PEMIMPIN MUDA PAPUA



Pada bagian sebelumnya saya menulis bahwa kiprah Willem Wandik telah membuat nama Kabupaten Puncak sangat dikenal di seluruh Indonesia dan lebih-lebih lagi di Jakarta.

Mungkin karena sering mendengar namanya, suatu hari di tahun 2015 Presiden Jokowi bertanya ke seorang Menteri, siapakah Willem Wandik? Tak menyangka ditanya seperti itu, pak Menteri meminta waktu untuk menjawabnya.

Pak Menteri yg sebenarnya sudah sangat lama mengenal baik Wandik,  meminta saya menulis deskripsi singkat tentang siapa dia, mungkin supaya lebih obyektif dalam menggambarkannya.

Waktu itu, saya menulis catatan cukup panjang yang saya kirim via WA ke beliau. Sebenarnya saya diminta menulis ringkas sj, tp sulit bagi sy utk menuliskan banyak hal baik tentang Wandik hanya dalam catatan pendek. Sehingga yang tertulis adalah sebagai berikut :

Willem Wandik adalah putra asli Puncak yang lahir dan tumbuh besar dengan gemblengan orang tua dan alam yg keras di pegunungan Papua.

Bapaknya seorang Pendeta yg banyak melakukan tugas-tugas mulia untuk masyarakat di pedalaman Papua. Mama-nya, perempuan tangguh Papua yg selalu mendorong Wandik untuk tidak lelah mengejar sekolah. Ya, sekolah memang harus dikejar karena saat itu sangat sulit mendapatkan sekolah di kampungnya di Beoga, sehingga harus dikejar ke Ilaga dan bahkan ke Nabire dan Timika. Tentu sj hrs dg perjuangan berebut pesawat kecil untuk terbang,  yang saat itu memang masih sangat-sangat jarang.

Perjuangan berat meraih pendidikan sejak kecil menempa Wandik menjadi pribadi hebat yg sangat kuat. Ia tumbuh mnjdi pemuda dan mahasiswa yg aktif dan gigih. Setelah lulus dari S2 UGM Wandik kembali mengabdi menjadi pegawai di Puncak Jaya, dan bersama beberapa tokoh setempat, sangat aktif memperjuangkan pembentukan Kab Puncak.

Kini dia menjadi sedikit dari beberapa pemimpin muda Papua yg punya komitmen tinggi untuk memajukan daerahnya bekerja. Wandik didukung masyarakat karena dedikasi dan kepeduliannya.

Wandik adalah juga pemimpin muda Papua bersih. Tidak merokok, tidak minum, dan tidak menghibur diri di tempat maksiat. Dia sangat peduli pada keluarga dan kondisi masyarakat. Setiap bertemu di Ilaga, Jayapura ataupun Jakarta, kami selalu berdiskusi dan berdebat, tentang bagaimana memajukan masyarakat.

Kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua (yang secara riil sangat tertinggal), selalu menjadi obsesinya. Itulah yang selalu ada dalam pikirannya, dan yg selalu kami perbincangkan untuk ke mencari solusi mengatasinya.

Wandik adalah pemimpin muda Papua yg di hatinya ada "merah putih". Tak sedikitpun ada keraguan tentang jiwa nasionalismenya. Pengabdiannya untuk masyarakat dan daerah sangat tulus. Hidupnya biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang sangat sederhana. Dia sadar betul bgm harus bekerja untuk Papua, di tengah stigma yang selalu dilekatkan kepada kebanyakan pejabat Papua.

Sampai tahun 2015 ini Wandik dan keluarga bahkan tidak memiliki rumah di Ilaga. Sehari2 tinggal di "Kediaman Bupati" yg hanya berupa rumah kayu sederhana milik orang tuanya. Tidak membangun rumah pribadi megah di sana. Rumah aslinya di sebuah perumnas di Jayapura juga sangat sederhana, dibeli ketika ia menjadi pegawai Bappeda Puncak Jaya.

Mobil Dinas dan beberapa fasilitas Pemda yang dinikmatinya bukanlah dia yg memintanya. Saya tahu persis, beberapa bulan setelah dilantik dulu, ia berpesan agar pengadaan mobil dinas cukup yang sederhana saja. Ketika akhirnya tahu bahwa sudah terlanjur dibelikan mobil mahal oleh pejabat Pemda saat itu, secara jujur dia berkata bahwa sebenarnya merasa kurang pantas memakainya.

Sebagai Bupati baru, Wandik langsung menghadapi tantangan pekerjaan yang sangat berat, membangun perdamaian di atas puing-puing kehancuran sosial karena konflik politik dan perang saudara tahun 2011-2012. Tugas itu bisa dilaksanakan dengan baik, tentu saja dengan anggaran yang sangat besar. Tuntutan biaya sosial juga besar.

Sebagai Bupati, ia banyak menghabiskan anggaran untuk rekonsiliasin sosial, juga untuk menumbuhkan kembali kemandirian masyarakat yang sudah bertahun-tahun terkena "racun proposal". Wandik punya tanggung jawab menyadarkan masyarakat untuk kembali berkebun, supaya masyarakat punya hasil bumi yg bisa dijual, dan pemda siap membeli. Logika yang dia bangun adalah, masyarakat perlu makan, supaya bisa beli makanan maka harus punya uang, supaya bisa punya uang maka harus kerja.

Bukan hanya masalah pertanian, fokus pembangunan daerah saat ini adalah pembangunan infrastruktur, telekomunikasi, air bersih, listrik, dan yg paling penting... menurunkan tingkat kemahalan harga-harga Inilah pentingnya dukungan Jakarta. Dan inilah alasan mengapa Wandik sering harus bolak balik Jakarta, supaya ada perhatian dari Jakarta, supaya negara benar-benar bisa hadir di Tanah Papua.

Sebagai Bupati, tentu saja ada pihak-pihak yang tidak senang dengan yang dia lakukan, termasuk mereka yang banyak membuat gerakan-gerakan di Jakarta dan Jayapura, atau menyebar berita-berita fitnah di media massa. Tp menurut saya, yang dilakukan Wandik adalah benar2 untuk rakyatnya. Utk daerahnya.***

Bambang Purwoko
(Ketua Gugus Tugas Papua UGM)

Pernah menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Puncak (2013 - 2015)

Related Posts:

0 Response to "PEMIMPIN MUDA PAPUA"

Post a Comment