POSKO MEDIS BAGI KELUARGA KORBAN BENCANA SANGAT DIBUTUHKAN MASYARAKAT

Tim Medis Sedang Melakukan Pemeriksaan Korban Banjir Bandang (foto Gerrard)

Kabupaten Jayapura,suaratifapapua.com,-  Pasca Banjir Bandang yang menimpa Perumahan Graha Bintang Timur yang juga menjadi salah satu daerah yang parah tertimpa bencana, Kamis (21/3) satu persatu korban mulai datang melalkukan pemeriksaan kesehatan.

Tampak Masyarakat mulai berdatangan ke posko medis (foto Gerrard)

Melalui posko medis yang didirikan secara darurat pada salah satu rumah warga yang ada disekitar perumahan yang terkena musibah. Ibu Rusmina pada saat melakukan pemeriksaan menyampaikan beberapa keluahan seperti pusing & gatal-gatal.

Beberapa ibu sedang antri untuk memeriksakan kesehatan

saat dikonfirmasi menurut ibu Rusmina menuturkan bahwa sangat terbantu dengan adanya posko medis ini," ia saya secara pribadi sangat berterimakasih kepada tim medis yang sudah datang melayani kami masyarakat yang terkena bencana banjir ini. selain itu ia mengatakan bahwa masih banyak keluarga atau warga yang mengalami bencana yang datang melakukan pemeriksaan kesehatan,sehingga dirinya berharap posko ini jangan cepat-cepat ditutup.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Upaya Pencarian Korban Banjir Bandang Kabupaten Jayapura Terus Dilakukan


Sentani,suaratifapapua.com,- Masyarakat disekitar area bencana banjir bandang terus melakukan pencarian korban. Senin (18/3) beberapa keluarga tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah, walaupun dengan peralatan seadanya mereka menyisiri sepanjang kali.



Bahkan dengan pengetahuan seadanya mereka coba menggali tumpukan-tumpukan sampah, hanya karena berdasarkan aroma dan kerumunan lalat.



Yacob saat dikonfirmasi mengatakan beberapa anggota keluarganya belum ditemukan, " Anggota keluarga saya ada sekitar 3 yang belum ditemukan, saat kejadian mereka ada didalam rumah".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Puskesmas Sentani Kota Siapkan Obat ARV Bagi Teman-Teman ODHA Yang Kehilangan Akibat Banjir Bandang

Staf IAC foto Bersama Pendamping ODHA (Puskesmas Sentani Kota)

Sentani,suaratifapapua.com,- Gerak cepat yang dilakukan oleh pendamping teman-teman ODHA Kabupaten Jayapura. Hal ini dilakukan guna mengatasi beberapa teman-teman ODHA yang terkena musibah banjir bandang dan obat ARVnya hanyut beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi Muji bersama Cika mengatakan saat ini sudah ada sekitar 4-5 ODHA yang datang ke puskesmas Sentani Kota untuk mengambil obat.

Menurut Muji dan Cika banyak teman-teman ODHA yang terkena musibah banjir bandang tersebut karena mereka berada didaerah tersebut dan sampai saat ini belum ada kabarnya.

"Dihimbau bagi teman-teman ODHA yang sudah konsumsi obat ARV dan obatnya hilang akibat banjir silahkan datang ke Puskesmas Sentani dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura supaya dapat dilayani oleh petugas kesehatan yang ada.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Puskesmas Yoka Lumpuh Akibat Luapan Danau Sentani


Jayapura,suaratifapapua.com,- Puskesmas Yoka lumpuh akibat luapan danau Sentani, Selasa (19/3. Untuk sementara semua pelayanan dialihkan ke Puskesmas Waena.



Saat dikonfirmasi dari salah seorang yang berjaga di puskesmas menuturkan bahwa untuk semua peralatan dan obat-obatan sudah diamankan ketempat yang lebih tinggi.


puskesmas Yoka yang berlokasi di Kampung Yoka yang merupakan juga berada didaerah pinggiran Danau Sentani, Selain Puskesmas beberapa rumah masyarakat juga mengalami hal yang sama.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

HIV TIDAK MENGHANCURKAN SEMANGAT - Amazing Women

Baby Rivona - Ketua Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)

Wanita satu ini adalah salah satu aktivis yang sangat peduli terhadap HIV/AIDS.

Beliau adalah Baby Rivona, wanita kelahiran Medan ini telah aktif mengampanyekan anti narkoba dan HIV/AIDS melalui bidang advokasi untuk memerangi diskriminasi terhadap ODHA dan memberikan pengetahuan tentang penyakit ini sejak tahun 2005.

Hal ini beliau lakukan bukan tanpa alasan. Baby telah merasakan bagaimana hidupnya hampir hancur karena penyakit ini. Sejak tahun 2003, ia divonis mengidap HIV positif. Tetapi virus itu tidak pernah mematikan semangatnya. Justru, ia semakin semangat untuk membantu sesama penderita seperti dirinya untuk dapat survive.

Pada tahun 2005, Baby mendirikan gerakan MAP (Medan Aceh Partnership). Yang ditujukannya untuk membantu korban tsunami Aceh kala itu. Selepas mendirikan MAP di Aceh, dia kemudian dipercaya menjadi ketua dari IPPI (Ikatan Perempuan Positif Indonesia). IPPI merupakan wadah pemberdayaan bagi wanita yang mengidap HIV/AIDS di bidang kesehatan, sosial, ekonomi dan pendidikan. Dukungan diberikan agar mereka tetap berdaya dan hidup dengan produktif. Selain itu, Baby juga tergabung dalam komunitas Perempuan Medan Tegar (Permata) dan juga Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Sepak terjangnya di dunia advokasi HIV/AIDS kemudian berlanjut di level dunia. Ia mendirikan GCWA (Global Coalition on Women and AIDS) di tahun 2012. Ia juga pernah menjadi pembicara di PBB melalui forum ini. Ia menjadi perwakilan perempuan Indonesia di UN AIDS yang bermarkas di Genewa.

Tak cukup dengan itu, dia juga menjadi pengurus di forum International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP). Kegiatan di beberapa forum tersebut dia lakukan untuk memperjuangkan hak-hak wanita yang positif HIV/AIDS.

Semoga kisah Baby Rivona dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa jangan biarkan virus ini menghentikan hidupmu. Selagi masih bisa, gunakan kesempatan hidup di dunia ini untuk melakukan hal-hal berguna bagi sesama.

ODHA bukan untuk dijauhi dan dikucilkan. Mereka juga membutuhkan dukungan dari lingkungan dan orang-orang disekitarnya untuk bertahan. Mari jauhi virusnya, bukan penderitanya!!

Penulis : Gerrard
Dikutip dari : Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)

Related Posts:

Lilis Sumila - "Hidup dengan HIV tidak membuat kami lemah"

Menjadi ibu dan istri setiap hari bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi dirinya yang terinfeksi HIV, harus melalui fase terpuruk sebelum kemudian kembali bangkit

Kini Lilis aktif mengedukasi teman teman ODHA di wilayah Depok. Membantu para orangtua yang juga anaknya terinfeksi HIV, agar tetap sehat. Mendampingi para perempuan hamil, agar melahirkan anak yang bebas dari HIV

Ikatan Perempuan Positif Indonesia, berkomitmen untuk menyebarluaskan edukasi tentang pencegahan penularan HIV dari orangtua kepada anak. Serta memberi edukasi tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi agar ODHA perempuan terhindar dari segala bentuk kekerasan

Hidup dengan HIV tidak membuat kami lemah. Selamat Hari Perempuan Internasional 2019

#hivtreatmentworks #livingwithhiv #healthyrecipes #loveyourself #ARVforyourlife #HIVcannotlimitus #womenlivingwithhiv #strongwomen #bravewomen #Feminist #GenderEquality #Loveislove #sisterhood

Penulis Gerard
Dikutip dari : Ikatan Perempuan Positif Indonesia

Related Posts:

Mimi Pecandu Aibon asal PNG

Mimi sedang asik menceritakan kisahnya sambil memegang kaleng lem Aibon/foto : Gerrard
Jayapura, suaratifapapua.com -  "Pemerintah Kota Jayapura perlu memperhatikan anak-anak kecil pecandu lem Aibon disekitar Pasar Entrop, Sabtu (09/03) saat dijumpai oleh jurnalis suaratifapapua.com terdapat sekitar 6-7 anak-anak sedang asik mengisap lem Aibon sambil menjaga parkiran, yang ternyata digunakan juga untuk membeli lem Aibon lagi.

Mimi salah satu anak pecandu lem Aibon yang ternyata juga berasal dari negara tetangga yaitu PNG menuturkan bahwa ia ditinggal mati kedua orang tuanya dan akhirnya harus berada disekitar Entrop bergabung bersama beberapa teman seusianya.

Menurut Foundation of Free Drug World, kebanyakan inhalan langsung mempengaruhi sistem saraf dan mengakibatkan perubahan pada cara berpikir kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak dalam jangka pendek yaitu hanya dalam beberapa detik saja, pengguna mengalami kemabukan dan efek lainnya seperti yang diakibatkan alkohol. Ada berbagai efek yang dapat dialami selama atau segera sesudah menggunakannya. "Penggunanya akan berbicara cadel, mabuk, pusing atau penampilan teler, tidak mampu mengkoordinasi gerakan, halusinasi dan khayalan," ungkapnya.

Efek jangka pendek dari menghirup lem juga menyebabkan apati, daya pertimbangan yang terganggu, ketidaksadaran, sakit kepala berat dan bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut."Menghisap zat-zat kimia ini yang berkelanjutan dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur dan cepat dan menyebabkan gagal jantung dan kematian dalam beberapa menit," ucap Muzzammil.Lalu mati lemas dapat terjadi jika oksigen di paru-paru diganti dengan zat kimia tersebut, yang kemudian mempengaruhi pusat sistem saraf, sehingga pernapasan akan terhenti.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Direktur Indonesia AIDS Coalition Angkat Bicara Terkait Pernyataan Ketua KPA Propinsi Papua Yang Akan Membeli Stem Cell Untuk ODHA di PAPUA



Menyikapi ide KPAP Papua untuk membeli “obat stem cell”, rasanya perlu ada yang mengajak dialog dan meluruskan hal ini.

Adapun stem cell surgery melalui transplantasi sumsum tulang belakang yang kemarin sedang marak diberitakan akhirnya berhasil membuat remisi pada 1 kasus dengan HIV, yang dikenal dengan nama London Patient dan hasilnya dipublikasikan pada CROI Conference 2019, bukan dengan menggunakan pil atau obat-obatan melainkan dengan menempuh serangkaian prosedur operasi yang sangat rumit dan juga berbahaya.

Beberapa hal yang perlu dicatat dalam stem cell treatment di london patient :

  1. Stem cell pendonor stem cell ini berasal dari donor yang memang secara genetika sistem stem cell yang dimiliki donor tersebut mengalami mutasi sehingga secara gampangnya orang tersebut bisa dibilang “kebal dari infeksi HIV.” Hal ini karena ada mutasi genetik yang dialami sangat sedikit orang yang membuat HIV tidak bisa menginfeksinya.
  2. Stem cell bukan obat. Melainkan sebuah prosedur operasi yang rumit dimana stem cell ini dicangkokkan di tubuh pasien. Jadi tidak tepat bila ada yang mengatakan “pil stem cell”
  3. Prosedur ini sangat berbahaya. Selain prosesnya rumit, ada sebuah fenomena dimana sistem kekebalan tubuh dari sel yang ditransplantasikan itu lalu “berkelahi” dengan sistem kekebalan tubuh dari pasien (graft versus host disease). Ini dibeberapa pasien bisa sampai menimbulkan kematian.
  4. Biaya melakukan stem cell transplantation ini sangat mahal.


Jadi, transplantasi stem cell ini tidak menjadi salah satu opsi yang dianjurkan untuk menyembuhkan HIV karena hal-hal diatas. Sederhananya, ini bukan pil, ini belum tentu cocok bagi semua odha, ini berbahaya dan prosedur ini sangat mahal.

Semoga ada yang bisa mendiskusikan hal ini dengan stakeholder program penanggulangan AIDS di papua.

Penulis Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura
Dikutip dari : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218651761829058&id=1348294925

Related Posts:

Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Ayawasi Kekitar ( IPPMAS )Telah Berhasil Mengsukseskan MUSORPEM KE - XX



Jayapura, suaratifapapua.com - Terkait dengan pelakasan musyawarah ke - xx organisasi ikatan pemuda pelajar dan mahasiswa  Ayawasi sekitar ( IPPMAS ) yang berlangsung pada Sabtu 09/03/2019 Di Aula Touboria pukul 9:30 Wit.
( Kepada suaratifapapua.com pada senin 11/03/2019.)
Organisasi itu  berdiri di jayapura sekitar tahun 1998, organisasi nin milik dari Distrik Aifat Utara Jauh Kab Maybrat Provinsi Papua Barat yang berada di kota studi jayapura hari ini sabtu 09 Maret 2019, mengadakan musyawarah organisasi di aula tauboria untuk mengangat ketua badan pengurus yang baru.
Dalam pelaksanan kegitan musorpem berjalan sesuai mekanisme prosudur organisasi seperti biasa dan berjalan baik dan lancar sesuai dengan harapan kami.dalam proses Musorpem tersebut, telah melalu mufakat semua furum, telah terpilih sebagai Ketua YUFENTUS KOSAMAH pada masa bakti 2019- 2020.
Kata Fransiskus Bame sekalu mantan ketua organisasi IPPMAS masa bakti 2018-2019.

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.
Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan kampus. Kita harusnya bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan kita yang lain maupun junior yang akan bergabung nantinya.
Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya saja kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.
Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.
 Lanjuta Bame, Wadah organisasi IPPMAS adalah wadah organisasi lokal untuk kita anggota ippmas berkumpul dan belajar bersama sama, harapannya agar badan pengurus yang baru ini agar bisa kedepan membuat perubahan yang lebih besar lagi sebelum masa kepengurusan nya.
Sebelum wadah lokal yang dari AIFAT RAYA dan MARE RAYA IPPMAS SUDAH BERDIRI semenjak tahun 1998, jadi organisasi IPPMAS ini Angap bahwa organisasi yang Tua di Kota studi port Numbay untuk melingkupi wilayah Aifat Raya dan IPPMAS mempunyai Nilai tawar yang besar dan IPPMAS sudah menciptakan orang- orang yang militansi.
 Bame mengharapkan ketua Baru terpilih, jangan membawa wadah IPPMAS masuk dalam kepentingan Politik Pratis, karen saatnya pesta demokrasi sdh dekat, Bame menghimbau Lagi di Jayapura ini ada beberapa ikatan lokal yang dari masing- masing distrik yang berasal dari Aifat raya dan mare raya dengan tambrauw adalah kita ni keluarga, bame mengharapkan harus salah satu wadah besar untuk melingkupi beberapa Ikatan lokal, seperti IPPMAS, IPPM  , IPPMA, KUKURI, ZUZUKI dan FIMISU. Jadi harus ada salah satu wadah yang besar intuk melingkup Beberapa ikatan lokal in
Dirinya menggucapkan banyak berterima kasih kepada seluruh teman - teman aktif IPPMAS dan para delegasi yang mana sudah percayakan dia sebagai ketua untuk memimpin IPPMAS pada periode 2019-2020.Ujarnya"

Penulis : Michael Edowai - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Sebuah renungan menjelang Hari Perempuan Internasional (Womans International Day )


Sebuah renungan  menjelang Hari Perempuan Internasional  (Womans International Day ).
Puisi oleh : Kaka Alex Giay
Gambar   : Architecture & Design (The Weight Of A Mother Shoulder)
..
BEBAN BERAT DI PUNDAK MAMA

Tersungkur sujud padamu perempuan
di mesbah rahim yang suci nan kudus
pada altarmu berikrar darah dan jiwa
benih dan cinta yang tak berkesudahan
mekarkan tunas insan ilahi tuk semawi

Di panggung pundakmu kuk terpanggal
segala atmosfer beban dapat terukur
selalu terenggah tawa penuh girang manis
walau kadang nafas desah penuh resah
di atas cekikan gravitasi hidup yang pekik

Semesta sering laku jahanam padamu
tergelut dalam benturan kebejatan lelaki
namun tak terbanding lintang baja-baja
tegar di lintasan sepanjang laju zaman
kokoh tak tergoyah dapat kau menahan

Prahara dunia selalu kelabui namamu
dalam halimun budaya patriarki galak
tergilas di arus muslihat yang menindih
tegap jiwa selalu mengepak sekat itu
juang kesamaan derajat sebagai setara

Hollandia, 0703/19 - AG
Penulis : Imelda Hendrieta

Related Posts: