Indonesia AIDS Coalition ( IAC) Gelar Pertemuan Evaluasi Penguatan Sistem KOMUNITAS Dan Penciptaan Lingkungan KONDUSIF di Jogjakarta"

Pembukaan kegiatan pertemuan Evaluasi Program
 

Selama 35 tahun terakhir, HIV telah mengubah jalannya sejarah. Dampak global yang sangat
besar dari AIDS dalam kaitannya dengan stigma sosial, penyakit, dan kematian yang memicu
suatu pertunjukan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu solidaritas global. HIV
menciptakan gerakan sosial yang membawa orang hidup bersama dan dipengaruhi oleh HIV
bersama dengan para pemimpin dunia, ilmuwan, pemerintah, masyarakat dan keluarga untuk
mempromosikan tindakan yang pada akhirnya mengubah epidemi di sekitar. Jumlah orang yang
meninggal karena penyebab terkait AIDS menurun secara global di hampir semua wilayah dunia.
Namun demikian, epidemi HIV masih jauh dari selesai dan terus berdampak buruk.

Indonesia adalah negara yang penting untuk mengakhiri epidemi AIDS di kawasan Asia. Setelah
lebih dari tiga dekade sejak HIV tiba di negara ini, kita dapat mulai menutup bab tentang salah
satu epidemi terburuk dalam sejarah modern. Indonesia adalah salah satu dari 193 negara
anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
dan berkomitmen untuk mengakhiri epidemi AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada
tahun 2030.

Proyek GF ATM Komponen AIDS The Global Fund New Funding Model continuity “Indonesia HIV
Response: Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia by 2030” (GF NFMc 2018-2020), mulai
dilaksanakan pada Januari 2018 pada periode 2018-2020 dimana Inonesia AIDS Coalition sebagai
salah satu organisasi berbasis komunitas yang bergerak di isu HIV/AIDS sejak tahun 2011,
dipercaya untuk menjadi Sub Recipient di bawah naungan Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia untuk program Community System Strengthening (Penguatan system komunitas) dan Enabling Environment for Access (Penciptaan lingkungan yang kondusif terkait akses ke layanan
kesehatan). Dalam pelaksanaan program ini, IAC dibantu oleh berbagai pihak terutama Sub-sub
Recipient, Jaringan Nasional, dan organisasi terkait lainnya.

Tujuan Pertemuan evaluasi dan perencanaan nasional ini merupakan kegiatan Pertemuan nasional IAC
beserta SSR pelaksana serta individu yang menjadi focal point/arv monitoring di 12 Propinsi (23
district) yang bertujuan membahas/mendiskusikan topik topik terkini terkait penanggulangan
HIV dari sudut pandang komunitas dengan tujuan untuk mengakhiri epidemic AIDS di Indonesia.
Pertemuan ini juga merupakan ajang jejaring, untuk dapat menyatukan isu dan peta jalan serta
bergerak bersama untuk penangulangan HIV yang berpihak pada komunitas, dan bersama
mengakhiri epidemic AIDS di Indonesia.

Tujuan khusus dari Pertemuan ini adalah:

  1. Evaluasi program dan capaian IAC dan mitra selama tahun 2018.
  2. Diskusi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program selama tahun 2018.
  3. Pembahasan topik atau isu terkait HIV dan penyelesaian masalahnya.

Hasil yang diharapkan:

  1. Meningkatnya pengetahuan semua peserta mengenai capaian dan hambatan pelaksanaan program.
  2. Adanya kesepakatan mengenai program yang akan dijalankan mitra ke depannya, termasuk dengan ketersediaan anggarannya.
  3. Adanya rekomendasi terkait program yang akan dijalankan di tahun berikutnya.
  4. Adanya kesepakatan kerjasama yang sinergis dan berkesinambungan, antar mitra yang berada di daerah.
  5. Meningkatnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS serta perkembangannya dalam berbagai bidang.

Foto bersama semua peserta kegiatan

Related Posts:

Pemprov Papua Lepas Kontingen Pesparani Papua Ke Ambon


Jayapura,--Pemerintah Provinsi (Pemprov) secara resmi melepaskan Kontingen Pesparani menuju paduan suara Gerejawi Nasional di Kota ambon. Pemerintah provinsi dalam hal ini wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE,.MM dipimping langsung acara pelepasannya di Hotel Aston Jayapura (23/10/2018) lalu.

“Pemerintah provinsi dalam hal ini perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua para pastor dan biarawan serta perwakilan pemerintah kota Jayapura yang turut membantu dalam proses persiapan untuk tim Pesparawi Papua yang tengah bersiap untuk berangkat di Ambon dalam kompotesi paduan suara sehingga kami pemerintah provinsi sangat berterima kasih karena kebersamaan kita sehingga kontingen Papua kami lepas dan harapan kami siap menjadi yang terbaik untuk nama baik Papua.

Hal itu disampaikan wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE,. MM kepada awak media di Jayapura.

Tim paduan suara yang akan berangkat ini untuk mewakili provinsi Papua dan kami sebagai pemerintah provinsi sangat bangga atas ketersediaan ini,”katanya.

Lanjutnya, Tim paduan suara yang diselenggarakan ini dibuka langsung oleh Presiden Indonesia Jokowi di Ambon pada (27/10) mendatang di Ambon dan waktu pelaksana 27 Oktober hingga 2 November mendatang di Ambon.

“Kami berharap tetap semangat dan harus membawa nama baik Papua karena setelah PON 2010 kelak, pemerinta provinsi akan berupaya Papua menjadi tuang rumah Perparawi sehingga diharpkan harus bersiap diri dan menampilkan yang terbaik buat Papua,”pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum LP3KD Provinsi Papua Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si mengucapkan banyak terima kasih atas penyerahan tim pesparawi pemerintah kepada ketua panitia dan panitia siap memberangkatkan tim perparawi ke Ambon.

“Panitia sangat berterima kasih banyak atas bantuan pemerintah provinsi Papua yang telah disalurkan dan perhatiannya karena pesparawi yang akan diselenggarakn ini merupakan tahun pertama bagi umat katolik yang akan dilepaskan oleh wakil Gubernur provinsi Papua,”katanya.

Kami berharap tim pesparawi akan berupaya menjaga rasa persaudaraan dan berupaya pula membawa nama baik Papua.

“ Pemerintah Provinsi telah membantu kita maka memberikan harapan besar kepada kami sehingga kami siap menjaga rasa persaudaraan dan berupaya akan membawa nama baik Papua dengan suatu kemenangan untuk Papua  kelak,"harapnya.

Penulis : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

KPU Provinsi Papua Gelar Diskusi Keterlibatan Media Pasca Pemilukada 2019




Jayapura,--Prosesi masuknya pesta demokrasi di Indonesia pada tahun 2019 mendatang yaitu Pileg, Pemilihan DPR RI  dan Pilpres. Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU)  provinsi Papua gelar forum diskusi yang bertema "Aturan Main Kampanye Media Dalam Rangka Pileg, Pemilihan DPR RI dan Pilpres 2019 yang dipersembahkan oleh Forum Jurnalis Perempuan (FJP) pada Rabu (23/10).

"Pemilukada  serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang merupakan  sejarah baru atau pertama kali diselenggarakan negara Indonesia karena DPR RI dan Pilpres bersamaan.

Hal itu disampaikan  Komisaris KPU Papua Tarwinto kepada awak media di Jayapura Rabu, (24/10).

Menurut dia, kampanye sudah pada tanggal 23 September  lalu  dan saat itu lantas dilaksanakan  pawai mulai dari Buper hingga finis taman Imbi dan saat itulah partai politik memkampanyekannya.

"Kampanye kita adalah kampanye panjang sekitar 8 bulan sampai April tanggal 13 dan  para calon harus meyakinkan masyarakat agar masyarakat pun mampu memberikan pandangan agar proses pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat dan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang,"ungkapnya.

Ada beberapa metode kampanye yang harus diperhatikan yakni kampanye media sosial sebab khususnya akan melakukan kampanye media cetak dan eletronik  maka bisa disebut sebagai iklan kampanye karena perlu melakukan pengaturan khusus terkait hal itu.

"Terkait semua itu nanti kita akan melakukan MOU atau melanjutkan MOU  yang sudah sepakat bersama KPU RI dan kelak pula kita akan melakukan pertemuan terkait iklan kampanye karena kampanye ini diatur hanya 21 hari sebelum masuk masa tenang,"jelasnya.

Kami sangat berharap karena kami tidak bisa mengawasi secara umum media sosial namun kampanye yang dilakukan diluar prosedur maka proses sesuai aturan hukum.

"Harapan kami agar kedepan harus mewujutkan kejujuran karena jika tidak tentu masyarakat juga ikut terobos sehingga bisa tejadi konflik ditengah masyarakat itu sendiri kelak,"ujarnya.

Penulis : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Komunitas The Jungle Chef Minta Pemprov Papua Mendata Makanan Lokal Papua


Jayapura,-- Sebuah komunitas tukang masak di Papua, The Jungle Shef Community  mengampanyekan pemanfaatan bahan pangan local Papua dan organic dari hutan di Festival Jungle Shief di Torino Itali pada 18 sampai 28 Sempember lalu . Selain melestarikan hutan juga memperkenalkan keanekaragaman pangan local Papua. Dimulai dengan mengurangi perbekalan instan dan kalengan yang biasa dibawa tukang masak dan porter saat mendampingin tur peneliti dan turis petualang di hutan atau pegunungan Papua.


“Makanan local Papua yang dikampanye atau dipamerkan di komunitas kami ( The Jungle Chef ) pada di Festival Slow Cooking di Torino Itali pada Septerber lalu adalah salah satu iven yang sangat perhatian dunia pula nama baik Indonesia dan khususnya Papua pula saat itu banyak kegiatan yang hendak kami lakukan yaitu kampanyekan makanan local Papua, memamerkan makanan lokal secara langsung pada stand kami di  Torino Italia.


Hal itu disampaikan Papua Jungle Chef, Charles Toto  kepada wartawan di Jayapura, Rabu (23/10/2018)lalu.


“Sebenarnya saat acara masak-masak di Torino, disitu terdapat sebuah tempat pertemuan Chef dan perwakilan negara lain pula  mereka  benar- benar bawa makanan tradisinonal dalam acan tersebut untuk memkampanyekan. Khusus Negara Indonesia, tahun ini kebetulan kami yang mewaliki Asia ausenia  perwakilan  Indonesia yaitu kami Papua yang dapat didelegasikan,”jelasnya.


Lanjut dia, pada saat itu banyak Negara yang dapat diwakilkan namun khususnya perwakilan Asia Ausenia pula Indonesia yaitu Papua dan perwakilan Amerika yaitu Indian  dan juga dari Benua Afrika pula dari Eropa yaitu  Rusia


“Total peresentasenya  yang dapat hadir pada saat itu sebanyak  empat (4) Negara dan sebagai peserta 50 orang dan partisipan  sebanyak 7.000 orang dan pada saat itu pula banyak komunitas yang dapat hadir memamerkan makanan  khasnya, bahan-bahan lokal seperti  keladi, Petatas kebanyakan dari Afrika. Dan kami juga berhasil memamerkan bahan yang sama dari Papua yaitu keladi, petatas dan lainnya yang bernilai ekonomis di Festival Slow Cooking di Torino Italia,”katanya.


Menurut dia, sebebum berangkat banyak kendala yang hendak alami dalam pelbagai hal namun tetap semangat sehingga berhasil di promosikan makanan loka Papua di Negara Italia.
“Yang diundang saat itu saya sendiri namun saya memprioritaskan berberapa orang  sebagai pelengkap dibelakang saya dengan harapan  agar mereka juga tahu bagaimana bisa belajar tentang masyarakat local atau pribumi di dunia lain dalam hal ini yang akan hadir di Festival Slow Cooking di Italia,”ujarnya.
Kami gelar iven masak-masak di Gereja St  Maria Regina Bintaro di Torino Itali.

“Kami masak makanan buat dua pastor yang pernah bertugas di Papua sebelumnya dan  setelah itu dari Gereja Bintaro membantu satu tiket untuk pulang pergi di Egaa untuk membantu Assistance Shef pula teman yang merangkap manajer  sehingga sangat terbantu .tiketnya dan semua itu dapat dibantu oleh kedutaan Indonesia di Roma Italia.

Harapannya untuk pemerintah dapat membantu kita untuk mendata kembali makan-makanan asli Papua yang ada dibelantara Papua ini agar orang lain biasa tahu, sebab menurut saya kami orang Papua pun belum tahu jenis makanan yang biasa konsumsi .


“Pada saat melakukan stand, enggan berdiskusi dengan para penunjung terkait makanan local Papua. Dengan semua itu, sebenarnya Papua juga bisa punya iven tersendiri khusus dibidang perkebunan namun support atau dorongan pemerintah sangat tipis sehingga kami berharap pemerintah harus mendung karena ini penting untuk nama baik Indonesia dan khususnya Papua,"harapnya.

Penulis : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Komunitas WARNA (Perempuan Kreatif Kota Jayapura) Berbagi Kasih

Penyerahan Sumbangan Kasih Kepada Puskesmas Kotaraja


25/10 Melalui Workshop dan Mini Pameran, Komunitas WARNA yaitu Komunitas Perempuan Kreatif Kota Jayapura juga menyerahkan bantuan Nutrisi Bagi ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) dan pada kesempatan ini di wakili oleh Puskesmas Kotaraja

Bantuan nutrisi ini juga rencananya akan diberikan kepada beberapa ODHA yang berkekurangan disesuaikan dengan kemampuan Komunitas. Karena, memang disadari bahwa tidak bisa membantu banyak, namun diharapkan apa yang diberikan dapat bermanfaat untuk yang menerima bantuan, yang memang hanya di khususkan untuk ODHA yang berkekurangan.



Sejak awal, komunitas Warna memang berkomitmen bersama bahwa komunitas ini tidak hanya untuk mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri namun melalui komunitas ini di harapkan dapat berbagi dan membantu orang lain khususnya ODHA. 

Dengan bantuan dari beberapa pihak dan pemerintah, juga melalui sumbangan setiap anggota komunitas dari hasil penjualan produk yang di hasilkan serta individu, akhirnya kebutuhan nutrisi terkumpul. 


Koordinator Komunitas WARNA bersalaman dengan Perawat Puskesmas Kotaraja

Komunitas Warna memang baru terbentuk sejak juli 2018, namun melalui sosial media dan beberapa kegiatan pelatihan serta advokasi kepada stakeholder, akhirnya mendapat perhatian dan bantuan serta dukungan.

Seperti yang di sampaikan oleh Hiswita Pangau selaku Koordinator Komunitas Warna pada Pembukaan workshop bahwa, "Komunitas ini adalah baru, jadi sulit di percaya kami bisa ada di tahap ini, namun ini semua karena teman-teman yang begitu hebat. Kmi masih butuh belajar, dan berharap mendapat kesempatan itu melalui dinas Perindagkop dan dinas Pemberdayaan perempuan, seperti kegiatan penguatan kapasitas atau pelatihan dan kegiatan lainnya. Kami berharap, bantuan yang terbatas ini kiranya dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan dan semoga ada berkat lebih lagi untuk kami boleh berbagi".

Workshop ini menjadi kesempatan bagi komunitas Warna untuk menunjukan bahwa saat ini Komunitas Warna hadir dan akan memberi Warna berbeda pada komunitas-komunitas yang ada di Kota Jayapura. 

Berharap dapat berkerjasama dengan komunitas lainnya dan belajar bersama untuk lebih matang baik dalam pembuatan produk maupun dalam peromosi pemasaran.

Penulis : Stefanus Abraw - Jurnalis Warga Kota

Related Posts:

Kabid Pemberdayaan Perempuan Papua Apresiasi Komunitas Warna Di Jayapura




Jayapura,-- Komunitas warna atau komunitas perempuan kreaktif kota Jayapura menggelar workshop dan mini pameran di Jayapura Kamis (25/10/2018).

Direktur Yayasan Ibu Papua Veneranda Kirihio mengatakan komunitas WARNA berada dibawa dampingan  lembaga Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) melalui program  Citradayanita yang bekerjasama denganYayasan Harapan Ibu Papua (YHIP) dan butuh suporting dari pihak luar. Oleh karena itu, mengadakan kegiatan workshop yang kemudian  merekomendasikan agar komunitasi warna ini bisa ditingkatkan, sehingga workshop ini yang akan mengakvokasi pihak lain untuk dapat mensuport agar komunitas ini terus semangat.

"Melalui rekomendasi ini kelak kita akan minta pihak luar (pemerintah) agar para teman-teman komunitas ini tetap semangat dalam meningkatkan keterampilan dan juga dalam memasarkan hasil karya atau produksi dari keterampilan ini dan kami tetap akan mendampingi mereka,"kata direktur YHI  kepada awak media siang ini.

Kegiatan  workshop atau mini pameran tersebut menggelar di lingkungan SMK Negeri II Jayapura dengan tujuan membangun pemahaman dengan siswa/i di SMK tersebut agar ketika selesai bisa beekarya keterampilannya.

"Kami sudah memasarkan pelbagai jenis karya asli kami dan ini suatu pembelajaran bersi siswa/i agar selesai dari sekolah inikan tidak mengharapkan hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi juga berkarya atau terjuang dalam dunia usaha agar kemampuan yang dimilik bisa  disoroti positif oleh bangsa dan negara,"ujarnya.

Berharap supaya tetap semangat dan tingkatkan keterampilan agar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 mendatang bisa dipasarkan hasil karyanya.

"Semangat dalam mengola hasil karyanya karena dengan harapan besar, nanti semua ini bisa dipasarkan PON 2020 mendatang. Itulah harapan kami,"pungkasnya.

Sementara itu  Urbertina Waromi selaku Pemberdayaan Perempuan Kota Jayapura memberikan apresiasi atas worksho tersebut dan dirinya mengharapkan harus semangat dalam mencipta serta mengelola keterampilan itu.

"Melalui pemberdayaan perempuan ini nanti tanggal 13 November  2018, kita akan mengadakan pelatihan dan komunitas warna dapat diundang  namun kami lebih mengutakan perempuan asli Papua karena kami ingin perempuan Papua lebih maju lagi dalam bidang ekonomi mulai dari usaha kecil,"jelasnya.

Penulis : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Komunitas WARNA (Perempuan Kreatif Kota Jayapura),Gelar Workshop dan Mini Pameran"

Penandatangan Dukungan Terhadap Komunitas WARNA dari Dinas Perindakop ,Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Jayapura & Yayasan Harapan Ibu Papua (Dok 25 Oktober 2018)


Jayapura,-Dalam program pemberdayaan perempuan khususnya bidang ekonomi, sangat membutuhkan perhatian dan keterlibatan dari semua pihak, seperti halnya Komunitas WARNA yang telah berjalan sejak tiga bulan terakhir melalu program Citradayanita 2018. Pada awal program telah berkoordinasi dengan Disperindagkop dan Dinas Pemberdayaan dan Pelrindungan anak Kota Jayapura melalui beberapa kegiatan dan advokasi.



Foto Bersama seusai Penandatangan Dukungan terhadap Komunitas WARNA

Dukungan serta perhatian dari dinas terkait sangat membantu komunitas, salah satunya melalui talkshow melalui RRI yang di lakukan melalui Jurnalis Warga TIFA Kota Jayapura, dimana Komunitas WARNA mendapat apresiasi dari masyarakat, meskipun merupakan komunitas yang baru namun di harapkan komunitas WARNA dapat terus berjalan ada dan tidak adanya program CN.

Oleh karena itu melalui Workshop dan Pameran yang dilakukan ini diharapkan dapat melibatkan perwakilan dari sleuruh anggota masyarakat, dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sekaligus mempromosikan hasil produk yang di hasilkan oleh komunitas.


Suasana Kegiatan Workshop dan Mini Pameran Komunitas WARNA

Workshop dan pameran ini, merupakan satu kegiatan yang juga melibatkan beberapa komunitas yang bergerak untuk isu yang sama, agar dapat membangun jejaring sehingga komunitas WARNA dapat mengadopsi keterampilan serta kerajinan dari komunitas lain. Kegiatan ini juga akan melibatkan Jurnalis Warga dan beberapa media online, karena selama ini, melalui media komunitas WARNA dapat di kenal, dan bahkan meningkatkan penjualan karena pemasaran dan promosi melalui media online. 

JW TIFA dan Media Lainnya Saat Meliput Berita

Saat dikonfirmasi Hiswita Pangau selaku Koordinator Komunitas WARNA menuturkan dengan adanya kegiatan ini, kiranya dapat memberikan kesempatan kepada komunitas untuk bersaing secara sehat dnegan komunitas lainnya, dan membuka peluang-peluang lain yang dapat di akses untuk kegiatan-kegiatan serta peningkatan kapasitas komunitas baik kelompok maupun individu. Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan penandatanganan bentuk kerjasama atau dukungan dari dinas terkait dan LSM untuk komunitas WARNA. 

Penulis : Gerrard - KJW Kota Jayapura

Related Posts:

"Jurnalis Warga (JW TIFA) Bekersama dengan Dinas KOMINFO Kota Jayapura"

JW TIFA Foto Bersama Staf Dinas KOMINFO Kota Jayapura (02 Mei 2018)

Jayapura,-Saat ini dunia jurnalistik tidak hanya milik wartawan professional saja tapi milik semua orang yang ingin berbagi informasi lewat Citizen Journalism (jurnalisme warga). Jurnalisme warga salah satu rubrik yang disediakan media massa kepada semua warga seolah-olah berprofesi sebagai wartawan professional. Sebab warga melakukan kegiatan jurnalistik mulai dari mencari, mengumpulkan dan mengolah menjadi sebuah berita dan menyebarkan pada media massa tertentu yang diinginkan. Tujuan hanya satu menyampaikan informasi yang memiliki unsurnilai berita bagi banyak orang.

Diskusi Bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Jayapura

Citizen Journalism merupakan suatu bentuk kegiatan jurnalistik yang melibatkan warga masyarakat untuk ikut mengisi media. Warga masyarakat diberikan kebebasan untuk memberitakan dan melaporkan peristiwa atau kejadian yang dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Artinya, siapa saja, baik ibu rumah tangga, Pegawai Negeri Sipil, pelajar, militer, maupun usahawan, dengan menggunakan teknologi informasi yang tersambung ke internet, dapat meliput dan mendistribusikan atau mengirimkan berita ke media massa.





Oleh sebab Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) menguatkan peran dan posisi jurnalis warga (JW TIFA), di Kota Jayapura dengan membuat pendampingan dengan mengkonsolidasi, meningkatkan kapasitas dan networking terutama dengan CSO serta memotivasi mereka dalam menyampaikan berbagai laporan tentang situasi perempuan dan anak di areanya masing-masing.

Para jurnalis warga juga akan didorong dan diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan media utama. Hal ini agar suara JW juga mendapat tempat di media utama dan  lebih menjadi perhatian pemerintah untuk mendapat respons selain itu Jurnalis Warga juga diharapkan dapat bekerjasama dengan Diskomifo Kota Jayapura.

Penulis : Gerrard - Koordinator JW Kota Jayapura

Related Posts:

"Jurnalis Warga (JW TIFA) Makin Eksis di Kota Jayapura"

Foto Bersama Semua Anggota JW Yang Hadir Pada Pertemuan Mentoring


Jurnalis Warga telah berjalan beberapa tahun terakhir ini di Kota Jayapura, dan telah melibatkan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda. Menjadi perpanjangan informasi, tidak hanya menulis berita, tetapi juga melakukan advokasi untuk mendorong adanya perubahan ke arah yang lebih baik kepada masyarakat



Foto Bersama JW TIFA

Berbagai tantangan yang di hadapi, melihat setiap JW bukan berasal dari aktivis atau penulis, namun bagaimana mendorong agar semua dapat dengan percaya diri dan terlibat dalam menulis berbagai hal, situasi dan peristiwa yang terjadi, di angkat dari potret-potret nyata.



JW TIFA Meliput Dan Mewawancarai Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Jayapura

Oleh sebab Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) ingin menguatkan peran dan posisi jurnalis warga dengan membuat pendampingan dengan mengkonsolidasi, meningkatkan kapasitas dan networking terutama dengan CSO serta memotivasi mereka dalam menyampaikan berbagai laporan tentang situasi perempuan dan anak di areanya masing-masing.



JW Mewawancarai Direktris YHI-Papua

Para jurnalis warga juga akan didorong dan diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan media utama. Hal ini agar suara JW juga mendapat tempat di media utama dan  lebih menjadi perhatian pemerintah untuk mendapat respons.Dalam kesempatan kali ini, komunitas jurnalis warga juga akan diperluas kekalangan laki-laki dan anak muda untuk mengadvokasi persoalan perempuan, anak, gender, dan lainnya


JW TIFA Mewawancarai Kabid Disperindakop & UKM Kota Jayapura
  

 
Penulis : Gerrard - KJW Kota Jayapura

Related Posts: