4 tahun saya menjalani pemulihan,Konsisten dengan apa yang menjadi pilihan saya


Empat Tahun yang lalu, selepas bebas dari penjara, saya putuskan Hijrah ke Kota Bogor untuk menjalani REHABILITASI di RUMAH SINGGAH PEKA, Bogor.
Pada awal-awal menjalani pemulihan banyak yang underestimate dengan pilihan saya (termasuk saya sendiri) untuk abstinen total di sebuah tempat Rehabilitasi yg anti mainstream , beda dengan tempat Rehabilitasi Napza pada umumnya.
Bersyukur, hari ini genap 4 tahun saya menjalani pemulihan... Konsisten dengan apa yang menjadi pilihan saya..
Terima kasih buat semua Keluarga Besar Peka Multimedia , slogan mu waktu itu... " Ketika Dunia Menolakmu datanglah ke Rumah Singgah Peka " menjadi magnet yang sangat kuat menarik saya dari Solo hingga ke Bogor.
Nuhun Sam Nugraha atas ilmu dan yang selalu menguatkan saya dalam menjalani pemulihan...

Recovery partner saya , Rosma Karlina Alhadi Imran Wiryanto Rachman Yuoko Wongateleng dan all member lingkaran 12 langkah.... " Kalian adalah jalan menuju kewarasan dan kedamaian " .. Sembah Nuwun yah... atas Waktu yang sudah kalian sediakan di saat saya butuh tempat untuk berbagi... 
God Bless you all....

Dikutip dari : Den Mas Tedjo - https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2294354113909973&set=a.240381129307292&type=3&theater

Related Posts:

Kampung Nelayan Destinasi Wisata Baru Di Kota Jayapura



Kampung Nelayan Hamadi yang rencananya akan diresmikan secara langsung oleh Bapak Presiden RI Ir.Joko Widodo akhir-akhir ini menjadi tempat baru yang di kunjungi untuk bersantai dan berfoto oleh masyarakat dari berbagai kalangan, tidak hanya anak muda, begitu antusias melihat kampung Nelayan yang seolah disulap menjadi begitu menarik di bandingkan dengan sebelumnya.



Namun di sisi berbeda, kesadaran masyarakat sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat kurang, dan bersama Kepala Distrik Jayapura Selatan, tim Forum Kota Sehat, Serta Anggota TNI/POLRI di bantu dengan RT/RW dan seluruh masyarakat melakukan aksi kerja bakti, dengan mengangkat sampah2 yang tergenang, dengan menggunakan perahu dan alat pengangkat sampah.


Sampah seolah menjadi hal yang sepeleh dan kurang mendapat perhatian, sangat di sayangkan jika tempat wisata yang begitu indah, sekitarnya di penuhi sampah.
Dengan adanya aksi kebersihan ini, diharapakan dapat membangun kesadaran kritis masyarakat sekitar maupun pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan di daerah laut.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

SD Negeri 2 Amurang Peduli Lingkungan

Ibu Steyni Tumomomor Sedang menunjukan hasil kreatifitas siswa/siswi SD N.2 Amurang

Sulawesi Utara,--Berkunjung ke salah satu sekolah yang ada di Amurang Provinsi Sulawesi Utara kala itu, yaitu SD N2 Amurang, sekaligus berbincang-bincang dengan Ibu Steyni Tumimomor yakni salah satu Ibu Guru Wali Kelas 1A yang tinggal di perumahan guru yang ada di belakang sekolah.
SD N2 Amurang adalah salah satu sekolah yang memiliki keunikan tersendiri, tidak hanya dari penataan namun banyak barang bekas yang di manfaatkan dengan baik, di daur ulang, dan di buat semenarik mungkin kemudian digunakan di area sekolah baik di halaman, dan ruang kelas.
Sekolah Dasar Negeri 2 (SDN 2) Amurang terus menanamkan budaya untuk peduli terhadap lingkungan terhadap para siswa siswinya.Tak hanya dalam bentuk pengarahan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun juga mengajak para siswa untuk berpatisipasi dalam kegiatan 'Nabung sampah'.
Nabung sampah di Bank sampah yaitu mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan dibuat kerajinanan dengan berbagai kreatifitas yang bertujuan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik, dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, dan ini dimulai dari anak-anak murid sebagai relawan kecil untuk kepedulian terhadap lingkungan yang ada di SDN2 Amurang.
Sekolah ini pun sudah pernah mendapat gelar Adiwiyata, namun bukan berarti kegiatan berbudaya lingkungan tehenti, tetap konsisten pada bank sampah yang telah di buat sebagai aksi konkrit peduli lingkungan serta memberi nilai-nilai positif bagi anak-anak murid.
Guru-guru mengajarkan anak-anak murid agar mampu memanfaatkan barang bekas yang masih dapat digunakan, untuk sesuatu yang lebih bermanfaat yakni dengan menabung sampah.
Proses belajar mengajar pun di buat menarik, agar tidak membuat murid bosan, yakni tidak selalu di lakukan di dalam kelas, tetapi diluar kelas, agar minat belajar anak lebih besar. Begitu juga penataan ruangan belajar, di hias dan di tata begitu berbeda, agar anak-anak mampu belajar dengan baik.
Seperti yang disampaikan oleh Ibu Steyni bahwa, "ini adalah sekolah untuk anak-anak, dan anak-anak butuh belajar hal berbeda, seperti seni dan kreatifitas, agar tidak selalu materi atau membaca buku, itu membuat bosan, saat ini kita harus buat sesuatu yang menarik, jika anak-anak belajar semangat, guru-guru juga bersemangat, jadi ini bagiand ari pelajaran berharga tenatng kepdulian terhadap lingkungan, jaman sekarang banyak yang tidak sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, apalagi memanfaatkan sampah untuk menjadi sesuatu yang bernilai".
SD N2 Amurang, adalah sekolah yang berada tepat di pinggir jalan raya,sehingga sangat mudah di jangkau. Dengan adanya kegiatan-kegiatan kreatifitas seperti ini, diharapkan mampu mendorong minat anak-anak agar tidak hanya berfokus pada buku bacaan, namun terlibat dalam kepedulian terhadap lingkungan, dengan memanfaatkan barang bekas yang masih bisa terpakai.
Berbagai jenis barang bekas yang sudah di daur ulang seperti Pohon Natal dari barang bekas, pajangan dinding, dispenser yang di alihfungsikan sebagai pot bunga, bunga-bunga, hiasan-hiasan, spatu bekas sebagai tempat bunga, dan masih banyak kerajinan lainnya yang di buat dari bahan bekas.
Seperti yang di kutip dalam http://manado.tribunnews.com/…/sdn-2-amurang-punya-bank-sam… , bahwa beberapa hasil kerajinan telah di jual dan di promosikan melalui media online, dan di simpan di galeri khusus.
Beberapa catatan penulis, saat itu berkunjung di malam hari, sehingga tidak dapat memotret lebih banyak untuk dokumentasi.
Melalui kegiatan ini, semoga dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya, baik SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi maupun bagi semua masyarakat, karena ini sebagai aksi peduli terhadap lingkungan.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

KPA Papua Rekrut 500 Relawan HIV & AIDS


Para Tenaga Relawan yang sedang mengikuti pemaparan informasi terkait HIV & AIDS

Jayapura, Suaratifapapua.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua akan merekrut 500 relawan yang akan disebar ke 28 kabupaten dan satu kota di wilayah itu."Kita akan bagi ke lima wilayah adat,"ungkap Yan Matuan ketua KPA provinsi Papua, kepada wartawan di sela-sela pembekalan kepada relawan pada 24 Januari 2018 di Hotel Enang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.Wilayah adat itu meliputi Meepago, Lapago, Sairery, Animha dan Mamta. Satu wilayah adat akan ada 100 relawan.

Relawan dari berbagai kabupaten yang ada di Papua

Dari informasi yang diperoleh, perekrutan ini syarat utamanya yakni punya hati untuk menyelamatkan diri dan sesamanya yang belum kena virus dan merawat yang sudah dengan virus di Papua."Cukup kumpul kartu tanda penduduk,"katanya.Menurut dia, KPA tidak butuh persyaratan birokrasi yang membatasi orang yang punya hati untuk kerja."Kita ini tidak butuh orang yang duduk. Kita butuh banyak orang yang masuk ke pasar, kebun dan kampung,"ungkap pria sebelumnya bergiat pada isu-isu anti korupsi ini.Weki Gombo, salah satu penggurus KPA provinsi mengatakan relawan yang direkrut itu akan diturunkan denggan pola pendekatan berbasis komunitas."Kita akan lihat siapa yang bisa masuk ke kelompok ini. Kita akan menempatkan dia di situ,"katanya.Menurut dia, kehadiran relawan yang bisa diterima oleh komunitas, akan menjadi  hal yang sangat menentukan.


Ketua KPA Propinsi Papua Menyampaikan sambutan kepada relawan 

Dokter senior, dr Gunawan mengatakan dirinya sangat yakin dengan metode pendekatan komunitas basis masyarakat adat. Kehadiran masyarakat adat dapat menekan perkembangan jumlah penderita HIV & AIDS. "Saya makin bangga dengan keterlibatan masyarakat adat ini ini akan bekerkerja secara maksimal,"katanya.Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah merilis, penderita HIV/AIDS hingga 2018 berjumlah 38.874 sejak kasus pertama di Merauke 1992.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

TOLONG BAWA ANAK SAYA KEKOTA


"TOLONG BAWA ANAK SAYA KEKOTA" ,Begitu kalimat yang diungkapkan para orang tua dipedalaman Papua memohon untuk anak-anaknya dibawa kekota agar dapat bersekolah.
Demikian latar belakang berdirinya Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian yang berlokasi di Komba Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura tersebut




Panti asuhan ini menampung kurang lebih 42 (Empat puluh duaorang anak-anak Papua yang datang dari beberapa kabupaten seperti YahukimoJayawijayaMamberamoPegunungan Bintang dan Jayapura sendiri
Anak-anak ini sebagian besar orang tuanya sudah meninggal, berpisah dan orang tua yang tidak mampu.



Pergumulan Pendiri Pantiasuhan cukup besar walaupun mendapat berbagai tantangan, selama 9 (sembilan) tahun mereka berdoa untuk menggenapi keinginan mendirikan Panti ini.
Tahun 2013 memulai mengurus Yayasan agar dapat mewujudkan keinginan mendirikan Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian.
Tahun 2014 mulai membangun karena tempatnya sudah dikontrak 20 (dua puluh tahun).
Walaupun sudah menolong berbagai anak-anak namun kerinduan untuk mewujudkan generasi yang potensial perlu ada perhatian daripihak terkait dan Pemerintah.



Penulis : Hank Pataijera - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tender Gagal, Puluhan Ribu ODHA TERANCAM Putus Obat



Situasi pengadaan obat ARV di Indonesia saat ini telah terjadi krisis khususnya untuk obat Fixed Dose Combination (FDC) Tenofovir/Lamivudine/Efavirenz (TLE). Pengadaan tender obat ARV jenis ini gagal, akibat tidak adanya kesepakatan harga antara pemerintah dan perusahaan farmasi yang memiliki ijin edar obat tersebut yaitu PT. Kimia Farma dan PT. Indofarma. Selama ini, harga obat ARV jenis TLE yang dibeli pemerintah Indonesia sangat mahal. Ini adalah harga beli obat ARV yang tertinggi di dunia. Berdasarkan data yang dikumpulkan LSM IAC, harga beli pemerintah untuk obat ARV jenis TLE ini tercatat di tahun 2016 mencapai harga Rp 385 ribu per botol. Sementara, berdasarkan dokumen resmi dari agen pengadaan internasional, harga obat ini di pasaran Internasional hanya berkisar US$ 8,9 per botol (sekitar Rp 115 ribu per botol). Artinya, ada selisih sekitar Rp 270 ribu per botol keuntungan yang masuk ke perusahaan BUMN farmasi selama ini.

Kegagalan tender ini menimbulkan kekhawatiran di antara ODHA, berdasarkan pantauan ARV Community Support dari IAC telah terjadi kekosongan obat jenis ini dibeberapa daerah. Meskipun pemerintah telah mencoba untuk mengantisipasi dengan membeli buffer, namun ketersediaannya hanya bisa bertahan sampai Maret atau April 2019. Hal ini menimbulkan kecemasan putus obat bagi sekitar 48.000 ODHA yang meminum ARV jenis ini. Merespon situasi ini IAC berinisiatif mengadakan konferensi pers sebagai bagian dari advokasi pengadaan dan ketersediaan obat ARV bagi ODHA di Indonesia.

Indonesia AIDS Coalition bermaksud mengundang media untuk konferensi pers terkait dengan akses terhadap obat yang akan dilaksanakan pada :
Hari Kamis,tanggal 10 Januari 2019 bertempat di Ashley Hotel,Jl.KH Wahid Hasyim No.73-75, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Info lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran, silakan hubungi: Ferry Norila (fnorila@iac.or.id/0856-9999-320)

Related Posts: