"Pelatihan Keluarga Sehat Bagi Tenaga Puskemas Tahun 2018"


Dalam Rangka Meningkatkan Derajat Kesehatan Di Papua Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Papua Mengadakan Pelatihan bagi 90 Peserta Tenaga Kesehatan. Dasar dari Pelatihan Keluarga Sehat adalah Merupakan Program Pemerintah dalam Rangkah Menyukseskan Program Indonesia Sehat yang di Amanatkan Dalam Agenda Ke 5 Nawacita Yaitu Meningkatkan Kwalitas Hidup Manusia Produktif,Kemenkes RI No 01 07/Kemenkes/85/2017 Lokus Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan keluarga Sehat Tahun 2017 SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua No 44 0/2856/18 Tentang Pembentukan Panitia dan Pengendali Program Indonesia Sehat 2018.

Program Keluarga Sehat di Selengarahkan Kemenkes Mengacu pada 12 Indikator Keluarga Sehat, Program keluarga sehat diselengarahkan dalam Rangkah Meningkatkan Kopentensi Tenaga Kesehatan Dalam Melakukan Pendataan Keluarga Dan Bimbingan kepada Masyarakat terhadap Prilaku Kesehatan.Tujuan Umum setelah Peserta mengikuti Pelatihan tersebut Diharapkan Peserta mampu melakukan Program Keluarga Sehat diwilayah kerja Puskesmas masing-masing dan Tujuan Khusus setelah mengikuti pelatihan keluarga sehat peserta mampu menjelaskan Stitus Keluarga,menjelaskan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak,menjelaskan pelayanan penyakit menular,menyelaskan pelayanan tuborcolosis terhadap lingkungan melakukan komunikasi efektif dan melakukan survey keluarga sehat dilingkungan kerja puskesmas masing-masing.

Peserta pelatihan keluarga sehat antara lain tenaga medis, perawat, bidan, tenaga kesmas, tenaga kesehatan lingkungan dan tenaga gizi.Identitas peserta berasal dari kabupaten kota 30 puskesmas yang berada di wilayah provinsi papua jumlah sesuai dengan lokus pemangilan berjumlah 90 orang namun yang sempat hadir hanya 76 orang.Pelatihan keluarga sehat angkatan IV V VI dilaksanakan dari tanggal 5 6 7 juni 2018 tiga hari Evektif setara dengan jam pelajaran.Ujar Kasubag Tata Usaha MICHELLA KAMUKUPEYAU.SKM dalam sambutannya.

By : Jois Yarangga - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

" Kotak Pengaduan Masyarakat "

Sebenarnya ini tidak menjadi fokus saya, namun pagi ini sekitar pukul 03.00 saya berada di ruangan ini, untuk mengurus Kartu dampingan yang di bawah rawat inap.
Saat saya berada di depan loket, memberi salam, memanggil namun seolah tidak di dengar, saya bahkan sampai berteriak dan mengetuk kaca depan berulang kali, namun tidak di hiraukan.

Padahal ada orang di dalam, saya kemudian bolak balik dan memanggil, namun tetap saja sama. Saya kemudian menuju keluar dan menuju meja satpam, entahlah saya hanya berfikir untuk mendapat bantuan meski mereka yang duduk di meja satpam, tidak seperti satpam.
(anak-anak muda yang sedang duduk sambil bermain HP)..

Salah satu berdiri dan menuju ruangan loket ikut pintu samping katanya. Saya heran, dari pakaiannya jauh dr satpam apalagi mantri, apakah dia penjaga (tapi ga mungkin juga).
Entahlah, paling tidak dia sudah membantu..

Tiba-tiba seorang muncul namun hanya mengeluarkan kepala sambil berkata :
X : Nanti besok saja
Sy : maaf saya di minta oleh dokter mengurus ini sekarang
X : iya tapi besok saja
Sy : sejak td saya menunggu dan bolak balik berteriak, anda tidak keluar, trus anda apa disini?
X : iya sy petugas tapi bukan yang jaga disini. sudah besok saja
Sy : petugasnya kemana? inikan jam pelayanan?
X : tidak tau kemana jalan kemana.
Sy : hebat skali, ini RS atau pasar.

Kembali ke dokter :
Sy : dok ga bisa buat sekarang,
dr : lho kenapa, dibuat saja sekarang
Sy : sy sudah dari loket, tetapi katanya yang jaga ga tau jalan kemana,
dr : lho kok bisa inikan jam pelayanan ada kok orang disitu
Sy : sudah dok, tp katanya bukan dia yang jaga, nah trus dia di dalam situ sebagai apa?
dr : .................(diam)

Miris, kesan pertama di RS ini, disisi yang berbeda ada program dan fasilitas yang di siapkan untuk masyarakat agar mempermudabh akses mendapat layanan kesehatan, namun disisi lain petugas yang seolah tidak memprioritaskan mereka yang membutuhkan pelayanan.

Tidak hanya itu, dinding yang penuh coretan-coretan ga jelas, itu bisa di lihat di bawah kotak saran, juga beberapa hal yang membuat tidak nayaman sebenarnya. Namun terlepas dari itu, semoga ke depan bisa ada perbaikan, untuk masyarakat sebagai prioritas utama pengguna layanan. Dan masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah, juga layanan melalui kritik dan saran untuk perbaikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Jika menggunakan kertas untuk kotak saran, tidak sempat, kepanjangan, itupun kalau di baca !


By : Hiswita Pangau - Jurnalis warga Kota Jayapura

Related Posts:

Unit Pertolongan Cepat (UPC) Kabupaten Jayapura







UPC ini telah ada sejak 2016, yang di programkan oleh pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan Kabupaten Jayapura, yang bertujuan untuk membantu seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura dalam mempermudah akses untuk layanan kesehatan.

Tadi malam, kami kesulitan untuk mengantar salah satu dampingan, kemudian mencoba datang ke Puskesmas Sentani Kota, untuk meminta bantuan UPC.
Kami dibantu oleh salah satu suster dan mantri yang dengan bagitu cepat, mempersiapkan kendaraan dan beberapa dokument yang dibutuhkan, kemudian kami langsung menuju rumah dampingan. pukul 12.15 tiba di rumah dampingan,dengan kondisi yang begitu drop, namun kami tidak bisa langsung bergerak karena pasien hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih kecil, sehingga kami harus menunggu orang yang mau membantu menjaga sebelum menuju ke RS.

Namun dengan kondisi yang begitu drop kami kembali lagi ke PKM Sentani Kota, untuk oksigen dan pemasangan infus, mengingat perjalanan ke RS AB yang cukup jauh. 01.15 kami tiba di RS AB tetapi ternyata semua ruangan penuh, beberapa saat menunggu, namun tidak memungkinkan. Kemudian suster menghubungi RS dok 2, tapi ternyata sama, tidak ada ruangan.

Akhirnya menghubungi RS Yowari dan meminta bantuan. Kami kemudian kembali lagi ke Sentani menuju RS Yowari.02.13 tiba di RS Yowari, pasien mendapat penanganan.

Cukup kesulitan, karena pasien belum memiliki BPJS, dan tidak memiliki keluarga dekat, sehingga untuk membawa pasien ke RS Swasta menjadi salah satu pemikiran yang sulit untuk dilakukan. Namun paling tidak saat ini pasien sudah mendapatkan perawatan di RS Yowari.

Kab Jayapura, dengan letak geografis yang berbeda-beda, dan berbagai latar belakang situasi dan kondisi, sehingga dengan adanya UPC mempermudah masyarakat untuk mendapat pertolongan cepat untuk akses layanan kesehatan.

Dengan adanya UPC ini, sangat membantu, dan semoga seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini, ada nomor kontak yang telah di siapkan jika membutuhkan bantuan, namun jika kemungkinan nomor kontak sulit di hub, dapat langsung ke PKM Sentani Kota, UPC berada tepat di PKM Sentani Kota.

No Kontak UPC : 082248589700 & 082248589600

By : Hiswita Pangau - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

" Penanganan TUBORCOLOSIS di Papua, Secara Khusus di Kota Jayapura "






Berbicara penangan Tuborcolosis atau TB Paru, Seperti apa di Kota Jayapura?
Bicara tentang penyakit TBC,, kenapa kita kembali gunakan kata TBC..kalau TB ...biasanya masyarakat jarang takut...kata dr Ristiani Manuputi Praktisi kesehatan umum.
Kalau begitu di bilang TBC, terkait dengan Stikma familiar mereka ketakutan dengan pengobatan harus rutin setiap hari selama enam bulan. Dan itu yang akhirnya kita menggunakan TBC kembali saja.dan memang angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data dari Dinas kesehatan Provinsi Papua, tahun 2017 angkanya mencapai 6934 kasus, itu TB Positif dan TB Negatif. Angka ini jauh lebih tinggi di banding Tahun 2016 yang mencapai 6656 kasus.Tapi keberhasilan dari Dinas Kesehatan, untuk program ini juga sangat-sangat di perhatikan sekali oleh pemerintah .Jadi sudah berhasil dalam pengobatan 65%. Jumlah kasus yang restiten ada 48 kasus.Untuk kasus TB di Papua sendiri atau wilayah -Wilayah yang paling banyak mengalami kasus TB ini di mana..? Sebenarnya hampir merata; kalau untuk di kota Jayapura, terutama daerah-daerah yang padat penduduknya.

Kalau di kota Jayapura, paling banyak di sekitar Abepantai, kemudian di daerah Skouw, Muara Tami, itu juga lumayan .Padat penduduk berkaitan dengan perilaku hidup sehat atau kebersihan yang menjadi pemicu warga kita.kenapa kasusnya lebih tinggi tiap tahun meningkat,,sebetulnya apa penyebabnya selain perilaku dari masyarKat itu?
Permasalahan-permasalahan yang sering timbul Itu.

Putus pengobatan jadi biasanya pengobatan itu enam bulan.begitu pengobatan sudah berjalan dua bulan biasanya gejalah batuk mulai berkurang.jadi itu yang biasanya pasein menghentikan pengobatan,Kemudian, tidak sembuh sempurna.
Kemudian dalam satu keluarga juga biasanya dalam satu rumah banyak anggota keluarga akhirnya ya terjadilah.kontak Kepada anggota keluarga yang lain.
Kemudian menularkan.

Sikap kita yang kurang begitu respon terhadap penyakit kita sangat mendukung..jadi memang gerakan yang di lakukan provinsi Papua.Gerakan Toki Pintu.kita harus bergerak aktif. ada kasus TB sebaiknya suru anggota keluarganya di periksa TB.
jadi kita datang kerumah-rumah memeriksa kan semua dengan gejalah TB.kita periksa dahaknya, semua anggota keluarga.
Sebagai masyarakat ketika kita di datangtangi oleh petugas dari Gerakan Toki Pintu kemudian masyarakat secara terang-terangan menolak seperti apa itu tindakan dari Tim?
Sebenarnya ini mungkin ada yg salah dalam sosialisasi dari Tim.
Salah petugas kesehatan ..jdi kami merasa seandainya ada penolakan seperti itu, berarti kami yang salah..untuk sosialisai terhadap masyarakat kata dr Ristiani.
Jadi memang awalnya datang dan komunikasih baik, terus kemudian kami bergerak tidak langsung seperti itu
Kami juga punya kader-kader untuk TBC ini.kita mencari dan memutuskan rantai itu.


By :Yana Bisay - Jurnalis Warga Kota Jayapura

Related Posts:

"Kaya bukan tentang apa yang kamu punya,Tetapi tentang apa yang kamu bisa berikan"






Mama Helena H ,ialah seorang mantan perawat yang bekerja dari jaman Belanda. perempuan wamena kota dengan sejuta pengalaman yang sangat menarik. salah satu kisahnya waktu menolong seorang ibu yang mau melahirkan dengan kondisi wilayah dan alat yang seadanya.
ia mampu menolong ibu dan bayi lahir dengan selamat dan sehat . ia pernah mengalami sebuah kisah yaitu setelah menolong persalinan sorang ibu dan sebagai ucapan terima kasih dari ayah bayi itu ,mereka memberikan seekor anak babi namun mama Helena menolak, dengan berkata nanti Tuhan yang memberikan berkatnya kepada saya,ujar mama Helena yaitu umur panjang.
sebuah pengajaran penting untuk kita ketika kita menolong seseorang jangan kita minta imbalan jasa sebab sebenarnya Tuhan sudah siapkan berkat kita.

By : Pdt.Mient Fingkreuw - JW TIFA Papua

Related Posts: