" Penanganan TUBORCOLOSIS di Papua, Secara Khusus di Kota Jayapura "






Berbicara penangan Tuborcolosis atau TB Paru, Seperti apa di Kota Jayapura?
Bicara tentang penyakit TBC,, kenapa kita kembali gunakan kata TBC..kalau TB ...biasanya masyarakat jarang takut...kata dr Ristiani Manuputi Praktisi kesehatan umum.
Kalau begitu di bilang TBC, terkait dengan Stikma familiar mereka ketakutan dengan pengobatan harus rutin setiap hari selama enam bulan. Dan itu yang akhirnya kita menggunakan TBC kembali saja.dan memang angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data dari Dinas kesehatan Provinsi Papua, tahun 2017 angkanya mencapai 6934 kasus, itu TB Positif dan TB Negatif. Angka ini jauh lebih tinggi di banding Tahun 2016 yang mencapai 6656 kasus.Tapi keberhasilan dari Dinas Kesehatan, untuk program ini juga sangat-sangat di perhatikan sekali oleh pemerintah .Jadi sudah berhasil dalam pengobatan 65%. Jumlah kasus yang restiten ada 48 kasus.Untuk kasus TB di Papua sendiri atau wilayah -Wilayah yang paling banyak mengalami kasus TB ini di mana..? Sebenarnya hampir merata; kalau untuk di kota Jayapura, terutama daerah-daerah yang padat penduduknya.

Kalau di kota Jayapura, paling banyak di sekitar Abepantai, kemudian di daerah Skouw, Muara Tami, itu juga lumayan .Padat penduduk berkaitan dengan perilaku hidup sehat atau kebersihan yang menjadi pemicu warga kita.kenapa kasusnya lebih tinggi tiap tahun meningkat,,sebetulnya apa penyebabnya selain perilaku dari masyarKat itu?
Permasalahan-permasalahan yang sering timbul Itu.

Putus pengobatan jadi biasanya pengobatan itu enam bulan.begitu pengobatan sudah berjalan dua bulan biasanya gejalah batuk mulai berkurang.jadi itu yang biasanya pasein menghentikan pengobatan,Kemudian, tidak sembuh sempurna.
Kemudian dalam satu keluarga juga biasanya dalam satu rumah banyak anggota keluarga akhirnya ya terjadilah.kontak Kepada anggota keluarga yang lain.
Kemudian menularkan.

Sikap kita yang kurang begitu respon terhadap penyakit kita sangat mendukung..jadi memang gerakan yang di lakukan provinsi Papua.Gerakan Toki Pintu.kita harus bergerak aktif. ada kasus TB sebaiknya suru anggota keluarganya di periksa TB.
jadi kita datang kerumah-rumah memeriksa kan semua dengan gejalah TB.kita periksa dahaknya, semua anggota keluarga.
Sebagai masyarakat ketika kita di datangtangi oleh petugas dari Gerakan Toki Pintu kemudian masyarakat secara terang-terangan menolak seperti apa itu tindakan dari Tim?
Sebenarnya ini mungkin ada yg salah dalam sosialisasi dari Tim.
Salah petugas kesehatan ..jdi kami merasa seandainya ada penolakan seperti itu, berarti kami yang salah..untuk sosialisai terhadap masyarakat kata dr Ristiani.
Jadi memang awalnya datang dan komunikasih baik, terus kemudian kami bergerak tidak langsung seperti itu
Kami juga punya kader-kader untuk TBC ini.kita mencari dan memutuskan rantai itu.


By :Yana Bisay - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

0 Response to "" Penanganan TUBORCOLOSIS di Papua, Secara Khusus di Kota Jayapura ""

Post a Comment