PKBI Papua Gelar Evaluasi Program P2HA Tahun 2019, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,-  PKBI Papua gelar pertemuan evaluasi region IV bertempat di Hotel Fave Jayapura melalui pembiayaan dari Global Fund, sekaligus dialog dan seminar seputar Hari AIDS Sedunia pada Rabu (4/12), dengan tema Bersama Masyarakat Meraih Sukses dan pameran mini dari setiap Implementing Unit (IU) yang berada di bawah SSR PKBI.

Pertemuan ini di hadiri tidak hanya LSM dari beberapa kota kabupaten yang ada di Provinsi Papua tetapi Papua Barat dan Maluku, juga LSM dan Komunitas serta Layanan Kesehatan yang ada di Kota Jayapura.

Di awali dengan presentasi dari setiap IU yang di bagi dalam tiga sesi, dimana setiap IU memaparkan kerja-kerja program P2HA di daerah masing-masing khususnya penjangkauan pada Pekerja Seks Perempuan (PSP) menggunakan model baru penjangakauan.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana program P2HA berjalan, serta apa saja tantangan yang di hadapi di setiap daerah dengan situasi dan kondisi berbeda-beda dan karakteristik yang berbeda pula.

Dialog dan pameran mini, adalah sebagai wujud dari peringatan Hari AIDS Sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

Berharap ke depan, semua pihak yang terlibat dalam program P2HA tidak putus asa dengan berbagai tantangan yang di hadapi, dan semakin banyak yang sadar untuk memeriksakan diri, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.


Penulis : Hiswita Pangau

Related Posts:

" Banyak ODHIV Pekerja Seks Yang Takut Minum Obat ARV, suaratifapapua.com

Christine Mangge Pendamping Komunitas ODHIV PKBI Kota Jayapura


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Papua masih terus dikerjakan oleh berbagai pihak namun selain keberhasilan ada beberapa tantangan yang masih dirasakan oleh pegiat-pegiat yang bergerak pada akar rumput.

Pada momentum Hari AIDS Sedunia ditahun 2019 ini sejumlah tantangan masih dirasakan yaitu seperti rendahnya koordinasi dari pengambil kebijakan sehingga masihberkesan pada jalan dengan program kerja masing-masing.

Christine Mangge adalah salah satu staf PKBI Cabang Kota Jayapura yang bekerja sebagai penjangkau dan pendamping pekerja seks perempuan di Kota Jayapura menuturkan bahwa sampai saat ini masih banyak ODHIV pekerja seks yang takut minum obat," ia yang menjadi tantangan saat ini ialah masih banyak ODHIV yang belum mau minum obat karena masih mencari tamu, ada juga yang takut akan efek samping obat".

"Tapi saya dengan teman-teman terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada mereka supaya mereka paham akan resikonya dan berubah pola hidupnya selanjutnya mau dan berani untuk minum obat ARV".

"Harapan saya sebagai penjangkau dan pendamping teman-teman yang ada diakar rumput agar kedepannya ada kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan semua stakeholder terkait, kalau semua orang peduli akan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS maka kedepannya pasti jumlah angka penularannya bisa ditekan".



Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"HAS adalah momentum untuk merefleksikan kegagalan, mengevaluasi kesenjangan, dan mensyukuri pencapaian", suaratifapapua.com

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom Saat Melakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat Skofro


Keerom, suaratifapapua.com,- Program Pencegahan Penanggulangan HIV-AIDS sudah dilakukan secara terus menerus, baik penjangkauan, pendampingan, pemerikasaan, pengobatan dan juga berbagai kegiatan positif untuk pemberdayaan komunitas ODHIV.

Namun, tidak dapat di pungkiri, Komisi Penanggulangan AIDS tidak dapat berjalan sendiri, butuh dukungan pemerintah, dan kerjasama serta bantuan dari semua pihak dan masyarakat, agar tidak hanya menekan perkembangan penularan HIV namun juga menghilangkan stigma dan diskriminasi.
Sosialisasi secara terus menerus yang di lakukan, karena melalui informasi yang berkelanjutan, sedikit demi sedikit akan memberi pemahaman dan pengetahuan tentang HIV secara benar.

Pasca peringatan HAS yang dilakukan pada tanggal 30 di Pasar Arso 2, KPA Kabupaten Keerom bersama Ketua Pelaksana Harian, panitia HAS, TNI dan seluruh tim, berkunjung ke kampung Skofro pada Minggu (01/12) lalu, sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang ada disana dan memberikan sosialisasi HIV-AIDS sekaligus memberikan poster dan media KIE sebagai bagian dari kampanye HIV dan Stigma Diskriminasi, serta mengajak seluruh maysarakat dan aparat kampung untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam program P2HA.

Menurut Yusnita Pabeno, selaku Sekertaris KPA Kabupaten Keerom, bahwa "Esensinya, Hari AIDS Sedunia (HAS) Tidak pernah menjadi sekedar ceremonial belaka. HAS adalah momentum untuk merefleksikan kegagalan, mengevaluasi kesenjangan, dan mensyukuri pencapaian. HAS adalah minyak bagi api  semangat yang meredup, oase bagi ide-ide yang gersang, dan wadah bagi semua, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari sebuah sikap kepedulian, sikap menghargai kehidupan dengan cara, gaya, dan kreatifitas yang tanpa batas".

HAS bukan sebatas ceremonial, tetapi moment untuk bersama pemerintah dan semua yang peduli akan HIV, bersama merefleksi, dan melihat kembali, apa saja yang sudah di lakukan, tantangan bahkan kegagalan yang mungkin di hadapi, kemudian bersama mencari strategi, agar ke depan dapat bekerjasama dalam program P2HA, agar seperti tema, Bersama Masyarakat Meraih sukses.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kami Sudah Bangun Rumah Singgah Untuk ODHIV Yang Membutuhkan, suaratifapapua.com


Bupati Kabupaten Keerom Saat Memberikan Keterangan Pers



Keerom, suaratifapapua.com,- Pemerintah Kabupaten Keerom tegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Keerom serius dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS. 

hal ini ditegaskan oleh Bupati Kabupaten Keerom dalam kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia Kabupaten Keerom pada Sabtu (30/11) lalu bertempat di Pasar Arso II.

"Program pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di Kabupaten Keerom kami sudah dan akan terus serius tanggani, melalui Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS sejumlah aktifitas kami sudah kerjakan yaitu seperti penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat terkait HIV, layanan kesehatan juga sudah melakukan pemeriksaan HIV", tutur Bupati Keerom.

"Tidak hanya itu kami juga mendirikan rumah sehat bagi orang dengan HIV, ini bukti dari keseriusan kami dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS", dan terbukti beberapa ODHIV yang dirawat oleh petugas kesehatan kami di rumah sehat sudah pulang kerumahnya masing-masing".

"Ketika memberikan perawatan petugas kesehatan kami juga melakukan sosialisasi kepada keluarga mereka agar setelah pulih dari sakitnya selanjutnya dapat diterima kembali oleh keluarganya, hal inilah yang kami harapkan".

"Kalau semua masyarakat ikut peduli, semua stakeholder bergerak saya sangat yakin penyebaran virus HIV di Kabupaten Keerom kedepannya akan mampu kita tekan perkembangannya".



Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Virus HIV Harus Ditekan Perkembangannya - HAS Kabupaten Keerom 2019, suaratifapapua.com


Keerom, suaratifapapua.com,-  Sabtu (30/11) lalu, Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) dengan tema Bersama Masyarakat Meraih Sukses Kebupaten Keerom, tidak hanya di hadiri oleh masyarakat namun juga oleh Bupati, Wakil Bupati berserta OPD terkait, stakeholder, tokoh adat, tokoh agana, komunitas dan siswa-siswa dari berbagai sekolah.

Peringatan HAS ini juga adalah untuk bersama-sama dengan seluruh stakeholder dan masyarakat, mengevaluasi apa saja yang sudah di lakukan dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2HA).

Pelibatan seluruh siswa-siswi baik dalam lomba dan dalam berjalannya acara yang dilakukam, sebagai bagian dari sosialisasi, agar HIV menjadi topik yang tidak di takuti, tetapi menjadi sesuatu yang penting untuk di bahas.

Tingginya kasus HIV di Kabupaten Keerom, harus menjadi keprihatinan bersama, apalagi keerom daerah yang berbatasan langsung dengan PNG, sehingga penanganan dan program P2HA harus benar-benar di jalankan meski dengan berbagai tantangan, karena di sadari betul bahwa ini harus menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah dan KPA tidak dapat berjalan sendiri.

Maka, melalui wawancara yang di lakukan dengan Bupati Kabupaten Keerom, beliau menyampaikan "Untuk menekan perkembangan HIV, meskipun memang selama ini kita sudah terus menerus melakukan namun masih ada banyak masyarakat yang belum mau memeriksakan diri, harus ini terus menerus dilakukan melalui KPA, dengan sosialisasi. 

Jika persoalan berbatasan langsung dengan PNG, memang salah satu strategi yaitu pelibatan penugasan TNI dan POLRI, toga, todat dan semua stakeholder, adanya pesan-pesan HIV yang terus di berikan dan di pasang di spot-spot tertentu, salah satunya di perbatasan.

Selain pemeriksaan untuk HIV juga sekaligus untuk narkoba, dan itu akan terus dilakukan secara rutin, bersama dengan tim kesehatan, dan pada bulan depan akan ada pertemuan kerjasama dengan PNG, yang akan di bahas antara lain pertama isu perbatasan, kesehatan di dalamnya tentang HIV-AIDS, pendidikan, dan ekonomi, ini sebagai langka awal kerjasama. 

Sedangkan untuk program khusus ODHA, Kami mendirikan rumah sehat untuk ODHA, kami tempatkan di Arso, kami berikan pengobatan dan jaminan hidup mereka. Pemerintah bukan hanya fokus pada sosialisasi untuk orang tanpa HIV, namun sebenarnya ini menjadi penting, bahwa informasi penting untuk semua orang, untuk ODHA tentu tetap di berikan pendampingan di rumah singga, ketika mereka sehat bisa di kembalikan pada keluarga, dan ini memang butuh keseriusan dan kerjasama dengan semua pihak".

Dan melalui HAS ini Pemerintah berharap, tidak hanya sebatas acara biasa, tetapi ada makna penting, bukan sebatas lomba tetapi berkomitmen bersama untuk terus menerus bersama masyarakat, dan layanan kesehatan untuk menjalankan program P2HA, dan berharap ke depan lebih baik, meskipun menghadapi berbagai tantangan.



Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Hari AIDS Sedunia Menjadi Refleksi Bersama Terkait Program P2HA, suaratifapapua.com

Wakil Bupati Kabupaten Keerom Saat Memberikan Keterangan Pers


Keerom, suaratifapapua.com,- Peringatan Hari AIDS Sedunia Kebupaten Keerom dilaksanakan pada Sabtu (30/11) lalu, bertempat di Pasar Arso 2. Peringatan HAS ini di hadiri oleh ratusan masyarakat dan juga Bupati beserta wakilnya.

Peringatan HAS ini diisi dengan Mewarnai tingkat Paud, TK dan SD, dengan pesan Perdamaian kemudian ada lomba menggambar poster tingkat SMP dan SMA, dengan memasukan pesan HIV dan AIDS, dan goyang aster, dimana setiap grup tidak hanya menampilkan tarian namun juga pesan HIV yang mudah di pahami.

Melalui peringatan HAS di harapkan manjadi refleksi bersama, tentang kerja-kerja program P2HA, yang tidak di pungkiri masih membutuhkan kerja keras dan kerjasama serta bantuan dari seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.

Tingginya stigma dan diskriminasi menjadi tantangan terbesar, sehingga melalui HAS dapat memberi kesadaran kritis kepada masyarakat, dan sosialisasi yang akan secara terus menerus di sampaikan kepada masyarakat, agar mampu mengurangi stigma dan diskriminasi.

Seperti yang di sampaikan oleh Wakil Bupati, selaku Ketua pelaksana Harian KPA, "Dengan tema Bersama Masyarakat Meraih Sukses, artinya bahwa penanggulangan HIV tidak bisa di lakukan oleh satu dua pihak, tetapi komitment bersama untuk suksesnya program three zero. Kita akan bekerjasama dengan level terendah untuk terlibat memberikan sosialisasi HIV dan AIDS secara terus menerus. 

Dan hari ini, pemerintah Keerom terus berkomitment dan ke depan kita akan melakukan konsolidasi dan sosialisasi secara intens, kami menghimbau masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri untuk memastikan kita sehat. Kita perlu mengajak semua pihak, pemerintah dan non pemerintah untuk periksa VCT dan informasi HIV ini harus di biasakan, dan di bicarakan dengan siapa saja, jangan di anggap tabu, jangan ada diskriminasi terhadap ODHA, karena kita harus paham AIDS menyebar dengan cara spesifik. Jadi harus di pahami, ini harus terus menerus disosialisasikan, agar fenomena gunung es terpecahkan. Dari tahun ke tahun. Kita semua harus pro aktif karena HIV ini penting untuk menjadi tanggung jawab kita bersama".

Harapan Pemerintah Kabupaten Keerom, bahwa dengan adanya momentum HAS ini, adalah bagian untuk refleksi program P2HA, baik pencapaian, tantangan dan apa rencana dan strategi ke depan.



Penulis : Jilhan Kantoli - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Media Butuh Peningkatan Kapasitas Terkait HIV Agar Lebih Sensitif Komunitas, suaratifapapua.com

Foto Bersama Media dan Komunitas di Kota Jayapura


Kota Jayapura, suaratifapapua.com, Program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS butuh keterlibatan semua lapiran masyarakat yang ada di Kota Jayapura, bukan lagi menjadi tanggungjawab petugas kesehatan atau Komisi Penanggulangan HIV AIDS.

Hal inilah yang didorong Organisasi Perubahan Sosial (OPSI) melalui Focal Pointnya di Kota Jayapura, yaitu dengan melibatkan beberapa media pada Selasa (26/11) Lalu. Media diharapkan agar paham tentang informasi HIV sehingga dapat menuliskan berita-berita yang lebih sensitif akan komunitas.

Jack Wally salah seorang jurnalis menuturkan bahwa di Kota Jayapura sudah ada beberapa media yang memberitakan informasi tentang HIV yang sensitif komunitas namun para awak media juga butuh direfres lagi pengetahuannya akan informasi HIV sehingga kedepannya terjadi penurunan angka kasus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

Selain menuliskan berita-berita yang sensitif akan komunitas media juga diharapkan dapat menuliskan berita-berita yang berkaitan dengan tantangan dalam pelaksanaan program  pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, sehingga masyarakat semakin banyak yang paham akan informasi tentang virus HIV.

Hiswita Pangau selaku focal point OPSI juga menuturkan bahwa dirinya juga berharap kedepan akan ada suatu kegiatan untuk teman-teman media terkait dengan kegiatan peningkatan kapasitas dan itu dilakukan secara terus menerus oleh stakeholder terkait, seperti program dari OPSI pusat maupun dari pemerintah Kota Jayapura maupun dari Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

 

Related Posts:

Anti Sasmita Siswi SD Yapis Sarmi Tenggelam dan Terbawa Arus, suaratifapapua.com


Sarmi, suaratifapapua.com,- Terjadi musibah tenggelamnya siswa bernama Anti Sasmita umur 12 tahun siswi kelas 6 SD Yapis Sarmi pada rabu (27/11).
Di pelabuhan Sarmi, Menurut beberapa saksi mata yang sempat melihat mengatakan bahwa pada pukul 10:45wit  korban yang berulang tahun hari ini bersama tiga orang temannya dari sekolah dan hendak mandi-mandi di pelabuhan.
Naas korban yang tak bisa berenang harus tenggelam dan terbawa arus, dan para saksi mata sempat berusaha berenang menolong tapi tidak ditemukan karena air yang kabur dan arus yang cukup kencang.
Ibu korban Daeng Anti tak bisa menahan tangis ketika mengetahui bahwa anaknya tenggelam. korban akhirnya ditemukan pukul 12:20 wit, setelah pencarian dilakukan oleh BASARNAS SATPOLAIRUD Dan di bantu para warga,  namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa, selanjutnya korban di bawa ke UGD puskesmas Sarmi untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah selesai diperiksa korban selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Saat di jumpai pihak kelurga tak mampu menerima kejadian ini hingga histeris di depan ruang UGD.


Penulis : Geis Patrik Mauri - Jurnalis Warga Kabupaten Sarmi

Related Posts:

"Stigma dan Diskriminasi Dapat dicegah Dengan Informasi yang Benar", suaratifapapua.com


Yusnita Pabeno - Sekertaris KPA Kabupaten Keerom

Keerom,  suaratifapapua.com, Rabu (27/11), Hari AIDS Sedunia yang jatuhnya pada tanggal 1 Desember, adalah moment dimana tidak hanya sekedar peringatan atau perayaan dengan berbagai kegiatan, namun sebagai bagian penting untuk merefleksi kerja-kerja program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, yang selama ini dilakukan, serta memikirkan program-progam dan strategi ke depan agar program P2HA dapat berjalan dengan baik, mendukung program fast track.

Peringatan HAS Kabupaten Keerom akan dilaksanakan pada tanggal 30 November bertempat di Pasar Arso 2, dengan melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten keerom, juga semua sekolah baik Paud, TK, SD, SMA dan SMA, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang HIV serta menjadi bagian untuk penurunan stigma dan diskriminasi di kalangan ODHA.

Tanggung jawab dan kerjasama merupakan hal penting, karena disadari bahwa KPA Kabupaten Keerom tidak dapat bekerja sendiri, membutuhkan bantuan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada.

Stigma dan diskriminasi merupakan satu permasalahan yang di hadapi oleh semua 

Menurut Yusnita Pabeno selaku sekertaris KPA Kabupaten Keerom bahwa, "Stigma dan Diskriminasi terhadap permasalahan HIV bisa di cegah dari awal dengan memberikan paparan informasi kepada semua orang sedini mungkin dan terus menerus".



Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Menyongsong Peringatan Hari AIDS Sedunia Kota Jayapura, KPA Kota Jayapura Ajak Masyarakat Untuk Terlibat Langsung, Suaratifapapua.com

Rapat Panitia Hari AIDS Sedunia Kota Jayapura



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Panitia Hari AIDS Sedunia (HAS) 2019 dengan Wakil Walikota, yang dalam hal ini berperan sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jayapura, sekaligus untuk melaporkan secara langsung, persiapan yang sudah di lakukan dan kegiatan HAS yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 6 Desember nanti.

Hari AIDS Sedunia (HAS) 2019, yang jatuh pada tanggal 1 Desember, dilakukan sebagai bagiaj dari sosialisasi dan refleksi, atas kerja-kerja program penanggulangan HIV dan AIDS (P2HA), serta menjadi ajang untuk melibatkan seluruh aktifis dan komunitas, untuk terlibat dalam kegiatan yang akan di laksanakan.

Pertemuan ini di hadiri oleh Ketua Panitia HAS dan semua kordinator serta anggota, bertempat di ruang Rapat Wakil Walikota Jayapura.

Tahun ini, masih menggunakan tema yang sama yaitu "Saya Berani, Saya Sehat", dengan melibatkan siswa-siswi SMA atau khususnya generasi milenial untuk menjadi bagian sari kampanye HIV, yaitu salah satu kegiatan menuju HAS, dilakukab lomba konten video singkat, berisi informasi HIV-AIDS, dan video dengan share terbanyak akan menjadi pemenangnya.

Tidak hanya itu, ada juga kegiatan mobile VCT di beberapa gereja yang sudah di lakukan, dan akan terus di lakukan, bersama petugas kesehatan yang terlibat sebagai panitia.

Wakil Walikota sangat mendukung, dan bahkan berharap dapat melibatkan banyak pihak, karena ini merupakan bagian dari sosialisasi, dan penurunan stigma diskriminasi terhadap ODHIV, serta  menumbuhkan  kesadaran masyarakat agar berani untuk memeriksakan diri atau test VCT.

Melalui kegiatan ini di harapkan, dapat memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat, serta anak muda tentang HIV, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi, dan ODHIV yang belum minum obat bisa mengakses pengobatan.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pentingnya Sebuah Data Dalam Perencanaan Program P2HA

 
 
Piter Gusbager - Wakil Bupati Kabupaten Keerom
Keerom, suaratifapapua.com , Rabu (27/11), Program Pencegahan dan Penanggulan HIV dan AIDS (P2HA) hingga saat ini terus berjalan, baik sosialisasi, pendampingan dan pemberdayaan ODHA serta pengobatan. 

Kabupaten keerom merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Papua dengan  situasi HIV yang memprihatinkan maka menurut Piter Gusbager, selaku Wakil Bupati Kabupaten Keerom menyampaikan bahwa, ke depan sudah ada program-program khusus yang di rencanakan untuk P2HA. 

"Program khusus di tahun depan,yang ke akan kita lakukan, kita akan berkolaborasi dengan aparat terendah di kampung dan layanan kesehatan, kami mau ada perhatian untuk pendataan, karena data sangat penting, sebagai acuan kita dalam perencanaan program-program, sehingga harus ada yang benar-benar fokus pada pendataan, agar kita bisa menemukan dan mengobati secara menyeluruh. untuk HIV dan AIDS. Khususnya masyarakat kampung, dan jadi perhatian pada level bawah, jadi betul-betul ODHA terpantau, dan dapat di bantu dalam pengobatan. Jadi renstra ke depan pantauan terhadap ODHA berbasis kampung sehingga harus ada penanganan. Kami KPAD harus membangun basis pada level kampung. sehingga kita membangun sosialisasi terus menerus mulai di sekolah dan harus membuat gerakan relawan mengkampanyekan HIV dan AIDS dan tentang stigma dan diskriminasi, kita harus peduli kepada ODHA, memberikan peran di masyarakat, jadi sosialsiasi penting agar orang tidak takut pada ODHA, jadi kita perlu baliho, kampanye, brosur, relawan, dan kampanye secara terus menerus tidak putus kepada masyarakat, secara masif dan berkelanjutan. Melatih masyarakat dan relawan, agar dapat membantu pemerintah untuk memberikan informasi HIV, dan dari berbagai kategori, baik bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda, remaja.Informasi HIV dan AIDS ini harus terus menerus di sampaikan, agar masyarakat paham, dan tidak ada ketakutan, stigma dan diskriminasi, dan akan lebih baik jika lebih banyak yang melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan".

Diharapkan ke depan, memiliki data yang akurat, sebagai bagian yang akan mendukung perencanaan dan program kerja P2HA ke depan, karena data merupakan sesuatu yang sangat penting. Program ini dapat bermanfaat, dan mampu menekan penularan serta membangun kesadaran ODHA untuk mengakses pengobatan, dan tidak ada lagi ODHA yang meninggal karena HIV dan AIDS serta Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA




Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Harapan dan Dukungan Pemerintah Kab.Keerom Pada Peringatan HAS 2019


Foto Bersama Wakil Bupati Kabupaten Keerom
Keerom, suaratifapapua.com ,Rabu (27/11), Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran kritis kepada seluruh masyarakat dunia tentang HIV dan AIDS, dan sebagai moment untuk merefleksi kerja-kerja Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS. 

Pemerintah Kabupaten Keerom, akan melaksanakan HAS pada tanggal 30 November, dengan melibatkan seluruh masyarakat, dengan berbagai kegiatan, yaitu mewarnai tingkat Paud, SD dan TK dengan tema perdamaian dan persahabatan dalam perbedaan, kemudian tarian Aster, menggambar poster tingkat SMP dan SMA serta jalan santai dan berbagai kegiatan lainnya.

Bertempat di ruang rapat Wakil Bupati, Piter Gusbager selaku Wakil Bupati Kabupaten Keerom, mengatakan bahwa "Ini membutuhkan keterlibatan semua komponen,tidak hanya di keerom, tetapi di seluruh dunia. AIDS adalah persoalan penting, khususnya bagi kesehatan, dimana virus ini belum di temukan obat untuk menyembuhkan pasien, sehingga HIV dan AIDS sangat penting dan urgent bagi semua pihak. Dan kami Pemerintah kabupaten Keerom, sesuai tugas pokok dan fungsi, baik Bupati dan dan wakil bupati, bahwa sesuai petunjuk, bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab untuk penganggaran, dan momentum ini yang akan di laksanakan 30 november, adalah salah satu rangkaian penting melibatkan masyarakat sehingga HIV menjadi sesuatu yang di perbincangkan setiap hari. Jangan di takuti, tetapi harus di bicarakan, sehingga kita bisa paham. HIV tidak memandang jabatan, suku, golongan dan apapun, bisa menyerang siapa saja, jadi kami berharap ini bermanfaat dan memnjadi bagian penting dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS".
Pemerintah kabupaten Keerom sangat mendukung akan peringatan Hari AIDS Sedunia, yang akan dilakukan di Pasar Arso 2. 

Melalui peringatan HAS ini, memberikan pengetahuan serta membangun kesadaran kritis masyarakat tentang HIV serta mampu menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap komunitas ODHIV. Sehingga keterlibatan semua elemen masyarakat sangat di butuhkan.

Dan berikut adalah pernyataan penutup, dari Bapak Wakil Bupati Kabupaten Keerom, " Pertama dengan tema besar hari AIDS, bersama masyarakat meraih sukses, maksudnya, bahwa ini adalah peran kita semua, agar sukses, masyarakat harus terlibat, sosialisasi penanganan pencegahan dan diskusi publik. Orang muda harua bicara HIV. kaum milenial harus menjadi bagian penting yang mendapat informais HIV.
peran dewan adat, rokoh pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan, dan semua unsur yang berperan penting".




Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"12 Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi", suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Pada Jumat (1/11) lalu tim JW-Tifa berkesempatan mengikuti sosialisasi mengenai 12 hak kesehatan seksual dan reproduksi yang diselenggarakan diruang sidang SMK Negeri 2 jurusan Bisnis Manajemen Jayapura. 

Sosialisasi ini melibatkan Independent Youth Forum Papua sebagai pemateri. Seperti yang disampaikan dodi Dalam kesehatan seksual dan reproduksi terdapat hak-hak sebagai berikut :

1. Hak untuk hidup
2. Hak atas kebebasan dan keamanan
3. Hak atas kesetaraan dan bebas dari segala diskriminasi
4. Hak atas kerahasiaan pribadi
5. Hak untuk kebebasan berpikir
6. Hak untuk mendapatkan informasi dan pendidikan
7. Hak memilih bentuk keluarga
8. Hak untuk memutuskan kapankah dan akankah punya anak
9. Hak mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan
10. Hak mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi
11. Hak kebebasan berpartisipasi dalam politik
12. Hak bebas dari penganiayaan dan pelakuan buruk.

Dodi juga menegaskan bahwa remaja sekarang harus tau apa saja yang menjadi haknya apalagi berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksinya, dulunya kalau berbicara soal seks adalah sesuatu yang tabu, sehingga sedikit bahkan sangat sedikit orang tua yang berbicara soal seksual kepada anak-anak.

 
Penulis : Vinica - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Penguatan Karakter dan penyusunan program kerja PIK-R dan OSIS SMK N.2, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jumat (1/11) lalu SMK N 2 jurusan Bisnis Manajemen Jayapura melaksanakan kegiatan penguatan karakter dan penyusunan program kerja PIK-R dan OSIS,yang diselenggarakan diruang sidang SMK N 2 Jayapura. 

Dalam kegiatan ini pihak sekolah mengharapkan agar para siswa-siswi yang tergabung dalam 2 organisasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap teman-temannya.

Seperti yang di sampaikan Elia Waromi, S.Pd,M.Pd selaku kepala sekolah, "Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini dengan upaya membina,membimbing dan mengembangkan karakter siswa-siswi, sehingga mereka dapat mempengaruhi teman-temannya untuk bisa mendorong bagaimana berperilaku yang baik, bagaimna hidup sehat, dan menjadi pemimpin suatu hari nanti dengan melatih diri pada kegiatan-kegiatan diantaranya seperti OSIS dan PIK-R."


Penulis : Vinica - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Pelantikan PIK-R BISMANTHATEH SMK N 2 Bisnis Manajemen Jayapura",suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- PIK-R merupakan Pusat Informasi Konseling-Remaja, yang dibentuk agar menjadi wadah bagi para remaja untuk saling berbagi informasi mengenai permasalahan remaja. PIK-R telah di sosialisasikan dan di bentuk disetiap sekolah,salah satunya SMK N 2 Bisnis Manajemen Jayapura. 

Pada  Jumat (1/11) lalu telah dilantik Kepengurusan PIK-R masa bakti 2019/2020 di ruang sidang SMEA. Pada pelantikan ini dibuat suatu legiatan yang melibatkan beberapa pihak untuk menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba serta HIV/AIDS, diantaranya guru BK dan Independent Youth Forum Papua.

Kegiatan ini diapresiasi oleh pihak Independent Youth Forum Papua,seperti yang disampaikan oleh dodi, "Kegiatan ini sangat bagus karena dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain,karena LDK yang menggabungkan 2 organisasi yang berbeda untuk mendapatkan informasi yang sama. Harapan saya kedepannya dapat membagikan informasi ini kepada teman-teman yang lainnya agar tidak hanya 2 organisasi ini saja yang mendapatkan informasi tersebut."


Penulis : Vinica - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Asisten Satu Setda Kota Jayapura Membuka Kegiatan Numbay Creative Festival Tahun 2019, suaratifapapua.com


Asisten Satu Setda Kota Jayapura membuka Kegiatan Numbay Creative Festival (NCF ) Tahun 2019


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- kamis (14/11), Pagelaran Numbay Creative Festival (NCF) Tahun 2019 yang di adakan di Taman Imbi, dihadiri oleh Asisten Satu Setda Kota Jayapura, yang sekaligus membuka kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Kehadiran  Nelson Meraudje selaku asisten satu, yang mewakili Walikota Jayapura. 

Melalui sambutannya, memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan yang di lakukan, dimana juga mendapat sambutan dari masyarakat terlebih khusus generasi muda yang hadir pada pembukaan NCF. 

Kegiatan ini sangat positif, bertujuan untuk mempromosilan ekonomi kreatif dari 16 sub sektor, maka dengan demikian kehadiran NCf merupakan representasi dan perlu di dodorong dengan strategi pemasaran baik langsung dan tidak langsung untuk meningkatkan level promosi dan marketing. 

Penyediaan ruang kreatif serta memberikan perlindungan terhadap hak cipta dan dukungan dari empat tokoh, baik pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha atau bisnis, harus berintegrasi dan bersingeri, agar dapat terus bekerjasama tidak berjalan sendiri. 

Walikota melalui sambutan yang dibacakan, Sangat mengapresiasi dan menyambut baik, meskipun ini adalah untuk pertama kali dilakukan, sangat bermanfaat, sebagai upaya mendorong dan mendukung ekonomi kreatif serta meningkatalma kesejatraan masyarkaat serta kreatifitas, serta diharapkan ke depan mampu bersaing baik nasional dan internasional.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Numbay Creative Festival ( NCF) Adalah Kegiatan Yang Sangat Positif Bagi Anak Muda Papua, suaratifapapua.com

Sanggar Tari Sekar Tanjung, Arso V Kabupaten Keerom

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,-sanggar tari Sekar Tanjung Arso V adalah salah satu peserta yang ikut tampail dalam kegiatan Numbay Creative Festival (NCF) yang digelar pada kamis hingga sabtu, 14 hingga 16 november tahun 2019 ini.

Sutari selaku pendiri sanggar tari menuturkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus, Sangat positif bagi anak-anak muda kita saat ini, " ia kegiatan ini sangat bagus, sangat positif bagi anak muda, sehingga dengan pembinaan yang baik mereka tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang negatif dan akhirnya salah pergaulan".

"Anggota sanggar tari kami sendiri sudah mencapai 50 orang, walaupun sanggar kami lebih ke budaya tradisional Jawa namun ada anak-anak asli Papua juga yang ikut bergabung bersama kami, dan mereka juga pada kegiatan Numbay Creative Festival ini kami tampilkan".

"Kami juga sangat senang walaupun sanggar kami berada di Kabupaten Keerom dapat diundang dan dilibatkan dalam kegiatan Numbay Creative Festival ini".

"Harapan kami kepada pemerintah atau pihak yang terkait kegiatan seperti ini kedepannya lebih sering diadakan, atau diberikan ruang untuk anak-anak muda berkreasi, sehingga kita tidak dianggap tidak ada perkembangan, dan seperti temanya, mari kita berkolaborasi jangan sendiri-sendiri".


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Sambutan dan Ucapan Terima Kasih Kepala Dispar Kota Jayapura pada Pegelaran NCF



Sambutan Kepala Dinas Pariwisata pada pegelaran NCF
Kota Jayapura suaratifapapua.com, kamis (14/11), Pada pembukaan Numbay Creative Festival (NCF), Kepala Dinas Pariwisata melalui sambutannya memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih bagi semua yang terlibat dan mendukung hingga terlaksananya NCF 2019.

Dengan Tema, TRAUSAH SENDIRI MARI KITONG KOLABORASI, bertujuan untuk untuk memfasilitasi kreatifitas dan inovasi serta mempromosikan potensi dan prodak ekonomi kreatif, yang terbagi dalam tiga area, yaitu area kampung kreatif, kampung edukatif, dan area kampung kuliner.
 
Dengan berbagai konten acara yang di tampilkan melalui pameran, kreatif pop, fashion, lomba kuliner, mewarnai, dance, senam, dan pesta kopi, kings of the year, film dokumentar, penganugrahan, tarian dan pertunjukan musik dll. 

Empat unsur yang kemudian menjadi penting yaitu Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Pelaku usaha atau bisnis diharapkan mampu berintegrasi dan bersinergi. 

Melalui kegiatan ini di harapkan dapat menjadi ajang promosi dan meningkatkan ekonomi kreatif serta menampilkan berbagai seni dari komunitas. 

Ucapan terima kasih juga, diberikan kepada Bapak Walikota Jayapura yang telah mendukung kegiatan-kegiatan Dinas Pariwisata serta semua sponsor yang telah berpartisipasi hingga terlaksananya pegelaran NCF yang akan di lakukan selama tiga hari. 

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

IAM MURDA, Aktor di balik Numbay Creative Festival (NCF)

Iam Murda saat memberikan Sambutan pada malam pembukaan NCF

Kota Jayapura, suaratifapapua.com, kamis (14/11), Numbay Creative Festival (NCF), pertama kali di lakukan di Kota Jayapura, perpaduan karya seni budaya serta kuliner sebagai bagian dari promosi kekayaan yang dimiliki, meskipun dengan waktu persiapan begitu singkat, kurang lebih satu bulan hingga terlaksananya pembukaan pada malam ini. (14/11).
Menyusun tema, "Trausah sendiri, mari kitong kolaborasi" bertempat di taman Imbi Jayapura, bertujuan untuk memfasilitasi kreatifitas dan inovasi, mmpromosikan potensi dan prodak ekonomi kreatif yang di miliki, serta mengajak semua elemen untuk bekerjasama, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
 
Dan dengan adanya dukungan dan Keterlibatan semua pihak, baik dari Pemerintah, serta semua yang membantu, membuktikan satu keberhasilan, yang juga di dukung oleh antusias masyarakat yang menyaksikan. 

Mendapat apresiasi dan dukungan dari Walikota Jayapura melalui sambutannya yang dalam hal ini disampaikan oleh asisten satu Sekda Kota Jayapura, serta dari Dinas Pariwisata Kota Jayapura, yang juga sejak awal memberikan tantangan hingga terlaksananya NCF.

Dan di balik cerita sukses serta apresiasi yang di dapatkan, ada satu sosok hebat yang berperan pada proses awal hingga terlaksannya NCF, yaitu Iam Murda yang adalah Ketua JEKON terpilih periode 2019-2021. 

Iam Murda adalah pria kelahiran Makasar, namun begitu mencintai budaya dan seni Papua, bahkan telah membawa nama Papua melalui seni tari hingga internasional.

Melalui sambutannya, Iam berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat, meski dengan persiapan yang singkat, waktu hanya satu bulan, dan di tantang oleh Dinas Pariwisata, namun akhirnya di luar dari apa yang di bayangkan, lewat keberanian dan dukungan serta bantuan dari berbagai pihak, mampu membuktikan terlaksananya NCF 2019, dan berharap ini menjadi awal bukan hanya pertama namun akan terus di lakukan.

Iam juga menyampaikan bahwa, penting sekali ruang berkreasi untuk anak muda dan ingin kota jayapura punya nyawa dalam bidang seni dan kreatif. 

Selama ini seni budaya mati karena tidak punya ruang kreatifitas, dan berharap taman imbi menjadi tempat berekspresi dan berkarya, berangkulan, dan menjadikan kota jayapura sebagai kota kreatif di 2022.

Ini merupakan satu pembuktian, bahwa ini adalah bagian dari kolaborasi dan kerjasama dengan pemerintah dan komunitas. 

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

BERBADAN HUKUM, JW TIFA PAPUA LEBIH SIAP MENYAJIKAN BERITA

 
 
Foto Bersama Ketua JW, Pendiri dan Notaris, setelah penandatanganan Akte Notaris
 
Kota Jayapura, suaratifapapua.com, kamis (14/11), JW Tifa Papua akhirnya berbadan hukum, di dampingi oleh Dorthea Rumere selaku pendiri, Gerrard Raja yang adalah Ketua, mendatangi kantor Notaris Ratna Nelly Riyanti , SH untuk menandatangi akte notaris.

Perjalanan panjang, berangkat dari Jurnalis Warga, dengan latar belakang anggota bukan dari jurnalis profesional, namun akhirnya JW Tifa membuktikan bahwa saat ini, lebih siap untuk mencari dan membuat berita, serta terlibat dalam meliput kegiatan-kegiatan Pemerintah. 
 
Dorthea Rumere selaku Pendiri JW Tifa Papua

Gerrard Raja selakun KetuanJW Tifa Papua
Meskipun memang sejak awal JW Tifa sudah menyajikan berita-berita, namun terkadang dalam meliput berita masih kesulitan karena di anggap tidak berbadan hukum, sehingga sulit untuk mengakses berita apalagi di kalangan pemerintah, dengan situasi saat ini, dimana begitu banyak kedia online dan maraknya berita hoax. Namun atas bantuan dari Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), akhirnya menyelesaikan pengurusan akte notaris, dan artinya JW Tifa merupakan median online yangb telah berbadan hukum.

Menurut Gerrard, "ini adalah salah satu pencapaian 2019, dan berharap dengan adanya legalitas hukum ini, JW Tifa dapat berkomitmen dalam memberikan berita, meskipun tanpa bayaran, namun ini adalah bagian dari memberikan informasi kepada masyarakat, agar isu atau persoalan yang tidak terekspos media lain, dapat di muat oleh JW Tifa, dan setelah ini juga, JW Tifa menyambut kesempatan dari kominfo untuk rekomendasi peliputan di lingkungan pemeritnah Kota Jayapura dan smart city".
 
Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Peduli Pemuda, Inti Muda Papua Gelar Papuan Yout Festival, suaratifapapua.com

Pembukaan Kegiatan Papuan Yout Festival 2019
Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Kamis, (7/11) lalu acara Papuan Youth Festival yang pertama kali diadakan di Papua, tepatnya di Hotel Horizon Kotaraja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) orang muda. hak kesehatan seksual merupakan informasi penting yang harus diketahui oleh semua anak muda, mengingat tantangan anak muda pada era ini.
Pada kegiatan tersebut mengundang beberapa narasumber salah satunya Baby Rivona Nasution yang terinfeksi virus HIV  selama 17 tahun. kegiatan ini juga dihadiri ratusan peserta dan muda dari beragam latar belakang yang ada di Kota Jayapura.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit, HIV adalah penyakit kronis yang dapat dikelola oleh manusia sehingga tidak lagi menjadi penyakit atau virus yang menakutkan.

Para Narasumber Pada Kegiatan Papuan Yout Festival 2019

Baby adalah orang yang terlambat dalam mendapatkan informasi terkait narkoba dan kesehatan reproduksi sehingga perilaku-perilaku dimasa remajanya menjadi sangat beresiko. Perilaku menyuntik dari menggunakan narkoba menyebabkan Baby terinfeksi virus HIV.

Namun berkat obat ARV (antiretroviral) yang dikonsumsi setiap hari virus yang terdapat didalam tubuh jumlahnya sangat kecil sehingga sulit untuk menular kepada orang lain. Obat tersebut bisa didapatkan secara gratis di layanan kesehatan.

Yang terpenting adalah minum obat ARV secara benar dan teratur maka HIV tidak lagi perlu ditakutkan, dan apabila ada keluarga yang terinfeksi tidak perlu dikucilkan karena pasien HIV apabila berobat dan minum teratur maka akan tanpak baik-baik saja.

Baby Rivona

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya menyesal, itu adalah bagian dari perjalanan, Saya mensyukuri dapat melewati perjalanan itu sehingga bisa berada disini hari ini tanpa melalui perjalanan yang cukup berat. Mungkin saya tidak akan setegar ini untuk berbicara tentang siapa diri saya dan akibat dari informasi yang tidak saya dapat membuat saya terinfeksi virus HIV sejak 17 tahun yang lalu. 

Sejak itu juga saya berusaha untuk hidup berdamai dengan diri saya sendiri tentunya. Karena saya masih ingin terus hidup dengan sehat. Jadi jalan terbaik dengan diri sendiri untuk bisa menerima keadaan." Ujar Baby Rivona Nasution.


Penulis : Ariqah Sana - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

HUT Ke-21 GKN Nehemia Gelar Seminar HIV & Doa, suaratifapapua.com

Ketua Panitia Bersama Para Narasumber Pada Kegiatan Seminar & Doa (25/10)


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Program pencegahan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura tidaklagi hanya menjadi tanggungjawab Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan saja melainkan butuh keterlibatan semua pihak.

Hal inilah yang dilakukan Gereja Kristen Nazarene Jemaat Nehemia Abepura dalam rangka merayakan HUT yang ke-21 pada Jumat (25/10) menggelar seminar dan doa. Hal ini dilakukan guna menumbuh kembangkan pemahaman jemaat terkait dengan pengetahun tentang virus HIV & AIDS.

Suasana Kegiatan Seminar dan Doa

Olaf Krey selaku ketua panitia menuturkan "tujuan kami dari kegiatan ini adalah mengajak orang lain untuk peduli terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, dan melalui kegiatan ini kami mengundang teman-teman ODHIV, pendamping dan juga aktifis yang bekerja dalam program tersebut".

"Kami bersyukur sekali banyak jemaat yang akhirnya paham setelah mendengar dan melihat langsung ODHIV itu seperti apa, dan memang kegiatan sesuai dengan tema kami yaitu "Mendengar, Melihat dan Melayani dengan Kasih" .

"Hal ini kami lakukan juga agar tidak ada lagi stigma atau cap buruk kepada teman-teman yang ODHIV, dan itu terbukti sekali,setelah mengikuti seminar sebanyak 10 anggota jemaat langsung berani untuk melakukan test darah HIV (VCT), kegiatan pemeriksaan darah HIV kami jemaat bekerjasama dengan Panitia Hari AIDS Sedunia Kota Jayapura yang didalamnya terdapat program berani periksa".

"Selanjutnya kami dari GKN Nehemia juga akan melakukan kunjungan kasih kepada teman-teman ODHIV yang ada disekitar wilayah gereja dan Abepura, sehingga mereka tidak merasa seorang diri, hal inilah yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus yaitu datang untuk melayani,bukan untuk dilayani". Ujar Olaf menambahkan.


Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Pakaian Bekas Jadi TREND Saat Ini, suaratifapapua.com


Salah satu Los Penjualan Pakaian Bekas Pasar Youtefa


Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Rabu (30/10), Akhir-akhir ini Pakaian Bekas menjadi trend baru di kalangan masyarakat Kota Jayapura, baik yang di pasarkan secara online maupun yang ada di Pasar Youtefa.

Bukan hanya diminati oleh kalangan bawah karena harganya yang sangat murah namun juga kalangan elit, dimana pakaian bekas tak kalah bersaing dengan pakaian yanga da di mall.

Berbagai jenis barang bekas, dari sepatu, tas, gaun, pakaian dalam, dress, kaos dab celana serta pakaian olahraga dan lain-lain, dapat kita temukan.

Berbeda dengan yang di pasarkan secara online, di Pasar Youtefa, kita bisa langsung melihat ada satu gang yang khusus menjual pakaian bekas.

Dan seperti yang di sampaikan salah satu penjual bahwa, " yang paling lakunadalah dress, dan jika ingin dapat yang terbaru datang di hari jumat aatu sabtu, biasanya buka baru di hari itu jadi tinggal pilih saja, harus datang cepat, karena sekarang banyak yang rebutan apalagi yang sudah langganan".

Pakaian bekas impor memang menarik, apalagi dengan berbagai merek ternama dan pasti dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

RAKERNIS PERTAMA PENINGKATAN KAPASITAS KEHUMASAN BAWASLU PAPUA 2019 RESMI DI TUTUP,suaratifapapua.com

Penutupan RAKERNIS Peninkatan Kapasitas Humas Bawaslu kabupatein/kota se-Papua (selasa, 29/10/2019)

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Peran Humas Penting Bagi Kelangsungan Hidup BawasluRapat Kerja Teknis (RAKERNIS) Peningkatan Kapasitas Kehumasan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) yang baru pertama kali digelar selama dua hari, Selasa (29/10) lalu ditutup secara resmi oleh Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga,Ronald Manoach.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di sahid hotel jayapura berjalan dengan penuh antusias tingggi.

Dalam sambutannya sebelum menutup secara resmi kegiatan tersebut kepada para peserta Ronald menyampaikan kegiatan ini sangat penting dan kita semua harus mengetahui secara baik tugas dan fungsi dari Humas Bawaslu. Karena bagian ini bila dipahami secara baik dan dapat dilaksanakan secara efisien akan tetap menjaga kelangsungan hidup dari Bawaslu. 

"Bapak ibu peserta sekalian perlu saya sampaikan bahwa materi-materi yang telah kalian dapat dalam rakernis ini harus di laksanakan, walaupun saat kita tidak ada tahapan pengawasan", harap Ronald.

Selain itu untuk mendukung kegiatan kehumasan di masing-masing Bawaslu Kabupaten kabupaten/kota perlu menjadi perhatian serius dari Komisioner dan Koorsek untuk menbantu staf pengelola bagian kehumasan dengan melenkapi fasilitas pendukung dan juga perlu untuk bersinergi dengan lembaga/organisasi kemasyarakatan dan media yang ada wilayah masing-masing. 

"Bagian ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua terutama untuk Komisioner dan Korsek harus bisa bentu dan fasilitasi staf pengelola kehumasan dengan peralatan seperti Kamera, gadget, dan peralatan pendukung lainnya", harapnya. 

Pada kesempatan itu juga sebelum menutup seluruh rangkaian kegiatan, panitia juga meberikan hadiah bagi 3 peserta terbaik yang berhasil menulis cepat dan membuat berita tentang kegiatan tersebut,masing-masing dari Bawaslu Merauke (1), Jayawijaya (2) dan Mimika (3) 



Penulis : G.Warsay - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Perkemahan Pelantikan Pengurus PMR SMP/Mts Muhammadiyah, suaratifapapua.com



Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jumat, 15 Oktober 2019 s/d Sabtu19 Oktober 2019, SMP/MTS Muhammadiyah melaksanakan Perkemahan Pelantikan PMR masa bakti 2019-2020 di SMP/MTS Muhammadiyah Jl. Sarmi No.03 Distrik Abepura-Kota Jayapura.

Palang Merah Remaja yang di singkat dengan PMR merupakan wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana.
PMR SMP/Mts Muhammadiyah mempunyai tujuan yaitu membangun dan mengembangkan karakter kepalang merahan agar setiap relawan PMI dimasa depan.



Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan setelah upacara pembukaan perkemahan yaitu penerimaan materi berupa pengangkatan korban, prinsip dasar kepalangmerahan dan janji PMR, sejarah PMR dan peserta juga melakukan renungan malam.

Irianto selaku pembina PMR SMP/Mts Muhammadiyah berkata "kegiatan ini merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan kualitas dalam membantu teman sebaya dan masyarakat. Peran PMR sangat dibutuhkan di sekolah, mengapa demikian? Hal tersebut sangatlah membantu pada saat pelaksanaan upacara di hari senin, anggota PMR akan memberikan penanganan kepada siswa-siswi yang sakit."


Penulis : Ariqah Sana - Jurnalis Warga Kota Jayaputra

Related Posts:

Dukungan dan Apresiasi Dinas KOMINFO Untuk JW TIFA, suaratifapapua.com

Drs.Binton Nainggolan - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jayapura

Kota Jayapura, suaratifapapua.com,- Jumat (25/10), Jurnalis Warga Kota Jayapura, menyelenggarakan Workshop bersama Stakeholder, bertempat di Ruang rapat Diskominfo Kota Jayapura. 

Kegiatan workshop tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo, Drs.Binton Nainggolan, Sekertaris AJI Kota Jayapura dan perwakilan dari anggota JW serta iNews tv.

Diawali dengan perkenalan, kemudian presentasi program JW priode 2019, baik yang sudah di lakukan maupun yang akan dan sedang berlangsung.

Pada tahun ini fokus JW adalah untuk memantau serta melihat kemudian memgangkat isu-isu atau hal-hal yang ada, sebagai bagian dari perbaikan pelayanan publik di Kota Jayapura.

Meski disadari masih banyak kekurangan, serta kurangnya konsistensi anggota untuk menulis dan membuat berita, namun JW Suara Tifa Papua mendapat apresiasi yang begitu luar biasa dari Kepala Dinas Kominfo dan Sekertaris AJI.

Dan berharap kedepan JW Tifa tetap eksis menulis berita-berita yang nyata tanpa hoax, dan bahkan mendapat kesempatan untuk berada di bawah Kominfo serta dapat mengangkat berita-berita di Daerah Pemerintahan Kota Jayapura.

Seperti yang di sampaikan Binton Nainggolan bahwa, JW Tifa harus terus berkarya dan menulis, angkat berita yang real tanpa hoax, namun harus paham etika, dan jangan sampai salah memanfaatkan kepercayaan dan kesepatan yang di berikan, apalagi sejauh ini JW Tifa sudah menunjukan kerjanya dan apa yang di tulis banyak yang patut di perhitungkan.

Semoga ke depan lebih baik dan lebih maju lagi, meski dengan segala keterbatasan namun berharap tidak mundur. Apalagi media online saat ini begitu banyak, dan harus bersaing secara sehat. Jangan terpancing untuk membuat berita yang hoax, karena akan di tindak tegas.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: