Gapensi Papua Gelar Welcome Party



Jayapura-- Gapensi Papua dalam rangka mengelenggara musyawarah Daerah ke- VIII  dalam kesempatan itu telah membuka dengan tema Welcome Party di Pantai Hamadi pada Kamis (27/9/2018) sore ini..


Ketua BPD Gapensi Provinsi Papua yang mewakili Sekertaris Jendral Lukman salut diapresiasi dengan kehadiran para ketua DPC dan anggotanya. Dirinya telah mengampaikan terima kasih kepada  seluruh anggota yang telah hadir. Karena lantaran sangat urgen untuk ke depan dalam kemajuan  organisasi,"ujarnya.

Menurut dia, Musyawarah ke-VII  dalam diskusi yang hendak akan dilaksanakan hari Jumat (28/9) ini  sangat urgen dan sangat berharga versi dirinya sehingga telah hadir sehingga diharapkan harus diperjuankan untuk kemajuan organisasi ini sehingga dibutuhkan kekompakan.

"Harus ada kekompakan dalam mengembangkan gapensi ini agar kelak bisa maju,"katanya.

Dia mengharapkan, harus ada kekompakan dan jika terjadi difergensi maka selesaikan secara kekeluargaan.

"Kebersamaan selalu diutamakan dalam membungun gapensi ini agar kedepan bisa berjalan baik sesuai dengan harapan bersama. Harapanan ini disampaikan seluruh DPC dan para anggotanya,"tuturnya.

By : Christian Degey - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

RPM SIMAPITOWA Gelar Seminar Dan Perkenalan



JAYAPURA,-- Rumpun Pelajar Mahasiswa, Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar gelar seminar dan perkenalan pada Jumat (21/9) di Sekertarian KNPI Provinsi, di Jayapura.

Ketua Pengurus Pusat RPM SIMAPITOWA Hengki Mote mengatakan dalam proses persiapan kegiatan ini telah bersinergi bersama panitia kegiatan sehingga untuk merancang proses persiapan kegiatan seminar dan perkenalan pun dapat berjalan.

“Kami sudah kerja sama yang baik sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Namun, selama sebelumnya  kegiatan ini pula dalam proses persiapan sedang berlangsung banyak rintangan namun kami tetap konsisten,”ujar Mote.

Lanjut Hengki, mengingat masa depan Papua, dirinya telah mengundang beberapa pemateri yang lantaran sangat terkemuka di mata public di Papua seperti Dr. Socratez Yofyan Yoman.

“Berawal dari kebersamaan sehingga kami berhasil mengundang beberapa pemateri dan dalam hal ini Dr Socratez Yofyan Yoman dan beliau telah membawakan materi pertama yang sangat bermanfaat bagi kami kedepa pula telah membagikan buka penerbitannya yang berjudul ‘MEREKA YANG MELAYANI DENGAN KASIH, ” jelasnya.

Seminar atau perkenal merupakan hal yang sangat urgen. Karena, melalui itulah dapat terbentuk karakter kepribadian sebagai  mahasiswa/I untuk generasi Papua kedepan sehingga lantas melaksanakannya.

“Kalau tidak melaksanakan seminar atau perkanalan ini maka para mahasiswa baru dalam proses adaptasiannya mengalami kesukaran sehingga momen ini menjadi sangat urgen dan manfaatkan dengan baik karena kegiatan ini dapat diagendakan dua hari yakni Jumat-Sabtu,”katanya.

Sangat berharap supaya mahasiswa baru dan juga semuanya manfaatkan dengan secara baik karena bukan hanya perkenalan melainkan pula pelbagai materi yang akan diberikan ini memunyai multifungsi amat berarti.

“Harapan kami bersama bahwa para mahasiswa baru yang ikut seminar atau perkenal ini merupakan langkah awal untuk melatih diri dalam keberanian agar kedepan menjadi SDM yang kapasitas serta kualitasnya dapat membanggakan versi public,”harapnya.

By - Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

PEMIMPIN MUDA PAPUA MASA DEPAN


Hari ini, Senin 24 September 2018, Willem Wandik, S.E., M.Si. resmi dilantik menjadi Bupati Puncak utk periode ke-2 (2018-2023), berdampingan dengan Pelinus Balinal, S.Sos.Ag. sebagai Wakil Bupati.

Menjadi Bupati pertama kali pada usia 37 tahun, pelantikan yg kedua hari ini berlngsung tepat empat hari setelah ia dan keluarga mensyukuri ulang tahunnya yg ke 43.

Sebagai pemimpin muda, ia kini menjadi tumpuan harapan bagi masy Puncak yg dalam Pilkada 2018 kmrn 91 persen mempercayakan suaranya kpd Willem Wandik. Masa depan dan kemajuan Puncak 5 tahun ke depan berada di pundak Willem Wandik dan para pendukungnya di pemerintahan maupun di masyarakat.

Sbg pemimpin muda, Willem Wandik tidak hanya menjadi tumpuan harapan masy Puncak. Ia juga menjadi tumpuan harapan masy Papua.

Apakah ia akan sanggup memenuhi harapan masy Papua setelah nanti menyelesaikan tugasnya di Puncak? Hanya Tuhan yang maha tahu. Tuhan pula yang maha berkehendak.

Sbg sahabat yg sdh berjuang bersama utk kemajuan Papua sejak tahun 2006, sy bisa bersaksi atas kemampuannya. Sy sangat yakin, Willem Wandik mempunyai kehandalan dan kepiawaian utk mewujudkan harapan masy tsb.

Karena kiprah dan kemampuannya menjalin network yg sangat kuat, nama Kab Puncak yg dipimpinnya sejak th 2013 mulai dikenal luas di seluruh Indonesia. Utk pertama kaliya dlm sejarah Indonesia dan Papua, bbrp Menteri dari Jakarta berani menempuh risiko terbang dg pswt kecil meliuk2 di atas gunung naik ke wilayah Puncak, dan menginjakkan kakinya di Tanah Papua.

Mgkn krn sering mendengar namanya, suatu hari di tahun 2015 Presiden Jokowi menanyakan ke seorang Menteri, siapakah Willem Wandik? Tak menyangka ditanya spt itu, pak Menteri meminta waktu utk menjawabnya.

Beliau kemudian meminta sy menulis deskripsi singkat tentang siapa Willem Wandik. Sy pun menuliskannya dlm catatan ringkas yg sy kirim via WA. Bgm isinya? 🤩

Bambang Purwoko
(Ketua Gugus Tugas Papua UGM)

Pernah menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Puncak (2013 - 2015)

Related Posts:

PEMIMPIN MUDA PAPUA



Pada bagian sebelumnya saya menulis bahwa kiprah Willem Wandik telah membuat nama Kabupaten Puncak sangat dikenal di seluruh Indonesia dan lebih-lebih lagi di Jakarta.

Mungkin karena sering mendengar namanya, suatu hari di tahun 2015 Presiden Jokowi bertanya ke seorang Menteri, siapakah Willem Wandik? Tak menyangka ditanya seperti itu, pak Menteri meminta waktu untuk menjawabnya.

Pak Menteri yg sebenarnya sudah sangat lama mengenal baik Wandik,  meminta saya menulis deskripsi singkat tentang siapa dia, mungkin supaya lebih obyektif dalam menggambarkannya.

Waktu itu, saya menulis catatan cukup panjang yang saya kirim via WA ke beliau. Sebenarnya saya diminta menulis ringkas sj, tp sulit bagi sy utk menuliskan banyak hal baik tentang Wandik hanya dalam catatan pendek. Sehingga yang tertulis adalah sebagai berikut :

Willem Wandik adalah putra asli Puncak yang lahir dan tumbuh besar dengan gemblengan orang tua dan alam yg keras di pegunungan Papua.

Bapaknya seorang Pendeta yg banyak melakukan tugas-tugas mulia untuk masyarakat di pedalaman Papua. Mama-nya, perempuan tangguh Papua yg selalu mendorong Wandik untuk tidak lelah mengejar sekolah. Ya, sekolah memang harus dikejar karena saat itu sangat sulit mendapatkan sekolah di kampungnya di Beoga, sehingga harus dikejar ke Ilaga dan bahkan ke Nabire dan Timika. Tentu sj hrs dg perjuangan berebut pesawat kecil untuk terbang,  yang saat itu memang masih sangat-sangat jarang.

Perjuangan berat meraih pendidikan sejak kecil menempa Wandik menjadi pribadi hebat yg sangat kuat. Ia tumbuh mnjdi pemuda dan mahasiswa yg aktif dan gigih. Setelah lulus dari S2 UGM Wandik kembali mengabdi menjadi pegawai di Puncak Jaya, dan bersama beberapa tokoh setempat, sangat aktif memperjuangkan pembentukan Kab Puncak.

Kini dia menjadi sedikit dari beberapa pemimpin muda Papua yg punya komitmen tinggi untuk memajukan daerahnya bekerja. Wandik didukung masyarakat karena dedikasi dan kepeduliannya.

Wandik adalah juga pemimpin muda Papua bersih. Tidak merokok, tidak minum, dan tidak menghibur diri di tempat maksiat. Dia sangat peduli pada keluarga dan kondisi masyarakat. Setiap bertemu di Ilaga, Jayapura ataupun Jakarta, kami selalu berdiskusi dan berdebat, tentang bagaimana memajukan masyarakat.

Kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua (yang secara riil sangat tertinggal), selalu menjadi obsesinya. Itulah yang selalu ada dalam pikirannya, dan yg selalu kami perbincangkan untuk ke mencari solusi mengatasinya.

Wandik adalah pemimpin muda Papua yg di hatinya ada "merah putih". Tak sedikitpun ada keraguan tentang jiwa nasionalismenya. Pengabdiannya untuk masyarakat dan daerah sangat tulus. Hidupnya biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang sangat sederhana. Dia sadar betul bgm harus bekerja untuk Papua, di tengah stigma yang selalu dilekatkan kepada kebanyakan pejabat Papua.

Sampai tahun 2015 ini Wandik dan keluarga bahkan tidak memiliki rumah di Ilaga. Sehari2 tinggal di "Kediaman Bupati" yg hanya berupa rumah kayu sederhana milik orang tuanya. Tidak membangun rumah pribadi megah di sana. Rumah aslinya di sebuah perumnas di Jayapura juga sangat sederhana, dibeli ketika ia menjadi pegawai Bappeda Puncak Jaya.

Mobil Dinas dan beberapa fasilitas Pemda yang dinikmatinya bukanlah dia yg memintanya. Saya tahu persis, beberapa bulan setelah dilantik dulu, ia berpesan agar pengadaan mobil dinas cukup yang sederhana saja. Ketika akhirnya tahu bahwa sudah terlanjur dibelikan mobil mahal oleh pejabat Pemda saat itu, secara jujur dia berkata bahwa sebenarnya merasa kurang pantas memakainya.

Sebagai Bupati baru, Wandik langsung menghadapi tantangan pekerjaan yang sangat berat, membangun perdamaian di atas puing-puing kehancuran sosial karena konflik politik dan perang saudara tahun 2011-2012. Tugas itu bisa dilaksanakan dengan baik, tentu saja dengan anggaran yang sangat besar. Tuntutan biaya sosial juga besar.

Sebagai Bupati, ia banyak menghabiskan anggaran untuk rekonsiliasin sosial, juga untuk menumbuhkan kembali kemandirian masyarakat yang sudah bertahun-tahun terkena "racun proposal". Wandik punya tanggung jawab menyadarkan masyarakat untuk kembali berkebun, supaya masyarakat punya hasil bumi yg bisa dijual, dan pemda siap membeli. Logika yang dia bangun adalah, masyarakat perlu makan, supaya bisa beli makanan maka harus punya uang, supaya bisa punya uang maka harus kerja.

Bukan hanya masalah pertanian, fokus pembangunan daerah saat ini adalah pembangunan infrastruktur, telekomunikasi, air bersih, listrik, dan yg paling penting... menurunkan tingkat kemahalan harga-harga Inilah pentingnya dukungan Jakarta. Dan inilah alasan mengapa Wandik sering harus bolak balik Jakarta, supaya ada perhatian dari Jakarta, supaya negara benar-benar bisa hadir di Tanah Papua.

Sebagai Bupati, tentu saja ada pihak-pihak yang tidak senang dengan yang dia lakukan, termasuk mereka yang banyak membuat gerakan-gerakan di Jakarta dan Jayapura, atau menyebar berita-berita fitnah di media massa. Tp menurut saya, yang dilakukan Wandik adalah benar2 untuk rakyatnya. Utk daerahnya.***

Bambang Purwoko
(Ketua Gugus Tugas Papua UGM)

Pernah menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Puncak (2013 - 2015)

Related Posts:

SUKU BIAK



Suku Biak memiliki tradisi berlayar sejak lama.
Mereka telah menjelajah lautan tahun 1400-1800 dari Biak sampai Maluku,  Sulawesi,  Jawa dan Semenanjung Malaka...., "tulis A. B. Lapian.
Pelayaran orang Biak terdorong oleh lingkungan geografis biak yg tandus dan kurang menghasilkan secara ekonomis,  perang antar suku dan adat budaya.
Menurut Albert Rumbekwan aktifis sejarawan Uncen Jpr,  ada faktor lain yg menyebabkan orang Biak melakukan pelayaran.
Sekitar tahun 1400-an terjadi kemarau yg panjang sehingga untuk memperoleh bahan makanan suku Biak berlayar keluar dari kawasan mereka.
Aktivitas pelayaran ini dipimpin oleh Manseren_Mau atau Suprimanggun dan "Mambri" sebagai pemimpin perang.
Mereka berlayar menggunakan perahu layar tradisional: Wairon, Waimansusu dan Waipapan/Karures dan telah menguasai ilmu navigasi yg mengandalkan bintang,  seperti bintang Orion (Sawakoi) dan Scorpio (Romanggwandi).

By : Hank Pataijera (disalin)
Anggota TIFA-Forum JW Kota Jayapura

Related Posts:

DESA TOBATI




letaknya dekat pusat kota Jayapura bermukim dipesisir teluk Yotefa seluas 1670 Ha termasuk kecamatan Jayapura Selatan Kota Jayapura.
Perumahannya diatas air laut dengan penataan rumah berbentuk Linier,  yaitu rumah dibangun sejajar dalam formasi dua deret yang saling berhadapan dan dibangun jembatan diantara dua deretan perumahan panggung.
Jenis rumah mereka adalah Rumah Tinggal dikenal dengan sebutan #Rumah_Sway terdiri dari bilik atau kamar tidur,  ruang tamu atau teras penerima tamu,  dapur atau ruang kerja para perempuan  dan teras belakang.
Pembagian menurut jenis kelamin yaitu sebelah laut untuk kaum laki-laki dan sebelah darat untuk kaum perempuan.
Tiap rumah memiliki kamar besar dan kamar kecil,  selain serambi depan yg menghadap kearah jembatan.
Serambi depan selain untuk menerima tamu sering dipakai untuk tempat bekerja kaum laki-laki.
Dibagian belakang selain dapur tempat kaum perempuan bekerja terdapat ruangan yang dipergunakan sebagai kamar mandi dan jamban.
Jenis rumah yg lain adalah Rumah Adat yg disebut #Rumah_Mau, rumah ini bentuknya segi empat atau segi delapan.
Bagian utama dari Rumah Adat ini,  terdiri dari bagian Kaki,  bagian Badan dan bagian Kepala.
Filsafat bangunan rumah Mau yg paling menonjol adalah terletak pada bentuk limasan yg bersusun tiga.
Bahan atap yg terbuat dari daun Sagu serta konstruksi atap yg bertumpuh pada tiang utama dalam bangunan.
Hirarki Rumah Mau terdiri dari satu ruangan yg luas tanpa batas antar ruang.
Fungsi Rumah Mau,  untuk melaksanakan Pesta Adat, sebagai Ruang Inisiasi (pendewasaan anak laki-laki) dan penyimpanan benda-benda pusaka.

By - Hank Pataijera
Anggota Forum Tifa JW Kota Jayapura

Related Posts:

Puluhan Tenaga Honorer K2 Mendatangi Kantor Gubernur



Jayapura - Dalam hal ini Pemerintah Papua harus mengseriusi Nasip Mereka, pasalnya mereka merupakan Honorer K2 yang mengapdi sejak tahun 2005,Jumlah Honorer K2 DiPapua saat ini berjumlah 78 Orang Sedangkan Kota Jayapura sebanyak 407 Orang, Honorer K2 ini sebagian besar sudah mengapdi sejak 2005 yang lalu dan kini telah masuk data BASE,KEMANPAN,RB Dan BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Sayangnya Aksi Puluhan Tenaga Honorer ini tidak disambut Gubernur Papua yang sedang mengikuti Rapat Maraton Bersama Sejumlah OPD Sehingga akhirnya Para Pengunjuk Rasa membubarkan diri secara aman dan tertib

By : Vallheri Jois - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

DPD Keluhkan Parkiran Liar Sepanjang Jalan Ahmat Yani Di Jayapura


DPD Keluhkan Parkiran Liar Sepanjang Jalan Ahmat Yani Di Jayapura

Jayapura, (SUARATIFAPAPUA)--Kepala Bidang Penagihan, Dinas Pendatan Daerah Muchin Yusuf mengatakan sangat mengesal dengan parkiran liar yang tengah meluas di sepanjang jalan Ahmat Yani di kota Jayapura .

“Kami sangat menyeluh terkait parkiran liar ini sebab sebelumnya kami sudah bersinergi bersama Sat Pol PP untuk pengawasannya namun seketika kami turung lapangan lantas tak ada hasil namun parkiran liar menjadi berhamburan,”ujar Yusuf kepada wartawan di Jayapura pada (18/9).

Menurutnya, DPD punya tugas untuk mengaktifkan  parkiran di kota Jayapura khususnya di Jln.Ahmat Yani karena pada akhir-akhir ini kendaraan parkirnya sebrau.

“Kami sudah turungkan petugas dari Sat Pol PP dan juga dari Dinas Pendapatan Daerah namun  setelah kami kembali pantau masih juga mengalami hal sama sebelumnya yaitu kesadaran masyarakat terkait parkiran belum terurus pula,”katamya.

Lanjutnya, sebenarnya telah menyediahkan tempat parkir khsusus roda dua dan roda empat namun sering mengalami pengalagunaan tempat oleh masyarakat.

“Kami sudah menyediahakan tempat parkir namun sering tak sadar juga oleh masyarakat itu sendiri,”jelasnya.

Jika masyarakat tidak memahami aturan yang ditetapkan oleh pemerintah maka kami akan  mengambil suatu ketegasan agar kesadaran itu hendak ada dalam kehidupan masyarakat pula kegiatan ini sampai bulan Desember mendatang.

“Apabila kedapatan parkiran yang parkir dipingkir Jln. Ahmat Yani plus maka kami akan mengambil ketegasan atau tindakan tegas agar masyarakat itu bisa sadar akan hal itu kelak pula sebagai penyawasan kami akan mengadakan pos disekitar jalan,”tuturnya.

By : Christian Degei - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Sexual Orientation Gender Identity Expression - Sex Characteristic (SOGIE-SC)


Yayasan Harapan Ibu Papua menjadi salah satu organisasi yang di kunjungi oleh Satellite Workshop, bersama 10 orang peserta, dengan topik yang menarik yaitu Sexual Orientation Gender Identity Expression - Sex Characteristic (SOGIE-SC). (24/9)

Diskusi ini dikemas dengan metode yang sangat menarik, dan setiap peserta diberikan kesempatan untuk berbagi, bertanya dan menceritakan berbagai hal terkait dnegan topik yang di bahas. 

Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 120 menit, yang di fasilitasi langsung oleh Tika yang juga menceritakan tentang kegiatan-kegiatan sebelumnya yang telah di lakukan, kegiatan ini tidak hanya di YHIP tetapi di beberapa komunitas dan di daerah lain juga yang ada di Papua dan daerah lainnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak informasi yang tersalurkan, dan setiap peserta maupun organisasi bisa menjadi perpanjangan informasi  kepada masyarakat dan komunitas.

Dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini melalui sosial media, menjadi menarik dan penting untuk topik ini di bagikan, karena sosial media merupakan salah satu alat alat yang efektif apalagi bagi remaja dan juga para pengguna sosial media lainnya.

Kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan pengalaman dan pembelajaran baru yang diberikan oleh fasilitator dengan isu yang begitu menarik. 

Berikut beberapa penjelasan singkat tentang program Satellite Workshop yang di kutip dari laman samsaranews.com : https://samsaranews.com/2018/09/04/kunjungan-satellite-workshop-ke-wilayah-papua-dan-maluku/

Satellite Workshop merupakan salah satu program edukasi yang dilakukan oleh Samsara yang berfokus pada penjangkauan komunitas di luar Pulau Jawa. Nama Satellite diambil dengan pertimbangan bahwa akses terhadap informasi dan layanan kesehatan berbasis Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) masih banyak berpusat di Pulau Jawa, termasuk program dan kerja Samsara.
Kami akan melakukan perjalanan selama delapan minggu ke beberapa daerah di Papua dan Maluku. Rute yang akan kami ambil adalah Jayapura – Biak – Manokwari – Sorong – Ambon – Maluku Tengah – Kepulauan Buru – Maluku Utara. Bagi pihak yang berminat bergabung, akan tetapi berada di luar rute tersebut dapat tetap mengajukan permintaan workshop dengan mengisi form yang telah disediakan, atau menghubungi kontak yang tersedia. Dua orang fasilitator kami akan membantu komunitas/organisasi lokal untuk melakukan workshop dan diskusi terkait Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi. Mereka terdiri dari satu orang pegiat isu seksualitas dan gender dan satu orang lagi adalah seorang Bidan.
Program ini menyasar remaja dan perempuan dalam usia produktif. Kami akan bekerjasama dengan sekolah, gereja, komunitas remaja, komunitas pecinta alam, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas atau lembaga lain yang melibatkan laki-laki. Beberapa materi yang disiapkan untuk lokakarya dengan masyarakat di antaranya adalah:
Konsep Dasar Seks dan Gender, termasuk menjelaskan perbedaan keduanya dan bagaimana peran di antara laki-laki dan perempuan kemudian berkontribusi pada ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Kesehatan Reproduksi, topik yang sangat diminati oleh remaja di sekolah dan asrama. Topik ini akan membahas mengenai fase-fase pubertas, menstruasi termasuk mengenai Menstrual Hygiene dan juga mengenai kehamilan.
Kesehatan Ibu dan Anak, merupakan topik yang banyak diminati oleh ibu-ibu di mana topik ini lebih banyak membahas terkait kesehatan selama masa kehamilan, pilihan melahirkan, ASI, kontrasepsi termasuk bagaimana melibatkan laki-laki atau suami dalam peran-peran pengasuhan dan selama masa kehamilan.
Pacaran Sehat dan Citra Tubuh Positif, adalah informasi yang ditujukan untuk remaja dan perempuan muda, yang membahas mengenai tanda-tanda hubungan atau relasi yang sehat, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP), negosiasi dan pengambilan keputusan. Selain itu, topik ini akan diperkuat melalui pemahaman mengenai citra tubuh positif. Topik ini akan mengajak remaja dan perempuan untuk membangun citra tubuh positif mereka tanpa harus berpatokan dengan citra tubuh yang diciptakan oleh media.
Perkawinan Anak, menjelaskan mengenai siapa dan apa yang dimaksud dengan anak dan perkawinan anak, faktor pendorong perkawinan anak dan dampak perkawinan anak termasuk mengenai resiko kesehatan anak.
Kekerasan, membahas mengenai jenis-jenis tindakan kekerasan terhadap perempuan dan remaja termasuk di dalamnya mengenai bullying, Kekerasan Dalam Pacaran serta informasi terkait apa saja yang harus dilakukan jika kekerasan terjadi.
Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD), akan membahas tentang pilihan apa saja yang dimiliki perempuan saat mengalami KTD dan apa saja dukungan yang dibutuhkan, serta kaitannya dengan aborsi tidak aman.
Pembuatan Pembalut Kain, topik ini merupakan topik baru pada Satellite Workshop tahun ini. Materi ini akan mengajak peserta untuk membuat pembalut kain dengan metode menjahit tangan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah, seperti: kain katun (bisa jadi baju bekas), kain handuk (bisa dari handuk bekas), jarum, benang, kertas dan pensil.
Selain topik-topik di atas, Tim Satellite Workshop juga bisa menyediakan materi khusus berdasarkan kebutuhan jaringan/komunitas lokal atau atas permintaan organisasi untuk peningkatan kapasitas stafnya. Topik khusus lainnya adalah (a) Hak Asasi Manusia, (b) SOGIE (Sexual Orientation, Gender Identity and Expression) (c) HIV-AIDS (d) Asuhan Pasca Keguguran (e) Otoritas Tubuh dll..

Dengan adanya kegiatan ini, semoga dapat membangun pemahaman masyarakat dan komunitas tentang isu-isu menarik, salah satunya SOGIE-SC yang menjadi topik pembahasan hari ini.

By : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura


Related Posts:

Warga minta ada pembenahan pasar Youtefa

Jayapura Warga Minta Ada Pembenahan Pasar Youtefa Kota Jayapura

Pasar Yotefa Kota Jayapura sudah lama dibangun namun sayangnya belum ada perhatian yang maksimal dari Pemerintah Kota Jayapura hal itu dikemukakan Jeri Yulianto salah satu Pemerhati Pembangunan di Jayapura.

“Dari tahun ke tahun periode pemimpin sudah berganti di kota ini, tapi pasar ini belum ada perubahan “ ungkapnya dengan nada kesal sembari memperlihatkan beberapa lapuk kayu dan becek yang ada di sekelilingnya.

Ada banyak sekali pengunjung yang datang dari Kota Jayapura bahkan para pengunjung dari luar kota jayapura yang datang jalan-jalan ke papua hendak belanja di pasar sini namun sering kaget dengan kondisi yang ada.

“ Bahkan terkesan semakin semrawut,aturan dan apa yang berjalan ini terkesan tak ada perhatian yang baik” terangnya.


By : Frans Kobepa - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Komunitas WARNA Gelar Pelatihan Promosi Dan Pemasaran Melalui Medsos






Jayapura,--Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Melalui Progran Fellow Citradayanita Latih promosi dan pemasaran melalui sosial Media kepada komunitas WARNA.

Koordinator Komunitas WARNA Hiswita Pangau mengatakan sebagai wadah dalam mempromosikan hasil karya yang dihasilkan oleh ibu-ibu Papua yang ikut bergabung dalam komunitas tersebut.

Komunitas ini bergerak dalam pelatihan untuk pelbagai karya atau ukiran dari hasil karya sendiri yang dihasilkan oleh Ibu-ibu, agar kedepan mereka pun bisa bersaing dalam dunia usaha.

Hal itu disampaikan  Hiswita Pangau kepada suaratifapapua.com di Jayapura pada Sabtu (15/9/2018).

Menurutnya, selama sekitar 5 kali pernah memasaran hasil karya ibu-ibu dan disuport oleh dan diapresiasi oleh pelbagai kalangan diluar komunitas. Bahkan pernah melakukan pengiriman hasil karyanya di luar Jayapura seperti Manokwari dan juga bagian Jawa.

"Komunitas ini bergerak dalam melatih para ibu-ibu untuk berkarya agar kedepan mereka bisa mandiri. Dengan hasil karya yang enggan dipromosikan atau memasarkan ini supaya kedepan bisa ada perhatian khusus dari Pemerinta Provinsi maupun Pemerintah Darah agar bisa mengembankan usaha yang dimilikinya,"katanya.

Lanjutnya, selalu melakukan pengawas dan usaha demi organisasi ini agar kedepan para ibu-ibu bisa mandiri dalam hidupnya mereka.

"Jika usaha mereka ini berkembang maka tentunya ada supsidi atau suport dari pemerintah. Namun karena belum ada usaha sendiri sehingga lapangan kerja yang ada telah dimanfaatkan oleh mereka yang punya berpengalaman. Oleh karena itu, hari ini kami telah mengadakan pelatihan promosi dan pemasaran melalui sosial media biar dapat terbantu,"jelasnya.

Dia mengaharapkan, melalui komunitas atau yayasan ini dapat terbantu kepada ibu-ibu agar kedepan dengan harapan besar mereka pun bisa bersaing dalam dunia usaha.

Melalui pelatihan yang sering diselenggarakan oleh komunitas ini agar ibu-ibu Papua yang telah bergabung dalam komunitas ini agar kedepan bisa mandiri dan sejahtera dalam usahanya maupun kehidupan keluarganya mereka,"tuturnya.


By : Tian - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Mentoring Jurnalis Warga (JW TIFA) Kota Jayapura Ke VII





 Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, melalui Forum Jurnalis Warga Kota Jayapura melakukan pertemuan mentoring ke VII bagi 12 orang jurnalis warga, kegiatan ini dilakukan di ruang pertemuan Kantor Yayasan Harapan Ibu Papua.

Pertemuan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan, dengan topik dan isu yang berbeda-beda.

Jurnalis warga saat ini berkembang dengan begitu pesat, bahkan dapat dilihat pada media-media online yang digunakan saat ini baik facebook, website maupun jenis sosial media lainnya, sehingga di harapkan setiap anggota JW mampu membuat berita berdasarkan fakta.

Pentingnya peran dan partisipasi jurnalis warga dalam berbagai isu serta persoalan-persoalan yang terjadi, di harapkan JW mampu memberikan warna tersendiri untuk satu perubahan yang lebih baik.

Anggota JW berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga melalui forum ini, tidak hanya sebatas pertemuan untuk membahas tentang media namun  menjadi tempat berbagi dan belajar bersama.

Situasi dan kondisi Kota Jayapura dengan berbagai isu permasalahan yang berbeda-beda, terkadang memberikan tantangan tersendiri kepada setiap anggota JW untuk membuat berita.

Pada setiap mentoring, selalu di awali dengan berbagi bersama, yaitu setiap individu diberikan kesempatan untuk menceritakan tentang pengalaman-pengalaman  pribadi serta tantangan-tantangan dalam menulis berita, agar menjadi informasi dan pemikiran bersama agar saling memotivitas dan mencari solusi bersama pada setiap persoalan yang ditemui.

Pada pertemuan kali ini, Koordinator JW mempresentasikan hasil berita yang di posting melalui sosial media facebook. Memberikan apresiasi untuk beberapa peningkatan, serta kontribusi anggota yang sejauh ini terlibat dalam penulisan. Namun disisi yang berbeda, masih ada beberapa isu yang kurang, sehingga di harapkan setiap anggota mampu terlibat aktif dalam menulis isu-isu yang menjadi persoalan saat ini, dan tidak terbatas di Kota Jayapura.

Sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan di atas maka, pada kesempatan kali ini setiap anggota diberikan tugas untuk membuat tulisan berdasarkan latar belakang aktifitas individu dengan tidak menutup kemungkinan untuk tetap menuliskan berita-berita dengan isu lainnya. Pembagian ini, untuk menumbuhkan kepercayaan diri serta keterlibatan setiap orang dalam membuat berita.

Dibawah ini adalah isu-isu yang diberikan kepada setiap anggota JW yaitu :

Isu-isu yang menjadi topik adalah :
1. Pendidikan
2. Kekerasan Berbasis Gender
3. Budaya
4. Hukum
5. Olahraga
6. Jurnalis warga
7. Ekonomi
8. Kesehatan
9. dll

Beberapa hal yang di hasilkan dari pertemuan ini yaitu :

1. Adanya pembagian tugas setiap anggota JW untuk menulis berita
2. Pembuatan Profil Anggota JW Tifa Kota Jayapura
3. Rencana Pembuatan seragam JW
4. Mentoring Ke VIII pada tgl 20 September 2018
5. Adanya diskusi dan sharing bersama sesama anggota JW


Foto Bersama






By : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Potret seorang ibu di Kampung Yakonde






Potret seorang ibu, yang sedang hamil tua menerbarkan jala ikan di danau. Ikan yang di dapat sebagian akan di jual, dan sebagian untuk di konsumsi.

Banyak pemikiran muncul, dengan berbagai pertanyaan, namun itu terjadi karena ada pembagian peran dan kebiasaan yang terjadi sejak sebelumnya.

Perempuan hamil menjala ikan, bukan karena ada paksaan, bukan karena ada penelantaran ekonomi, bukan karena ada kekerasab, atau hal2 lain kaitannya dengan kekerasan terhadap perempuan.

Mereka telah menjalankan aktifitas dan kebiasaan ini sejak dulu, dimana banyak perempuan menjala ikan, dan laki2 bertani. Sehingga dapat di simpulkan bahwa mereka menjalankan tanpa paksaan, dan merada tidak ada yang salah dengan apa yang mereka terapkan selama ini, namun tentu saja ada yang perlu di rubah.

Dan artinya, bukan hanya merubah cara pandang laki2 tetapi juga perempuan, namun tentu saja, tidak semua dengan pemikiran yang sama, tentu saja setiap orang dengan cara dan pemikiran yang berbeda.

Merubah beberapa hal termasuk cara berfikir, bukan kesalahan perempuan menjala ikan atau melakukan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh kebanyakan laki2, namun bagaimana membangun cara berfikir setiap orang agar berfikir kritis atas kebiasaan yang kemungkinan dapat menyebabkan hal2 yang tidak diinginkan.

Salah satunya, perempuan hamil bukan tidak boleh beraktifitas, namun cukup dengan aktifitas yang ringan dan tidak beresiko.

Cara merubah kebiasaan satu kelompok masyarakat adalah dengan menjadi bagian dari mereka, mempelajari kehidupan mereka, budaya dan tradisi serta seberapa kuat pengaruhnya kepada masyarakat.

Bukan untuk memenuhi tujuan kita, namun membuat mereka merasa bahwa ada yang harus di rubah tanpa harus di paksakan.

Setiap tempat dengan budaya berbeda dengan keunikan masing2, begitu pun latar belakang serta keunikan yang di miliki masyarakatnya.

Membuat perubahan tidak selalu harus berdasarkan apa yang kita lihat, namun apa yang akhirnya mereka sadari bahwa ADA YANG HARUS DI RUBAH.

By : Hiswita Pangau - Jurnalis warga Kota Jayapura

Related Posts:

Layanan Kesehatan Daerah Terpencil Perlu ditingkatkan






Pelayanan Kesehatan tentunya sangat dibutuhkan semua masayrakat terutama masyarakat papua yang berada di daerah terpencil sangat membutuhakan pelayanan kesehatan yang maksimal dan sesuai standar pelayanan minimal.

Dibeberapa daerah di papua tentu sangat terpencil begitu jauh dari pusat kota,sekolah dan pemerintah tentu masayrakatnya belum menyentuh pendidikan sehingga terkadang mereka susah untuk mendapat suatu perngobatan yang maksimal sebab setibanya di kota mereka dihadapi dengan persyaratan yang berbelit seperti halnya sebagai berikut :

  1. Tak Memiliki KTP
  2. Tak Memiliki Nama 
  3. Kurang Mendapat Informasi Pusat Layanan

dari beberapa hal yang diulas tersebut sudah hampir dirasakan masyarakat pada umumnya di wilayah tanah papua.

By : Frans Kobepa - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts: