Potret seorang ibu di Kampung Yakonde






Potret seorang ibu, yang sedang hamil tua menerbarkan jala ikan di danau. Ikan yang di dapat sebagian akan di jual, dan sebagian untuk di konsumsi.

Banyak pemikiran muncul, dengan berbagai pertanyaan, namun itu terjadi karena ada pembagian peran dan kebiasaan yang terjadi sejak sebelumnya.

Perempuan hamil menjala ikan, bukan karena ada paksaan, bukan karena ada penelantaran ekonomi, bukan karena ada kekerasab, atau hal2 lain kaitannya dengan kekerasan terhadap perempuan.

Mereka telah menjalankan aktifitas dan kebiasaan ini sejak dulu, dimana banyak perempuan menjala ikan, dan laki2 bertani. Sehingga dapat di simpulkan bahwa mereka menjalankan tanpa paksaan, dan merada tidak ada yang salah dengan apa yang mereka terapkan selama ini, namun tentu saja ada yang perlu di rubah.

Dan artinya, bukan hanya merubah cara pandang laki2 tetapi juga perempuan, namun tentu saja, tidak semua dengan pemikiran yang sama, tentu saja setiap orang dengan cara dan pemikiran yang berbeda.

Merubah beberapa hal termasuk cara berfikir, bukan kesalahan perempuan menjala ikan atau melakukan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh kebanyakan laki2, namun bagaimana membangun cara berfikir setiap orang agar berfikir kritis atas kebiasaan yang kemungkinan dapat menyebabkan hal2 yang tidak diinginkan.

Salah satunya, perempuan hamil bukan tidak boleh beraktifitas, namun cukup dengan aktifitas yang ringan dan tidak beresiko.

Cara merubah kebiasaan satu kelompok masyarakat adalah dengan menjadi bagian dari mereka, mempelajari kehidupan mereka, budaya dan tradisi serta seberapa kuat pengaruhnya kepada masyarakat.

Bukan untuk memenuhi tujuan kita, namun membuat mereka merasa bahwa ada yang harus di rubah tanpa harus di paksakan.

Setiap tempat dengan budaya berbeda dengan keunikan masing2, begitu pun latar belakang serta keunikan yang di miliki masyarakatnya.

Membuat perubahan tidak selalu harus berdasarkan apa yang kita lihat, namun apa yang akhirnya mereka sadari bahwa ADA YANG HARUS DI RUBAH.

By : Hiswita Pangau - Jurnalis warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "Potret seorang ibu di Kampung Yakonde"

Post a Comment