REMAJA DAN HIV-AIDS,suaratifapapua.com




Jayapura, suaratifapapua.com,-- Data kasus terbaru kasus HIV-AIDS yang di keluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 31 maret 2019 yaitu 40.805 kasus.

Menjadi topik yang di bahas pada sesi ini, yaitu kaitannya dengan situasi anak muda atau remaja saat ini dengan pergaulannyang cukup bebas, yang juga menjadi pemicu salah satu faktor terjadinya penularan HIV di kalangan remaja saat ini.

Pentingnya informasi HIV-AIDS bagi remaja agar membangun pemahaman remaja tentang penularan dan pencegahan HIV-AIDS serta meningkatkan peran orang tua dan guru dalam mengasuh, mendidik dan memantau anak remaja.

Di era yang serba modern dengan kecanggihan teknologi seolah memberi peringatan bagi remaja maupun orangtua bahwa salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah pentingnya membicarakan tentang seks dan seksualitas kepada anak-anak remaja, agar anak mendapatkan informasi yang baik dan benar dari orang tua atau guru, sehingga tidak ada anak-anak remaja yang kemudian terjerumus kedalam pergaulan bebas karena keingintahuan pada sesuatu, atau pada akhirnya mencoba-coba untuk menjawab rasa penasaran mereka.

Banyak orang tua melarang anak-anak atau membatasi anak-anak untuk membahas tentang seks dan seksualitas, apalagi kondom. Padahal, akan lebih baik jika informasi itu mereka  diskusikan dengan orang tua, sehingga ada pesan positif yang dapat di berikan. Karena di jaman ini kita tidak dapat membatasi informasi yang berkembang di luar atau di lingkungan pergaulan setiap anak.

Banyak kasus saat ini, yaitu anak remaja yang juga terinfeksi HIV-AIDS karena pergaulan bebas dan bahkan putus sekolah, beberapa menjadi pekerja seks, untuk sekedar memenuhi keinginan dan gaya hidup.

Peran semua pihak menjadi penting untuk isu HIV-AIDS, agar anak-anak remaja sebagai generasi penerus bangsa, mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas dan berhasil tanpa HIV-AIDS.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

2019 JW TIFA Lebarkan Sayap Jangkauan Peliputan Berita di Papua, suaratifapapua.com

Koordinator JW TIFA Sedang Menjelaskan Program JW Tahun 2019 Melalui Dukungan PPMN


Jayapura, suaratifapapua.com,-- Sabtu,11/05, Jurnalis Warga (JW) Tifa  Kota Jayapura melakukan pertemuan perdana  untuk proses rekrutment anggota JW dan sekaligus sebagai ajang refresh bagi anggota JW yang lama, dengan tujuan untuk berbagi informasi dan menambah anggota JW agar semakin banyak yang terlibat dalam program yang akan dijalankan bersama di tahun 2019.

JW Tifa adalah salah satu Komunitas di bawah Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang sejak beberapa tahun terakhir ini berfokus pada berita online dengan melibatkan Jurnalis Warga yang dilatih dari latar belakang berbeda-beda, dan tidak harus jurnalis atau wartawan profesional.

Berhasil dengan program 2018, kali ini di tahun 2019 Jurnalis Warga Tifa Kota Jayapura kembali mendapat dukungan dari PPMN untuk program "Gerakan Jurnalisme Warga Mengawasi dan Mendorong Peningkatan Layanan Publik Inklusif".

Dengan adanya program ini, di harapkan melalui berita dan tulisan JW mampu memberikan perubahan bagi pelayanan yang lebih baik sesuai dengan standart pelayanan bagi masayarakat.

Berbagai isu yang menjadi fokus sehingga  setiap anggota di harapkan mampu menulis dan membuat berita, terkait isu-isu yang ada di masyarakat tidak terbatas.

Pertemuan awal rekrutment ini, di hadiri oleh perwakilan dari beberapa kota/kab yang ada, yaitu Kab Keerom, Kab Jayapura dan Kota Jayapura, juga dari Kab Mamberamo Raya.

Seperti yang di sampaikan oleh Gerrard selaku Koordinator JW Tifa bahwa "Dengan adanya JW Tifa kiranya mampu memberikan dampak positif bagi media online lainnya, serta bekerjasama, yaitu dengan memberikan berita yang nyata bukan hoax, agar benar-benar memberi pengaruh dan mampu mendorong satu perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga masyarakat merasakan dampaknya".

Pada tahun 2019 ini juga di harapkan JW tifa memiliki legalitas hukum, agar kedepan JW Tifa memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah maupun pihak luar, dan terlebih khusus untuk ID Card Pers, sehingga setiap anggota lebih leluasa dalam bergerak baik menulis dan mencari berita di lapangan.

Evi Toam sebagai salah satu peserta yang terlibat, merasa sangat senang dapat di libatkan dalam kegiatan ini, "saya senang, meski saya jauh di kampung Yakonde kabupaten Jayapura tapi saya di undang, dan saya akan belajar membuat berita, terima kasih".

Jurnalis Warga juga akan melaksanakan Talk show dengan radio yang ada di Kota Jayapura, untuk membahas isu-isu utama yang terjadi di masyarakat, karena meski di jaman serba online saat ini, namun masih banyak yang begitu erat dengan radio, sehingga merasa perlu untuk tetap menggunakam radio sebagai saluran informasi bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, akan ada beberapa kegiatan baik kunjungan ke beberapa sekolah dan mentoring JW yang akan di lakukan.

Komitment dan kerjasama serta informasi yang akurat dan nyata menjadi dasar bagi setiap anggota JW.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

SD YPK Onomi Sentani dipalang, Siswa/ i Ikut Ijian Semester Dibawa Pohon, suaratifapapua.com





Jayapura, suaratifapapua.Com,--Puluhan siswa/i yang berasal dari  SD YPK Onomi Sentani Kabupaten Jayapura Papua, terpaksa belajar dibawa pohon dikarena sekolahnya dipalang oleh pemilik hak ulayat setempat.

Hak ulayat menjadi persoalan besar saat ini dan permintaan kompensasi terus betubi-tubi dikalangan masyarakat.  Oleh karena itu, masyarakat setempat melakukan pemalangan SD tersebut karena tuntut hak ulayat tanah.

Menurut pantauan media ini, Senin (14/5/2019) kejadian ini sangat memprihatiankan, berharap ada proses penyelesaian masalah ini.

"Karena,  para siswa/i yang menjadi korban sehingga pelaksanaan ujian pun harus berlangsung di halaman gereja. Oleh karena  itu,  diharapkan kepada pemerintah Daerah serta pengelola PSW YPK di Tanah Papua dan pemilik hak ulayat untuk duduk bersama mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut.

Salah seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya orang tua dari siswa SD tersebut meminta agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik demi masa depan anak-anak kami, masalah hak ulayat ini segera diselesaikan.


Penulis : James Jurnalis JW
Editor : Christian Degei

Related Posts:

Festival Crossborder tahun 2019 diharapkan dapat memberikan manfaat dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbatasan RI dan Papua New Guinea, suaratifapapua.com

Walikota Jayapura Saat mengunjungi stand peserta pameran


Jayapura, suaratifapapua.com, -Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM, secara resmi membuka Festival Crossborder Skouw 2019, yang berlangsung di kawasan PLBN Skouw, Kamis (9/5) lalu.
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM,  mengatakan Festival Crossborder tahun 2019 yang telah dilakukan ke-empat kalinya dapat memberikan manfaat dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbatasan RI dan Papua New Guinea.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, bisa memberikan kontribusi dan sumbangsi besar kelancaran roda ekonomi di daerah perbatasan, dan juga masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan,”harap orang Nomor satu Kota Jayapura, saat memberikan sambutannya pada pembukaan Festival Cross Border Skouw tahun 2019.
Dirinya menyampaikan apresiasi terhadap pihak keamanan dari TNI dan Polri yang telah melaksanakan tugas menjaga kawasan perbatasan dengan baik.
“Saya menyampaikan terima kasih penghargaan setinggi tinginya kepada pihak TNI Polri khususnya pasukan pengamanan perbatasan RI PNG,”ucap Wali Kota.
“Saya mengajak seluruh stakeholder yang terkait untuk melihat potensi yang ada di perbatasan, sehingga bisa dikembangkan PLBN Skouw Jayapura semakin maju dan dikenal,”cetus putra asli Port Numbay.Dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk tetap mengembangkan potensi yang dimiliki agar PLBN Skouw semakin maju dan lebih dikenal.
Lanjut Wali Kota menegaskan masyarakat pengunjung PLBN Skouw agar bersama sama menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban dikawasan perbatasan RI-PNG.
“Kepada seluruh masyarakat yang datang berkujung di PLBN Skouw tetap menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban, daerah ini harus tetap bersih,”tegas Wali Kota.
“Saya minta yang suka makan pinang jangan meludah sepanjang jalan ini yang sudah bersih, dan juga dikawasan kantor kita didaerah perbatasan ini harus di jaga agar tetap bersih,”menambahkan.
Festival Cross Border Skouw yang berlangsung 9-11 Mei 2019, dibuka dengan resmi oleh Wali Kota Jayapura, ditandai dengan  panabuhan secara bersama  oleh Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziyani duta besar Indonesia  untuk Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon Andriana Supandy, Kepala Imigrasi Kelas I Jayapura Gatut, Asisten Deputi Pelintas Batas Negara dengan yang diwakilkan Yan Numberi, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Mayor Inf Erwin Iswari, dan sejumlah tamu lainnya, dilanjutkan dengan perayaan syukuran pemotongan nasi tumpeng 2 tahun diresmikan PLBN Skouw oleh Presiden Joko Widodo.

Penulis : 

Related Posts:

Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura Kembali Melakukan Perekrutan Jurnalis, suaratifapapua.com



Jayapura, suaratifapapua.com - Forum Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW-TIFA) Papua melakukan rektutmen Jurnalis warga untuk program JW tahun 2019. Dengan tema "Gerakan jurnalisme warga mengawasi dan mendorong peningkatan layanan publik Inklusif". Kegiatan berlangsung di kantor Yayasan Harapan Ibu Papua (YHI) Kota Raja Jayapura pada sabtu, (11/05)

Program - program yang akan dilakukan tahun 2019 ini ialah :
1. Rekrutmen Jurnalis Warga
2. Workshop untuk JW
3. Monitoring JW
4. Talkshow Radio
5. Pelatihan Membuat Video Dokumenter
6. JW Go To School
7. Workshop JW dengan Stakeholder

Koordinator JW-TIFA Gerrard Raja merasa bersyukur karena di tahun ini perwakilan masing-masing kabupaten sudah bergabung untuk memperluas wilayah, daerah jangkauan sudah ditambah yakni Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Memberamo Raya. Ujar Gerrad menjelaskan saat dikonfirmasi.

"Harapannya melalui berita-berita yang ditulis oleh jurnalis warga membawa dampak yang baik dan harapan bagi publik sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

"Untuk teman-teman yang baru bergabung, rajin menulis berita jangan takut salah". Mari kita sama-sama belajar",tutur Gerrard melanjutkan penjelasannya.

Penulis : Yanuarius Kadepa - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Warga (JW TIFA)Kota Jayapura Komitmen untuk Mengawasi dan Mendorong Peningkatan Layanan Publik Inklusif , suaratifapapua.com

Kegiatan Rekrutmen JW TIFA Kota Jayapura Tahun 2019

Jayapura, suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga Kota Jayapura atau yang lebih dikenal dengan sebutan JW TIFA kembali mengadakan kegiatan rekrutmen anggota Jurnalis Warga. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu ( 11/5) bertempat diruang pertemuan Kantor Yayasan Harapan Ibu Papua, Kotaraja Dalam.

Kegiatan rekrutmen JW ini dilakukan untuk mencari minat warga di Kota Jayapura yang tertarik dengan dunia jurnalistik. selain dari Kota Jayapura JW TIFA juga kali ini mengajak beberapa masyarakat dari Kabupaten Jayapura , Kabupaten Keerom dan Kabupaten Memberamo Raya.

Gerrard sebagai Koordinator JW saat menjelaskan kepada peserta yang mengikuti kegiatan rekrutmen JW

Jurnalis warga (JW) adalah pemberdayaan warga melalui kegiatan menulis laporan atau pemberitaan. Berita yang ditulis tentang persoalan warga mulai dari tingkat terendah yaitu komunitas atau desa tempat tinggal mereka. Kegiatan menulis ini, harus mengacu pada prinsip dasar jurnalistik dan diarahkan pada saluran yang tersedia secara pribadi misalnya media sosial ( Facebook, YouTube, Website, dll).

Harapannya hasil-hasil laporan jurnalis warga dapat menjadi salah satu alat advokasi untuk membuat perubahan dimasyarakat.


Peserta serius mendengarkan penjelasan terkait Jurnalis Warga


" Saya sangat senang bisa bergabung dengan JW TIFA Kota Jayapura, saya berharap kedepannya program ini juga bisa dikembangkan di Kabupaten Keerom jangan hanya di Kota Jayapura saja".tutur Kristina Soge peserta dari Kabupaten Keerom saat diwawancarai.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Steam Cell Hanya Suplemen, Bukan Obat Yang menyembuhkan HIV, suaratifapapua.com


JAYAPURA (KT) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giay memastikan setiap obat maupun suplemen HIV/AIDS diluar ARV adalah ilegal, hal itu menyusul pernyataan dr. Jhon Manangsang yang beranggapan obat ARV hanya bersifat menolong penderita untuk HIV/AIDS bertahan hidup sebagaimana orang sehat tanpa menyembuhkan.
Menurut Aloysius pemperian ARV kepada penderita HIV/AIDS  oleh Dinkes tentu dilakukan sebagaimana standar rekomendasi WHO dan tiga peraturan Menkes mengenai penanganan HIV/AIDS.   “Jadi jika ada obat diluar ARV itu kami katakan ilegal. Apalagi tidak punya ijin dari BBPOM,” terang Aloysius saat memberikan kepada pers, di Jayapura, kemarin.
Kepala dinas kesehatan pun, mengimbau Balai Besar Penanganan Obat dan Makanan (BBPOM) setempat agar segera mengambil langkah untuk menarik sejumlah obat maupun suplemen ilegal tersebut.
Sementara Kepala Bidang Penindakan BBPOM Jayapura, Buyung Apt memastikan suplemen yang diklaim mampu menyembuhkan HIV/AIDS, seperti Purtier Plasenta sampai saat ini belum terdaftar di lembaga tersebut.
“Kalau yang terdaftar di kami itu obat dengan tulisan purtier. Sementara portier plasenta ini masih dalam bentuk suplemen dan tak terdaftar. Sehingga bagaimana sikap kami dan langkah kedepan, kami akan koordinasikan dulu dengan dinas kesehtaan provinsi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selanjutnya, baru kami ambil langkah. Tapi yang jelas produk tidak terdaftar harus kami tarik,” tegasnya.
Sementara menyikapi pernyataan dr. Jhon Manangsang, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jayapura menilai, sikap kontroversial serupa pernah pula dilakukan yang bersangkutan kala mendorong pemerintah provinsi melakukan pemasangan mikrochip bagi penderita HIV/AIDS di  bumi cenderawasih.
Beruntungnya ide “gila” itu berhasil dilawan dan tak berhasil diterapkan. Sehingga bila ada pihak yang merasa dirugikan berkenaan dengan penyataan atau penggunaan stem cell, diimbau untuk melapor ke IDI setempat.  “Tentunya kami di Kota Jayapura akan berkoordinasi dengan IDI Kabupaten Jayapura yang menjadi tempat domisili bersangkutan. Tapi sekali lagi minimal harus pengaduan yang menyatakan ada pelanggaran kode etik”.
“Sehingga IDI bisa cabut izin prakteknya. Tapi pasti harus ada aduan dulu, kita investigasi lalu jika bersalah kita cabut,” tegasnya.  Pegiat HIV Jayapura, Robert Sihombing mempertimbangkan untuk membuat aduan terkait dengan pernyataan dr. John Manangsang yang mendorong penggunaan stem cell.
“Bahkan dari data kami sudah ada 15 orang yang lebih dominan ada di Kabupaten Jayapura menggunakan stem cell. Dilain pihak, pada dua hari lalu kami didalam whatsapp grup mengalami kedukaan karena salah satu pasien HIV dinyatakan meninggal akibat meninggalkan ARV dan menggunakan stem cell”.
“Isu ini sudah menjadi fakta dan beredar di media sosial terus kemudian kita harap bisa segera di investigasi oleh pihak terkait. Makany, komunitas kami juga kalau memang disebut oleh IDI harus ada aduan supaya mereka bertindak, maka kita pertimbangkan buat sebuah laporan,” ucapnya.  Ditempat yang sama, Kepala Divisi Program dan Monitoring Evaluasi KPA Papua dr. Anthon Mote memastikan, sikap serupa Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Yan Matuan, yang mendorong penggunaan stem cell bagi penderita HIV, dinilai sebagai keputusan pribadi.  “
Sebab jujur saya katakan belum ada rapat atau kesepakatan secara tertulis bersama anggota lainnya, yang mendorong penggunaan stem cell ini”.  “Dalam hal ini, Ketua Harian KPA Papua saya pikir dia salah menangkap. Apalagi yang bersangkutan masih seorang awam. Makanya saya secara pribadi persalahankan mereka yang menyampaikan kepada ketua harian. Sebab kalau ada pihak lain mau sampaikan sesuatu, termasuk mendorong penggunaan stem cell, maka secara profesional ahrus prasentasekan kepada seluruh anggota KPA,” harapnya.
Sebelumnya John bahkan mengklaim ada penemuan paling mutakhir di abad 21 di dunia medis, yakni menggunakan stem cell (Purtier Placenta Stem Cell) atau Sel Punca, yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit kanker dan kronis diantaranya HIV/AIDS .

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Suka Duka Pendamping ODHA, suaratifapapua.com



Ini bukan tangan peracik obat, atau ahli obat, ini tangan salah satu petugas lapangan, yang harus menghancurkan obat terlebih dahulu agar dampingannya bisa minum obat.

Menjadi petugas lapangan tidak cukup hanya dengan paham informasi HIV-AIDS namun seolah di tuntut memahami banyak hal, tidak cukup hanya dengan menjangkau atau tau hostpot, dan mengumpulkan data2.

Ketika berhadapan dengan ODHA tanpa keluarga, bahkan harus memberikan tempat tinggal dan makaanan juga transportasi, mengantar ke layanan kesehatan setiap hari bahkan bisa seminggu untuk 1 orang. Ini di luar program indah  yang di ketik melalui komputer canggih, kemudian di print kemudian di jalankan.

Tak jarang petugas lapangan di anggap suster, mantri dan dokter, meski sebenarnya bukan.

Namun terkadang ketika ada ODHA yang LFU mereka di marah dan bahkan di anggap gagal mendampingi. Sedangkan untuk membawa satu orang mengakses ARV itu bukan hal mudah, bahkan banyak hal di lalui, apalagi menghadapi mereka yang tidak memiliki keluarga atau bahkan dibiarkan oleh keluarga mereka sendiri.

Program saat ini bahkan tidak membiayai manajer kasus, sehingga mereka harus mengerjakan dua tugas, yaitu penjangkau dan pendamping.
Karena tidak cukup membawa mereka periksa darah VCT kemudian kita lepas tangan, apalagi yang positif terinfeksi HIV.

Mereka adalah orang-orang yang bergerak di akar rumput, untuk memberikan informasi penting bagi yang duduk di belakang meja dan para pemberi dana kemudian menjadi dokumen sexy yang di tampilkan di slide show atau power point.

Tidak mudah bergerak di akar rumput, apalagi untuk populasi kunci, resiko dan berbagai tantangan di hadapi, namun seolah tak terlihat.

Kami tidak hebat berbicara, kami hanya bagian kecil yang bergerak di paling bawah, namun apa yang kami lakukan pasti mempengaruhi mereka yang paling Atas sadar atau tidak sadar.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Organisasi Wanita di Keerom Bersatu Gempur Malaria ,suaratifapapua.com



Keerom, suaratifapapua.com,- Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kab. Keerom menggelar kegiatan sosialisasi gempur malaria, Selasa (7/5) bertempat di Aula Kantor Bupati Keerom. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ketua TP-PKK Kab Keerom Ny. Cici Mintarsih Markum untuk memberikan sosialisasi tentang penyakit malaria dan Gempur Malaria bagi pengurus PKK, DWP dan GOW. Sosialisasi ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan arisan PKK, DWP dan GOW yang dilakukan setiap bulan.

Kegiatan ini dihadiri juga Kepala Dinas Kesehatan Kab Keerom yang diwakili oleh Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pendamping Malaria Unicef, Field Officer Gapai dan Tim Malaria Dinkes.



Dalam arahannya dalam kegiatan sosialisasi ini, Ketua TP-PKK Kab Keerom menyatakan, "bahwa penyakit malaria adalah masalah utama dan bersama sehingga semua pihak harus terlibat aktif". PKK, GOW dan DWP akan membantu upaya gempur malaria ini dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui para anggota dan kader masing-masing. Setiap kegiatan turun ke kampung atau ketika mendampingi suami melaksanakan tugas ke kampung harus melihat dan memantau masalah malaria disamping persoalan posyandu.

Pada kegiatan ini, disampaikan materi Sosialisasi Gempur Malaria oleh Kabid. P2P dan Pendamping Malaria Unicef. Materi yang disampaikan tentang situasi malaria di Keerom dan upaya penanggulangan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dengan dipahaminya materi ini maka diharapkan setiap pengurus PKK, GOW dan DWP dapat mensosialisasikan gempur malaria di keluarga dan lingkungan masing-masing serta di masyarakat binaan.

Diakhir kegiatan, Ketua TP-PKK kembali menyatakan," bahwa akan melakukan kegiatan Gempur Malaria di setiap kunjungan ke kampung dan akan ikut bersama tim MACE Jum Keliling (MAlaria CEnter Jumat Keliling) ke kampung untuk mengajak masyarakat Gempur Malaria".


Beliau berkeyakinan bahwa dengan peran serta kaum perempuan maka akan mampu mempercepat upaya penurunan kasus malaria di Keerom sehingga target Keerom Bebas Malaria 2025 dapat dicapat.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Bupati Keerom ajak Masyarakat Gempur Malaria, suaratifapapua.com



Keerom,suaratifapapua.com,- Bupati Keerom Muh.Markum, SH, MH, MM secara resmi menutup Festival Cross Border Keerom 2019 pada tanggal 5 Mei 2019 yang berlangsung dari 3-5 Mei 2019 di Lapangan Swakarsa, Arso

Pada rangkaian penutupan ini, Pemerintah Kabupaten Keerom menyerahkan hadiah bagi Pemenang Lomba Foto Gempur Malaria. Hadiahnya adalah 3 buah sepeda yang berasal dari Bupati Keerom dan diserahkan masing-masing oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dr. Ronny JA Situmorang, dan Ketua TP-PKK Kab Keerom By. Cici Mintarsih Markum.

Selama kegiatan Festival Cross Border ini, dilakukan juga Kampanye Gempur Malaria berupa Lomba Foto yang di-posting di Facebook. Pengunjung festival antusias mengunjungi stand Gempur Malaria dan melakukan foto di photo booth Gempur Malaria dan photo booth Festival Cross Border.
Disamping itu, stand Gempur Malaria juga melakukan pelayanan pemeriksaan darah malaria kepada pengunjung festival.

Pemerintah Kabupaten saat ini gencar melakukan kampanye Gempur Malaria agar masyarakat menyadari bahaya malaria dan dapat bertindak dan bergerak untuk melakukan kegiatan-kegiatan memberantas penyakit ini, dimana mulai 25 April yang lalu dalam rangka Peringatan Hari Malaria Sedunia, Bupati Keerom mencanangkan Kampanye Gempur Malaria. Bupati Keerom berharap dengan Gempur Malaria ini, kasus malaria dapat diturunkan dan pada pelaksanaan PON 2020 mendatang di venue PON dapat terbebas dari penularan malaria. Bupati Keerom juga meminta agar setiap event-event kegiatan yang melibatkan masyarakat, Malaria Center harus hadir untuk mengkampanyekan Gempur Malaria agar dapat dipahami oleh masyarakat.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Papua Voice Gelar Pers Reales Untuk Festival film Papua Ke-3 di Sorong, suaratifapapua.com



Jayapura, suaratifapapua.com,- Papua Voice mengadakan pers release untuk kegiatan Festival film Papua yang ke tiga. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6/5) bertempat dikantor JERAT hadir sebagai pembicara ialah Wirya Supriyadi selaku Sekretaris Nasional PAPUAN VOICES,Harun Rumbarar selaku Koor  PV.KERROM dan Elis Apeyaka selaku Bendahara PV Nasional.

Wirya Supriyadi menuturkan," Papua adalah sebuah wilayah yang terdiri dari 312 suku asli dan masih menjaga baik pola-pola hidup nenek moyangnya.Pulau ini memiliki hutan menghampar luas, lautnya menyimpan berjuta jenis ikan dan tumbuhan sumber protein bagi kehidupan. Kandungan mineral di perut buminya, mulai dari minyak hingga emas, menjadikan pulau ini dipandang sebagai harta karun tak ternilai harganya. Papua adalah surga bagi para antropolog sekalligus bagi para investor pribumi dan mulltinasional yang melihat alamnya sebagai faktor produksi yang bisa mendatangkan keuntungan tak terperi".

"Sesungguhnya, dalam konsep budaya Orang Papua, kaum perempuan mendapat tempat yang cukup baik, seperti pada beberapa suku yang menggambarkan perempuan dalam simbol-simbol keagungan seperti misalnya simbol pohon sagu yang artinya sumber kehidupan. Namun hal ini bukan berarti sama dalam praktek kehidupan sehari-hari dimana perempuan justru tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk memuliakan dirinya".

Dalam kehidupan keluarga sehari-hari kadang ditemui ada perempuan menyatakan tak mampu melawan kehendak suami atau keluarganya karena telah “dibeli” dengan harga “mahal”.Mereka harus bekerja keras dan menyimpan dengan rela berbagai bentuk ketidakadilan pada batin dan tubuh, sampai akhir hayatnya. Ironisnya, kaum perempuan sendiri merasakan bahwa ini adalah hal yang biasa, sudah takdir dan bahkan merasa apa yang dialaminya memang sudah semestinya diterima sebagai seorang perempuan.

Perempuan kampung di Papua sungguh menanggung beban berlapis-lapis dalam kondisi kekinian. Kekerasan berbasis gender  terhadap perempuan  dengan pelaku utama anggota keluarga, anggota masyarakat maupun aparatur negara, merupakan kenyataan yang dapat dijumpai setiap saat. Kekerasan yang dialami oleh perempuan ini terjadi baik di ruang domestik maupun publik, oleh keluarga, lingkungan, maupun pemerintah.
Saat ini isu Perempuan Papua banyak mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat.Narasi mama-mama Papua dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan keluarga, pendidikan, dan lain sebagainya, telah banyak terekam dalam benak orang Papua yang terus memperjuangkan keadilan.

Pada tanggal 06-09 Agustus 2019 mendatang, Papuan Voices akan kembali menyelenggara Festival Film Papua (FFP) ke-III . FFP Ke- III akan dilaksanakan di Kota Sorong, Papua Barat. Tema FFP II adalah “Perempuan Penjaga Tanah Papua”. Tema ini kami pilih sebagai sikap Papuan Voices  terhadap situasi dan kondisi perempuan Papua di Tanah Papua dengan beragam tekanan yang dialami baik dibidang Ekonomi, Sosial, Budaya dan Sipil Politik namun tetap menjaga “Tanah Papua” “.

Kami berharap tema ini memberi ruang bagi para filmaker untuk mengabadikan perjuangan perempuan Papua di Tanah Papua terkait dalam menjaga kelestraian lingkungan dan pemenuhan hak Sipil, Politik, Ekonomi, Sosial dan budaya serta mendokumentasikan  praktek baik yang kaum perempuan lakukan saat ini. Sehingga dapat memberikan kesadaran  kritis khususnya bagi kaum perempuan Papua lainnya dan masyarakat adat Papua pada umumnya  yang peduli tentang masa depan Tanah Papua .

Kami berharap bahwa dengan adanya FFP Ke- III akan semakin banyak  Filmmaker muda Papua yang akan berpartisipasi dalam mengirimkan karya -karya mereka.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

2019 Jurnalis Warga (JW TIFA) Komitmen Kawal Pelayanan Publik di Kota Jayapura, suaratifapapua.com


Jayapura, suaratifapapua.com,- Bagi teman-teman di Kota Jayapura yang berminat bergabung bersama Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura silahkan menghubungi kami dinomor 085254560040 (Gerrard - Koordinator JW Kota Jayapura). Melalui dukungan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) tahun 2019.

Jurnalisme Warga (JW) adalah pemberdayaan warga melalui kegiatan menulis laporan atau pemberitaan. Berita yang ditulis tentang persoalan warga mulai dari tingkat terendah yaitu komunitas atau desa tempat tinggal mereka. Kegiatan menulis ini, harus mengacu pada prinsip dasar jurnalistik dan diarahkan pada saluran yang tersedia secara pribadi misalnya
melalui media sosial (Facebook, Youtube, dll) hingga tingkat komunitas seperti majalah dinding, website desa/komunitas, sampai ke media lokal yang tersedia di wiayah tertentu.

Hasil-hasil laporan jurnalis warga dapat menjadi salah satu alat advokasi untuk membuat perubahan di masyarakat dipimpin oleh seorang Koordinator Jurnalis Warga (KJW). KJW juga mengatur dan menyelenggarakan pendampingan bagi JW, mendalami isu, mendekati para pihak (perangkat desa, aparatur dinas terkait, LSM lokal, media lokal, tokoh agama danmasyarakat, dll) sehingga melahirkan berita JW yang baik, dapat dipublikasikan lebih luasdiperhatikan masyarakat dan menyentuh kalangan pengambil kebijakan.

Pada beberapa daerah yang sudah memiliki sistem keterbukaan informasi yang baik, berita JW bisa ditampung langsung oleh saluran media pemerintah.Pengalaman bertahun-tahun mengelola program jurnalisme warga membuat kami belajar gerakan ini cukup efektif mendorong terjadinya perubahan terutama dalam memenuhi hak-hak warga yang marjinal di daerah terpencil dan terisolasi, kaum perempuan dan miskin,
masyarakat adat serta warga disabilitas. Di kabupaten Pemalang Jawa Tengah sejumlah anak disabiltas yang tidak pernah mendapatkan akses pendidikan berhasil mendapat perhatian desa dan dinas untuk akhirnya bisa bersekolah karena tulisan jurnalis warga.

Di Pacitan Jawa Timur, liputan jurnalis warga membuat sekelompok disabilitas mendapatkan bantuan dana dari dinas terkait untuk melanjutkan wirausaha mereka. Sementara di berbagai pelosok Papua liputan jurnalis warga menjadi alat yang ampuh dalam mengawasi petugas Puskesmas termasuk para dokter bekerja dengan baik, sesuai jadwal dan
memperhatikan fasilitas alat kesehatan dan obat-obatan tersedia.

Di Kabupaten Lombok Utara, dimulai dengan laporan jurnalis warga pemerintah kabupaten mengeluarkan aturan yang membebaskan layanan persalinan bagi warga miskin dari semua biaya dan masih banyak lagi cerita lainnya.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

David Womsiwor Senang Dapat Bantuan Dari Presiden Joko Widodo

David Mandosir seorang anak yang hingga saat ini masih mengungsi di Gereja GPdI Acara Ayapo (foto : Gerrard)


Sentani, suaratifapapua.com,- Sudah lebih dari sebulan sudah air Danau Sentani meluap dan sampai saat ini masih ada yang tinggal diposko pengungsian.

David Mandosir dan beberapa teman-temannya bersama orang tua mereka masih tinggal di posko pengungsian, tepatnya di GPdI Jemaat Efata Ayapo.

" Rumah saya rusak akibat luapan air Danau, dan sampai saat ini rumah masih terendam air. ucap David saat menceritakan keadaan rumahnya kepada jurnalis suaratifapapua.com.

" Saat ini saya tinggal dengan tete dan Nene (kakek & nenek),bapa dengan mama ada pergi kerja, dan kalau pulang sekolah saya bermain dengan teman-teman yang masih menggungsi di gereja.

"Saya senang banyak yang bantu, termasuk bantuan dari bapak presiden Joko Widodo yang sempat datang beberapa waktu lalu, "Waktu itu bapa dengan mama dapat bantuan beras, minyak goreng, gula, dan masih banyak didalam kantong, "Cuma sedihnya kenapa bapak presiden tidak datang ke Pulau Ayapo untuk lihat langsung".

Terkait kebutuhan saat ini yang diperlukan diposko tersebut ialah bahan bakar seperti minyak tanah dan bensin, minyak tanah untuk masak dan bensin digunakan untuk Speedboat, karena Speedboat aadalah satu-satunya alat transportasi yang digunakan untuk menuju ke kampung Ayapo maupun sebaliknya.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

" Malas Tau", Membuat Banyak ODHA Yang Drop Bahkan Meninggal Dunia



Jayapura, suaratifapapua.com,- Angka kasus penderita HIV di Kota Jayapura hingga saat ini ialah 6.189. itu adalah data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Papua.

Tingginya angka kasus lost tu follow up sehingga banyak ODHA yang belum mengkomsumsi obat Anti Retroviral atau yang lebih dikenal ARV.

Fince Womsiwor menceritakan bahwa beberapa waktu ini dampingannya sekitar 4-5 orang drop karena tidak minum ARV dan sebagian drop karena tidak minum obat ARV secara teratur. "Saya sudah kasi berulangkali supaya minum obat teratur, pergi ambil obat rutin," tapi ya faktanya begitu, mereka seolah-olah malas tau dengan masalah kesehatan kalau masih sehat".

"Sekitar dua bulan ini teman-teman ODHA yang saya dampingi ada yang meninggal, ada yang drop karena tidak minum ARV, tidak teratur minum obat ARV dan masih banyak permasalahan lainnya".

"Mereka memang rata-rata anak jalanan, pendidikan paling tinggi SMA, masih hobi senang-senang dan kumpul bersama teman-temannya".

"Kurangnya dukungan keluarga dan rendahnya pendidikan menjadi kendala dalam mendampingi anak-anak jalanan", Kalau sakit sudah saya rujuk ke puskesmas dan rumah sakit bahkan mendampingi secara langsung dan kalau anak-anak ini sudah rasa sehat mereka akan pergi ke kabupaten-kabupaten yang lain. Nanti tiba-tiba muncul lagi kalau sudah sakit, Bangkan kadang dengar dari orang kalau ada yang sudah meninggal".

"Selain itu banyak ODHA yang belum memiliki kartu E-KTP dan kartu jaminan kesehatan sehingga kalau dari mereka ada yang sakit urusannya bakal panjang, tutur Fince Womsiwor menjelaskan.

Dalam kesempatan yang sama Fince Womsiwor juga menghimbau kepada teman-teman yang terinfeksi HIV," ia untuk teman-teman ODHA kalau rasa diri masih sehat baiknya segera mengurus E-KTP dan surat-surat lainnya, agar ketika jatuh sakit tidak terlalu setengah mati bolak-balik urusannya," jangan tunggu sakit dulu baru mau urus,itu akan terasa semakin berat".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

BEM STIKOM Muhammadiyah Kembali Berhasil Menyerahkan Surat Keputusan panitia LDK


Jayapura, suaratifapapua.com, - terkait dengan pemberian SK panitia LDK ini guna menyiapkan Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah, penyerahhan SK panitia yang berlangsung Di Aula STIKOM  Pada Rabu  (01/5) pukul 09:00 WIT.

Penyerahan SK panitia ini program awal dari Badan Eksekutif Mahasiswa STIKOM masa bakti 2018-2019, pentingnya penyerahan SK panitia demi Mengsukseskan latihan dasar kepemimpinan oleh panitia.
Kegiatan ini dihadiri oleh 30 mahasiswa STIKOM Muhammadiyah dan juga perwakilan dari majelis perwakilan mahasiswa MPM yang diwakili oleh wakil MPM.

Badan eksekutif mahasiswa TIKOM Muhammadiyah Jayapura berhasil menyerahkan SK panitia LDK guna menyiapkan dan mengkaderisasi mahasiswa STIKOM Muhammadiyah yang handal.
Tujuan utama daripada saya bentuk panitia ini  guna menyiapkan mahasiswa-mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura yang handal di masa depan, kami di kampus 95% yang mendapatkan materi daripada praktek namun kelebihan kami orang Papua materi sangat kuran dibanding praktek oleh karena itu, melalui LDK ini coba untuk membina mereka membenahi sesuai dengan konsentrasi mereka, kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura 3 jurusan yaitu broadcasting, jurnalistik dan public relation maka itu dalam pelatihan ini juga kami berfokus pada jurusan-jurusan tersebut di atas yaitu Bagaimana menyampaikan berita yang benar, teknis penulisan berita dan juga dokumenter tentang kehumasan di sampaikan oleh Alexander Ibiah sekalu ketua BEM.

Lanjutan Alex, Harapan saya agar mahasiswa STIKOM Muhammadiyah dapat mengikuti kegiatan ini yang baik kegiatan ini sangat membantu dalam perkuliahan kita dan juga realitanya di kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura terbatas dibanding materi Oleh karena itu momen ini sangat  cepat untuk kita praktek karena kekurangan orang Papua adalah materi dan kelebihan kita adalah praktek.

Seluruh mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura organisasi BEM dan MPM guna menyiapkan mentalitas kita dalam perjuangan kita menuju dunia kerja oleh karena itu mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti dan dapat berpartisipasi dalam pelatihan latihan dasar kepemimpinan yang kami yang kami selenggarakan dalam bulan Mei mendatang. Dengan harapan besar mahasiswa dapat mengikuti dengan sebaik mungkin kasih juga sangat membantu dalam menuju dunia kerja.
Saya juga sangat berterima kasih banyak kepada mahasiswa yang hadir pada kesempatan ini untuk membentuk panitia dan juga saya harapkan bahwa kita telah membentuk panitia dengan tertib apa itu kita juga dengan tertib.

LDK ini program kerja yang pertama kali pada dan majelis perwakilan mahasiswa dan juga usai LDK ini , bukankah kami saya Gadis itu saja akan tetapi kami akan melanjutkan proses selanjutnya dengan program-program yang kita bahas pada rapat kerja badan Eksekutif Mahasiswa dan majelis perwakilan mahasiswa maret lalu. Semua.

Harapan Kami para senioritas jangan cukupkan sampai luka ini karena di kampus sangat terbatas dengan praktek sehingga BEM dan MPM harus melanjutkan proses proses selanjutnya dengan seminar sehari diskusi diskusi rutin dan lain sebagainya 3 konsentrasi yang ada di kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura Ujarnya.

Penulis : Sofian Anouw - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis warga (JW TIFA) Kota Jayapura Peduli Pengungsi Nduga, suaratifapapua.com

Salah 

Sentani, suaratifapapua.com,- Kabupaten Nduga adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia.

Hingga saat ini situasi dan kondisi Nduga masih belum kondisif dengan berbagai aksi yang terjadi. Banyak masyarakat yang harus mengungsi dan kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan.
Sehingga penyaluran bantuan bagi pengungsi terus berjalan dari berbagai kalangan.



Salah satu posko penampungan dan penyaluran bantuan ada di Pos 7 Sentani, semua bantuan yang terumpul akan di kirim dan di distribusikan kepada pengungsi Nduga.

Hingga saat ini memang bantuan sudah di salurkan, namum belum cukup memenuhi kebutuhan seluruh pengungsi.

Menurut salah satu pengelola posko yang dikunjungi Jurnalis Warga (JW TIFA) pada Minggu, (28/3), bahwa saat ini untuk pakaian sudah cukup banyak namun untuk bahan makanan terbatas. Jadi kebutuhan prioritas saat ini adalah beras, susu dan obat-obatan juga bahan makanan lainnya.



Berharap konflik ini segera berakhir, agar tidak ada lagi korban, karena kasian juga anak-anak kita dan saudara-saudara kita disana tidak hanya masyarakat biasa namun juga anggota yang melakukan pengamanan disana (tuturnya).

Hari ini kami mengantarkan bantuan berupa susu, selimut, pakaian, biskuit sembako, semoga bermanfaat bagi semua pengungsi yang ada di Nduga.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Gerakan Masyarakat Kampung Berantas Malaria - Kabupaten Keerom


Keerom, suaratifapapua.com,- Pemerintah Kabupaten Keerom merupakan daerah endemis tinggi malaria di Indonesia dan menempati urutan pertama dengan Angka Penularan Tertinggi di Indonesia.
 Untuk mempercepat eliminasi malaria di Keerom, Pemerintah daerah telah membentuk wadah Malaria Center yang menghimpun seluruh lintas sektor pemerintah, swasta/ dunia usaha dan masyarakat.

Pemerintah Daerah akan menggalakan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan
malaria melalui program GEMPUR MALARIA (Gerakan Masyarakat Kampung Berantas Malaria).
Gerakan ini diharapkan mendorong masyarakat secara aktif untuk mencegah malaria dilingkungan
rumah tangga dan diwilayah kampungnya.

Untuk mensosialisasikan gerakan GEMPUR MALARIA ini dan dalam rangkaian Peringatan Hari Malaria
Sedunia Tahun 2019 maka dilakukan Lomba Konten Media Sosial Gempur Malaria.

Puskesmas Arso Kota, Kamis (25/4) tepat pukul 08.30 bertempat di halaman Puskesmas mengelar apel siaga, Sebanyak 33 petugas yang mengikuti apel tersebut sementara 23 Petugas kesehatan tetap melayani masyarakat yang datang, karena pelayanan puskesmas sambil berjalan.

Apel pagi diisi dengan pembacaan Pancasila, Panca Prasetya Korpri, dan  Arahan Bupati Keerom dalam rangka Hari Malaria Sedunia yang dibacakan oleh Pembina Apel.
Ditutup dengan yelyel gempur malaria oleh seluruh peserta apel.

#ZeroMalariaStartsWithMe
#EliminasiMalaria
#GempurMalaria
#MalariaCenterKeerom
#KeeromBebasMalaria2025
#gempurmalaria

Penulis : Yusnita Beno

Related Posts:

Yono Pasien Post Operasi Anus Buatan - Kabupaten Keerom Papua


Keerom, suaratifapapua.com,- Namanya Yono, usianya 8 tahun, alamat rumahnya di Tami, Distrik Arso Kabupaten Keerom. Namanya diperkenalkan kepada kepala puskesmas Arso Kota sekitar bulan Agustus 2018 lalu oleh pak Hekman Maifun (petugas kesehatan) pada pertemuan Mini lokakarya bulanan dipuskesmas.

Singkat cerita,  bahwa Yono adalah pasien post operasi anus buatan pada tahun 2016 karna fungsi anusnya yang tidak bekerja lagi sejak dia berumur 6 bulan dan dari perkenalan itu maka saya sadar estafet untuk memantau perkembangan Yono harus dilanjutkan setelah terhenti beberapa waktu.

Sejak 2016 itu Yono hidup dengan anus buatan. Setelah itu yono tetap bisa beraktifitas seperti anak seusianya.
Semua berjalan baik sampai pada suatu waktu dokter menyarankan untuk yono menjalani operasi untuk mengembalikan fungsi anusnya seperti sedia kala.
Prosedur sampai ke operasi itu tidak semudah menuliskan cerita ini.
Kemampuan kami di puskesmas yang terbatas hanya mampu memfasilitasi Yono untuk bolak balik kontrol RS dok 2 setiap minggu atau 2 minggu sekali.

"Well, yang pernah ngurus duit di puskesmas pasti ngerti lah gimana rasanya ngatur2 "dapur" puskesmas untuk mondar mandirin mobil pusling Arso-Jayapura diluar budget yang direncanakan (eh, jangan curhat).tutur Yusnita Beno menambahkan.

"Tapi Ya Tuhan baik....,"Saya punya petugas-petugas puskesmas yang berhati mulia semua... yang tidak pernah habis akal buat cari cara membantu dengan sumber daya yang ada... terutama dua petugas merangkap sopir handal puskesmas Arso Kota yang berganti-gantian mengantar Yono selama ini kontrol ke RS dok 2; Pak Hekman dan Paman Darso.

Kembali ke Yono, orang Tua Yono bukanlah orang berada, menurut informasi petugas saya, bapanya petani, mamanya ibu rumah tangga biasa. Setelah dokter menyarankan untuk Yono operasi kedua kalinya, keluarganya tentu senang, tetapi masalah muncul. Operasinya harus dilakukan di makasar karna berbagai pertimbangan.

Saya sempat memanggil Pak Hekman dan bertanya, bagaimana biaya mereka ke makasaar. Info dari pak hekman "mereka biaya sendiri ibu, mereka juga minta kalau bisa ada satu petugas kita yang bisa dampingi mereka selama dimakasar, nanti mereka yang biayai"

Sebagai pemimpin pelayanan kesehatan di wilayah ini, saya sejujurnya malu karna tidak bisa berbuat banyak untuk keluarga ini, tapi apa daya, sejauh itulah kemampuan kami sampai saat ini.

Dengan biaya sendiri yono dan keluarganya akhirnya berangkat ke makasar pada hari minggu (07/04/19) didampingi petugas kami Hermin Emmy Rumpedai Wanggai yang semoga bisa membantu yono dan keluarga mengurus2 keperluan selama di RS Wahidin. Yono dan keluarganya bersama Hermin tinggal di kost-kostan di Makasar di sekitar RS Wahidin. Sampai saya menulis ini Yono masih menjalani serangkaian prosedur untuk persiapan operasinya, berapa lama, kami pun tak mampu memprediksinya, bisa seminggu, bisa 2 minggu, bisa lebih.

Puji Tuhan, malam ini (10/04/2019) Yono mendapat bantuan dari pemda kabupaten Keerom melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Keerom Ibu Lena Beru sebesar Rp25.000.000,- untuk kebutuhan yono selama di makasar.

Trimakasih karna semua peristiwa ini.
Bila bapak/ibu, teman-teman ada yang membaca tulisan ini dan berada di sekitar RS Wahidin Makasar, bolehlah sesekali menjenguk adik kami ini, tidak perlu membawa apa-apa, cukup datang saja... saya yakin siapapun yg pernah merasakan di rawat di RS pasti bisa merasakan penyembuhan psikologis melalui kunjungan, dorongan semangat, dan kehadiran keluarga, sahabat, dan teman-teman. Dan saya yakin itu pula yang akan dirasakan oleh Yono dan keluarganya nanti kalau bapak/ibu teman-teman datang mengunjunginya.

Penulis : Yusnita Pabeno

Related Posts:

Ornganisasi Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Yogyakarta Gelar Acara Syukuran Atas Keberhasilan Penyelesaian Studi



Jayapura, suaratifapapua.com - Ornganisasi Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Yogyakarta Gelar Acara Syukuran Atas Keberhasilan Penyelesaian Studi. Kamis (25/4) bertempat di Yamewa 1 Dogiyay.

Acara syukuran wisuda ini dilakukan atas selesainya masa kuliah bagi Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yakni Yanuarius Toupapa Tatogo S.S, Yanto Tebai S.Kom, dan Andreas Yeimo S.M, namun Acara wisudawadawan landasi dengan tema “Sadar, Sabar, dan semangat.”

Kata Petrus Tebai selaku Ketua IPMANAPANDODE JOGLO.
"Sumber Daya sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu serta interaksi antara daya pikir (akal budi) yang ditambah pengetahuan dan pengalamannya serta daya fisik (kecakapan atau keterampilan) yang dimiliki masing-masing individu manusia. Daya pikir merupakan kecerdasan (modal dasar) yang dibawa oleh manusia sejak lahir  membuat manusia mampu melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan secara fisik atau daya fisik manusia, di mana dengan menggunakan akal budinya manusia mampu mencari cara atau jalan keluar untuk berbagai permasalahan yang tidak mampu dilakukan oleh daya fisik manusia dengan berbagai inovasi dan ide yang diolah oleh daya pikir manusia disampaikan oleh selaku Ketua IPMANAPANDODE JOGLO.

Dengan pentingnya sumber daya manusia (SDM) bagi orang Papua untuk berjuang bersama menuju Meuwodide yang selalu menyediahkan Intelektual bagi kemajuan Papua kedepan.
 “Suatu daerah tidak pernah maju tanpa sumber daya manusia, maka perlu kita pandang bahwa Papua sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Saya berpesan kepada wisudawan yang baru saja menerima gelar S.Kom, dan S.M supaya kembali dan membangun daerah sesuai apa yang telah Persiapkan selama perjuangan di Jogja,”.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Yesaya Boma dan yang dihadiri kurang lebih 100 Mahasiswa baik dari kota studi Yogyakarta dan Solo, dan juga partisipasi mahasiswa lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan-sambutan dan ditutup dengan salam-salaman dan kegiatan syukuran berjalan lancar dan baik sesuai keingingan mereka.

Penulis : Yulianus Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tinggal di pondok Karena Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang - Kabupaten Jayapura

Ronal Kogoya Dengan Pondoknya (foto: Gerrard)
Sentani, suaratifapapua.com,- Dampak bencana banjir bandang 16 Maret lalu masih dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura.

Sabtu (16/4) lalu saat Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) melakukan kunjungan ke posko Dusun Mulia yang terletak di Desa Kertosari, Distrik Sentani Barat. tampak beberapa masyarakat sedang membersihkan rumah-rumah mereka dari pasir kali yang ikut hanyut dan masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Ronal Kogoya seorang anak yang harus membangun pondok bersama orang tua karena rumahnya tampak parah diterjang air.

Kondisi Rumah Ronal Saat Ini (foto: Gerrard)

Rumah yang sebagian besar berbahan tripeks ini hancur dan masih banyak pasir didalamnya." Ia saat ini saya dengan bapa dan mama buat pondok, karena rumah kami sebagian tripleksnya hancur dan harus diganti",tutur Ronal kepada jurnalis suaratifapapua.

"Sampai saat ini puji Tuhan kami sudah dapat bantuan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai, tapi kalau masih bisa kami dibantu peralatan atau bahan untuk perbaiki rumah",tutur Ronal menambahkan penjelasannya.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Ekiben Kogoya Pengungsi Posko Dusun Mulia - Kabupaten Jayapura

Ekiben Kogoya Pengungsi Posko Dusun Mulia (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Ekiben Kogoya adalah salah seorang ibu pengungsi di Posko Dusun Mulia, RT 03 RW 03 Desa Kertosari, Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura.

Ibu.Ekiben Kogoya menuturkan,"saat ini saya sedang hamil tiga bulan dan rumah saya juga terkena banjir bandang 16 Maret lalu.

"Saya senang sudah mendapatkan bantuan dari semua relawan yang sudah datang keposko kami walaupun jauh". Saya sudah dapat susu, gula, Supermi, selimut.

Sampai saat ini sebagian rumah dikampung Dusun Mulia sedang dibersihkan secara manual, Menggunakan peralatan seadanya. Bahkan yang rumahnya hancur harus membangun pondok beratapkan terpal agar ada tempat untuk berteduh.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Bawaslu Kabupaten Memberamo Raya Gelar BIMTEK BAGI SAKSI PARPOL PESERTA PEMILU 2019


Memberamo, suaratifapapua.com,- Sesuai dengan undang -undang 7 pasal 351 Tahun 2017 pada tentang Pemilihan Umum (PEMILU) Rabu (10/04) kemarin, Badan Pengawas PEMILU Kabupaten Mamberamo Raya mengelar Bimtek bagi para saksi dari 16  parpol peserta Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mamberamo Raya Cornelia Mamoribo, SE ketika membuka acara Bimtek tersebut menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini untuk membekali para saksi untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai saksi pada pemilu nanti, "Saya berharap kepada pimpinan parpol agar saksi yang mengikuti bimtek adlah saksi yang benar-benar pada hari pemungutan suara nanti,  dan bukan cadangan," tegasnya dalam arahan singkatnya sebelum membuka kegiatan.

Dirinya juga menambahkan,"sekali lagi saya tegaskan kepada pimpinan parpol untuk tidak merekrut saksi yang berstatus ASN dan Penyelenggara Pemilu karena ini akan menyalai kode etik penyelenggara. Demikian tutupnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut pada sesi yang sama di sela-sela pembukaan kegiatan Maria Ibo, S.Sos selaku kepala sekretariat menyampaikan terimakasi atas kehadiran para peserta. Ia juga mengatakan, "pada dasar kami atas nama lembaga, siap mefasilitasi kegiatan yang telah di agendakan oleh bapak, ibu Komisoner demikian katanya. "bilamana nanti dalam kegiatan ini ada yang kurang dalam pelaksanaanya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya." Tutunya.

Usai pembukaan pada pukul 9 pagi di lanjut dengan pemberian materi oleh Komisioner hingga selesai.

Penulis : Saiway - Kontributor Kab.Memberamo Raya

Related Posts:

Selain Menulis Berita JW TIFA Menggalang Bantuan Untuk Korban Bencana Alam Kabupaten Jayapura

Walia Penerima Seragam Sekolah Posko Dusun Mulia saat diwawancarai JW TIFA (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Jurnalis Warga Kota Jayapura selain mendistribusikan bantuan bagi korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Jayapura waktu lalu JW TIFA juga mewawancarai langsung untuk mendapatkan berita-berita terupdate.

Fince Womsiwor adalah salah satu anggota Jurnalis Warga Kota Jayapura yang ikut terlibat secara langsung baik memberikan bantuan sembako, Fince Womsiwor juga memasak makanan yang kemudian dibungkus dan dibagikan kepada posko-posko pengungsian.

Alia siswa SD kelas 3 yang juga menjadi pengungsi posko Dusun Mulia , Desa Kertosari, Distrik Sentani Barat mengatakan," sangat senang mendapat pakaian Seragam sekolah dari JW TIFA dan rombongan yang datang".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kunjungan JW TIFA ke GKI Inri Phulende - Kabupaten Jayapura


Sentani, suaratifapapua.com,- Tim Jurnalis Warga saat mengantar bantuan ke salah satu kampung yang ada di Ifar Besar.
Menggunakan speed boat dari Komba menuju tempat yang akan di berikan bantuan di salah satu gereja yaitu GKI Inri Phulende.



Dengan Bantuan seadanya, semoga bisa bermanfaat pengungsi yang rumanhnya terkena banjir akibat air danau yang meluap tinggi.

Bantuan-bantuan yang kami antarkan ini adalah bantuan dari penyumbang yang baik hati. Jadi kami membantu memgantarkan kepada yang membutuhkan.
Jadi kami mengantarkan bantuan seadanya dan berharap bisa membantu.


Seperti yang di sampaikan salah satu mama bahwa mereka sangat berterima kasih, karena bantuan ini sangat bermanfaar meskipun sudah ada bantuan tetapi dengan jumlah warga yang banyak, kadang tidak cukup jadi ini sudah meringankan beban.
Semoga JW masih bisa tetap membantu penyumbang untuk menyalurkan bantuan.

Penulis : Lince Amamehi - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Guna Penyiapkan Generasi Muda RPM SIMAPITOWA Gelar Pelatihan Jurnalistik

Suasana pelatihan jurnalistik (foto:Sofian)


Jayapura, suaratifapapua.com, -Dengan digelarnya pelatihan jurnalistik  yang demi menyiapkan generasi mudah SIMAPITOWA  dalam dunia  menulis, Pelatihan jurnalistik yang di adakan oleh oleh Organisasi  Rumpun Pelajar Mahasiswa  Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, Wanggar yang di singkat menjadi (RPM SIMAPITOWA)  yang berlangsung di Aula SMK Negeri 3 pada Sabtu (06/04).


Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung  dengan thema (Menbangun SIMAPITOWA  Melalui Menulis) dan dalam kesempatan itu di hadiri oleh 80 peserta.

Organisasi  SIMAPITOWA  merencanakan  Untuk meluncurkan  sebuah majalah  selangka oleh karena untuk  menpermudah para pelajar  dan Mahasiswa dalam menyumbang berita  dalam majalah yang direncanakan  untuk  meluncurkan  itu.Dalam kesempatan  itu juga di paparkan tiga materi  dengan  judul yang berbeda oleh tigi narasumber, narasumber  pertama oleh kaka Alexander Gobai dari Media Bintang Papua yang saat ini menjabt sebagai Presiden Mahasiswa dengan judul Teknis Penulis Berita , Hengki Yemo sebagai  narasumber  ke dalam kesehatan  itu dan juga beliau  papar materi dengan judul (Manajemen  Redaksi) dan narasumber yang ketiga dipaparkan oleh Wamla paparkan materi dengan judul (Apa Itu Berita).

Kata Hengki Mote selaku ketua RPM SIMAPITOWA.

Saya  sangat  mengapresiasi ke kepada selalu lapisan pelajar dan mahasiswa yang dapat  berpartisipasi dalam pelatihan jurnalistik dan juga diri sangat mengapresiasi kepada Bapa Yanus Kuayo yang mana mempasilitas pelatihan ini secara keluruhan.Dengan menulis kita bisa mencari dan kelamar kerja di salah satu  instasi media cetak maupun media Online dan dengan menulis kita bisa mengekspresi isi hati kepada publik dengan beberapa  tulisan seperti berita fakta,  opini pantun,cerpen,feature,view dan lainnya.

Harapan  melalui  pelatihan  ini, agar Generasi Mudah  RPM SIMAPITOWA lebih khususnya pelajar dan mahasiswa yang memantau  di kota study  Jayapura agar bisa menghasilkan Tulisan Tulisan  yang handal dan layak di oleh khalayak. Melalui tulis tulis yang handal yang ditulis oleh pelajar dan mahasiswa Simapitowa agar orang bisa  mengenal  oleh orang lain dari dari daerah  lain bahkan dalam negeri dan di luar negeri.
Pentingnya  menulis, dengan menulis matak kita terbuka  dan pengatahun kita semakin luas pengetahuan  kita.

Telah pelatihan jurnalistik ini kami akan lanjutankan dengan  tulis majalah SIMAPITOWA  dengan edisi  pertama yang di sponsor oleh bapa Yanus Kuayo.


Kata Yulianus  Kayame selalu senior organisasi RPM SIMAPITOWA.
menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati  penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis.
Dengan demikian, mutu atau kualitas tulisan setiap penulis berbeda pula satu sama lain. Namun, satu hal yang penting bahwa terkait dengan aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya.

Hahapan kami para senioritas agar Pelajar Mahasiswa Simapitowa  tetap eksisi  dan pandai  dalam menulis, karena menulis juga bisa membawah kami ke dalam dunia kerja, realitanya pada zaman sekarang  orang tidak lihat dari ijazah tetapi di lihat kalir atau kemampuan kerja harapan kami agar pelajar dan mahasiswa  selalu eksisi.


Penulis : SOFIAN ANOUW- Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Pendidikan, JW-TIFA Distribusikan Subsidi Pakaian Sekolah Di Dusun Mulia



Anak-anak Dusun Mulia (foto: Gerrard)


Sentani,suaratifapapua.com, -Masalah pendidikan tidakdiperdulikan oleh berbagai kalangan dibelahan dunia termasuk Papua. Namun, ada sekelompok orang yang tengah memperjuankan masalah pendidikan ditengah kondisi buruk itu.

Karena, pendidikan adalah “senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia,”kata Nelson Mandela Penjuan Kemerdekaan Afrika Selatan. Dengan demikian, Jurnalis Warga Kota Jayapura tengah memperjuangkan masalah pendidikan di dusun kecil di tengah kota besar (metropolitan) Jayapura yang lantaran telah terjadi pembiaran kebutuhan pendidikan seperti pakaian seragam, buku, pensil dan lainya untuk memenuhi kebutuhan sekolah sesuai permintaan instansi pendidikan,

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW-TIFA) telah mengdistribusikan bantuan pakaian sekolah bagi anak SD dan SMP di dusun mulia, Kabupaten Sentani, Sabtu, (6/4/2019).

Dalam pengdistribusian subsidi tersebut bukan hanya pakaian versi anak sekolah (SD dan SMP) saja tetapi bantuan berupa buku tulis, pensil, bolpoin, roti serta bahan lain yang tengah sedang dibutuhkan oleh masayarakat dusun Mulia di Sentani.

Penyerahan bantuan tersebut dipimping langsung oleh Koordinator JW TIFA Gerrard dan dirinya berterima kasih kepada tim yang selalu mendukung kegiatan kemanusiaan yang diperjuangkan oleh JW TIFA.

JW TIFA juga selalu aktif dalam pelbagai kegiatan untuk memperjuangkan  kepentingan publik tetapi lebih aktif dalam memperjuangkan kaum tertinggal.

“Banyak yang kami sedang dibutuhkan tetapi kondisi ini tidak mendukung sehingga kami hidup apa adanya saja,”Leo Enumbi warga dusun Mulia.

Penulis : Christian Degei

Related Posts:

Memulai Majalah Perdana RPM SIMAPITOWA Gelar Pelatihan Jurnalistik



Jayapura,suaratifapapua.com, -Proses penyerbitan edisi pertama majalah Simapitowa, Rumpung Pelajar Mahasiswa, Siriwo,Mapia,Piyaiye, Topo, Wanggar (RPM SIMAPITOWA) gelar pelatihan jurnalistik di Aula SMK Negeri 3 Kota Raja, Jayapura, Sabtu, (6/4/2019).
Pelatihan jurnalistik tersebut bertujuan untuk menyiapkan generasi baru dalam proses persaingan dan juga sebagai jurnalis mudah di majalah Simapitowa yang kelak bakal bergerak dalam menulis berbagai jenis tulisan seperti sejarah, Artikel/Opini, berita bahkan cerpen dan lainya. Dalam pelatihan ini, RPM SIMAPITOWA mengambil thema Membangun Simapitowa Melalui Menulis. Dalam pelatihan itu tercacat 80 peserta yang berhasil menyikutinya.

Organisasi  RPM SIMAPITOWA  rencana bakal siap luncurkan    sebuah majalah bulanan.  Untuk  itu, menpermudah para pelajar  dan Mahasiswa dalam menyumbang berita, mulai melakukan pelatihan jurnalistik.
Dalam kesempatan  itu dihadiri tiga pematerinya ialah Alexander Gobai dari Bintang Papua , Hengki Yeimo dari Jubi dan Ibiroma Wamla dari Komunitas Sastra Papua (Kosapa),Ketiga pemateri itu hendak bawakan materi yang berbeda namun berkaitan dengan jurnalistik.

 “Saya  sangat  mengapresiasi kepada seluruh lapisan pelajar dan mahasiswa yang dapat  berpartisipasi dalam pelatihan jurnalistik,kata Ketua RPM SIMAPITOWA Hengky Mote kepada papualives di Jayapura, Sabtu, (6/4/2019).
 Dirinya juga berterima kasih kepada Yanus Kuayo yang telah mempasilitas pelatihan jurnalistik pula dalam proses pembuatan malajah secara keseluruhan.
“Dengan menulis kita bisa mencari dan melamar kerja di salah satu  instasi media cetak maupun media Online dan dengan menulis pula kita bisa mengekspresi isi hati kepada publik dengan jenis  tulisan seperti berita, artikel/opini dan lainnya,lanjut dia.

Berharap melalui  pelatihan  ini, agar generasi mudah  RPM SIMAPITOWA lebih khususnya pelajar dan mahasiswa di kota study  Jayapura agar bisa menghasilkan tulisan yang objektif berdasrakan facta di lapangan.
Melalui tulisan seseorang dapat mengenal orang lain dari berbagai daerah bahkan dari dalam maupun luar negeri,mintanya.
Dengan menulis maka kita terbuka  dan pengatahun kita semakin luas pengetahuan  kita.
Pelatihan jurnalistik ini kelak kami akan lanjutankan dengan  terbitan majalah SIMAPITOWA  yang disponsori oleh bapa Yanus Kuayo.

Senioritas RPM SIMAPITOWA Yulianus Kayame mengatakan menulis dapat melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati  penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis.

Mutu atau kualitas tulisan setiap penulisan berbeda dengan satu sama lain. Namun, satu hal yang penting adalah terkait aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya, jelasnya.
Dirinya berharap, agar Pelajar Mahasiswa Simapitowa  tetap eksisi  dan pandai  dalam menulis.
 Menulis juga bisa membawa setiap orang kedalam dunia kerja, realitanya pada zaman sekarang  orang tidak lihat dari ijazah tetapi di lihat kalir atau kemampuan,tegasnya.

Penulis : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Distribusikan Bantuan Pakaian Sekolah untuk anak-anak Posko Dusun Mulia - Kabupaten Jayapura


Tim Relawan dan Jurnalis Warga Kota Jayapura berfoto bersama anak-anak (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Melihat situasi anak-anak pengungsi diposko Dusun Mulia, Desa Kertosari Distrik Sentani Barat akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu, yang hingga kini anak-anak ini belum mendapatkan bantuan pakaian sekolah dan peralatan belajar lainnya.

Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) yang bekerjasama dengan beberapa relawan peduli Papua pada Sabtu (6/4) akhirnya kembali melakukan kunjungan ke posko ini untuk mendistribusikan bantuan berupa pakaian sekolah, peralatan belajar, susu untuk bayi,susu untuk ibu hamil, selimut, pempers dan juga melakukan kegiatan trauma healing.
Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) Foto Bersama anak-anak seusai membagikan pakaian sekolah diposko Dusun Mulia

Walia salah seorang anak yang ikut mengungsi diposko bersama orang tuanya mengatakan bahwa "sampai saat ini belum mendapatkan baju sekolah sehingga dengan adanya bantuan ini ia bisa menggunakan baju sekolah kembali".

Sementara saat dikonfirmasi Christian Degei selaku sekretaris Jurnalis Warga Kota Jayapura mengatakan," ia ini kali ketiga kami mengunjungi posko Dusun Mulia dan memberikan bantuan, Kali ketiga ini kami membagikan pakaian sekolah, peralatan belajar dan untuk keperluan ibu hamil, begitu juga dengan anak-anak bayi.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Rumpun Pelajar Mahasiswa (RPM) SIMAPITOWA Peduli Nduga



Sentani, suaratifapapua.com,- Tim peduli Ndugama yang telah terbentuk 13 Maret lalu dari Organisasi  Rumpun Pelajar Mahasiswa (RPM) SIMAPITOWA kota studi Jayapura telah menyerakan hasil dari aksi penggalang yang digelar. Bahan-bahan yang diserahkan ialah bahan makanan, pakaian layak pakai berjumlah tiga karung,  supermi 2 karton  dan uang senilai tiga ratus ribu rupiah.

Setelah terkumpul akhirnya Rabu (03/4) bantuan tersebut diserahkan pada posko II yang terletak di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Saat dikonfirmasi sampai saat ini belum banyak bantuan yang terkumpul untuk pengungsi dari Nduga.
Menurut tim peduli, "masalah Nduga masalah kita bersama karena mereka yang mengungsi bukan orang lain tetapi mereka juga bagian dari kita. " dan mereka masih trauma dengan situasi yang sedang terjadi Ndugama.

"Oleh karena itu, kita jangan menganggap bahwa masalah Nduga selesai, mereka masih mengungsi di hutan dan sekarang sudah masuk bulan yang ketiga. " mereka membutuhkan uluran tangan kita.

Informasi dari masyarakat Nduga mereka sangat membutuhkan makan, obat-obatan, kebutuhan anak sekolah seperti buku dan peralatan sekolah lainnya.

sehingga tim peduli untuk Ndugama menghibau kepada setiap komunitas baik itu, organisasi, pemuda gereja, kampung, kesehatan perlu partisipasi agar dapat meringankan beban saudara-saudara kita disana.

Penulis : Efendi Minai - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Anak-anak Pulau Ajau Kampung Ifar Besar Butuh Bantuan Seragam dan Peralatan Belajar

Ibu.Seli Yoku sedang menjelaskan situasi Pulau Ajau (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com, Warga Pulau Ajau - Kampung Ifar Besar keluhkan banyak bantuan yang tidak sampai ke masyarakat yang menjadi korban dari meluapnya air Danau Sentani.

Minggu (31/3) lalu saat Jurnalis Warga Kota Jayapura (JW TIFA) melakukan kunjungan untuk mengantarkan bahan sembako ke Pulau Ajau tepatnya di Gereja GKI Inri Phulende.

Saat dikonfirmasi terkait anak-anak Pulau Ajau yang bersekolah, Ibu Seli Yoku menyebutkan bahwa sampai saat ini anak-anak di Pulau Ajau yang bersekolah membutuhkan seragam sekolah dan peralatan lainnya seperti sendal dan sepatu.

Ibu Seli Yoku juga katakan,"kami sebelumnya mendengar bahwa anak-anak ini akan mendapatkan bantuan seragam sekolah dan perlengkapan lainnya," namun hingga saat ini nyatanya anak-anak belum mendapatkan bantuan sama sekali.

Selain itu juga untuk aktivitas belajar mengajar dipindahkan ke gedung gereja GKI Inri Phulende hal ini disebabkan oleh gedung sekolah yang masih terendam air Danau Sentani.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Anak-anak di Posko Dusun Mulia Butuh Bantuan Pakaian Sekolah dan Peralatan Belajar

Anak-anak Posko Dusun Mulia (foto: Gerrard)

Sentani, suaratifapapua.com,- Pasca banjir bandang yang terjadi didaerah kabupaten Jayapura Sabtu (16/3) lalu. Wilayah desa Sabron Sari juga merupakan daerah yang terdampak dari luapan banjir tersebut.

Dampaknya anak-anak RT 03 RW 03 yang saat ini tinggal di posko Dusun Mulia kehilangan pakaian sekolah beserta peralatan buku tulis lainnya.

Kugiwak Enumbi selaku ketua posko mengatakan," Kami masyarakat di RT 03 RW 03 bersyukur karena semua selamat, tidak ada korban jiwa namun semua rumah, kebun dan sebagian ternak terkena banjir bandang.

Kugiwak Enumbi - Ketua Posko Dusun Mulia (foto: Gerrard)

Kugiwak Enumbi juga mengatakan," akibat banjir bandang ini,"anak-anak kami yang sekolah harus kehilangan seragam sekolah serta peralatan tulis", sehingga kami mohon dibantu.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Warga RT 03 RW 03 Desa Sabron Sari Keluhkan Aroma Tak Sedap Akibat Banjir Bandang


Sentani,suaratifapapua.com,- Masyarakat di RT 03 RW 03 Desa Sabron Sari Distrik Sentani Barat keluhan bau akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura (16/3) lalu.

Kugiwak Enumbi selaku ketua posko Dusun Mulia mengatakan sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak terkait untuk membantu membersihkan sampah atau puing-puing akibat banjir.

" Sampai saat ini kami membersihkan rumah kami dengan alat seadanya, sehingga kami sangat harapkan ada bantuan dari pemerintah terutama dinas terkait," kami perlu skop dan peralatan lainnya". Tutur Kugiwak Enumbi.

Kugiwak Enumbi juga katakan," Selain itu dari sampah-sampah yang ikut hanyut ke rumah-rumah masyarakat mulai menimbulkan bau atau aroma tak sedap."Mungkin ada binatang atau sampah yang menyebabkan aroma tersebut, sehingga kami berharap adanya sedikit perhatian dari pemerintah".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura



Related Posts: