KEAJAIBAN KELABBA MAJA DI Nusa Tenggara Timur



Masyarakat Indonesia patut berbangga dengan negerinya yang sangat indah, bahkan termasuk salah satu yang terindah di dunia, dengan banyaknya destinasi wisata yang cantik dan tak dimiliki negara lainnya.


Bukan hanya Bali, Lombok, Raja Ampat, Yogyakarta, Danau Toba, dan lainnya, tapi ribuan destinasi lainnya yang tak kalah indahnya. Sehingga tak salah bila tahun ini Indonesia kembali terpilih menjadi negara terindah ke enam dunia.



Hal itu sesuai hasil jajak pendapat Penerbit Rough Guides yang menilai Indonesia dari suasana perdesaan, ketenangan pulau terpencil, hingga puncak gunungnya. Sehingga Indonesia makin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata kelas dunia.


Dari sekian banyaknya tujuan wisata di Indonesia yang mungkin belum dikunjungi wisatawan lokal adalah 'Kelabba Maja,' yakni bukit warna-warni yang berada di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Sabu (kadang disebut Sawu), Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Lokasinya berdekatan dengan pantai selatan Sabu.



Karena alamnya terdiri dari tebing warna-warni, tempat ini kerap dibandingkan dengan Zhangye Danxia yang disebut sebagai salah satu keajaiban alam negeri Tiongkok. Juga disetarakan dengan ngarai Grand Canyon yang jadi kebanggaan negeri Paman Sam. Tetapi jika dilihat dari kondisi alamnya, Kelabba Maja lebih mirip dengan Painted Hills yang berada di Oregon, Amerika Serikat.


Sama seperti Painted Hills, Kelabba Maja juga memiliki ciri khas berupa tebing serupa deretan tabung yang bercorak. Sekilas tampak seperti disapu dengan kuas raksasa. Kita bisa menemukan lapisan warna biru, putih, coklat, dan merah di antara bebatuan Kelabba Maja.

Selain bukit pelangi, Kelabba Maja juga memiliki beberapa batu keseimbangan yang dianggap sebagai perlambang ayah, ibu, dan anak. Ketiga batu ini berdiri dengan kokoh di pucuk tebing yang meruncing. Sehingga lokasi ini menjadi incaran foto yang instagramable.



Oleh penduduk setempat, Kelabba Maja dianggap sebagai tanah dewa, terutama warga desa Gelanalalu. Mereka percaya bukit penuh warna itu merupakan tempat berdiamnya dewa Maja. Di sana juga terdapat batu yang digunakan sebagai altar pemujaan bagi sang dewa, yang setiap tahun masih diadakan ritual penyembelihan kurban demi memohon perlindungan dari Maja.

Karena kesakralan bagi para penduduknya, maka tak heran bila pengunjung diminta untuk menjaga sikap saat berkunjung di lokasi tersebut. Berkata kotor merupakan salah satu larangan yang sebaiknya ditaati demi kenyamanan bersama.

Sayangnya seperti kebanyakan objek wisata yang nyaris masih perawan, Kelabba Maja juga sulit diakses. Untuk mencapainya, harus menempuh perjalanan dari Kupang ke Sabu. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki mendaki jalan bertanjakan selama 2 jam. Kondisi infrastruktur menuju kawasan ini masih belum terlalu memadai. Karenanya dibutuhkan fisik yang prima untuk mencapainya.

Oleh sebab itu Kelabba Maja dianggap kurang cocok untuk wisata bersama keluarga. Semoga Kementerian PUPR dapat segera membangun infrastruktur yang sesuai dengan kondisi alam yang dibutuhkan, namun tetap tak merusak keaslian alamnya, sehingga dapat semakin meningkatkan wisata dan perekonomian penduduk di sekitar Kelabba Maja.

"Salam NKRI Gemilang"
===================

Dikutip dari Facebook : Wahyu Sutono
Didedikasikan untuk para Traveling

Related Posts:

0 Response to "KEAJAIBAN KELABBA MAJA DI Nusa Tenggara Timur"

Post a Comment