikan penyuluhan HIV-AIDS dan Narkoba bagi masyarakat Kampung Kalipao.



Sosialisasi ini dilaklukan sebagai salah satu upaya dalam program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS, dan diharapkan dengan adanya sosialsiasi yang terus menerus di samapikan kepada masyarakat, akan mampu menumbuhkan kesadaran kritis yang kemudian meningkatkan kesadaran untuk melakukan tes serta rutin dalam pengobatan bagi yang terinfeksi HIV.

Mengingat masyarakat yang ada di kampung merupakan kelompok yang harus menjadi prioritas agar tidak hanya masyarakat perkotaan yang terpapar informasi secara berkelanjutan namun juga yang ada di perkampungan.

Menurut Bapak Bless selaku Staff KPA Kabupaten Keerom, bahwa memang kampung juga harus jadi penting saat ini untuk sosialisasi, karena kita tidak pernah tau mobilitas masyarakat juga cukup tinggi, dengan akses jalan yang saat ini lebih mudah tidak seperti dulu yang masih rusak-rusak, atau juga agar tidak terjadi perilaku beresiko di kalangan masyarakat sendiri. Apalagi bagi anak-anak.



Selanjutnya sosialisasi Narkoba juga menjadi satu keharusan, mengingat dalam kruun waktu yang cukup singkat, beberapa waktu ini Anggota TNI menemukan dan mengamankan ganja-ganja yang ada di daerah perbatasan.



Pentingnya informasi untuk mengubah perilaku di masayarkat, sehingga ke depan KPA Keerom berharap dapat terus secara berkelanjutan memberikan sosialisasi baik HIV-AIDS dan Narkoba, yang juga akan terus di lakukan di kampung-kampung lain di Kabupaten Keerom.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

JW TIFA Bersama Binmas Noken Polri Dalam Kegiatan Bakti Sosial dan Psikososial Korban Banjir Bandang Sentani

Anggota JW TIFA saat Foto Bersama

Sentani, suaratifapapua.com,- Salah satu Jurnalis Warga (JW) TIFA Kota Jayapura ikut dalam kegiatan bersama Binmas Noken Polri dalam kegiatan  Bakti Sosial dan Psikososial Korban Banjir Bandang Sentani pada Jumat (22/3) lalu.



Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemulihan trauma bagi anak-anak yang menjadi korban bencana yang berada di pengungsian agar mereka tetap ceria dan bermain serta tertawa bersama. 

Salah satu posko pengungsian yang ada di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura menjadi tempat yang di kunjungi langsung oleh Ketua Umum Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian yang juga di hadiri oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki, Para Pejabat Utama Polda papua, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Risma Martuani Sormin, Wakil ketua bhayangkari daerah Papua, Para Pengurus Bhayangkari Daerah Papua dan Ketua PKK Provinsi Papua Ny. Lukas Enembe.


Pada kegiatan ini juga, salah satu Jurnalis Warga (JW) Tifa Kota Jayapura turut hadir dan meliput secara langsung kegiatan yang dilakukan dan mewawancarai Bapak I Made Ambo (Kanit Pendidikan Binmas Noken Polri), yang juga sebagai penyelenggara kegiatan Trauma Healing pasca bencana bagi anak-anak.

Kegiatan ini memang tidak hanya kunjungan dan pemberian bantuan, namun juga diisi dengan trauma healing yang dilakukan oleh Binmas Noken Polri bersama Wahana Visi Indonesia (WVI).

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Obat-Obatan Paling Dibutuhkan Oleh Posko-Posko Korban Bencana

Ketua Posko Kampung Yakonde Saat Menerima Obat-Obatan dari Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura
Sentani,suaratifapapua.com, Guna memberikan pencegahan kepada masyarakat korban bencana meluapnya Danau Sentani, Jumat (22/3) Selain memberikan sembako Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura juga membagi-bagikan obat-obatan kepada tiga posko yang dikunjungi.

Posko Kampung Yakonde yang terletak di Distrik Waibu, terdapat 43 Kepala Keluarga, 84 Jiwa. Anak-anak 0-5 tahun sekitar 18 orang, 5 Tahun ke atas ada sekitar 44 orang dan 105 orang dewasa. 

Ketua posko katakan," Selain obat-obatan masyarakat juga membutuhkan minyak tanah, Minyak Goreng, Selimut, Pempers dan bedak untuk anak-anak", Minyak tanah kami perlukan sekali mengingat beberapa waktu ini hujan, memang kami biasa menggunakan kayu bakar juga namun beberapa waktu ini hujan terus turun jadi sedikit sulit menggunakan kayu bakar.

Selain Posko untuk pengungsi, Kampung Yakonde juga mendirikan dapur umum, terdapat beberapa ibu menjadi relawan untuk memasak yang sesudahnya ketua posko akan memanggil semua pengungsi kemudian akan dimakan secara bersama-sama.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Tidak Ada Alasan Untuk Menyerah Selain Tetap Berjuang - Korban Banjir Bandang Kabupaten Jayapura

Tampak Warga Doyo Mulai Gotong Royong Dalam Membersihkan Tempat Usaha & Rumah-rumah (Foto : Gerrard)

Sentani,suaratifapapua.com,- Pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura masyarakat yang terdampak bencana mulai membersihkan sisa-sisa sampah yang ikut hanyut saat banjir. Kamis (21/3) tampak aktifitas masyarakat sedang bekerja bakti,sebagian lainnya masih tertutup oleh lumpur dan ditinggal pemiliknya.

Doyo Baru adalah daerah yang juga mengalami dampak langsung dari banjir bandang sabtu 16 maret lalu. sebagian besar masyarakatnya ada di posko pengungsian gunung merah, siang itu tampak cerah namun berawan tapi tidak mengurangi semangat masyarakat untuk beraktifitas.

Amatos salah seorang yang mencari keluarganya didaerah terkena bencana, mengatakan," sudah dua hari keluarganya tidak ada kabar bahkan nomor hpnya tidak aktif",sudah coba dihubungi berulang kali namun tidak tersambung.

" saat mencari kerumah juga tidak ada, Mungkin selanjutnya saya akan melapor diposko maupun kepada pihak berwajib agar saudara saya segera ditemukan", tutur Amatos saat bercerita kepada jurnalis suaratifapapua.com.

Penulis : Gerrard-Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Binmas Noken Polri mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Psikososial Korban Banjir Bandang Sentani


Sentani, suaratifapapua.com,- Binmas Noken Polri mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Psikososial Korban Banjir Bandang Sentani 22/03,
Kunjungan ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh Binas Noken Polri di Pengungsian yang ada di Kantor Bupati.


Bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI), memberikan kegiatan-kegiatan kepada anak-anak yang ada di tenda pengungsian.



Kegiatan ini menjadi penting apalagi anak-anak yang ada di pengungsian ini merupakan anak-anak yang secara langsung mengalami bencana. Jika tidak ada aktifitas mereka pasti kebingungan apalagi ini suasananya berbeda dengan rumah atau lingkungan tempat tinggal mereka sebelumnya, ini asing buat mereka.


Sehingga menjadi penting untuk kemudian membuat kegiatan trauma healing sekaligus agar anak-anak ada aktifitas positif seperti bermain dan belajar, sebagai proses untuk memulihkan trauma yang di rasakan.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak I Made Ambo Arjana selaku Kanit Pendidikan Binmas Noken Polri bahwa "Dengan adanya situasi seperti ini, penting untuk adanya pemulihan trauma bagi yang terkena dampak langsung, dan anak-anak merupakan kelompok yang tidak bisa terlupakan. oleh sebab itu, kami fokus pada pengungsian yang memang benar-benar terkena dampak langsung, dan tidak menutup kemungkinan untuk kami kembali lagi, namun tetap akan ke beberapa pengungsian lagi emnunggu data lapangan".

Kurang lebih ada 300 orang anak-anak yang berkumpul, ada juga orang tua yang terlibat dalam kegiatan yang dilakukan, sehingga informasi tidak hanya terbatas pada anak-anak namun juga orang tua atau siapa saja yang ingin terlibat dalam kegiatan.



Kami berharap dengan kegiatan ini, dapat mengurangi trauma dan stress atau ketakutan yang di alami anak-anak pasca banjir bandang yang menimpa mereka.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Penyelenggaraan Program Jurnalis Goes To School Oleh Koran Jubi

Pimpinan Tabloid Jubi Foto Bersama Peserta Pelatihan
Jayapura, suaratifapapua.com, -Rabu (20/3) Koran Jubi menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik, dalam bentuk program Jurnalis Goes To School 2019 yang diselenggarakan di Aula SMK N 2 JAYAPURA. 

Kegiatan ini diikuti oleh 4 sekolah yang masing-masing mengirim 4 siswa/siswi sebagai peserta diantaranya SMK N 2 JAYAPURA, SMA N 1 JAYAPURA, SMA YAPIS MUHAMMADIYAH, dan SMA YPPK TARUNA DHARMA. 


Peserta Sedang Praktek Mewawancari

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai Rabu - Jumat, dimana slama tiga hari tersebut para siswa siswi diberikan materi mengenai jurnalistik. pada hari ke dua dan ketiga para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikan langsung kelapangan untuk liputan wawancara dimasing-masing lokasi sesuai dengan pokok permasalahan yang ingin diliput.



Peserta pada saat praktek langsung untuk meliput berita

Lokasi liputan pertama berada diLingkungan sekolah SMK N 2 JAYAPURA dan lokasi liputan kedua berada di perpustakaan daerah. 

Pada hari terakhir pelatihan para peserta diajak untuk melihat proses pembuatan berita dikantor Jubi, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan agar para siswa siswi dapat mengetahui bagaimana cara menulis berita dengan baik dan akurat, selain itu siswa dapat mengenal apa itu koran jubi dan bagaimana cara menjadi seorang jurnalistik.

Penulis : Vinica Jeni Vinlovan - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Ketua Umum Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian Mengunjungi Anak-anak Pengungsian Di Posko Gunung Merah Sentani


Sentani, suaratifapapua.com,-  Jumat (22/03), pasca banjir bandang yang menimpa Sentani, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian  mengunjungi anak-anak yang ada di pengungsian kantor Bupati dan sekaligus memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Sentani, turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki, Para Pejabat Utama Polda papua, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Risma Martuani Sormin, Wakil ketua bhayangkari daerah Papua, Para Pengurus Bhayangkari Daerah Papua dan Ketua PKK Provinsi Papua Ny. Lukas Enembe.


Ada sekitar 300 anak yang hadir pada kegiatan tersebut, anak-anak ini dikumpulkan dari beberapa tenda pengungsian yang ada di sekitar kantor bupati.


Kunjungan serta bantuan yang diberikan kiranya dapat meringankan beban para korban yang saat ini masih berada di pengungsian.


Seperti yang disampaikan bahwa kedatangan ini adalah bentuk keprihatinan kepada semua yang menjadi korban bencana alam, dan berharap musibah ini cepat berlalu dan semua kembali seperti biasa.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

29 KK Warga Kampung Bule Ubhe Mengungsi Akibat Luapan Danau Sentani

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Saat Berkunjung Ke Posko Kampung Bule Ubhe

Jayapura,suaratifapapua.com, Bencana alam selain di Kabupaten Jayapura namun juga pada sebagian masyarakat yang ada di Kota Jayapura, Khususnya didaerah pinggiran danau sentani yang ada didaerah sekita kampung Yoka. Sabtu (23/3) Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) kembali melakukan kunjungan ke 2 posko yaitu di Kampung Bule Ubhe dan juga di Kampung Netar.

Ketua posko Fredrik Puhili mengatakan bahwa dikampung Bule Ubhe yang mengalami musibah akibat meluapnya Danau Sentani yaitu 29 KK dari 42 KK, Selain orang dewasa diposko ini juga terdapat sekitar 29 anak-anak yang harus ikut mengungsi.

Saat ini, Fredrik Puhili mengatakan, yang diperlukan ialah : Minyak Tanah, Minyak Angin, Obat-obatan & Tenda untuk Masyarakat yang menggungsi.

Jurnalis Warga Kota Jayapura berfoto bersama Pengungsi di Kampung Bule Ubhe
Ketua Posko juga mengatakan, bahwa saat posko menerima bantuan dari sumbangan-sumbangan yang datang,setiap sore akan dibagikan kepada masyarakat baik yang ada diposko maupun masyarakat yang masih tinggal diperumahan kampung Bule Ubhe.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura.

Related Posts:

Pertama Kali Menggalang Aksi Kemanusian, JW TIFA Turun Ditiga Lokasi Daerah Bencana

Anggota Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Sedang Memberikan Sembako Kepada Korban Bencana Alam (Foto : Gerrard)

Sentani,suaratifapapua.com,- Melihat Ribuan masyarakat di Kabupaten Jayapura yang terkena bencana alam yang terjadi, Jurnalis Warga Kota Jayapura atau yang lebih dikenal dengan sebutan JW TIFA ikut ambil bagian dalam menggalang bantuan untuk korban bencana alam.

Bermodalkan semangat dan kerjasama anggota JW TIFA serta bantuan dari beberapa aktifis kemanusian dan juga bantuan sembako dari beberapa masyarakat yang menyumbang seperti : beras,telur,supermi,pempers,obat-obatan,tikar,selimut,minyak telon,minyak kayu putih,sabun mandi,rinso,pembalut,minyak goreng,air mineral,pakaian layak pakai.

Setelah semuanya terpaket dengan rapi jumat (22/3) tim JW TIFA bergerak ketiga lokasi pengungsian yaitu Kampung Sosiri,Kampung Kanda & Kampung Yakonde. Selain berbagi kasih tim JW TIFA juga melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Kampung Yakonde.

Kegiatan Trauma Healing oleh Fasilitator bagi anak-anak korban bencana alam

Salah Satu Korban Bencana, Mama Ansaka mengatakan," saya tetap bersyukur kepada Tuhan Yesus untuk semua yang terjadi,bersyukur juga banyak masyarakat yang datang membantu meringankan beban kami,terlebih kepada teman-teman JW TIFA yang sudah jauh-jauh datang kekampung kami,"berharap luapan danau sentani surut dan kami boleh kembali kerumah kami masing-masing.

Mama Ansaka juga mengatakan banjir bandang yang mengakibat danau sentani sebelumnya tidak pernah terjadi selama sejarah orang sentani. kali ini naik hingga mencapai atap rumah,sebagian mungkin tenggelam,ucap mama Ansaka.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Warga Kota Jayapura memberikan bantuan bagi pengungsi yang ada di Kampung Sosiri distrik Waibu


Sentani,suaratifapapua.com,- Jumat (22/3) Hujan dan gelap bukan tantangan bagi tim Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura untuk memberikan bantuan bagi pengungsi, Daerah ketiga yang dikunjungi tim ialah masyarakat yang ada di Kampung Sosiri distrik Waibu.


Hingga malam hari, tim JW Tifa masih berkeliling membagikan bantuan di sekitar distrik Waibu.Bantuan untuk kampung Sosiri diterima langsung oleh Bapak Pdt di Gereja GKI Bethania Sosiri.


Bantuan-bantuan di kumpulkan di gereja kemudian nanti akan di distribusi kepada keluarga-keluarga yang rumahnya terendam air akibat meluapnya air danau.



Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terkena musibah.



Saat ini warga sangat kesulitan untuk kembali ke rumah karena air danau masih cukup tinggi bahkan rumah warga masih terendam air hingga dada orang dewasa.




Berharap air danau segera surut agar warga dapat kembali ke rumah dan beraktifitas seperti biasa.

Penulis : Lena Menanti - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Bermain Bersama Anak-anak Pengungsian Kampung Yakonde - JW TIFA PEDULI KORBAN BENCANA

Kegiatan Trauma Healing Bagi Anak-anak Korban Bencana Alam (Foto : Gerrard)


Hari Jumat (21/03), tepat di hari ke enam pasca Banjir Bandang yang menimpa Sentani, Jurnalis Warga (JW) Tifa Kota Jayapura bersama tim Relawan Posko Gereja Katolik Sang Penebus Sentani melakukan aksi peduli bencana bagi korban yang tidak hanya bagi korban bencana banjir bandang namun juga pengungsi yang berada di tepi danau yang akhirnya mengungsi akibat meluapnya air danau mengakibatkan rumah-rumah warga yang ada di tepi danau terendam air.

Jurnalis Warga Bermain bersama anak-anak Kampung Yakonde

Kampung Yakonde yang berada di distrik Waibu Kabupaten Jayapura, menjadi salah satu yang terkena dampak meluapnya air danau, sehingga semua masyarakat yang tinggal di tepi danau harus mengungsi di Balai Kampung dan Pastori Gereja Ebenheizer Yakonde.


Anak-anak Kampung Yakonde sedang mendengarkan cerita dari fasilitator

Seperti yang disampaikan oleh Mama Maria (ondo), bahwa mereka sudah mengungsi sejak berapa hari di balai kampung dan pastori gereja, ada juga yang memilih tinggal bersama keluarga di Kampung Kanda. Saat ini bersyukur sudah banyak bantuan yang datang tidak seperti sebelumnya, jadi kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua yang datang membawa bantuan".


Anak-anak Kampung Yakonde sedang mendengarkan cerita dari fasilitator

Pada kesempatan ini tidak hanya memberikan bantuan sembako, obat-obatan, minyak telon/kayu putih dan pakaian-pakaian serta tikar tetapi, JW Tifa juga membuat kegiatan bersama anak-anak yang ada di tempat pengungsian, kurang lebih 50 orang anak yaitu bermain, bercerita dan memberikan bingkisan.


Anak-anak Korban Bencana Alam Bermain Game

Kegiatan ini rencananya akan dilakukan di beberapa tempat pengungsian berbeda, yang akan berfokus pada anak-anak namun juga dapat melibatkan semua yang ada di pengungsian. Bertujuan untuk memberikan semangat bagi anak-anak yang tekena dampak maupun bagi masyarakat.


Anggota JW TIFA Bermain Game Bersama-sama

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberi semangat dan mengurangi trauma yang di rasakan oleh anak-anak yang mengalami bencana serta berharap semua bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan oleh Gerrard selaku Kordinator JW, kepada semua anggota JW dan semua yang telah terlibat dan yang telah memberikan bantuan untuk di salurkan, "iya kami terbatas bahkan hanya membantu mendistribusikan semua bantuan yang diberikan kepada kami, dan hari ini sudah kami distribusi untuk yang terkumpul hingga saat ini dan kami juga sangat terbantu dengan tim dari Posko gereja katolik, meski disadari bahwa bantuan ini sangat terbatas, namun kiranya dapat meringankan beban warga yang tertimpa musibah, sekali lagi terima kasih".

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: