Dinas Kesehatan Kota Jayapura Gelar Pertemuan Notifikasi Pasangan

Langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan dan mendorong perawatan HIV sedini mungkin sertaan  mendukung kepatuhan dalam terapi ARV adalah dengan perluasan test HIV. Mempertimbangkan situasi epidemi disebagian besar wilayah indonesia yang terkonsentrasi pada populasi kunci dan mulai meluas pada populasi umum maka melakukan promosi tes HIV kepada populasi pasangan kunci dan pasangan serodiskordan menjadi satu langkah yang sangat strategis. Untuk itu pengarusutamaan tes HIV bagi pasangan populasi kunci dan pasangan serodiskordan kedalam setiap tahapan dalam layanan berkelanjutan pada penanggulangan HIV menjadi kebijakan yang mendasar yang diperlukan untuk inisiasi dini terapi ARV untuk ODHA.

Promosi test HIV pada pasangan populasi kunci dan pasangan serodiskordan yang disebutkan diatas akan menjangkau lebih banyak pasangan yang melakukan test HIV. Mengetahui status atau test HIV adalah pintu masuk untuk perawatan, dukungan dan pengobatan serta mitigasi dampak yang lebih dini. Ini berkaitan pula dengan kualitas hidup yang lebih baik dan penurunan resiko penularan kepada orang lain (Termasuk pasangan). Hal ini akan memaksimalkan jalannya program yang sedang dijalankan pemerintah indonesia yaitu Fast Track di Indonesia yang mendorong pengobatan HIV secara dini pada orang yang terinfeksi HIV (Termasuk Pasangan Populasi Kunci) dan layanan Konfrehensip Berkesinambungan (LBK).

Notifikasi Pasangan atau pencarian kontak pengungkapan status adalah suatu proses yang dilakukan secara sukarela dimana petugas kesehatan meminta  kepada pasien untuk mengungkapkan status HIV kepada pasangan seksual atau pasangan penasun dengan harapan pasangan bisa dilakukan test HIV juga dan memberikan akses pengobatan jika hasil test positif.

Demikian salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV, melalui kegiatan pertemuan notifikasi pada pasangan yang dilaksanakan dari kamis 30 hingga Jumat 31 Agustus  bertempat diruang rapat Dinas Kesehatan dan diharapkan dengan kegiatan ini para konselor HIV yang berada di puskesmas mampu melakukan notifikasi pasangan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan penemuan dini kasus HIV dan terapi dini ARV.

By : Gerrard - JW Kota Jayapura

Related Posts:

"GKII Jemaat Anugerah Berbagi Kasih di Bulan Misi Penginjilan"








Dalam bulan misi penginjilan ini Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Anugerah Yoka melakukan kegiatan kunjungan kasih di Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian yang terletak di Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura. Pdt.Agus sebagai pengelola panti menuturkan bahwa sangat senang dan berterimakasih atas kunjungan yang telah dilakukan oleh GKII Jemaat anugerah, dan berharap kedepannya ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Jayapura juga kepada panti asuhan.
Pdt.Ni Made Christine selaku gembala jemaat mengatakan bahwa dengan kegiatan ini juga mengajarkan kepada jemaat bahwa bagaimana kita harus berbagi bersama dengan saudara-saudara yang ada disekitar kita, selain membagikan bingkisan dalam kunjungan tersebut juga sekaligus dilakukan pengobatan gratis dan bermain game’s bersama anak-anak panti yang jumlahnya sekitar 38 anak.
Selain melakukan kunjungan kasih jemaat Anugerah juga membagi-bagikan pembatas alkitab didua lokasi di Kabupaten Jayapura, dengan harapan semakin banyak umat Tuhan atau siapapun menyadari bahwa Tuhan Yesus Kristus sangat mengasihi uma-NYA. Maikel salah seorang pengojek mengatakan sangat senang dengan pembatas-pembatas Alkitab yang dibagikan karena gratis dan desainnya bagus.

By : Gerrard - KJW Kota Jayapura


Related Posts:

"Pertemuan Stakeholder Kampung Wombonda distrik Supiori Timur Terkait Penggunaan Dana Kampung"






Penjelasan Dana Kampung oleh Kepala Kampung Wombonda distrik Supiori timur sangat sederhana saat pertemuan di Kantor Kampung Wombonda selasa (21/8/2018).
Melalui pertemuan ini kepala kampung akan membuat Baliho untuk menampilkan semua rencana kerja dan dana yg telah diterima.
Pertemuan ini dihadiri kepala kampung, sekretaris, bendahara, babinsa, bamuskam dan masyarakat Yendoker kampung Wombonda.
Dalam pertemuan ini kepala kampung beserta aparat kampung akan memaparkan secara transparan semua kegiatan, program dan dana yg diterima.
Walaupun sampe pertemuan ini dana kampung belum dicairkan namun berbagai upaya telah dibuat, antara lain Dana pendidikan, dana karang taruna dan dana respek.
Pada pertemuan ini situasinya agak tegang ketika muncul pertanyaan tentang pergantian Bendahara Kampung, saat pertanyaan itu keluar dari yang bersangkutan (bendahara lama) "Saya mohon penjelasan tentang pergantian bendahara tanpa memberitaukan saya", hal itu dapat dijelaskan secara detail oleh Sekretaris Kampung bahwa pergantian itu langsung oleh kepala distrik Supiori Timur dikarenakan dalam beberapa pertemuan tingkat distrik kehadiran bendahara dinilai sebagai sesuatu yg mendasar untuk harus diganti.
Namun melalui pertemuan ini pula disepakati bahwa akan diselesaikan hak bendahara selama menjabat.
Pertemuan ini dapat merubah cakrawala kepemimpinan yg mendasar karena ada kesepakatan masyarakat dengan aparat kampung untuk semua hal yg akan dilakukan dan pembagian dana harus ada pertemuan di kantor kampung. 


By : Hank Pataijera - Jurnalis Warga Kabupaten Jayapura

Related Posts:

Komunitas WARNA gelar "Pelatihan Pengelolaan Sistem Keuangan Sederhana Bagi Kominitas Perempuan Kreatif"







Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) melalui program Citradaya Nita melakukan Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sistem Keuangan Sederhana dan Pelatihan Membuat Pernak Pernik Cendrawasih dari Kayu Gaba (23/8).
Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya dalam program Pemberdayaan perempuan dalam penanggulangan Kemiskinan, yang dimulai pada bulan Juli dan telah di awali dengan workshop sosialisasi program.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Komunitas, agar mampu mengatur keuangan dengan baik, dan mendapat informasi serta pengetahuan baru serta diskusi bersama komunitas.
Kegiatan ini dilakukan di Kantor Yayasan Harapan Ibu Papua, dan di hadiri juga oleh Ibu Veneranda Kirihio selaku Pimpinan YHIP. Pelatihan ini berlangsung cukup lama, karena banyak hal-hal menarik yang menjadi pembahasan, serta materi yang di kemas dengan begitu sederhana sehingga mudah di pahami oleh komunitas.
Perempuan dan dunia usaha memang menjadi menarik, karena banyak tantangan yang dihadapi oleh setiap individu dan berbeda-beda. Namun melalui program ini, perempuan diharapkan mampu keluar dari zona nyaman dan mengalahkan rasa takut untuk mencoba serta bersaing meski dengan usaha kecil.
Seperti yang di sampaikan Jihan Kantoli selaku Fasilitator bahwa Perempuan memang sering kesulitan apalagi jika berhadapan dengan kebutuhan yang banyak, sehingga kadang modal usaha digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dan ini yang perlu dirubah oleh komunitas.
Pada kesempatan yang sama Yulius Amamehi yang juga sebagai fasilitator memberi motivasi kepada peserta agar bisa berbagi ilmu dan informasi dengan sesama, agar talenta yang kita punya bertambah. Karena tidak cukup sampai pada diri sendiri.
Yulius sebagai fasilitator membuat pernak- pernik cendrawasih dari kayu Gaba, memberikan pelatihan serta informasi kepada komunitas, akan lebih baik jika kita tidak lagi memburu cendrawasih untuk digunakan sebagai ikat kepala atau pajangan setelah di awetkan. Lebih baik menggunakan yang dari kayu atau dari bahan apapun yang berbentuk cendrawasih. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini, sudah ada larangan keras untuk tidak menggunakan topi atau ikat kepala dengan cendrawasih asli.
Komunitas begitu antusias ingin belajar, apalagi permintaan dan pesanan untuk cendrawasih sangat banyak, sehingga komunitas perempuan berharap ini menjadi informasi dan pengetahuan baru yang bermanfaat dan akan memghasilkan untuk menunjang ekonomi keluarga.
Selanjutnya akan ada lebih banyak produk yang di pasarkan melalui sosial media hasil kerajinan dan keterampilan komunitas, yaitu cendrawasih dari kayu gaba, dompet dan tas dari benang, noken, bingkai dari koran, bunga dan sandal. Ini merupakan wujud komitmen bersama, dan di harapkan ini akan terus berjalan dengan memanfaatkan teknologi yang ada serta menyesuaikan dengan minat serta situasi yang ada saat ini. Apalagi saat ini sudah semakin banyak kerajinan dan keterampilan yang ada, namun untuk tetap eksis kita harus mencoba dan belajar hal-hal baru sebagai nilai tambah untuk produk yang akan di pasarkan.
Beberapa mama-mama sudah memiliki akun Facebook sehingga mulai belajar memasarkan sendiri, dan ke depan akan dilakukan pelatihan pemasaran melalui sosial media.
Melalui program Citradaya Nita, mampu memberdayakan komunitas perempuan, sehingga meskipun program berakhir, namun komitmen bersama dan apa yang telah di bangun bersama dalam komunitas tetap berjalan.
Karena, Perempuan harus bisa berdaya dan mampu bersaing secara sehat dan mengatur keuangan dengan baik meski dalam bentuk sederhana.
 
 
By : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

Penyuluhan tentang Campak dan Rubella/ campak Jerman pada anak dan bayi oleh Para Perawat di Puskesmas Kotaraja.







Penyuluhan tentang Campak dan Rubella/ campak Jerman pada anak dan bayi oleh Para Perawat di Puskesmas Kotaraja. 
Gejala Campak atau Rubella yaitu :
  1. Panas, 
  2. timbul bercak merah di tubuh , 
  3. mata merah, 
  4. juga batuk & pilek.
Sangat berbahaya buat anak- anak terutama yang masih bayi. Bisa menyebabkan kematian kalau anak bayi kekurangan Gizi.Oleh sebab itu jangan lupa membawa anak balita usia 9 bulan dan kurang dari 15 tahun di bulan Agustus di Sekolah dan september 2018
di Puskesmas, Posyandu atau pos Imunisasi lainnya. Akan mendapat imunisasi atau suntik kebal penyakit.1 kali suntik untuk kebal penyakit Campak dan juga Rubella. Penyakit yang dapat menyebabkan Kecacatan bahkan kematian.
Suntik kebal penyakit Campak dan Rubella, GRATIS/ tra bayar.
Setiap anak berhak bebas dari Campak dan Rubella
 
By : Yana Bisay - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Jurnalis warga Kota Jayapura"






Stand Pameran Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) ikut memeriakan Festival Film Papua II Jayapura, 7 - 9 Agustus 2018 lalu. Melalui Pameran ini kami dapat mempromosikan kegiatan Jurnalis Warga Tifa kota Jayapura.
Selain menampilkan berbagai foto-foto kegiatan adapula hasil kerajinan tangan berupa anting-anting, kalung,bunga-bunga dan juga makanan-makanan khas daerah Papua yang dipamerkan bersama-sama komunitas WARNA. 


saat di konfirmasi, Gerrard Raja sebagai Koordinator Jurnalisme Warga Kota Jayapura mengatakan dalam kesempatan itu juga merupakan ajang promosi tentang adanyanya JW di Kota Jayapura sembari menyampaikan bahwa Semua orang bisa menjadi jurnalis warga, yang dibutuhkan hanyalah hasrat atau keinginan yang kuat, sedikit latihan, dan keinginan untuk menyampaikan cerita yang bagus. Kita bisa bergabung dengan situs berita atau menyebarkan berita kita secara independen baik melalui media sosial maupun blog, atau situs berita pribadi. Saat ini adalah waktu yang terbaik bagi setiap warga untuk keluar dan melaporkan semua kejadian yang ada di sekitarnya.

PPMN telah membuktikan dengan membentuk dan mendampingi jurnalis warga selama bertahun-tahun di berbagai daerah, mereka bisa menjadi  pendorong bagi perubahan pada tingkat komunitas dan lokal. Beberapa program jurnalis warga yang sukses dikembangkan adalah monitoring layanan pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah terpencil di Papua (2013 – 2016).

Oleh sebab itu saat ini PPMN ingin menguatkan peran dan posisi jurnalis warga dengan membuat pendampingan dengan mengkonsolidasi, meningkatkan kapasitas dan networking terutama dengan CSO serta memotivasi mereka dalam menyampaikan berbagai laporan tentang situasi perempuan dan anak di areanya masing-masing. Para jurnalis warga juga akan didorong dan diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan media utama. Hal ini agar suara JW juga mendapat tempat di media utama dan  lebih menjadi perhatian pemerintah untuk mendapat respons.Dalam kesempatan kali ini, komunitas jurnalis warga juga akan diperluas kekalangan laki-laki dan anak muda untuk mengadvokasi persoalan pendidikan , kesehatan ,perempuan, anak, gender, dll.

By : Hank Pataijera - Jurnalis Warga Kabupaten Jayapura



Related Posts:

Festival Film Papua II & Komunitas Warna






Pada tanggal 7-9 Agustus 2018 lalu, Papuan Voices  kembali menyelenggara Festival Film Papua ke-II (FFP II). FFP II akan dilaksanakan di Kota Jayapura. Tema FFP II adalah Masyarakat adat Papua di Tengah Arus modernisasi. Tema ini kami pilih sebagai bentuk respon terhadap situasi di Tanah Papua saat ini dan menjelaskan posisi masyarakat adat di tengah arus pembangunan dan investasi yang makin banyak masuk ke Tanah Papua. 

Pada momen tersebut Komunitas Warna (Perempuan Kreatif Kota Jayapura) yang dikoordinir oleh Hiswita Pangau ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dan sekaligus menunjukkan hasil-hasil kreatifitas dari semua anggota yang ada. dan luarbiasanya hasil karya komunitas ini sudah berada dibeberapa kabupaten dan propinsi.


dari hasil pemantauan saat berada distand Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang juga merupakan salah satu lembaga yang menjadi sponsor pada kegiatan FFP II ini,Saudari Debby Maiaweng mengatakan sangat bangga terhadap komunitas Warna yang berusaha mempromosikan hasil-hasil karya yang luarbiasa melalui bahan-bahan daur ulang yang sudah dikemas secara rapi dan kemudian berani bersaing dengan usaha-usaha lainnya yang ada di Kota Jayapura.

By : Ellaz Alensa - Jurnalis warga Kota jayapura

Related Posts:

Bermain, Bernyanyi dan Belajar Bersama Anak-anak di Kampung Yakonde Kabupaten Jayapura






Bermain, Bernyanyi dan Belajar Bersama Anak-anak Yakonde
Walau Program USAID Bersama Belum Berjalan

Program USAID Bersama yang dilakukan tahun lalu di Kampung Yakonde, sementara ini atau sekitar enam bulan belum berjalan. Namun Yayasan Harapan Ibu (YHI) tidak bisa begitu saja meninggalkan kampung ini dengan diskusi-diskusi Kekerasan Berbasis Gender (KBG).
Program diskusi yang sudah dilakukan tahun lalu, untuk Bapak-bapak, Ibu-ibu serta pemuda dan pemudi, masih dikenang oleh banyak warga Yakonde. Hal ini terlihat, saat YHI datang ke Kampung Yakonde beberapa waktu lalu, banyak warga yang bertanya tentang kelanjutan program USAID Bersama.
Untuk menjawab, pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemarin (14/8) YHI melakukan rapat guna mengunjungi Kampung Yakonde, dengan dilakukan berbagai kegiatan.
Menurut Direktur Yayasan Harapan Ibu, Vanda Kirihio kegiatan yang akan dilakukan berfokus pada anak-anak. Anak-anak akan diajak untuk belajar, bernyanyi sambil bermain.
"Selama ini, kita sudah melakukan kegiatan untuk bapak-bapak, ibu-ibu juga pemuda dan pemudi. Kali ini kami berusaha mau bermain, bernyanyi dan belajar bersama anak-anak di Kampung Yakonde." ujar Vanda Kirihio.
Untuk pelaksanaannya, hari ini Program Manager, Rialdy Pangayouw dan beberapa staf YHI telah menuju Kampung Yakonde, guna melakukan diskusi, menyangkut kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
"Hari ini, kita akan melakukan pertemuan dengan Kepala Kampung, Ondoafi, kepala-kepala suku, tokoha agama, para guru-guru sekolah minggu." kata Vanda Kirihio.
Dari hasil diskusi ini, akan didapat kesepakatan tentang hari dan waktu pelaksanaan kegiatan, serta siapa-siapa saja yang akan terlibat dalam kegiatan.
Menurut Vanda, jika kegiatan ini akan dikaitkan dengan moment 17 Agustus, hal ini tidak jadi masalah. Yang penting kegiatan untuk anak-anak ini akan berjalan dengan baik

By : Aldy Pangayouw - Jurnalis warga Kabupaten Jayapura

Related Posts: