POSKO MEDIS BAGI KELUARGA KORBAN BENCANA SANGAT DIBUTUHKAN MASYARAKAT

Tim Medis Sedang Melakukan Pemeriksaan Korban Banjir Bandang (foto Gerrard)

Kabupaten Jayapura,suaratifapapua.com,-  Pasca Banjir Bandang yang menimpa Perumahan Graha Bintang Timur yang juga menjadi salah satu daerah yang parah tertimpa bencana, Kamis (21/3) satu persatu korban mulai datang melalkukan pemeriksaan kesehatan.

Tampak Masyarakat mulai berdatangan ke posko medis (foto Gerrard)

Melalui posko medis yang didirikan secara darurat pada salah satu rumah warga yang ada disekitar perumahan yang terkena musibah. Ibu Rusmina pada saat melakukan pemeriksaan menyampaikan beberapa keluahan seperti pusing & gatal-gatal.

Beberapa ibu sedang antri untuk memeriksakan kesehatan

saat dikonfirmasi menurut ibu Rusmina menuturkan bahwa sangat terbantu dengan adanya posko medis ini," ia saya secara pribadi sangat berterimakasih kepada tim medis yang sudah datang melayani kami masyarakat yang terkena bencana banjir ini. selain itu ia mengatakan bahwa masih banyak keluarga atau warga yang mengalami bencana yang datang melakukan pemeriksaan kesehatan,sehingga dirinya berharap posko ini jangan cepat-cepat ditutup.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Upaya Pencarian Korban Banjir Bandang Kabupaten Jayapura Terus Dilakukan


Sentani,suaratifapapua.com,- Masyarakat disekitar area bencana banjir bandang terus melakukan pencarian korban. Senin (18/3) beberapa keluarga tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah, walaupun dengan peralatan seadanya mereka menyisiri sepanjang kali.



Bahkan dengan pengetahuan seadanya mereka coba menggali tumpukan-tumpukan sampah, hanya karena berdasarkan aroma dan kerumunan lalat.



Yacob saat dikonfirmasi mengatakan beberapa anggota keluarganya belum ditemukan, " Anggota keluarga saya ada sekitar 3 yang belum ditemukan, saat kejadian mereka ada didalam rumah".

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Puskesmas Sentani Kota Siapkan Obat ARV Bagi Teman-Teman ODHA Yang Kehilangan Akibat Banjir Bandang

Staf IAC foto Bersama Pendamping ODHA (Puskesmas Sentani Kota)

Sentani,suaratifapapua.com,- Gerak cepat yang dilakukan oleh pendamping teman-teman ODHA Kabupaten Jayapura. Hal ini dilakukan guna mengatasi beberapa teman-teman ODHA yang terkena musibah banjir bandang dan obat ARVnya hanyut beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi Muji bersama Cika mengatakan saat ini sudah ada sekitar 4-5 ODHA yang datang ke puskesmas Sentani Kota untuk mengambil obat.

Menurut Muji dan Cika banyak teman-teman ODHA yang terkena musibah banjir bandang tersebut karena mereka berada didaerah tersebut dan sampai saat ini belum ada kabarnya.

"Dihimbau bagi teman-teman ODHA yang sudah konsumsi obat ARV dan obatnya hilang akibat banjir silahkan datang ke Puskesmas Sentani dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura supaya dapat dilayani oleh petugas kesehatan yang ada.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Puskesmas Yoka Lumpuh Akibat Luapan Danau Sentani


Jayapura,suaratifapapua.com,- Puskesmas Yoka lumpuh akibat luapan danau Sentani, Selasa (19/3. Untuk sementara semua pelayanan dialihkan ke Puskesmas Waena.



Saat dikonfirmasi dari salah seorang yang berjaga di puskesmas menuturkan bahwa untuk semua peralatan dan obat-obatan sudah diamankan ketempat yang lebih tinggi.


puskesmas Yoka yang berlokasi di Kampung Yoka yang merupakan juga berada didaerah pinggiran Danau Sentani, Selain Puskesmas beberapa rumah masyarakat juga mengalami hal yang sama.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

HIV TIDAK MENGHANCURKAN SEMANGAT - Amazing Women

Baby Rivona - Ketua Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)

Wanita satu ini adalah salah satu aktivis yang sangat peduli terhadap HIV/AIDS.

Beliau adalah Baby Rivona, wanita kelahiran Medan ini telah aktif mengampanyekan anti narkoba dan HIV/AIDS melalui bidang advokasi untuk memerangi diskriminasi terhadap ODHA dan memberikan pengetahuan tentang penyakit ini sejak tahun 2005.

Hal ini beliau lakukan bukan tanpa alasan. Baby telah merasakan bagaimana hidupnya hampir hancur karena penyakit ini. Sejak tahun 2003, ia divonis mengidap HIV positif. Tetapi virus itu tidak pernah mematikan semangatnya. Justru, ia semakin semangat untuk membantu sesama penderita seperti dirinya untuk dapat survive.

Pada tahun 2005, Baby mendirikan gerakan MAP (Medan Aceh Partnership). Yang ditujukannya untuk membantu korban tsunami Aceh kala itu. Selepas mendirikan MAP di Aceh, dia kemudian dipercaya menjadi ketua dari IPPI (Ikatan Perempuan Positif Indonesia). IPPI merupakan wadah pemberdayaan bagi wanita yang mengidap HIV/AIDS di bidang kesehatan, sosial, ekonomi dan pendidikan. Dukungan diberikan agar mereka tetap berdaya dan hidup dengan produktif. Selain itu, Baby juga tergabung dalam komunitas Perempuan Medan Tegar (Permata) dan juga Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Sepak terjangnya di dunia advokasi HIV/AIDS kemudian berlanjut di level dunia. Ia mendirikan GCWA (Global Coalition on Women and AIDS) di tahun 2012. Ia juga pernah menjadi pembicara di PBB melalui forum ini. Ia menjadi perwakilan perempuan Indonesia di UN AIDS yang bermarkas di Genewa.

Tak cukup dengan itu, dia juga menjadi pengurus di forum International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP). Kegiatan di beberapa forum tersebut dia lakukan untuk memperjuangkan hak-hak wanita yang positif HIV/AIDS.

Semoga kisah Baby Rivona dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa jangan biarkan virus ini menghentikan hidupmu. Selagi masih bisa, gunakan kesempatan hidup di dunia ini untuk melakukan hal-hal berguna bagi sesama.

ODHA bukan untuk dijauhi dan dikucilkan. Mereka juga membutuhkan dukungan dari lingkungan dan orang-orang disekitarnya untuk bertahan. Mari jauhi virusnya, bukan penderitanya!!

Penulis : Gerrard
Dikutip dari : Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)

Related Posts:

Lilis Sumila - "Hidup dengan HIV tidak membuat kami lemah"

Menjadi ibu dan istri setiap hari bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi dirinya yang terinfeksi HIV, harus melalui fase terpuruk sebelum kemudian kembali bangkit

Kini Lilis aktif mengedukasi teman teman ODHA di wilayah Depok. Membantu para orangtua yang juga anaknya terinfeksi HIV, agar tetap sehat. Mendampingi para perempuan hamil, agar melahirkan anak yang bebas dari HIV

Ikatan Perempuan Positif Indonesia, berkomitmen untuk menyebarluaskan edukasi tentang pencegahan penularan HIV dari orangtua kepada anak. Serta memberi edukasi tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi agar ODHA perempuan terhindar dari segala bentuk kekerasan

Hidup dengan HIV tidak membuat kami lemah. Selamat Hari Perempuan Internasional 2019

#hivtreatmentworks #livingwithhiv #healthyrecipes #loveyourself #ARVforyourlife #HIVcannotlimitus #womenlivingwithhiv #strongwomen #bravewomen #Feminist #GenderEquality #Loveislove #sisterhood

Penulis Gerard
Dikutip dari : Ikatan Perempuan Positif Indonesia

Related Posts:

Mimi Pecandu Aibon asal PNG

Mimi sedang asik menceritakan kisahnya sambil memegang kaleng lem Aibon/foto : Gerrard
Jayapura, suaratifapapua.com -  "Pemerintah Kota Jayapura perlu memperhatikan anak-anak kecil pecandu lem Aibon disekitar Pasar Entrop, Sabtu (09/03) saat dijumpai oleh jurnalis suaratifapapua.com terdapat sekitar 6-7 anak-anak sedang asik mengisap lem Aibon sambil menjaga parkiran, yang ternyata digunakan juga untuk membeli lem Aibon lagi.

Mimi salah satu anak pecandu lem Aibon yang ternyata juga berasal dari negara tetangga yaitu PNG menuturkan bahwa ia ditinggal mati kedua orang tuanya dan akhirnya harus berada disekitar Entrop bergabung bersama beberapa teman seusianya.

Menurut Foundation of Free Drug World, kebanyakan inhalan langsung mempengaruhi sistem saraf dan mengakibatkan perubahan pada cara berpikir kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak dalam jangka pendek yaitu hanya dalam beberapa detik saja, pengguna mengalami kemabukan dan efek lainnya seperti yang diakibatkan alkohol. Ada berbagai efek yang dapat dialami selama atau segera sesudah menggunakannya. "Penggunanya akan berbicara cadel, mabuk, pusing atau penampilan teler, tidak mampu mengkoordinasi gerakan, halusinasi dan khayalan," ungkapnya.

Efek jangka pendek dari menghirup lem juga menyebabkan apati, daya pertimbangan yang terganggu, ketidaksadaran, sakit kepala berat dan bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut."Menghisap zat-zat kimia ini yang berkelanjutan dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur dan cepat dan menyebabkan gagal jantung dan kematian dalam beberapa menit," ucap Muzzammil.Lalu mati lemas dapat terjadi jika oksigen di paru-paru diganti dengan zat kimia tersebut, yang kemudian mempengaruhi pusat sistem saraf, sehingga pernapasan akan terhenti.

Penulis : Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Direktur Indonesia AIDS Coalition Angkat Bicara Terkait Pernyataan Ketua KPA Propinsi Papua Yang Akan Membeli Stem Cell Untuk ODHA di PAPUA



Menyikapi ide KPAP Papua untuk membeli “obat stem cell”, rasanya perlu ada yang mengajak dialog dan meluruskan hal ini.

Adapun stem cell surgery melalui transplantasi sumsum tulang belakang yang kemarin sedang marak diberitakan akhirnya berhasil membuat remisi pada 1 kasus dengan HIV, yang dikenal dengan nama London Patient dan hasilnya dipublikasikan pada CROI Conference 2019, bukan dengan menggunakan pil atau obat-obatan melainkan dengan menempuh serangkaian prosedur operasi yang sangat rumit dan juga berbahaya.

Beberapa hal yang perlu dicatat dalam stem cell treatment di london patient :

  1. Stem cell pendonor stem cell ini berasal dari donor yang memang secara genetika sistem stem cell yang dimiliki donor tersebut mengalami mutasi sehingga secara gampangnya orang tersebut bisa dibilang “kebal dari infeksi HIV.” Hal ini karena ada mutasi genetik yang dialami sangat sedikit orang yang membuat HIV tidak bisa menginfeksinya.
  2. Stem cell bukan obat. Melainkan sebuah prosedur operasi yang rumit dimana stem cell ini dicangkokkan di tubuh pasien. Jadi tidak tepat bila ada yang mengatakan “pil stem cell”
  3. Prosedur ini sangat berbahaya. Selain prosesnya rumit, ada sebuah fenomena dimana sistem kekebalan tubuh dari sel yang ditransplantasikan itu lalu “berkelahi” dengan sistem kekebalan tubuh dari pasien (graft versus host disease). Ini dibeberapa pasien bisa sampai menimbulkan kematian.
  4. Biaya melakukan stem cell transplantation ini sangat mahal.


Jadi, transplantasi stem cell ini tidak menjadi salah satu opsi yang dianjurkan untuk menyembuhkan HIV karena hal-hal diatas. Sederhananya, ini bukan pil, ini belum tentu cocok bagi semua odha, ini berbahaya dan prosedur ini sangat mahal.

Semoga ada yang bisa mendiskusikan hal ini dengan stakeholder program penanggulangan AIDS di papua.

Penulis Gerrard - Jurnalis Warga Kota Jayapura
Dikutip dari : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218651761829058&id=1348294925

Related Posts:

Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Ayawasi Kekitar ( IPPMAS )Telah Berhasil Mengsukseskan MUSORPEM KE - XX



Jayapura, suaratifapapua.com - Terkait dengan pelakasan musyawarah ke - xx organisasi ikatan pemuda pelajar dan mahasiswa  Ayawasi sekitar ( IPPMAS ) yang berlangsung pada Sabtu 09/03/2019 Di Aula Touboria pukul 9:30 Wit.
( Kepada suaratifapapua.com pada senin 11/03/2019.)
Organisasi itu  berdiri di jayapura sekitar tahun 1998, organisasi nin milik dari Distrik Aifat Utara Jauh Kab Maybrat Provinsi Papua Barat yang berada di kota studi jayapura hari ini sabtu 09 Maret 2019, mengadakan musyawarah organisasi di aula tauboria untuk mengangat ketua badan pengurus yang baru.
Dalam pelaksanan kegitan musorpem berjalan sesuai mekanisme prosudur organisasi seperti biasa dan berjalan baik dan lancar sesuai dengan harapan kami.dalam proses Musorpem tersebut, telah melalu mufakat semua furum, telah terpilih sebagai Ketua YUFENTUS KOSAMAH pada masa bakti 2019- 2020.
Kata Fransiskus Bame sekalu mantan ketua organisasi IPPMAS masa bakti 2018-2019.

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.
Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan kampus. Kita harusnya bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan kita yang lain maupun junior yang akan bergabung nantinya.
Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya saja kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.
Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.
 Lanjuta Bame, Wadah organisasi IPPMAS adalah wadah organisasi lokal untuk kita anggota ippmas berkumpul dan belajar bersama sama, harapannya agar badan pengurus yang baru ini agar bisa kedepan membuat perubahan yang lebih besar lagi sebelum masa kepengurusan nya.
Sebelum wadah lokal yang dari AIFAT RAYA dan MARE RAYA IPPMAS SUDAH BERDIRI semenjak tahun 1998, jadi organisasi IPPMAS ini Angap bahwa organisasi yang Tua di Kota studi port Numbay untuk melingkupi wilayah Aifat Raya dan IPPMAS mempunyai Nilai tawar yang besar dan IPPMAS sudah menciptakan orang- orang yang militansi.
 Bame mengharapkan ketua Baru terpilih, jangan membawa wadah IPPMAS masuk dalam kepentingan Politik Pratis, karen saatnya pesta demokrasi sdh dekat, Bame menghimbau Lagi di Jayapura ini ada beberapa ikatan lokal yang dari masing- masing distrik yang berasal dari Aifat raya dan mare raya dengan tambrauw adalah kita ni keluarga, bame mengharapkan harus salah satu wadah besar untuk melingkupi beberapa Ikatan lokal, seperti IPPMAS, IPPM  , IPPMA, KUKURI, ZUZUKI dan FIMISU. Jadi harus ada salah satu wadah yang besar intuk melingkup Beberapa ikatan lokal in
Dirinya menggucapkan banyak berterima kasih kepada seluruh teman - teman aktif IPPMAS dan para delegasi yang mana sudah percayakan dia sebagai ketua untuk memimpin IPPMAS pada periode 2019-2020.Ujarnya"

Penulis : Michael Edowai - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Sebuah renungan menjelang Hari Perempuan Internasional (Womans International Day )


Sebuah renungan  menjelang Hari Perempuan Internasional  (Womans International Day ).
Puisi oleh : Kaka Alex Giay
Gambar   : Architecture & Design (The Weight Of A Mother Shoulder)
..
BEBAN BERAT DI PUNDAK MAMA

Tersungkur sujud padamu perempuan
di mesbah rahim yang suci nan kudus
pada altarmu berikrar darah dan jiwa
benih dan cinta yang tak berkesudahan
mekarkan tunas insan ilahi tuk semawi

Di panggung pundakmu kuk terpanggal
segala atmosfer beban dapat terukur
selalu terenggah tawa penuh girang manis
walau kadang nafas desah penuh resah
di atas cekikan gravitasi hidup yang pekik

Semesta sering laku jahanam padamu
tergelut dalam benturan kebejatan lelaki
namun tak terbanding lintang baja-baja
tegar di lintasan sepanjang laju zaman
kokoh tak tergoyah dapat kau menahan

Prahara dunia selalu kelabui namamu
dalam halimun budaya patriarki galak
tergilas di arus muslihat yang menindih
tegap jiwa selalu mengepak sekat itu
juang kesamaan derajat sebagai setara

Hollandia, 0703/19 - AG
Penulis : Imelda Hendrieta

Related Posts:

Anak Aibon Entrop - Meminta-minta Untuk Ngelem


Jayapura, suaratifapapua.com,- Pengguna Lem Aibon atau yang biasa di sebut "Ngelem/Anak-anak Aibon" di kalangan anak-anak hingga dewasa, memang harus mendapat perhatian khusus dari semua kalangan, baik pemerintah, masyarkat maupun orang tua.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik penertiban, maupun kegiatan - kegiatan untuk pemberdayaan, namun tidak cukup.


Situasi ini terlihat begitu nampak kala itu di terminal lama Entrop, meski demikian, mereka bukan tidak memiliki rumah atau keluarga ada yang hanya sekedar datang dan pergi, meski bagi beberapa orang mungkin iya, yang akhirnya tidur beralaskan koran, atau mencari emperan toko untuk tidur, sedangkan siang keluyuran untuk makan, sampai keluar masuk warung makan, namun beberapa di antaranya hanya untuk ngelem bersama teman-teman bukan tempat tinggal.

Tidak jarang, ada yang meminta-minta, atau bahkan membantu para pedagang kaki lima di malam hari, untuk sekedar mendapatkan imbalan 5000/1000 untuk kemudian di gunakan membeli lem aibon.


Salah satu diantarnya yang berbagi cerita yaitu AG, seorang gadis remaja (14thn), setiap hari bisa menghabiskan beberapa kaleng kecil lem aibon dalam sehari, sehingga jika tidak meminta-minta, kadang harus membantu warung makan di sekitar.

Di himpun dari salah laman yaitu , Efek yang ditimbulkan dari menghirup uap lem tersebut hampir sama dengan jenis narkoba lain, yaitu menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang, dan rasa tenang sesaat meski terkadang efeknya hanya bisa bertahan hingga 5 jam saja. Selain itu, mereka yang “ngelem” juga tidak merasakan lapar karena ada penekanan sensor lapar di susunan saraf otak. Inhalen atau biasa yang disebut ngelem oleh anak-anak jalanan merupakan senyawa organik berupa gas dan pelarut yang mudah menguap. Inhalen mengandung bahan-bahan kimia yang bertindak sebagai depresan. Depresan memperlambat sistem saraf pusat, mempengaruhi koordinasi gerakan anggota tubuh, dan konsentrasi pikiran. Selain itu, inhalen juga bisa mengakibatkan kerusakan fisik dan mental yang tidak bisa disembuhkan.


http://fatimahdesta.blogspot.com/2015/08/bahaya-menghirup-lem-aibon.html?m=1

Pentingnya, informasi untuk perubahan perilaku bagi para pecandu aibon di jaman ini merupakan aksi penting, agar tidak ada lagi anak-anak dan remaja yang terjerumus kedalam situasi ini.

Penyadaran bagi para pecandu aibon, harus menjadi prioritas, agar mencegah terjadinya dampak-dampak buruk bagi anak dan remaja.

Related Posts:

KEAJAIBAN KELABBA MAJA DI Nusa Tenggara Timur



Masyarakat Indonesia patut berbangga dengan negerinya yang sangat indah, bahkan termasuk salah satu yang terindah di dunia, dengan banyaknya destinasi wisata yang cantik dan tak dimiliki negara lainnya.


Bukan hanya Bali, Lombok, Raja Ampat, Yogyakarta, Danau Toba, dan lainnya, tapi ribuan destinasi lainnya yang tak kalah indahnya. Sehingga tak salah bila tahun ini Indonesia kembali terpilih menjadi negara terindah ke enam dunia.



Hal itu sesuai hasil jajak pendapat Penerbit Rough Guides yang menilai Indonesia dari suasana perdesaan, ketenangan pulau terpencil, hingga puncak gunungnya. Sehingga Indonesia makin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata kelas dunia.


Dari sekian banyaknya tujuan wisata di Indonesia yang mungkin belum dikunjungi wisatawan lokal adalah 'Kelabba Maja,' yakni bukit warna-warni yang berada di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Sabu (kadang disebut Sawu), Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Lokasinya berdekatan dengan pantai selatan Sabu.



Karena alamnya terdiri dari tebing warna-warni, tempat ini kerap dibandingkan dengan Zhangye Danxia yang disebut sebagai salah satu keajaiban alam negeri Tiongkok. Juga disetarakan dengan ngarai Grand Canyon yang jadi kebanggaan negeri Paman Sam. Tetapi jika dilihat dari kondisi alamnya, Kelabba Maja lebih mirip dengan Painted Hills yang berada di Oregon, Amerika Serikat.


Sama seperti Painted Hills, Kelabba Maja juga memiliki ciri khas berupa tebing serupa deretan tabung yang bercorak. Sekilas tampak seperti disapu dengan kuas raksasa. Kita bisa menemukan lapisan warna biru, putih, coklat, dan merah di antara bebatuan Kelabba Maja.

Selain bukit pelangi, Kelabba Maja juga memiliki beberapa batu keseimbangan yang dianggap sebagai perlambang ayah, ibu, dan anak. Ketiga batu ini berdiri dengan kokoh di pucuk tebing yang meruncing. Sehingga lokasi ini menjadi incaran foto yang instagramable.



Oleh penduduk setempat, Kelabba Maja dianggap sebagai tanah dewa, terutama warga desa Gelanalalu. Mereka percaya bukit penuh warna itu merupakan tempat berdiamnya dewa Maja. Di sana juga terdapat batu yang digunakan sebagai altar pemujaan bagi sang dewa, yang setiap tahun masih diadakan ritual penyembelihan kurban demi memohon perlindungan dari Maja.

Karena kesakralan bagi para penduduknya, maka tak heran bila pengunjung diminta untuk menjaga sikap saat berkunjung di lokasi tersebut. Berkata kotor merupakan salah satu larangan yang sebaiknya ditaati demi kenyamanan bersama.

Sayangnya seperti kebanyakan objek wisata yang nyaris masih perawan, Kelabba Maja juga sulit diakses. Untuk mencapainya, harus menempuh perjalanan dari Kupang ke Sabu. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki mendaki jalan bertanjakan selama 2 jam. Kondisi infrastruktur menuju kawasan ini masih belum terlalu memadai. Karenanya dibutuhkan fisik yang prima untuk mencapainya.

Oleh sebab itu Kelabba Maja dianggap kurang cocok untuk wisata bersama keluarga. Semoga Kementerian PUPR dapat segera membangun infrastruktur yang sesuai dengan kondisi alam yang dibutuhkan, namun tetap tak merusak keaslian alamnya, sehingga dapat semakin meningkatkan wisata dan perekonomian penduduk di sekitar Kelabba Maja.

"Salam NKRI Gemilang"
===================

Dikutip dari Facebook : Wahyu Sutono
Didedikasikan untuk para Traveling

Related Posts:

penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan ekonomi kreatif dengan Pemerintah Kota Jayapura


Bandung (26/02) - Badan Ekonomi Kreatif melangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan ekonomi kreatif dengan Pemerintah Kota Jayapura di Hotel Aston, Bandung.

Penandatanganan diwakili oleh Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah, Ibu @endahwsulistianti dengan Kepala Dinas Pariwisata Jayapura, Bapak Matias Benoni Mano.



Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, diselenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun Penguatan Kelembagaan Komisi Film Daerah (KFD). Diskusi ini mengevaluasi kendala-kendala terkait pembentukan KFD.



Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Kota Jayapura, Bandung Film Council, dan Badan Perfilman Indonesia (BPI).

Sumber : Deputi Hubungan Antar Lembaga & wilayah

Related Posts:

MUSRENBANG DISTRIK JAPSEL USULKAN 109 KEGIATAN DENGAN TOTAL ANGGARAN Rp 44.453.000.000


WAKIL WALI KOTA JAYAPURA IR H RUSTAN SARU, MM MEMBUKA MUSRENBANG TINGKAT DISTRIK JAYAPURA SELATAN
JAYAPURAKOTA – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Jayapura Selatan usulkan total 109 kegiatan dengan total anggaran Rp Rp 44.453.000.000 untuk tahun 2020. Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, MM mengingatkan urgensi pertumbuhan penduduk yang menjadi esensi diadakannya musrenbang.
“Kota Jayapura memiliki arus urbanisasi dan transmigrasi yang cukup massive, sebagai kota jasa dan kota pendidikan, dinamika penduduk akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pentingnya musrenbang agar pembangunan tidak hanya berfokus di fisik saja melainkan pembangunan SDM di masyarakat,” katanya.
Data Dispendukcapil Kota Jayapura menunjukkan angka 418.518 jiwa pada pertengahan 2018 dan terus meningkat hingga menyentuh setengah juta. Lahan yang terbatas dengan jumlah penduduk yang kian bertambah, akan membuat alam semakin tereksploitasi dalam konotasi negatif. Jika dimanfaatkan dengan bijak maka pembangunan akan semakin memajukan ekonomi kerakyatan dan modernisasi menuju smart city.
PESERTA MUSRENBANG TINGKAT DISTRIK JAYAPURA SELATAN DARI KELURAHAN, PUSKESMAS, SEKOLAH, PKK DAN KOMUNITAS BINAAN LAIN.
Kepala Distrik Jayapura Selatan H Jaya Kusuma, SE, MM mengatakan bahwa musrenbang tersebut dapat menampung usulan peserta yang belum tercover.
“Usulan tersebut masih bersifat tentative yang bisa dicover oleh peserta musrenbang. Pentingnya musrenbang agar usulan kegiatan dapat memenuhi kebutuhan kegiatan di masing-masing kelurahan,” katanya.
Rekapitulasi usulan kegiatan di masing-masing kelurahan dan kampung meliputi bidang sarana dan prasarana fisik dengan 45 usulan kegiatan dan total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 19.875.000.000. Bidang Sosial Budaya dengan 26 usulan kegiatan dan total anggaran sebesar Rp 6.553.000.000. Bidang ekonomi dengan 12 usulan kegiatan dan total anggaran sebesar Rp 2.000.472.000. Bidang pemerintahan umum dengan 27 usulan kegiatan dan total anggaran sebesar Rp 15.553.000.000. Total keseluruhan dana usulan dari akumulasi masing-masing bidang adalah Rp 44.453.000.000 dari 109 usulan kegiatan.
Musrenbang dihadiri Kepala Kelurahan Argapura, Kepala Kelurahan Numbay, Kelurahan Entrop, Kepala Kelurahan Hamadi dan Kepala Kelurahan Argapura. Kemudian, Kepala Puskesmas Twano, Kepala Puskesmas Elly Uyo, Kepala Puskesmas Hamadi, para kepala sekolah di Distrik Jayapura Selatan dan perwakilan PKK Distrik Jayapura Selatan.

Sumber - HUMAS Kota Jayapura (26/2)

Related Posts:

SI Kecil Pejuang HIV & AIDS


Hidup dengan HIV di usianya yang masih 3 tahun, tak nampak di wajah Gadis Kecil ini, senyum cerianya seperti kebanyakan anak seusianya.

Dia mampu berbaur dan bermain dengan siapa saja, begitu akrab dan dekat tanpa rasa takut.

Bernyanyi, berlari dan bermain bahkan memberi semangat lebih bagi orang dewasa yang bukan seusianya.

Saat ini tinggal berdua bersama ibunya yang juga mengidap HIV, ayahnya telah meninggal.

Berjuang bersama ibunya bukan hal yang mudah, namun bersyukur banyak perhatian dan kasih sayang dari orang sekitar, bahkan dari petugas kesehatan yang selalu membantu dalam pengobatan.

Awal ibunya mengetahui bahwa mereka terinfeksi HIV memang kaget namun tidak membuat mereka down, apalagi saat ini gadis kecil ini memjadi alasan dan kekuatan untuk ibunya tetap bertahan hidup.

Seperti yang di sampaikan oleh Ibunya "dia memang sempat ada gatal-gatal tapi sudah sembuh, makan baik juga, banyak main, dia semangat skali, dia belum mengerti, tapi dia tetap mau kalo di kasih obat". Jadi apapun yang kita alami, kita tetap percaya pada Tuhan, karena Tuhan yang kasih kekuatan. Tidak ada yang mustahil.

Pentingnya dukungan bagi ODHA memberi harapan baru dan semangat baru untuk tetap berjuang melawan penyakit yang diderita.

Memahami HIV-AIDS dengan baik dan benar, agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kabupaten Nabire Juara 1 Jumlah Kasus HIV&AIDS /31 Desember 2018

Data Kasus HIV-AIDS Provinsi Papua per 31 Desember 2018 dengan 3 Kota/Kab Tertinggi.

1. Nabire  : 7291
2. Kota Jayapura : 6371
3. Jayawijaya : 6242

Bukan saatnya sibuk Berkomentar dan bertanya, siapa yang bertanggung jawab, atau siapa yang bekerja dan tidak bekerja, atau bahkan memunculkan persoalan baru dengan berbagai aksi yang tidak masuk di akal.

Ini data yang ada, percaya tidak percaya, harusnya ini menjadi dasar untuk terus berupaya.

Selalu di ibaratkan dengan fenomena gunung es. Jika ternyata ada yang belum terdata, ada yang belum jelas, itulah PR yang harus di kerjakan bersama.

Setiap bulan kasus bertambah, ARV tersedia di layanan kesehatan, namun tidak sedikit ODHA yang lost, tidak mau minum obat karena berbagai faktor. salah siapa?

Segala upaya dilakukan, baik Dinas Kesehatan, Petugas di Layanan Kesehatan, KPA, LSM maupun kelompok2 atau organisasi yang peduli.

Jika peduli, bergerak, jika ingin membuat sesuatu yang berbeda untuk menekan kasus HIV, tidak cukup dengan hanya bicara.

Hari ini mungkin ada satu nyawa yang terinfeksi, atau bahkan meninggal, tentu itu akan terjadi terus menerus, jika kita hanya Berteriak, Berkomentar tanpa Melakukan sesuatu.

Stigma dan diskriminasi masih melekat untuk ODHA, karena pemahaman yang kurang, namun tidak sedikit juga yang tidak peduli dengan informasi yang diberikan.

Jika ada kerja yang belum maksimal, seharusnya menjadi perhatian bersama.

Semoga, setiap elemen yang berperan penting dalam P2HA dapat meningkatakan kinerja, dan melihat isu ini sebagai prioritas yang harus di kerjakan bersama dengan melibatkan seluruh masyarakat. Agar masyarakat pun menyadari bahwa ini adalah tanggung jawab kita bersama.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Distrik Japsel Penyumbang Terbesar Sampah di Kota Jayapura

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura

Jayapura-suaratifapapua.com,- Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura melakukan sosialisasi terkait Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup kepada seluruh RT dan RW dikelurahan Hamadi, Kamis (21/2).

Ketty Kailola selaku kepala dinas lingkungan hidup menuturkan, "kegiatan ini dilakukan agar masyarakat Kota Jayapura menjaga kebersihan lingkungan mengingat jumlah sampah di Kota Jayapura terus meningkat yaitu 19,661 Ton per tahun", dan Distrik Jayapura Selatan merupakan penyumbang nomor satu dari sampah yang ada di Kota Jayapura".


Hasil kerajinan dari sampah yang didaur ulang 

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat Dinas Lingkungan Hidup juga mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah, dalam kegiatan ini juga beberapa hasil kerajinan daur ulang sampah ditunjukkan kepada semua RT dan RW yang hadir.

Penulis : Fince Womsiwor - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Muhammad Ilham Pejuang Tumor Pita Suara


Jakarta,- Muhammad Ilham adalah anak dari Kawan saya Fitria , usianya 6 tahun yang saat ini sedang di rawat di RSCM akibat tumor pita suara yang dideritanya.
Mereka tinggal di bengkulu, namun sejak Ilham di diagnosa mengidap tumor pitar suara, maka mereka untuk sementara pindah di Jakarta, untuk proses pengobatan Ilham, menurut informasi yang di dapat dari ibunya.
Rencananya Ilham akan di rujuk ke singapore untuk pengobatan lanjutan, namun keterbatasan dana menjadi salah satu faktor, sehingga belum mampu di lakukan.
Saat ini Ilham bernafas menggunakan bantuan selang, dengan berbagai daya upaya yang di lakukan oleh medis juga keluarga, berharap Ilham bisa segera pulih agar dapat kembali menikmati masa kecilnya.
Saat ini hari-harinya di lalui dengan proses pengobatan bahkan berbagai macam alat medis melekat di tubuhnya, namun keinginan sembuhnya begitu besar, bahkan masih terus memberi senyuman dalam kesakitan.
Jika ada kawan-kawan yang ingin membantu, boleh menghubungi ibunya Ilham via FB dan juga IG @iampejuangtumor .
Mohon doanya agar Ilham cepat sembuh, dan kembali ceria.
Mohon di share juga ya, karena sekecil apapun yang kita berikan, pasti memberi manfaat.

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Puskesmas Hamadi Melakukan Kegiatan Mobile Layanan Kesehatan


Masyarakat sedang melakukan pemeriksaan darah

Jayapura,- Guna menuju Kota Jayapura yang sehat dan bahagia warganya, Sabtu (16/2) lalu, Puskesmas Hamadi melakukan kegiatan :
1.Pendataan Keluarga Sehat
2.Pemeriksaan Malaria
3.Pemeriksaan tekanan darah
4.Pemberian Obat kaki gajah
5.Pembagian Kelambu & Abate
6.VCT - Test HIV


Suasana Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan

Tampak antusiasme warga masyarakat dikelurahan Hamadi, Fince Womsiwor sebagai ketua Multi Stakeholder Forum (MSF) menuturkan, "kegiatan seperti ini sangat penting mengingat sekarang Kota Jayapura sedang mengalami musim hujan, sehingga pihak kesehatan dalam hal ini puskesmas harus bergerak cepat sehingga masyarakat bisa bebas dari malaria dan penyakit-penyakit lainnya", dan kalau bisa kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan".
Suasana Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan

Fince Womsiwor - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Tournament Volly - ROJALI CUP 1

Suasana Pembukaan Turnamen

Jayapura, -Tournament Volly Ball ROJALI CUP tahun 2019 yang akan berlangsung selama dua hari 13 dan 14 februari, di GOR Waringin Kotaraja.
Turnament ini dilakukan sebagai bagian dari perayaan Valentine Day atau dikenal dengan Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 februari.

Ini merupakan salah satu kegiatan untuk membangun solidaritas dan keakraban semua tim yang akan terlibat dalam pertandingan dengan menjunjung tinggi sportifitas sesama tim.
Enam tim yang akan bertanding adalah Dispora Kota Jayapura, Waringin VC, Galakxi FC, Meriang VC, Sejoli VC, Sentani VC.

Suasana Pembukaan Turnamen

Turnament ini dilakukan untuk pertama kali di Kota Jayapura, dan juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan semangat olahraga khususnya Bola Voli, dan memberikan kesempatan kepada untuk mengembangkan bakat di bidang bola Voli.

Piala Yang diperebutkan

Sehingga melalui turnament ini, tidak hanya piala bergilir yang di perebutkan, namun bertanding secara sportif dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan sesama tim.
Pentingnya Kasih Sayang, memang tidak hanya pada perayaan Valentine namun adalah untuk, menumbuhkan rasa dan sikap saling menghargai sesama tanpa melihat perbedaan. 
Seperti yang disampaikan oleh Mari Peres selaku panitia pelaksana, bahwa Pertandingan ini bukan soal siapa yang hebat, siapa yang akan membawa pulang piala, namun juga sebagai aksi kepedulian dan kebersamaan dengan sesama. Itu intinya, jadi melalui olahraga, kita bersama menjunjung rasa kemanusiaan tanpa memandang perbedaan.

Suasana Pertandingan ROJALI Cup 1




Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Kelompok Dukungan Sebaya (KDS +) Kewom Winggir - Kabupaten KEEROM


KEEROM,- Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom melaksanakan Pertemuan Rutin Kelompok Dukungan Sebaya (KDS+), bertempat di Rumah Singgah Arso Kota 15/2 lalu, .

Pada 2018 telah dilakukan pembentukan KDS kemudian diberi nama Kewom Winggir yang berarti Matahari Bersinar, dan Mama Victoria sebagai Ketua KDS.
KDS (+) merupakan satu wadah yang di bentuk sebagai tempat berbagi sesama ODHA. 


Sehingga setiap peserta diberikan kesempatan untuk berbagi cerita, baik tantangan maupun keberhasilan dalam mengkonsumsi ARV. Namun tidak menutup kemungkinan untuk bercerita tentang persoalan lainnya, yang ingin diceritakan dengan membangun komitmen Kerahasiaan sesama ODHA.

Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) memang membutuhkan tempat untuk berbagi, dan atau hanya sekedar mendengarkan cerita pengalaman dari peserta lainnya, sebagai motivasi.

 
Pertemuan ini pun diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri untuk menerima status dan mampu membuka diri.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Keerom, KPA Kabupaten Keerom, Petugas Kesehatan perwakilan dari beberapa Layanan kesehatan dan ODHA.
Meski tidak semua ODHA terlibat namun proses demi proses berjalan dengan baik.
Seperti yang disampaikan oleh Yusnita selaku staf KPA Kabupaten Keerom bahwa, ini merupakan pertemuan kedua setelah tahun lalu dilakukan pembentukan. Ini merupakan satu program yang penting, karena melalui kegiatan ini diharapkan setiap ODHA mampu berdaya dan berkarya. Meski awalnya tidak pecaya jika akan terbentuk, namun ternyata sudah berjalan dan hari ini merupakan pertemuan kedua.
Pada kegiatan ini juga, petugas kesehatan memberikan masukan dan dukungan kepada peserta, agar terus minum obat dan berfikir positif.
Dan melalui kegiatan ini, diharapkan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
Karena ODHA butuh dukungan untuk tetap bertahan hidup, tidak cukup dengan pengobatan namun pendampingan serta dukungan dari keluarga dan kerabat serta masyarakat menjadi sangat penting. 

Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

PPROSES PEMBUATAN SAGU



Melihat secara langsung proses pembuatan sagu di Kampung Yepase, distrik Depapre Kabupaten Jayapura. Melalui kerjasama dan tangan-tangan terampil dari awal proses hingga akhir, melihat gotong royong beberapa masyarakat, untuk hasil yang sempurna yaitu sagu yang baik untuk kemudian sebagai konsumsi atau di pasarkan.
Sagu merupakan makanan pokok bagi sebagian penduduk asli Papua yang berdomisili di pantai atau dataran rendah, beras sebagai sumber karbohidrat substitusi. Sedangkan saudara kita yang berada di pegunungan tengah ubi merupakan makanan pokok.




Seperti yang di kutip pada salah satu laman Litbang Pertanian bahwa dalam proses pembuatan tepung sagu, umumnya petani melakukan dengan cara yang sama.
Batang sagu yang akan diolah menjadi tepung dihancurkan dulu dengan cara pangkur menggunakan mesin seperti mesin parut kelapa. Hasil pangkur ini berupa serbuk-serbuk kayu halus.
Serbuk kayu tersebut diletakkan di pelepah sagu kemudian diberi air sambil serbuk sagu diremas-remas menggunakan tangan.



Proses ini membutuhkan banyak air, sehingga dilakukan di dekat mata air agar mempermudah proses.
Saat ini, sagu tidak hanya di olah menjadi papeda dan sagu bakar saja, namun berbagai macam jenis olahan baik kue, escream dan berbagai jenis makanan lainnya yang berbahan dasar sagu, sehingga menjadi sangat menarik.
Begitu juga papeda yang tidak hanya diminati masyarakat asli Papua, namun juga menjadi makanan favorit bagi masyarakat luar.
Proses pembuatan sagu memang tidaklah mudah, membutuhkan waktu dan tenaga serta kerjasama untuk menghasilkan sagu yang baik untuk di jual atau untuk di konsumsi.
Papua dengan kekayaannya, sudah seharusnya menjaga dan melestarikan hutan dan pohon sagu, agar dapat dinikmati oleh anak cucu kelak.


Penulis : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura




Related Posts:

Perang Terhadap HIV terus digencarkan oleh Yayasan Harapan Ibu Papua



Jayapura'-- Guna mencegah laju perkembangan virus HIV di Kota Jayapura,(09/2019) Yayasan Harapan Ibu Papua bekerjasama dengan Puskesmas Yoka melakukan sosialisasi dan pemeriksaan HIV kepada penghuni Anjungan Merauke yang terletak di Expo Waena.


Pada kesempatan yang sama Hendrikus Amo selaku ketua Anjungan Merauke, menyampaikan bahwa mereka yang tinggal dianjungang tersebut berasal dari Kabupaten Merauke, Bovendigul, Mappi & Kabupaten Asmat, "kami sekitar 30 orang lebih cuma dikarnakan teman-teman yang lain ada aktifitas lain sehingga pada kesempatan ini belum semua melakukan test", Selain itu saya berterimakasih kepada YHI Papua yang sudah datang dan memberikan informasi tentang HIV sekaligus melakukan pemeriksaan yang dalam hal ini Puskesmas Yoka juga terlibat, "harapan saya kedepan kegiatan seperti ini terus dilakukan kepada semua warga di Kota Jayapura,supaya semakin banyak yang paham dan melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela".


Penulis : Lince Amamehi - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: